
Darkala dan Warok singa segera menggelar kuda kudanya dan langsung menyerang Arya Soma dengan jurus jurusnya yang mematikan.
Merasakan aura membunuh yang kuat itu Arya Soma tidak mau meremehkan kedua lawannya dan langsung mengeluarkan jurus andalannya.
Hiaa....ttt pertarungan pun di mulai, Darkala menerjang Arya Soma seperti harimau menerjang mangsa.
Arya Soma tercekat merasakan hawa panas yang teramat sangat setelah Darkala menyerangnya,ia pun tidak berani langsung berbenturan dengannya dan memilih untuk menghindarinya.
Warok singa segera menyusul dengan pedang di tangannya , mereka berdua menyerang sekaligus karena ingin cepat cepat menghabisinya dengan mengusung dendam setinggi langit.
Untuk mengimbangi mereka berdua Arya Soma menggunakan jurus tapak dewa maut , tak lama kemudian terdengar ledakan mewarnai pertarungan itu, setelah mereka melepaskan pukulan mereka masing masing.
Darkala yang pertama kali berhadapan dengan Arya Soma tampak terkejut karena jurus yang selama ini di banggakannya harus tumpul di hadapan Arya Soma.
Arya Soma terpental beberapa langkah ke belakang, sedangkan Darkala hanya bergetar masih berdiri di tempatnya.
"Ternyata bukan omong kosong kalau beredar bahwa patih Martapura itu benar benar kuat, biasanya aku dapat langsung menjatuhkan lawan ku dengan jurus ku ini"ucap Darkala dalam hati.
Beda dengan Warok singa ia tidak terkejut sama sekali karena pernah berhadapan dengannya beberapa waktu yang lalu.
"Rupanya orang tua ini tidak bisa dianggap remeh, sepertinya orang tua ini seangkatan dengan guru ku"ucap Arya Soma dalam hati.
Pertarungan pun terus berlanjut dan tanpa mereka sadari puluhan jurus pun telah mereka lampaui.
Pukulan demi pukulan dilancarkan Darkala dan Warok singa, untuk mendesak Arya Soma,hal itu membuatnya harus ekstra hati-hati , karena salah langkah saja dapat berakibat fatal baginya.
Des.... pukulan Darkala akhirnya pun tepat mengenai dada Arya Soma hingga membuatnya terpental, namun masih dapat menguasai dirinya hingga masih dapat berdiri walaupun sedikit kelimpungan.
"Akh.... orang tua itu tenaga dalamnya tidak bisa di buat main-main"ucap Arya Soma, segera menyalurkan tenaga dalamnya untuk mengusir rasa sakit di dadanya.
Melihat keadaan Arya Soma terpojok seperti itu ,Warok singa segera menyerangnya tidak mau memberi kesempatan padanya untuk menghela nafas walaupun barang sejenak.
Hiaa...t Warok singa meluncur deras dengan pedangnya untuk menebas Arya Soma.
" mampuslah kau Arya Soma"teriak Warok penuh dengan kemenangan.
Arya Soma menatap tajam kedatangan Warok singa itu dan bless.... pedang Warok singa pun menembus dada Arya Soma.
Namun, Warok singa langsung terkejut setelah tahu bahwa ternyata itu hanya bayangannya saja.
"Terima ini Warok Singa"ucap Arya Soma langsung memberinya pukulan dess...dess...,akh.....!!!, terdengar jeritan suara Warok singa di tengah pertempuran itu,ia pun terkapar dengan dada bercap tangan lima jari.
"Warok singa ....!!! teriak Darkala dengan suara menggelegar,ia langsung mengirimkan pukulan nya wuusss..... merasakan angin pukulan yang sangat kuat itu Arya Soma pun menyambutnya dengan pukulan tapak dewanya wuusss.... duuuaaarrr.... duuuaaarrr.. Arya Soma langsung terpental beberapa tombak ke belakang dan ia pun muntah darah segar dari mulutnya.
"Huuh....,tenaga dalamnya benar benar sangat kuat"ucap Arya Soma setelah dua kali terkena pukulan Darkala.
Darkala langsung berlari kearah Warok singa yang sedang sekarat itu dan cepat cepat memberikan pertolongan,namun sayang seribu sayang ternyata Darkala sudah terlambat.
"Aku bersumpah akan ku balas kematian mu "ucap Darkala sambil menempelkan tangannya pada dada Warok singa dan tiba-tiba tubuh Warok singa pun kurus kering dan akhirnya tinggal tulang belulang.
Arya Soma sangat terkejut melihat apa yang di lakukan oleh Darkala itu,ia sekarang tahu bahwa orang tua itu mempelajari ilmu iblis terlarang.
Ratu Gandari yang berhadapan dengan kala weling pun harus memeras keringat untuk mengalahkannya ,karena jurus jurus kala weling ternyata sangat merepotkan baginya.
Kala weling menari nari dengan pedang di tangannya berusaha membabat habis leher Ratu Gandari .
Wuusss....kala weling meluruk ke depan dengan kecepatan penuh menusuk ratu Gandari dengan pedangnya, Ratu Gandari pun segera terbang ke atas menghindarinya, namun dengan cepat kala weling mengubah gerakannya tanpa Ratu Gandari sadari.
"Kamu pikir bisa menghindari jurus pedang mencari mangsa ku perempuan ******"ucap Kala weling dengan tersenyum penuh arti.
Ratu Gandari terkejut oleh gerakan kala weling yang tiba-tiba itu dan crash...crash.... pedang kala weling berhasil mengores paha dari ratu Gandari spontan saja darah pun mengucur deras.
"Akh..... kurang ajar berani beraninya kau melukai kaki ku"ucap Ratu Gandari dengan penuh kemarahan.
Ia pun segera menotok jalan darahnya supaya darah cepat berhenti, walaupun hanya sebentar.
Rupanya kala weling sudah tahu kalau Ratu Gandari mempunyai tendangan geledek yang sangat mematikan itu sehingga dengan sengaja ia melukai bagian kakinya.
"Haaa.....haaa.....haaa.... dengar perempuan ****** aku pikir aku tidak tahu semua jurus jurus mu, dengan begitu apakah kau dapat menggunakan tendangan geledek mu"ucap Kala Weling sembari tertawa terbahak bahak.
"Oh...ya perlu kamu ketahui bahwa pedang ku ini sangat beracun jadi cepat atau lambat kau akan segera mati oleh racun itu haaa. ...haaa...."ucap Kala weling.
Arya Soma pun tampak khawatir mengetahui keadaan putri Gandari seperti itu,ia ingin membantunya tapi tidak mungkin karena Darkala sudah bersiap untuk menyerangnya.
"Kurang ajar ,jika sampai aku tidak bisa menyelamatkan Ratu Gandari mau taruh di mana muka ku pada Gusti prabu Rangga"batin Arya Soma.
"Arya Soma bersiaplah menyambut kematian mu"ucap Darkala.
"Akh.....!!!!,sebuah pukulan mendarat di perut Arya Soma hingga membuatnya terpental.
"kurang ajar gerakannya sangat cepat ,mata ku tidak bisa melihatnya "ucap Arya Soma dengan menahan sakit.
"Haaa....haaaa...... rasakan pembalasan ku "ucap Darkala.
"Di mana orang tua itu"ucap Arya Soma sambil mencari tubuh Darkala yang tidak kelihatan.
Des...des...des... pukulan Darkala terus menghujam ke tubuh Arya Soma tanpa ampun.
Hiiiiaaaat..... duuuaaarrr.... terdengar ledakan setelah Darkala memukul Arya Soma dengan pukulan tenaga dalamnya.
Arya soma benar benar di buat tidak berdaya oleh kesakitan Darkala semua jurus jurusnya seakan tumpul di hadapan Darkala.aff
Perlu di ketahui , Darkala adalah orang yang sangat di takuti oleh para ketua golongan hitam mau pun golongan putih pada masa itu.
Darkala sangat mendominasi di kalangan golongan hitam dan hanya takut dengan Kelabang Ireng dan raja Alam.
Dengan raja Alam ia memang belum pernah terlibat pertarungan karena belum pernah menyinggungnya.
Apa lagi setelah mendengar kabar, bahwa Kelabang Ireng pernah kalahkan olehnya , hingga hal itu membuat Darkala semakin tidak ingin berurusan dengannya.
Darkala pun memutuskan mengasingkan diri dan menempa kesaktian guna menandingi raja Alam,namun setelah kesaktiannya bertambah tinggi ternyata raja Alam sudah meninggal dunia.
Tapi kalau dengan Kelabang Ireng, ia pernah bertarung beberapa kali dengannya tapi tidak pernah menang apa lagi membunuhnya karena kelabang Ireng mempunyai ilmu pindah raga dan jurus jurus yang sangat menakutkan, saat itu ia memilih untuk tidak pernah berurusan dengannya.
Jadi pantaslah kalau Arya Soma mengalami kesulitan saat berhadapan dengannya.
Tanpa terasa pagi pun sudah mulai tiba dan matahari pun muncul dari ufuk timur menyinari alam semesta.
"Kala Weling cepat kita akhiri pertarungan ini jadikan pagi ini untuk terakhir mereka berdua mengirup nafas"ucap Darkala.
"Dengan senang hati guru"ucap Kala Weling.
Darkala dan Kala Weling pun bersiap siap untuk menghabisi lawannya masing-masing.
__ADS_1
Darkala mengeluarkan sebuah cahaya berwarna merah dari tangannya untuk menghabisi nyawa Arya Soma, rupanya ia tidak tanggung tanggung untuk menghancurkan Arya Soma tanpa sisa.
"Mampuslah kau Arya Soma wuusss..... Darkala pun melepaskan pukulannya lalu duuuaaarrr....meledaklah tempat di mana Arya Soma berada asap tebal pun membumbung tinggi.
"Gusti patih ..... teriak Ratu Gandari dengan suara lemah, rupanya racun dalam tubuhnya sudah mulai bereaksi.
"Sekarang giliran mu perempuan ****** "ucap Kala Weling , Hiiiiaaaat...ia langsung melepaskan pukulannya ke arah Ratu Gandari ,wuusss...... ratu Gandari hanya bisa pasrah dan menutup matanya karena dirinya sudah tidak berdaya lagi.
Duuuaaarrr.... duuuaaarrr......akh... terdengar suara jeritan membumbung tinggi dan bau hangus mayat terbakar.
"Kurang ajar......!!!!!" teriak Darkala, begitu melihat Kala Weling sudah terkapar dengan tubuh yang gosong.
Darkala pun menyapu pandangannya keseluruh tempat itu dan ia mendapati dua orang sosok manusia laki laki dan perempuan sedang menolong ratu Gandari, mereka berdua adalah Jaka alap alap dan Rang Rang.
"Apa kau bisa bertahan Gusti Ratu"ucap Rang Rang.
Ratu Gandari yang mengangguk dengan pertanyaan Rang Rang itu, karena merasa sudah lemah sekali.
"Bagaimana keadaannya Rang Rang"tanya Jaka alap alap.
"Belum terlambat kakang, racunnya masih belum menyebar terlalu jauh menjalar ke tubuhnya"ucap Rang Rang.
"Rupanya orang itu kuat sekali kakang, kita harus hati-hati"ucap Rang Rang.
"Benar apa kata mu Rang Rang dia memang kuat,kita harus bekerja sama untuk mengalahkannya"ucap Jaka Alap alap.
"Rupanya kalian berdua sudah bosan hidup, berani datang ketempat ini"ucap Darkala.
"Hai orang tua buka mata mu lebar lebar,apa benar kami datang berdua "ucap Jaka Alap alap.
Mendengar perkataan Jaka alap alap itu Darkala mengedarkan pandangannya.
Darkala langsung terkejut setelah tahu di situ sudah terdapat banyak orang dan lebih terkejut lagi melihat Arya Soma masih hidup.
"Kurang ajar, rupanya kalian yang menyelamatkan Arya Soma"ucap Darkala, sambil menatap tajam kepada orang-orang itu yang tak lain adalah Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Arum.
"Sudah saatnya kau dikirim ke neraka orang tua"ucap Ariani Dewi.
"Haaa.....haaa......haaa.....pucuk dicinta ulam pun tiba, dengan kehadiran kalian semua di sini ,maka akan semakin mudah aku menghabisi kalian semua "ucap Darkala dengan tertawa terbahak bahak.
"Kurang ajar dia benar benar meremehkan kita"ucap Ariani Dewi merasa panas hatinya.
"Kalian harus hati hati"ucap Arya Soma.
"Gusti patih tenang saja, kami akan berusaha untuk mengalahkan dia"ucap Pandan Wangi.
"Bagaimana dengan keadaan ratu Gandari Jaka Alap alap "tanya Arya Soma setelah Jaka alap alap dan Rang Rang tiba di dekatnya dengan membawa Ratu Gandari yang tampak lemah sekali.
"Gusti patih tenang saja , walaupun lukanya parah tapi nyawanya masih tertolong"ucap Jaka Alap alap.
"Syukurlah kalau begitu"ucap Arya Soma merasa sangat lega.
"Kalian harus membayar kematian murid murid ku"ucap Darkala sambil melepaskan pukulannya.
Blaaaar.... Blaaaar....tapi pukulan Darkala hanya mengenai ruang kosong saja.
Hiiaaaat..... Ariani Dewi langsung menyerang Darkala dengan pedangnya, namun gerakan Darkala lebih cepat darinya sehingga membuat Ariani Dewi terlempar setelah pukulan Darkala mengenainya.
Dua pukulan lembur gunung pun di kirim Pandan Wangi dan Arum untuk menghantam Darkala duuuaaarrr.... duuuaaarrr.... duuuaaarrr,tapi hanya menerpa angin saja.
"Kalian pikir seragam seperti itu dapat mengenai ku haah....!!! ucap Darkala, yang secara tiba-tiba sudah berada di depan mereka,Pandan Wangi dan Arum di buat terkejut oleh gerakan Darkala yang sangat cepat itu, Darkala pun langsung memukul mereka berdua dess...dess...,pandan wangi dan Arum pun terlempar dengan keras.
"Hiiiiaaaat...... Jaka alap alap maju menyerang dengan ajian seipi anginya, Trang..... Trang... terdengar suara senjata beradu.
Darkala sedikit terkejut ternyata kecepatan Jaka Alap alap itu ,karena dapat mengimbangi kecepatannya, namun tiba-tiba hiiiiaaaat blaaaar.....Jaka alap alap pun terlempar, setelah Darkala meningkatkan tenaga dalamnya.
"Haaa.....haaa.... kalian semua hanya sekumpulan sampah yang tidak berguna"ucap Darkala.
"Kurang ajar dia benar benar merendahkan kita"ucap Ariani Dewi yang merasa tidak terima dengan perkataan Darkala itu.
"pukulan badai menerjang ombak "teriak Ariani Dewi. langsung menyerang dengan di penuhi kemarahan.
Duuuaaarrr....... duuuaaarrr.... tebasan seribu pedang... hiiaaaat... Ariani Dewi langsung mengeluarkan dua jurus sekaligus cash....crash..akh...... teriak Darkala setelah dua sayatan pedang mendarat di tubuhnya.
"Kurang ajar....."teriak Darkala ,lalu slap..slap.. tiba-tiba ia sudah berada di belakang Ariani Dewi dan langsung memukulnya ,.
Ariani langsung menjatuhkan dirinya menghindari serangan dadakan Darkala,Pandan wangi mengirimkan serangan dari arah depannya,blaaaar..... blaaaar... Darkala pun harus dipaksa mundur satu tombak kebelakang oleh pukulan Pandan Wangi tadi.
"Kurang ajar kalian, terima ini, Darkala langsung bergerak maju melanjutkan serangannya yang sempat gagal kepada Ariani Dewi dan Pandan Wangi sekaligus dess....dess... mereka berdua pun harus kembali terpental setelah serangan cepat Darkala mengenainya.
"Akh..."ucap Pandan Wangi sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya, begitu juga dengan Ariani Dewi mengalami keadaan yang sama.
Arum meluncur cepat dengan pedang di tangannya slaaaap....namun gerakannya masih dapat di hindari oleh Darkala lalu braaak......Arum terpental oleh pukulan Darkala yang tiba-tiba itu.
"Arum.....!!!!!"teriak Pandan Wangi setelah melihat Arum terkena pukulan yang sangat keras dari Darkala tadi.
"Kurang ajar kau orang tua, berani beraninya kau melukai murid ku"ucap Ariani Dewi dengan marahnya.
"Aku tidak apa apa bibi jangan khawatir "ucap Aum sambil menyeka darah dari mulutnya.
"Pandan Wangi apa tidak ada cara untuk mengalahkannya "ucap Ariani Dewi merasa prustasi.
"Rang Rang cepat kau ambil dua pedang itu"perintah Pandan Wangi sambil menunjuk pedang naga mas dan pedang naga hijau yang tertancap di depan gua.
Tanpa menunggu lama Rang Rang pun melesat dengan menggunakan ajian seipi anginya.
Sementara itu pertarungan Rangga dan Kelabang Ireng terus berlanjut, yang mana keadaan di dalam gua itu telah porak poranda akibat terkena pukulan mereka.
Slaaaap... wusss....sebuah cahaya melintas di atas mereka berdua, hingga membuat mereka menghentikan pertarungannya.
Kelabang Ireng rupanya menyadari cahaya tadi dan langsung mengejarnya,namun slaaaap Rangga sudah di depannya.
"urusan kita belum selesai kelabang Ireng kenapa buru buru pergi"ucap Rangga.
"Kau benar benar merepotkan Rangga "teriak kelabang Ireng
Hiaat.... dengan pedang bintangnya Kelabang Ireng langsung menyerang Rangga dengan penuh kemarahan.
Trang....trang....trang terdengar gemuruh bunyi pedang beradu, namun Kelabang Ireng bukanlah lawan Rangga dalam bermain pedang crash.... crash....dua pedang Rangga berhasil mengenai tubuhnya.
"Benar benar bertambah kuat dia setelah bertahun tahun lamanya tidak bertemu"gumam Kelabang Ireng, diliputi dengan kemarahan.
Slaaap Kelabang Ireng pun lenyap dari hadapan Rangga menggunakan ajian halimunnya.
__ADS_1
"Heh..... jangan harap dengan ilmu rendahan mu itu dapat mengelabuhi ku"ucap Rangga, dengan tenang .
"Andana cari dia"ucap Rangga sambil melemparkan satu pedangnya.
Andana pun berputar putar mencari keberadaan Kelabang Ireng, sementara Andini masih tetap di tangan Rangga.
"Matilah kau "teriak Kelabang Ireng dari arah belakang dengan pedang terhunus, namun Rangga yang dapat merasakan pergerakan halus kelabang Ireng segera memutar badannya dan bless.... bless , crash... pedang pedang Rangga berhasil menusuk perut Kelabang Ireng,dan disaat bersamaan Andana datang dengan memenggal kepalanya, Kelabang Ireng pun langsung roboh seketika.
"Andana , Andini kita pastikan Kelabang Ireng mati kali ini ,aku tidak ingin ia kabur seperti waktu dulu dengan ilmu pindah raganya"ucap Rangga.
"Sepertinya ia sudah benar benar mati Gusti prabu "ucap Andana.
"Tapi , tunggu "ucap Andana begitu merasakan ada getaran getaran tenaga dalam.
"Ada apa andana"tanya Rangga.
"Dia mau kabur Gusti prabu "ucap Andana, begitu melihat jiwa Kelabang Ireng meluncur mau meninggalkan gua.
"Jangan biarkan dia kabur "ucap Rangga kepada dua pedangnya itu.
"Pulang Geni jangan hanya diam saja , musnahkan dia untuk kedamaian Martapura"ucap Rangga.
Pulang geni langsung meluncur dengan cepat mengejar jiwa kelabang Ireng yang mau kabur itu .
"Sialan, kurang ajar"gerutu Kelabang Ireng mempercepat terbangnya,namun itu hanya sia sia bagi Kelabang Ireng untuk menghindar dari pusaka dewa itu, wesss..... akh .... tunggu pembalasan dari anak ku"teriak Kelabang Ireng,duuuaaarrr.... duuuaaarrr.. meledaklah sisa sisa jiwa Kelabang Ireng itu setelah ketiga pusaka dewa itu mengenainya.
"Perintah Gusti prabu sudah kami selesaikan"ucap ketiga pusaka itu.
"Bagus,mari kita keluar, sepertinya ada pertarungan di sana"ucap Rangga dan bergegas pergi meninggalkan gua.
Pandan Wangi dan Arum sudah menggunakan pedang naganya, namun tetap saja masih bukan lawan dari Darkala, mereka semua kelihatan sangat menyedihkan.
Darkala menatap satu persatu musuh musuhnya yang sudah tidak berdaya itu, dengan tatapan penuh kemarahan.
"Kalian semua cuma seekor semut,mana mungkin menandingi kesakitan ku"ucap Darkala sambil menyiapkan serangan terakhir untuk menghabisi mereka semua.
"Aku masih belum kalah dari mu Darkala"ucap Arum yang sudah berdiri dengan bantuan pedang di tangannya.
"Aku juga belum menyerah"ucap Pandan Wangi yang juga sudah berdiri dengan sempoyongan.
"Haaa....haaa.....haaa... kalian pikir dengan keadaan yang seperti itu masih bisa melawan ku"ucap Darkala dengan tertawa meremehkan.
"Heh...kau pikir kau sudah merasa menang Darkala"ucap Arum , segera mengerahkan seluruh kekuatannya .
Pandan Wangi pun juga segera mengerahkan sisa sisa tenaganya seperti Arum, walaupun pada akhirnya mereka berdua belum tentu akan menang.
Tapi tanpa mereka berdua sadari tiba-tiba dua buah cahaya berwarna kuning keemasan masuk kedalam tubuh mereka masing masing,yang tidak lain itu adalah tanduk naga, yang di cari oleh Kelabang Ireng dan diidam idamkan oleh semua pendekar.
Tubuh Arum dan Pandan Wangi pun seketika memancarkan cahayanya yang sangat menyilaukan mata, hingga membuat Darkala terkejut.
"Cahaya apa itu, kenapa kekuatan mereka berdua tiba-tiba melonjak naik"ucap Darkala tidak percaya.
"Bibi mari kita selesaikan pertarungan ini"ucap Arum langsung bergerak cepat slaap...des... pukulan Arum mengenai Darkala yang tidak sempat untuk menghindarinya, hingga membuat Darkala terpental.
Belum sempat ia mendarat, tiba-tiba des..sebuah pukulan Pandan Wangi tepat mengenai tubuhnya.
"Akh....!!"terdengar suara kesakitan dari darkala .
"apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua"ucap Darkala tidak mengerti.
Hiiiiaaaat.... Darkala mengeluarkan seluruh kesaktiannya, keluarlah cahaya hitam pekat dari tangannya.
"Matilah kalian semua...!!!"teriak Darkala seraya melepaskan pukulannya kearah Pandan Wangi dan Arum.
Dua pedang naga ditangan Arum dan Pandan Wangi bersinar sangat terang .
Mereka berdua pun segera menyambut serangan Darkala itu, hiiiiaaaat....duuuaar....Pandan Wangi menangkis pukulan Darkala,
"terima kematian mu Darkala"ucap Arum yang sudah di atas kepala Darkala craab... pedang naga hijau Arum tepat mengenai leher Darkala.
Darkala pun roboh seketika dengan kepala terpisah dari badannya.
"Apakah kita berhasil bibi"tanya Arum langsung roboh karena kehabisan tenaga.
"Kita berhasil Arum"ucap Pandan Wangi ia pun juga roboh seperti Arum kehabisan tenaga.
"Pandan Wangi,Arum kalian berhasil "ucap Ariani Dewi menghampiri mereka berdua.
Namun tanpa Ariani Dewi sadari tiba-tiba kepala Darkala kembali menyatu lagi dengan tubuhnya .
"Haaa...haaa.....rawa rontek"ucap Darkala
"Apa...!!! dia belum mati"ucap Ariani Dewi dengan terkejut.
"Terima ini " teriak Rangga crash...crash , dua pedang kembar itu mengenai tubuh Darkala dan langsung memotong kepalanya .
Tidak ingin Darkala bangkit lagi Rangga segera mengeluarkan pukulan badai menerjang ombaknya duuuaaarrr.... meledak lah seluruh tubuhnya Darkala tanpa sisa.
"Gusti prabu"ucap Ariani Dewi.
"Bagaimana keadaan mereka berdua dan yang lainnya Ariani"ucap Rangga langsung menghampiri Arum.
"Mereka hanya pingsan saja Gusti prabu"ucap Ariani Dewi.
"Arum romo benar benar bangga pada mu"ucap Rangga.
Tak lama kemudian Kencana loka dan Lingga pun datang dengan membawa beberapa prajurit.
SATU BULAN KEMUDIAN
setelah Kelabang Ireng dan Darkala di kalahkan Rangga dan seluruh pasukannya dapat beristirahat dengan tenang walaupun hanya sejenak.
Arum kembali ke Argara dan tinggal disana bersama kakeknya raja Bargola dengan di temani oleh Pandan Wangi dan Ariani Dewi.
Jaka Alap alap dan Rang Rang kini tinggal bersama di Martapura sebagai pasukan mata mata yang bergerak senyap.
Nasib Wiro Kusumo dan Aswan tragis setelah di ketahui keterlibatannya dalam penculikan para gadis dan mereka pun dihukum mati.
*TAMAT
TUNGGU SEASON KEDUA PENDEKAR PEDANG KEMBAR YANG AKAN DATANG*
Sambil menunggu season 2 pendekar pedang kembar kalian bisa baca novel jurus Pembelah Langit.
__ADS_1