Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Berlatih kembali (bagian 1)


__ADS_3

Rangga pun lalu masuk dan memeluk Kakek gurunya itu ,"bagaimana kabar kakek "tanya Rangga.


"seperti yang kamu lihat aku baik baik saja Rangga"kata kakeknya itu.


"syukurlah kalau begitu"kata Rangga.


"siapa itu di luar kenapa tidak kau suruh masuk Rangga"tanya kakek.


"Dia teman seperjalanan ku kek"kata Rangga.


"jangan kau biarkan dia di luar cepat suruh masuk"kata kakeknya itu.


Lalu Rangga pun memanggil Ariani Dewi dan ia pun mengikuti Rangga masuk kedalam rumah.


"Salam hormat saya kakek"kata Ariani Dewi setelah di hadapan kakek Rangga itu.


"Rangga tolong kamu siap kan minuman untuk teman mu itu pasti dia haus "kata Kakeknya kemudian.


"baik kek"kata Rangga lalu mengambil air minum untuk Ariani Dewi,


"Oh jadi pemuda kampung itu namanya Rangga"kata batin Ariani Dewi.


"Ini minumlah "kata Rangga sambil memberikan sebuah gelas kepada Ariani Dewi.


"terima kasih"jawab gadis itu.


Setelah memberikan minuman itu Rangga pun kembali duduk di hadapan Kakeknya lalu ia menceritakan semua mimpinya itu.


"kau akan menghadapi tugas yang sangat berat anak ku"kata kakaknya itu.


"jadi apa yang harus saya lakukan kek"tanya Rangga minta penjelasan.

__ADS_1


"baiklah tunggu sebentar"kata sang kakek.


Lalu ia berdiri dan masuk kedalam kamarnya untuk mengambil sesuatu.


Tak lama kemudian Kakek nya muncul dari dalam dengan membawa sebuah kitab di tangannya.


"Ini adalah kitab lanjutan jurus pedang kembar tanpa tanding Rangga, dulu kakek tidak bisa mempelajarinya karena kakek tidak mampu , berhubung Kakek sudah tua jadi kakek sudah tidak butuh lagi"kata kakek itu sambil memberikan kitab itu pada Rangga.


"Kitab lanjutan jurus pedang kembar tanpa tanding kek"tanya Rangga,


"Benar pelajarilah kitab itu segera"ucap kakek nya itu,


Lalu Rangga pun menerima kitab itu dan membukanya halaman demi halaman.


"Sepertinya gerakan gerakan dalam kitab ini memiliki kesamaan dari yang pernah dulu saya pelajari kek"kata Rangga .


"Kau benar Rangga tapi dengan mempelajari kitab itu gerakan jurus kamu akan lebih bervariasi dan lebih dahsyat lagi"kata Kakeknya.


"Terus kapan saya harus mempelajari kitab ini kek"tanya Rangga.


"Itu terserah kamu saja Rangga, tapi menurutku lebih cepat lebih baik karena saya lihat kau seakan akan terburu buru saat ini"kata si kakek,


"benar kek secepat mungkin saya harus menguasai kitab ini"kata Rangga.


"kalau begitu cepatlah kau pergi ke gua dulu tempat kau berlatih kau masih ingatkan"kata kakeknya bertanya.


"Tentu kek saya masih ingat betul gua itu"jawab Rangga.


"Sementara kau berlatih biarlah teman mu di sini bersama kakek" kata kakek nya kemudian.


"Ariani Dewi kau tunggulah di sini bersama kakek Raja Alam jangan kemana mana sampai aku kembali, kata Rangga.

__ADS_1


Ariani Dewi mendengar Rangga menyebut nama Raja Alam ia pun tercengang kaget tanpa bisa berkata apa-apa.


"jadi dia murid dari raja Alam yang tersohor itu"gumam Ariani Dewi.


"ingat selama kau mempelajari kitab itu kau tak boleh keluar gua Rangga"kata kakek mengingatkan.


"Semua perkataan kakek akan selalu ku ingat jadi kakek jangan khawatir,kalau begitu saya pergi dulu kek dan mohon doa restu "kata Rangga,


"Restu kakek bersama mu anak ku"kata kakek nya itu.


Lalu Rangga pun melesat pergi dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan lenyap di telan rimbun pepohonan.


"Jadi kakek adalah Raja Alam pendekar yang terkenal itu "kata Ariani Dewi tergagap gagap.


"Hormat saya kakek Raja Alam"kata Ariani Dewi sambil berlutut di depan kakek itu.


"Sudah sudah tak perlu pakai peradatan seperti itu, bersikap biasa saja bangunlah"kata kakak itu merasa tidak suka dengan perlakuan Ariani Dewi itu.


"Baik kakek Raja Alam"kata Ariani Dewi.


"kau cukup panggil aku kakek saja tidak usah dengan nama kakek yang sebenarnya"kata kakek Raja Alam.


"jika itu keinginan kakek baiklah"kata Ariani Dewi.


"Kamu sudah kenal lama dengan cucu ku"kata kakek kemudian.


"belum begitu lama kek"jawab Ariani Dewi.


"Apakah kau menyukai nya"tanya kakek Raja Alam itu


Tiba tiba saja merah lah muka Ariani Dewi karena menahan malu mendengar perkataan kakek itu.

__ADS_1


"Sudahlah tak perlu dijawab kalau kau malu heee...heee..he.."kata kakek dengan terkekeh kekeh .


__ADS_2