Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Menemui kakek


__ADS_3

Dewi Sekar yang melihat suaminya tidak tenang dan gelisah itu segera bertanya padanya.


"Kanda kenapa gelisah, sepertinya ada sesuatu yang sedang kanda pikirkan"tanya Dewi Sekar.


"Akhir-akhir ini aku merasa akan terjadi sesuatu tapi aku tak mengerti apa itu dinda"kata Rangga sambil memegangi kepalanya.


"Mungkin kanda terlalu lelah sehingga kanda berfikir macam macam, baiknya kanda istirahat "kata Dewi Sekar dengan lembut.


"Mungkin kamu benar Dinda "jawab Rangga lalu merebahkan badannya di tempat tidur.


Melihat suaminya tidak seperti biasanya itu Dewi Sekar diam diam merasa khawatir serta cemas.


Malam pun semakin larut , Dewi Sekar dan Rangga sudah terlelap dalam mimpi.


Dalam tidurnya Rangga bermimpi bertemu dengan seorang kakek yang berpakaian serba putih dengan wajah nya yang nampak putih bercahaya.


"Cucu ku Rangga kau harus memperkuat diri mu dan Martapura ini, karena sesuatu yang besar sedang menunggu mu di depan sana"kata kakek yang berpakaian putih itu. "Sesuatu yang besar apa itu kek"tanya Rangga.


"Nanti kau akan tahu dengan sendirinya cucu ku bila saatnya sudah tiba"kata kakek itu .


"Yang penting kau harus jadi lebih kuat dari sekarang ini"lanjut kakek itu kemudian lenyap dan Rangga pun langsung terbangun dari tidurnya.


"Mimpi... .?? apakah maksud mimpi itu dan apa sesuatu yang besar itu"tanya Rangga pada diri sendiri.


Setelah bermimpi yang mengundang tanda tanya itu Rangga akhirnya tidak tidur sampai pagi.


Bangun dari tidurnya Dewi Sekar terkejut tak menjumpai Rangga di sampingnya ia pun bertanya tanya kemana suaminya itu.

__ADS_1


Ia lalu turun dari ranjangnya dan mencari keberadaan Rangga namun tidak lama kemudian ia melihat suaminya sedang duduk termenung seorang diri di ruangan kamar nya.


Melihat suaminya duduk termenung itu Dewi Sekar kemudian menghampiri nya.


"Kanda apa yang terjadi"tanya Dewi Sekar.


"Dinda ku rasa aku harus menemui kakek sekarang juga"jawab Rangga.


"memangnya ada sesuatu yang penting kanda" tanya Dewi Sekar.


"benar dinda aku saya harus cepat cepat menemui kakek "jawab Rangga.


"Apakah Dinda boleh ikut kanda"tanya Dewi Sekar.


"tidak dinda ,kanda cuma sebentar, lebih baik Dinda Sekar di istana saja"jawab Rangga.


"tapi kanda..." kata Dewi Sekar.


"Baiklah kanda"jawab Dewi Sekar mengalah.


Tak lama kemudian Arya Soma pun datang.


"kebetulan kanda Arya ,ke sini"kata Rangga.


"Ada apa Dinda prabu''tanya Arya Soma.


"Begini kanda ada sesuatu yang penting yang membuat ku harus menemui kakek guru untuk membicarakan sesuatu hal yang menghantui pikiran ku Kanda"kata Rangga menjelaskan.

__ADS_1


"Kalau saya boleh tahu hal penting apa dinda prabu"tanya Arya Soma.


Lalu Rangga pun menceritakan semua mimpinya itu kepada Arya Soma.


Setelah mendengar cerita itu Arya Soma bisa mengerti akan ke khawatiran rajanya itu.


"Jadi kapan kanda akan berangkat "tanya Arya Soma.


"Hari ini juga Kanda, karena menurut saya lebih cepat lebih baik"jawab Rangga.


"Oh,ya kanda aku perintahkan kanda untuk mengumpulkan para pendekar dari golongan putih untuk memperkuat kerajaan ini,"kata Rangga sebelum pergi.


"Mengenai hal itu dinda Prabu jangan khawatir serahkan pada ku"jawab Arya Soma.


"Dinda baik baiklah di sini aku pergi tidak akan lama"kata Rangga sambil mengecup kening istrinya itu.


"Kanda Arya aku titip lagi Martapura pada mu selama aku pergi"kata Rangga.


"Baik dinda prabu hati hatilah dan cepat kembali"kata Rangga .


Setelah berpamitan dengan istri dan Arya Soma berangkatlah Rangga menemui kakek gurunya itu, dengan mengendarai kuda .


Di lain tempat,setelah semalam tidur di hutan Ariani Dewi pun bersiap untuk melanjutkan perjalanannya,ia menyusuri jalan setapak di hutan dengan seorang diri , namun tiba-tiba ia menghentikan kaki setelah mendengar langkah kaki kuda yang datang mendekati nya.


"Rupanya ada yang sedang menuju ke sini baiknya aku bersembunyi"kata Ariani Dewi.


Lalu ia pun melompat ke atas pohon sambil menunggu orang berkuda itu lewat.

__ADS_1


Setelah jarak semakin dekat Ariani Dewi pun melihat wajah orang yang naik kuda itu.


"bukan kah dia pemuda kampung waktu itu"kata Ariani Dewi teringat ketika pertama kali bertemu dengan Rangga.


__ADS_2