Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Kemarahan Arya Soma (bagian 2)


__ADS_3

Setelah di tunggu -tunggu akhirnya tibalah pasukan Jubah Hitam di hutan sebelah selatan Martapura, Nyi Sarweda yang menjadi pemimpin pasukan itu segera menghentikan langkahnya "berhenti aku merasakan ada begitu banyak nafas orang orang di sekitar sini ,"ucap Nyi Sarweda, seiring selesai ucapan Nyi Sarweda itu tiba-tiba ada banyak anak panah meluncur deras ke arah Nyi Sarweda dan pasukannya,"kurang ajar ternyata mereka telah menyambut kita duluan"ucap Nyi Sarweda,siap perisai kalian !! ucap Nyi Sarweda sambil menghindari serangan panah itu.


Serbuuu.... teriak senopati Tunggul Jaya berlari ke arah mereka dengan di ikuti pasukan yang di pimpinnya,dan peperangan pun terjadi, senopati Tunggul Jaya langsung mengamuk dengan tombak panjang di tangannya seketika itu juga robohlah para prajurit-prajurit yang di pimpin Nyi Sarweda itu, melihat ganasnya sepak terjang senopati Tunggul Jaya itu majulah Rukmini untuk menghadapinya.


Nyi Sarweda dan Balung Wesi juga tidak tinggal diam melihat itu ia segera terjun dan langsung mengamuk membantai prajurit -prajurit Martapura.


"Ternyata nenek-nenek itu lagi "ucap Ariani Dewi setelah melihat Nyi Sarweda ,"Pandan Wangi aku dan pasukan ku akan segera bertindak untuk membantu paman Tunggul Jaya,"ucap Ariani Dewi,"tunggu dulu Ariani aku merasa ada yang tidak beres,"ucap Pandan Wangi,"maksud kamu apa Wangi,"tanya Ariani Dewi,"coba kau perhatikan kenapa dari tadi kita tidak melihat Jubah Hitam,"benar juga kata mu Wangi,"ucap Ariani Dewi.


"Jangan-jangan... Pandan Wangi tidak melanjutkan kata-katanya tapi ia langsung berlari ke arah timur lalu meloncat ke atas pohon sambil memperhatikan sekelilingnya,"kemana mereka aku yakin mereka pasti lewat jalan timur ,"gumam Pandan Wangi,dan segera kembali ke tempat Ariani Dewi,"apa yang temukan Wangi "tanya Ariani Dewi,"sebaiknya salah satu dari kita ada yang menuju ke istana aku merasa , Jubah Hitam sedang menuju ke sana,"ucap Pandan Wangi,"jadi maksud kamu mereka lewat jalan lain untuk menuju ke istana !! "ucap Ariani Dewi terkejut,"benar sekali,"jawab Pandan Wangi.


"Apakah ada sesuatu "tanya Arya Soma tiba-tiba,"gusti patih,"ucap Ariani Dewi dan Pandan Wangi dengan hormat,"begini Gusti patih aku merasa Jubah Hitam dan pasukannya sedang menuju istana ,"ucap Pandan Wangi,"apa kamu bilang!!"ucap patih Arya Soma terkejut."ya gusti patih ternyata mereka membagi pasukan menjadi dua,yang pertama ini adalah pasukan jebakan untuk mengalihkan perhatian kita gusti patih"ucap Pandan Wangi,"celaka kalau begitu ,"ucap Arya Soma,"lalu bagaimana menurut mu Pandan Wangi,"tanya Arya Soma.


"menurut hampa aku dan Ariani Dewi akan menuju istana bersama pasukan ku sementara pasukan Ariani Dewi Gusti patih yang ambil alih pimpinan,"ucap Pandan Wangi,"jika begitu yang terbaik menurut mu baiklah,"ucap patih Arya Soma, setelah berunding akhirnya Pandan Wangi dan Ariani serta pasukannya balik menuju istana.

__ADS_1


"Kau benar-benar cerdas Sarwati , dengan melewati jalan timur ini ternyata kita bisa langsung menyerbu istana ,"ucap Jubah Hitam,"terima kasih untuk pujiannya tuan, dengan begini mereka tidak menyangka kalau kita memisahkan diri untuk memasuki istana dan kalau perhitungan ku tidak salah mereka pasti menghadang kita di perbatasan sebelah selatan, karena mereka kira kita juga lewat jalan sana "ucap Sarwati,"kalau begitu cepat lah "ucap Jubah Hitam.


"Baiklah akan ku ratakan mereka semua , beraninya macam-macam dengan Martapura,"ucap Arya Soma,lalu ia dan pasukannya pun langsung terjun ke medan perang untuk membantu pasukan senopati Tunggul Jaya.


Hiiiaat blaarrr.... blaarrr Arya Soma langsung menerjang dengan melepaskan pukulan tapak dewa mautnya ke arah musuh, seketika itu juga hiruk pikuk terjadi,para prajurit musuh pun banyak yang terkapar terkena pukulan itu.


Pertarungan Rukmini dan senopati Tunggul masih berlangsung , tombak panjangnya bagaikan seekor naga yang menerkam mangsanya, berkali-kali Rukmini harus jungkir balik untuk menghindarinya.


Nyi Sarweda yang mendengar bunyi ledakan itu segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling,dan melihat seorang pemuda yang sedang mengamuk membunuh pasukannya,ia langsung melesat menghampirinya.


akibat benturan itu memaksa Nyi Sarweda harus berjumpalikan beberapa kali ke belakang,"kurang ajar siapa kau ternyata tenaga dalam mu lumayan juga,"ucap Nyi Sarweda," aku adalah patih Martapura Arya Soma"ucapnya ,"apa !! ucap Nyi Sarweda terkejut , ternyata musuh yang di carinya kini berada di depannya,


"kebetulan kau ada di sini ,"ucap Nyi Sarweda,"hari ini juga kau harus membayar atas kematian kakang Manggala,"ucap Nyi Sarweda,"Manggala siapa maksud mu Nyi ,"tanya Arya Soma tidak mengerti,"jangan pura-pura lupa kau tentang peperangan di hutan Gede beberapa waktu yang lalu,"ucap Nyi Sarweda.

__ADS_1


Mendengar hutan Gede itu Arya Soma pun langsung ingat dengan peperangan waktu itu,"oh jadi pria itu adalah kakak mu,"ucap Arya Soma,",benar dan hari ini juga kau harus membayarnya,"ucap Nyi Sarweda,"aku juga akan membalas kekalahan ku tempo hari Nyi "ucap Balung Wesi tiba-tiba sudah ada di samping Nyi Sarweda,


"kita bisa bekerja sama untuk menghabisinya Nyi,"lanjut Balung Wesi,"baiklah mari kita serang dia ,"ucap Nyi Sarweda,"ternyata kau belum jera juga Balung Wesi, hari ini juga akan ku copot satu persatu balung(tulang) mu "ucap Arya Soma, Nyi Sarweda langsung menyerang Arya Soma dengan tongkatnya , Balung Wesi pun tidak ketinggalan ia pun juga langsung menyerang dengan gada besarnya.


Hiaaaat duk...duuk... tendangan senopati Tunggul Jaya bersarang di perut Rukmini, hingga membuatnya terpental , melihat saudara seperguruannya terdesak Lasmini langsung berlari ke arah Rukmini,"kau tak apa Rukmini ,"ucap Lasmini ,"kita serang dia bersama-sama Lasmini,"ucap Rukmini, mereka berdua pun langsung mengkroyok senopati Tunggul Jaya,pedang mereka menyambar-nyambar menyerang Senopati Tunggul Jaya,hingga membuatnya harus cepat-cepat mengelak dan menangkisnya.


"Tepat dugaan ku mereka hanya meninggalkan beberapa prajurit di dalam istana ,"ucap Sarwati merasa taktiknya berhasil,"ayo kita masuk ke dalam istana,"ucap Sarwati,


"namun tiba-tiba sebuah tombak meluncur deras ke arah mereka ,"awas teriak Gajah Ngarang, namun terlambat tombak itu harus memakan satu korban pasukan mereka,"kurang ajar"ucap Sarwati,


"sebaiknya batalkan niat kalian untuk masuk ke istana ini,"ucap Ariani Dewi,"benar tinggalkan istana ini,"ucap Pandan Wangi, kemudian,


"kita jumpai lagi Jubah Hitam,"lanjut Ariani Dewi.

__ADS_1


"Rupanya kalian masih hidup " ucap Jubah Hitam setengah tidak percaya,"benar dan hari ini aku akan membalas perbuatan mu tempo hari serta membalas kematian Sugala dan Sugati,"ucap Ariani Dewi.


__ADS_2