Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Pertarungan Rangga dan Pangeran Lintang


__ADS_3

"Lintang anak ku kau sudah kembali aku sangat mencemaskan mu,"ucap raja Sura ,"iya romo sudah saatnya aku memberi perhitungan pada Argara atas penghinaan mereka terhadap Kumaya"jawab pangeran Lintang,lalu pergi melangkah ke dalam.


Kereta terus melaju membawa Rangga dan Dewi Sekar menuju ke Argara , Rangga dan Dewi Sekar tampak menikmati perjalanannya itu, hingga tanpa terasa sampailah mereka di Argara.


Mendapatkan kunjungan Rangga dan putrinya itu raja Bargola senang bukan main, karena semenjak dia di boyong Rangga ke Martapura baru kali ini Dewi Sekar mengunjungi dirinya.


"Yunda Kara di mana romo ,aku tidak melihatnya"tanya Dewi Sekar,"biasanya sore begini ia ada di taman belakang istana cobalah kau ke sana"jawab raja Bargola,"baik romo akan aku temui dia"jawab Dewi Sekar lalu pergi meninggalkan Rangga dan ayahnya.


"Bagaimana kabar Martapura anak prabu "tanya raja Bargola,"baik-baik saja romo"jawab Rangga.


"Apakah yunda Kara dan pangeran Lintang sudah meningkah tanpa memberi tahu kami romo" tanya Rangga, mendengar pertanyaan Rangga itu seketika berubah lah raut wajah raja Bargola,"Dewi Kara telah membatalkan pernikahan itu"anak prabu"jawab raja Bargola


"apa membatalkan dengan alasan apa romo"tanya Rangga,


"ya karena alasan yang tidak masuk akal menurut ku" ucap raja Bargola,"tidak masuk akal bagaimana romo"tanya Rangga, kemudian raja Bargola pun menceritakan tentang alasan Dewi Kara membatalkan pernikahannya hingga datangnya raja Sura ke Argara.


"Saya merasa ini bukanlah hal yang baik romo"ucap Rangga,"ya aku juga berfikir demikian anak prabu,"kata raja Bargola.


Ketika Rangga dan raja Bargola sedang serius berbincang-bincang itu datanglah seorang prajurit menghadap.


"Lapor yang mulia pangeran Lintang mengamuk banyak dari prajurit kita yang tewas dan terluka"ucap prajurit itu dengan tiba-tiba, mendengar itu Rangga dan raja Bargola pun kaget,


"kurang ajar kau Lintang berani berbuat onar di Argara"ucap raja Bargola dengan marah,

__ADS_1


"mari kita lihat romo"ucap Rangga, lalu ia dan raja Bargola pun bergegas keluar untuk menghentikan pangeran Lintang.


Di halaman depan istana itu terlihat banyak para prajurit tergeletak tak bernyawa, Rangga dan raja Bargola seketika itu pula marah melihat ulah pangeran Lintang itu,"hentikan perbuatan mu pangeran Lintang"ucap raja Bargola" haaa...haaa...haaa.... pangeran Lintang tertawa dengan keras dengan menggunakan tenaga dalam hingga memaksa Rangga dan raja Bargola menutup telinganya ,"kuat sekali suara tawanya "ucap Rangga segera menyalurkan tenaga dalamnya untuk menghalau suara itu, begitu juga raja Bargola melakukan hal yang sama dengan Rangga.


Dewi Sekar dan Dewi Kara yang ada di taman belakang istana juga tidak luput dari suara tawa itu, mereka pun segera membentengi dirinya dengan tenaga dalam"suara tawa siapa ini kuat sekali"ucap Dewi Sekar ,"benar dinda cepat kita lihat ke depan,"kata Dewi Kara.


"Hentikan tawa mu Lintang !!"teriak raja Bargola,"Dengar Bargola hari ini juga Argara akan ku hancurkan "ucap pangeran Lintang,"kurang ajar ternyata ini ulah dia,"ucap Dewi Kara,"lama tidak jumpa Dewi Kara hari ini akan ku buat kau minta maaf dan berlutut di kaki ku atas penghinaan mu tempo hari"ucap pangeran Lintang setelah melihat Dewi Kara berada di situ,"jangan bermimpi kau bisa melakukan itu pada ku"ucap Dewi Kara tersulut emosi dan langsung menyerangnya .


Melihat Dewi Kara maju menyerangnya pangeran Lintang menatapnya dengan tersenyum menyeringai, hiaaaat.. Dewi Kara langsung melepaskan tinjau nya ke arahnya ,tapi pangeran Lintang bergerak cepat untuk menghindarinya dan langsung memukul Dewi Kara hingga terlempar beberapa tombak jauhnya.


"Yunda Kara"teriak Dewi Sekar ,"kurang ajar beraninya kau melukai anak ku "ucap raja ,dan langsung maju menyerang pangeran Lintang dengan pedangnya, namun dengan mudah pangeran Lintang menghindarinya ,lalu dengan gerakan cepat ia memutar badannya dan langsung menendang punggung raja Bargola hingga terlempar.


"kurang ajar ,dinda cepat tolong romo dan yunda Kara biar aku hadapi dia,"ucap Rangga, "baik kanda"ucap Dewi Sekar langsung menghampiri ayahnya,


"jika itu mau mu baiklah"ucap Rangga langsung menggelar kuda-kudanya ,dan pertarungan pun terjadi, pangeran Lintang langsung menerjang Rangga dengan gerakan cepat,Rangga pun bergerak menyambutnya ,adu serangan pun terjadi .


Pangeran Lintang yang telah menyerab semua ilmu dari kitab pedang darah itu merasa sangat percaya diri dalam menghadapi Rangga.


Rangga berusaha mendesaknya tapi pangeran Lintang selalu dapat mengembalikan serangannya hingga suatu ketika pangeran Lintang berhasil melayang kan tendangannya ke punggung Rangga dan membuatnya terhuyung-huyung.


"sialan gerakan cepat sekali"gumam Rangga sambil memperbaiki kuda-kudanya dan bersiap menyerang kembali, pangeran Lintang tidak mau menunggu ia langsung melesat cepat ke arah Rangga dengan jurus-jurus baru.


melihat pangeran Lintang bergerak Rangga langsung melompat ke atas memberikan tendangannya,

__ADS_1


pangeran Lintang yang tahu itu ia tidak berusaha untuk menghindari tapi malah sengaja menyambutnya ,adu tendangan pun terjadi prakk... mereka berdua sama-sama terpental.


seandainya pertarungan antara Rangga dan pangeran Lintang terjadi sebelum pangeran Lintang menemukan kitab itu mungkin hasilnya akan lain


"Rangga kembali langsung menyerang, dengan pukulan menerjang badai ,pangeran Lintang berkelit menghindari serangan itu kemudian dengan cepat ia menyambar pedang raja Bargola yang tergeletak di tanah, seketika itu pedang di tangannya bersinar kemerah-merahan, menyala seperti tetesan darah,


"jangan-jangan dia...Rangga tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena pangeran Lintang keburu menyerangnya,ia pun langsung mengeluarkan dua pedang kembarnya tinng...ia menangkis pedang pangeran Lintang,"kekuatannya benar-benar dahsyat,"gumam Rangga , kemudian ia memutar pedangnya menyerang balik,tapi dengan cepat pangeran Lintang menangkisnya,


Dewi Sekar tampak khawatir melihat suaminya itu,"kenapa dia sekarang kuat sekali Romo"ucap Dewi Kara,"aku juga tidak tahu Kara apa yang terjadi padanya,"ucap raja Bargola .


Pertarungan Rangga dan pangeran Lintang terus berjalan dan Sudah sampai juru ke seratus ,


"akan tidak baik jika terus begini ,"ucap Rangga sambil mengatur nafasnya,"bagaimana apa kau terkejut dengan kekuatan ku,"ucap pangeran Lintang dengan sinis,"aku tidak menyangka kitab pedang darah itu ada pada mu " ucap Rangga, mendengar itu pangeran Lintang terkejut Rangga tahu akan kitab itu,tapi ia segera menutupi keterkejutannya itu.


"Rupanya kaulah orang pertama yang beruntung merasakan keampuhan jurus dari kitab itu"ucap pangeran Lintang,


"akan ku buktikan aku tidak kalah dari mu"ucap Rangga,lalu segera ia menyalurkan tenaga dalamnya ke pada dua pedang kembarnya, pangeran Lintang pun juga melakukan hal yang sama ,dan pertarungan pun kembali terjadi,suara benturan pedang mereka terdengar laksana petir di siang hari.


" Tebasan seribu pedang hiaaaat Rangga mengubah jurusnya tiba-tiba , dengan gerakan yang sangat cepat ia menyerang pangeran Lintang,namun dengan lincahnya pangeran Lintang menangkisnya lalu Rangga segera mengubah jurusnya menjadi jurus pedang membelah bulan, hiaaat... pangeran Lintang kembali mencoba menangkisnya dan duuuaaarrr...Rangga dan pangeran Lintang sama-sama terpental berjumpalikan di udara dan kemudian ke duanya berhasil mendarat dengan mulus.


"Ternyata nait ku untuk menghancurkan Argara saya tunda dulu "ucap pangeran Lintang lalu melesat pergi,


Dewi Sekar segera berlari menghampiri Rangga ,"apakah kanda tidak apa-apa,"tanya Dewi Sekar dengan cemas"saya baik-baik saja dinda,lalu bagaimana dengan romo dan yunda Kara "tanya Rangga, "mereka berdua tidak apa-apa kanda "jawab Dewi Sekar,lalu Rangga dan Dewi Sekar segera menghampiri raja Bargola dan Dewi Kara dan kemudian mereka masuk ke dalam istana.

__ADS_1


__ADS_2