
Rangga memacu lari kudanya dengan cepat masuk ke dalam hutan, sementara itu Ariani Dewi yang merasa penasaran dengan Rangga kemudian memutuskan untuk mengikutinya secara diam diam dengan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.
Tiba tiba Rangga menghentikan kudanya setelah merasakan ada seseorang yang mengikutinya .
"Jangan seperti pengecut keluarlah kau "kata Rangga dengan suara sedikit keras.
Ariani Dewi pun segera menampakkan dirinya setelah Rangga mengetahuinya.
"Ternyata kau ada apa mengikuti ku "tanya Rangga sambil menatap tajam Ariani Dewi.
"Siapa yang mengikuti mu pemuda kampung"jawab Ariani Dewi berbohong.
"Oh, begitu ya"kata Rangga lalu bersiap jalan lagi.
"Tunggu"kata Ariani Dewi kemudian.
"Ada apa menghentikan perjalanan ku , apakah kau punya keperluan dengan ku"tanya Rangga.
"Ada yang ingin ku tanyakan pada mu pemuda kampung"kata Ariani Dewi.
"Aku tidak punya banyak waktu untuk berbasa basi jadi cepat lah katakan apa pertanyaan mu itu"jawab Rangga sedikit lebih kesal.
"Apa benar kau yang telah mengalahkan kelabang ireng waktu itu"tanya Ariani Dewi.
"Kau punya hubungan apa dengan dia "tanya Rangga.
"Jawab dulu pertanyaan ku"kata Ariani Dewi kesal.
"Kalau ya memang kenapa"jawab Rangga.
__ADS_1
"Jangan -jangan benar kata nenek ,dia muridnya Raja Alam"kata Ariani Dewi dalam hati.
"Kalau tidak ada yang di tanyakan lagi baiklah aku lanjutkan perjalanan ku"kata Rangga.
"Bolehkah aku ikut dengan mu",tanya Ariani Dewi.
"Kenapa kau tiba tiba bicara begitu"tanya Rangga heran.
"boleh tidak "tanya Ariani Dewi kesal.
Rangga tampak berfikir sejenak,
"baiklah cepat naik"kata Rangga
"satu kuda dengan mu"tanya Ariani Dewi kaget.
Merasa tak punya pilihan akhirnya Ariani Dewi pun terpaksa mau satu kuda dengan nya.
"Ternyata Pemuda kampung ini baunya wangi aku tak menyangka"kata Ariani Dewi dalam hati .
Rangga pun terus melarikan kudanya dengan cepat, karena tak ingin perjalanannya tertunda tunda lagi.
Dengan sengaja Rangga membiarkan Ariani Dewi ikut sehingga dia tak perlu repot-repot untu mencari nya
"Ku harap kanda Arya Soma cepat cepat mengumpulkan para pendekar itu ,seperti yang ku perintah kan"ucap Rangga dalam hati sambil terus melarikan kudanya.
Di lain tempat Arya Soma telah tiba di sebuah padepokan perguruan silat.
"Guru ada yang datang mencari guru",kata seorang murid padepokan.
__ADS_1
"Siapa dia"tanya sang guru.
"Dia mengaku bernama Arya Soma dari kerajaan Martapura guru"jawab murid itu.
"Apa ..!! kenapa tidak segera kau suruh masuk ke sini"tanya sang guruh marah dan kemudian pergi menemui tamunya itu dengan si murid yang mengikuti di belakangnya.
"Maaf kan kelakuan murid ku ini gusti Patih ,kata sang guru ketika berhadapan dengan Arya Soma.
"Tidak apa-apa saya bisa maklum"kata Arya Soma dengan tersenyum.
"Mari masuk gusti Patih "kata sang guru padepokan itu.
Lalu Arya Soma pun masuk ke dalam mengikuti guru padepokan itu.
Setelah duduk sambil menikmati jamuan dari si tuan rumah akhirnya Arya Soma pun mengutarakan maksudnya, yaitu memintanya untuk bergabung dengan Martapura, mendengar itu sang guru tampak gembira dan menyetujuinya.
Lalu setelah itu Arya Soma pun mohon diri dan melanjutkan perjalanan nya ke padepokan lain.
"Ku rasa perjalanan kita sudah sampai jadi turunlah"perintah Rangga pada Ariani Dewi.
"Ini gubug siapa "tanya Ariani Dewi.
"Rumah aku dan kakek ku "jawab Rangga ,sambil mengikatkan kan tali kudanya pada sebuah pohon.
"Kek ini aku Rangga "katanya sambil mengetuk pintu.
Tak lama kemudian pintu pun terbuka , betapa gembiranya si kakek yang bernama Raja Alam itu.
"Oh silahkan masuk cucu ku Rangga,"kata kakek itu.
__ADS_1