Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Nyai Durgandana


__ADS_3

Raja Batara Derja memandangi segenap balatentara nya yang sedang berbaris rapi di depan istana, hari itu ia berniat memberangkatkan semua pasukannya untuk menyerang Martapura secara besar-besaran.


Disaat dirinya sedang memperhatikan kesiapan para prajurit nya itu terdengar panggilan suara ayahnya dari dalam.


"Batara..."panggil maha raja Dawung .


Mendengar panggilan ayahnya itu Batara segera membalikkan badannya dan menghampiri ayahnya.


"Ada apa Romo"tanya Batara.


"Apakah kau berniat menyerang Martapura sekarang"tanya maha raja Batara Dawung.


"Benar Romo hari ini juga aku ingin menghancurkan Martapura sampai porak poranda"jawab Batara Derja.


"Kau terlalu gegabah Batara ,aku tidak setuju kalau kau menyerang Martapura sekarang, itu bisa mencelakakan nyawa mu karena kurang nya perhitungan"ucap Maha Raja Dawung.


"Kenapa Romo, bukan kah lebih cepat lebih baik "ucap Batara Derja.


"Benar tapi bukan sekarang, aku ingin kau menyerang Martapura kalau keadaan mu sudah dingin bukan dalam keadaan terbawa amarah seperti itu, tunggu lah beberapa hari lagi "ucap Maha Raja Dawung,lalu pergi meninggalkan nya.


"Tapi Romo..." teriak Batara Derja,namun Maha Raja Dawung tidak memperdulikannya dan terus melangkah pergi.


"Aaakh....apa sebenarnya maksud romo itu aku benar benar tidak mengerti "ucap Batara Derja dengan kesal.


"Narapala cepat kau bubar kan semua pasukan, kita batalkan rencana penyerangan ini"ucap Batara Derja, terpaksa mengikuti perkataan ayahnya.


"Baik Gusti prabu "jawab Narapala.


Raja Batara Derja lalu menyandarkan badannya sambil berfikir tentang larangan ayahnya itu ia benar tidak habis pikir .


Ratu Durgapali yang melihat suaminya duduk termenung seorang diri bergegas mendekati nya .


"kanda......"panggil ratu Durgapali.


"oh...kamu Dinda Durga"ucap raja Batara Derja.


"Apakah kanda berdebat lagi dengan Romo"tanya Ratu Durgapali.


"Benar Dinda ,Romo melarang aku untuk menyerang Martapura sekarang ,aku sungguh tidak mengerti jalan pikiran romo kenapa dia begitu"ucap Raja Batara Derja dengan rasa marah sekali.


"Menurut ku Romo punya rencana lain Kanda jadi terima saja , yang penting Martapura dapat di hancurkan"ucap Ratu Durgapali.


"Tapi aku sudah tidak sabar lagi untuk membuat perhitungan dengan Rangga"ucap Batara Derja.


"Sepertinya kita memang harus bersabar kanda, karena Kanda sudah tahu bagaimana jadinya kalau kita mengabaikan perkataan romo"ucap Ratu Durgapali.


"Ya aku tahu , Romo pasti marah besar"ucap Raja Batara Derja.


"Hormat saya Gusti prabu dan Gusti ratu"ucap Rang Rang yang tiba-tiba datang menghadap.


"Kenapa kau baru kembali Rang Rang"tanya ratu Durgapali.


"Maafkan Gusti Ratu atas keterlambatan saya, sebab waktu itu saya tersesat di tengah jalan ketika akan kembali ke istana"ucap Rang Rang berbohong.


"Tersesat bukan kah kau sudah hafal jalan dari sini ke Martapura"ucap Raja Batara Derja yang dari tadi hanya menyimak.


"Benar gusti prabu memang saya sudah hafal jalannya ,tapi kali ini saya ambil jalan lain karena takut tertangkap orang orang dari kerajaan Martapura"jawab Rang Rang.


"oh begitu , bagus lah kalau kau tidak apa-apa"ucap Ratu Sarjani.


"Ada yang ingin saya laporkan Gusti prabu "ucap Rang Rang.


"Apa itu Rang Rang cepat katakan"ucap raja Batara Derja.


"Begini Gusti prabu saya sempat mencuri dengar bahwa raja Rangga akan datang sendiri ke sini Gusti prabu "ucap Rang Rang.


"Apa kamu bilang ...!!!!"ucap raja Batara Derja dengan terkejut.


"begitulah itu yang saya dengar gusti prabu "ucap Rang Rang.


"Jika perkataan kamu benar maka aku tidak perlu bersusah payah untuk mengerahkan pasukan ke sana "ucap raja Batara Derja.


"Rupanya dia mau mengantar kan nyawanya sendiri ke sini Kanda"ucap Ratu Durgapali.


"Benar sekali Dinda , akan ku remuk kan tulang tulang nya", ucap Batara Derja sambil mengepalkan tangannya.


"Kira kira kapan dia akan berangkat ke mari Rang Rang"tanya Ratu Durgapali.

__ADS_1


"Maaf Gusti ratu mengenai hal itu hamba kurang tahu mungkin tidak lama lagi "ucap Rang Rang.


"Mmmm akan ku berikan dia waktu tujuh hari sesuai perkataan Romo,kalau dia sampai tidak datang di hari yang telah ku tentukan ,maka aku dan seluruh pasukan akan menghancurkannya"ucap Raja Batara Derja.


"Kalau begitu saya mohon diri Gusti prabu"ucap Rang Rang.


"Silahkan"ucap raja Batara Derja.


"Putri ku kencana Wungu sebentar lagi Romo akan mengirim orang yang membunuh mu pergi ke neraka"ucap Batara Derja.


Sementara itu nyai Durgandana ternyata sudah tiba di depan pintu gerbang Martapura ,rupanya dia berniat untuk menyelidiki keadaan di sana dan ingin tahu seperti apa orang yang bernama Rangga itu,


namun sayangnya saat itu Rangga dan Dewi Sekar sedang pergi Karena ada suatu urusan yang penting yaitu untuk melihat lihat kehidupan rakyat nya.


Dengan ilmu berganti rupa Nyai Durgadana mengubah dirinya menjelma menjadi seorang nenek nenek yang sudah sangat tua dengan sebuah tongkat di tangannya, lalu segera menuju ke istana Martapura.


"Maaf tuan aku ingin bertemu dengan Gusti prabu Rangga, ada sesuatu yang ingin aku adukan padanya"ucap nyai Durgandana pada seorang prajurit penjaga.


"Maaf nenek Gusti prabu sedang tidak ada di tempat beliau sedang keluar bersama dengan Gusti permaisuri"ucap prajurit itu.


"Lalu pada siapa aku harus mengadu ,padahal ada sesuatu yang penting yang harus Gusti prabu tahu"ucap nyai Durgandana bersandiwara.


"Memang nya ada kepentingan apa sehingga nenek ingin sekali bertemu dengan Gusti prabu"tanya prajurit.


"Percuma saya bercerita pada tuan , lebih baik aku batalkan saja bertemu dengan Gusti prabu Rangga"ucap nyai Durgandana seolah kecewa.


"Tunggu ... tunggu..Nenek tidak perlu khawatir masih ada Gusti Patih Arya Soma , nenek bisa mengadukan keluhan nenek padanya"ucap prajurit itu.


"Benar kah tuan ,kalau begitu aku mohon pada tuan untuk mengantarkan saya pada Gusti patih "ucap nyai Durgandana.


"Kalau begitu masuklah nek ,biar saya antar untuk menghadap Gusti Patih"ucap prajurit itu.


"Terima kasih , ternyata tuan baik sekali"ucap nyai Durgandana .


Lalu ia pun masuk ke dalam istana dengan di temani oleh prajurit tadi, sepanjang jalan Durgandana memperhatikan keadaan istana itu .


"Nenek , pasti baru pertama kali masuk ke dalam istana ya"tanya prajurit itu ketika melihat tingkah nyai Durgandana .


"Benar tuan ,aku tidak menyangka bahwa dalam istana ini begitu megah dan indah"jawab Durgandana.


"iya begitu lah nek"ucap prajurit itu.


"Memang nya ada apa nenek"tanya prajurit itu.


"Saya lelah tuan "ucap Durgandana bersandiwara.


"Kita sebentar lagi sampai nenek ayolah "ucap prajurit.


Arum yang saat itu sedang berjalan di halaman istana segera menghentikan langkahnya, ketika melihat ada seorang nenek yang berjalan dengan seorang prajurit,ia pun bergegas menghampirinya ingin tahu apa keperluan nenek itu.


"Ada apa prajurit dan siapakah nenek ini"tanya Arum.


"Nenek ini ingin bertemu dengan Gusti prabu tuan putri"ucap prajurit itu.


Mendengar prajurit tadi menyebut tuan putri Durgandana pun terkejut .


"Jangan jangan ini adalah anaknya Rangga ,jika begitu ini sebuah kebetulan"ucap nyai Durgandana dalam hati.


"Maaf nenek Romo sedang pergi,jadi nenek tidak bisa bertemu dengan Romo sekarang "ucap Arum dengan lembut.


"Ternyata benar ini adalah anaknya Rangga"ucap ucap nyai Durgandana dalam hati bersorak.


"Kalau begitu izinkan saya untuk menghadap Gusti Patih tuan putri"ucap nyai Durgandana dengan suara di buat selemah mungkin untuk memantapkan penyamaran nya.


"Prajurit biar lah nenek ini bersama ku untuk menghadap paman Patih,kembalilah ketempat mu"ucap Arum.


"Baik Gusti tuan putri"ucap prajurit itu lalu meninggalkan mereka berdua.


"Nenek mari ikut aku "ucap Arum.


Durgandana melihat ke kiri dan ke kanan setelah melihat di tempat itu tidak ada siapapun dan tanpa sepengetahuan Arum ,


tiba tiba ia langsung memukul punggung nya dengan cepat yang di sertai dengan tenaga dalam desssss...Arum pun langsung pingsan .


Nyai Durgandana pun langsung membawanya pergi dengan ilmu ringan tubuhnya keluar dari istana.


Rangga dan Dewi Sekar yang saat itu sedang asik berkeliling desa untuk melihat lihat kehidupan rakyatnya tidak tahu apa yang terjadi di istana nya.

__ADS_1


Melihat kehidupan rakyat yang begitu sejahtera Rangga sangat senang karena dapat menjalankan amanat raja Dungga beberapa tahun silam dengan baik.


"Sudah lama sekali aku tidak berkeliling desa Dinda, ternyata selama aku tidak ada kakang Patih memperhatikan kehidupan mereka dengan baik"ucap Rangga.


"Benar Kanda melihat kehidupan rakyat yang semakin sejahtera aku turut senang "ucap Dewi Sekar.


"Sebisa mungkin aku akan berusaha agar kehidupan mereka tambah lebih baik lagi Dinda"ucap Rangga.


"Aku akan mendukung setiap langkah Kanda untuk mensejahterakan mereka semua"Dewi Sekar.


"Perlu Dinda ketahui kenapa aku memutuskan untuk tidak melibatkan Martapura dalam persoalan menghadapi kerajaan siluman, karena mereka semua lah alasan ku,aku sungguh tidak rela jika nanti rakyat ku jadi korban peperangan yang tidak ada sangkut pautnya dengan mereka"ucap Rangga.


Dewi Sekar benar benar bangga dan kagum dengan suaminya itu, jarang sekali ada raja atau pemimpin yang sangat begitu memperhatikan kehidupan rakyat nya.


"Ya aku mengerti Kanda , kalau aku jadi Kanda pasti aku juga akan melakukan hal yang sama seperti itu", ucap Dewi Sekar.


"Sepertinya kita harus kembali ke istana Dinda karena hari sudah menjelang sore, untuk di desa selanjutnya biarlah nanti saja aku perintahkan Paman kencana Loka atau Lingga untuk melihat nya"ucap Rangga.


"Kanda benar tanpa terasa ternyata hari sudah mulai gelap"ucap Dewi Sekar.


"Mari kita kembali ke istana Dinda"ucap Rangga.


Lalu kedua nya pun segera memacu kudanya menuju kembali ke istana Martapura.


Sementara itu di dalam istana semua orang sedang geger tentang surat yang di kirim oleh Durgandana yang mengatas namakan dari kerajaan siluman.


Dalam surat itu di sebut kan jika ingin Arum selamat syarat nya adalah Rangga harus secepatnya datang ke kerajaan siluman dengan membawa dua pedang naga itu ,jika permintaan nya tidak di turuti jangan harap dapat melihat putrinya lagi.


Patih Arya Soma langsung meremas surat itu setelah membaca nya karena saking marahnya , dia benar-benar malu pada Rangga karena bisa kecolongan di saat siang bolong begini.


Saat itu pula Arya Soma langsung mengumpulkan orang orang di depan istana untuk di mintai keterangan.


"Dengar prajurit semua ,putri Arum telah di culik oleh orang dari kerajaan siluman.Aku bertanya pada kalian, kenapa tidak ada yang melihat orang itu datang kemari, apa saja kerja kalian saat itu"ucap Arya Soma dengan nada tinggi karena marah.


Mendengar pemberitahuan dari Arya Soma itu semua prajurit pun terkejut bukan main. karena sepengetahuan mereka tidak ada tanda-tanda orang yang masuk ke dalam istana, lagi pula putri Arum dalam keadaan di dalam lingkungan istana, mereka tidak menyangka bahwa penculik itu berani datang ke sini,para prajurit pun bergemuruh satu sama lain dengan kejadian itu .


Tiba tiba ada seorang prajurit yang keluar dari barisan untuk menghadap Arya Soma yang tidak lain adalah prajurit penjaga pintu gerbang.


"Ampun Gusti Patih, hamba mau melaporkan bahwa tadi siang ada seorang nenek yang datang ke istana ini dengan membawa tongkat ,yang katanya ingin mengadu kepada Gusti prabu Gusti Patih"ucap prajurit itu.


"Seorang nenek kata mu"ucap Arya Soma.


"Coba kau ceritakan dari awal tentang nenek yang datang itu "perintah Arya Soma.


"Baik Gusti Patih"ucap prajurit itu,lalu ia pun segera menceritakan dari awal tentang nenek itu sampai bertemu dengan Arum.


"Pantas saja kejadian nya begitu cepat dan singkat rupanya ilmu orang itu sangat tinggi"gumam Arya Soma.


Pandan wangi dan Ariani Dewi yang saat itu juga ikut berkumpul di tempat itu tampak gusar ,ia takut kalau Arum sudah di bunuh oleh raja Batara Derja yang menuntut balas atas kematian putrinya di tangan Rangga beberapa hari lalu.


"Gusti Patih secepatnya kita harus bergerak ke istana siluman ,karena aku takut mereka akan membunuh tuan putri"ucap Pandan Wangi.


"Pandan Wangi benar Gusti Patih ,perintahkan kami berdua untuk berangkat ke sana"ucap Ariani Dewi.


"Kalian berdua tenang lah dan jangan gegabah bertindak dalam situasi yang sedang gawat begini,kita akan bertindak jika Gusti prabu sudah kembali"ucap Arya Soma.


"Tapi Gusti Patih kita tidak tahu kapan Gusti prabu akan kembali "ucap Ariani Dewi.


"Kita tunggu Gusti prabu sampai malam nanti kalau ,beliau belum juga kembali terpaksa kita berangkat duluan ke sana"ucap Arya Soma.


"Maaf Gusti Patih izinkan saya untuk pergi ke istana siluman untuk menyelidiki keadaan di sana"ucap Jaka Alap Alap.


Arya Soma tidak langsung menanggapi permintaan dari Jaka Alap Alap itu sepertinya ia sedang mempertimbangkannya.


"Apa tidak terlalu bahaya Jaka Alap Alap, bukan kah kau belum tahu situasi dan tempat nya"ucap Arya Soma.


"Maaf gusti Patih bagi ku kerajaan siluman itu seperti Martapura aku dan Gusti prabu sudah pernah ke di sana"ucap Jaka Alap Alap.


Arya Soma dan yang lainnya terkejut mendengar perkataan dari jaka Alap Alap itu ia tidak menyangka kalau ia dan Rangga pernah ke sana.


"Untuk apa kamu dan Gusti prabu ke sana"tanya Arya Soma.


"Waktu itu untuk menyelidiki sepak terjang Batara Derja yang sedang memburu pedang naga Gusti"ucap Jaka Alap Alap.


"Baiklah kalau begitu berangkat lah kau ke sana dan jangan sampai kamu tertangkap"ucap Arya Soma.


"Baik Gusti Patih"ucap Jaka Alap Alap dan siap berangkat.

__ADS_1


"Tunggu Jaka Alap Alap ,kenapa waktu itu kamu dan Gusti prabu tidak cepat cepat menemui aku, Pandan Wangi dan Arum"tanya Ariani Dewi teringat dengan kejadian waktu Jaka Alap Alap menolongnya ketika berhadapan dengan raja Batara Derja dan Ratu Durgapali.


"Itu semua atas perintah Gusti prabu Wangi untuk tidak memberitahu kalian, jadi aku tidak berani membantah nya"ucap Jaka Alap Alap dan segera melesat pergi.


__ADS_2