Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Kemelut di Martapura


__ADS_3

Wiro Kusumo pun segera pergi keluar istana dengan menunggang kuda nya, ia melarikan kudanya dengan cepat menuju ke arah selatan berlawanan dengan arah menuju Argara.


Setelah menempuh perjalanan yang agak lama akhirnya Wiro Kusumo pun sampai di sebuah kedai yang cukup ramai namun , sebenarnya tempat itu bukan sekedar kedai tempat makan dan minum pada umumnya,karena di sana juga terdapat para wanita wanita penghibur yang selalu siap melayani para tamunya khusus nya para tamu pria tempat juga bisa di katakan tempat bordil atau apalah.


Melihat kedatangan Wiro Kusumo yang tampak tergesa-gesa itu Sani pemilik kedai yang bertampang seram pun segera buru buru menyambut kedatangan nya dengan sikap yang ramah serta lembut yang di buat buat.


"Silahkan masuk Gusti Wiro Kusumo ada apa kira Gusti datang kemari tidak biasa nya"ucap Sani pemilik kedai itu.


"Dengar Sani aku kemari ingin bertemu dengan Galah Sayuto dimana dia "tanya Wiro Kusumo .


"Oh Gusti mencari tuan Galah Sayuto dia sedang ada di atas seperti dia sedang bersenang-senang dengan para gadis Gusti"jawab Sani.


"Kalau begitu cepat katakan padanya aku ada perlu dengan nya"ucap Wiro Kusumo.


"Apa tidak minum minum dulu Gusti sepertinya Gusti sedang kehausan"ucap Sani.


Mendengar perkataan Sani yang menurut nya tidak penting itu Wiro Kusumo emosi dan segera mencabut pedangnya.


"Sekali lagi kau banyak bacot ku tebas leher mu dengan pedang ini"ucap Wiro Kusumo .


"Ba...ba..ik Gusti akan segera saya panggil kan dia "ucap Sani dengan wajah pucat pasih ketakutan.


"Cepat jangan buat aku lebih marah lagi karena saat ini suasana hati ku sedang tidak baik"ucap Wiro Kusumo.


Sani pun segera buru buru pergi dari hadapan Wiro Kusumo yang sedang marah itu dengan bergegas memanggil Galah Sayuto.


Sambil menunggu Galah Sayuto Wiro Kusumo segera mengambil tempat duduk di sebelah sudut ruangan di kedai itu dari wajah nya tampak ia sudah tidak sabar lagi untuk segera bertemu dengan galah Sayuto.


"Kencana Loka hari ini juga kau harus mati sebelum ke Argara supaya panas dalam hati ku ini segera dingin"ucap Wiro Kusumo dalam hati.


Tidak lama kemudian Galah Sayuto pun tiba di hadapannya dan langsung mengambil tempat duduk di hadapannya.


"Ada apa Gusti senopati menganggu waktu saya bersenang-senang"ucap Galah Sayuto.


"Aku minta tunda dulu bersenang senang mu karena saat ini ada tugas penting untuk mu Galah Sayuto , hari ini Kencana Loka sedang dalam perjalanan menuju ke Argara inilah kesempatan kita untuk menghabisi nya"ucap Wiro Kusumo.


"Ini kesempatan yang bagus untuk kita Gusti berapa orang dia berangkat ke sana"tanya Galah Sayuto.


"Cuma dua orang ia berangkat ke Argara aku minta kau kirim lah lima puluh orang untuk menghadang sekaligus menghabisinya"ucap Wiro Kusumo.


"Apa tidak berlebihan Gusti cuma dua orang mengapa kita harus mengirimkan orang sebanyak itu"ucap Galah Sayuto dengan keheranan.


"Aku minta kau jangan meremehkan mereka Galah Sayuto , lima puluh orang saja aku kira belum tentu sanggup menghadapi mereka berdua jadi turuti saja perintah ku"ucap Wiro Kusumo sedikit kesal.


"Apa boleh buat jika Gusti memerintahkan begitu, baiklah akan ku turuti permintaan Gusti"ucap Galah Sayuto .


"Ingat Galah Sayuto aku ingin tugas ini berhasil dengan cepat jadi jangan kau buat aku kecewa"ucap Wiro Kusumo .


"Gusti tenang saja, aku jamin Kencana Loka mati hari ini juga"ucap Galah Sayuto dengan penuh keyakinan.


"Kalau begitu cepat kerjakan dan ini buat kamu untuk bersenang-senang"ucap Wiro Kusumo sambil memberikan sekantong uang padanya.


Setelah berkata begitu Wiro Kusumo pun segera keluar dari kedai dan kembali menuju ke istana begitu juga dengan Galah Sayuto ia pun segera pergi meninggalkan kedai.


...****************...


Di siang yang terik itu tampak seseorang yang meliuk-liuk menggerakkan badannya ke sana kemari dengan sebuah pedang di tangan nya dia adalah Dewi Sekar Arum yang biasa di panggil dengan nama Arum .


Dengan ketekunan dan penuh kesabaran akhirnya Arum pun dapat menyerap semua ilmu yang di berikan Ariani Dewi padanya, sehingga kini Arum sudah bisa di sejajarkan dengan pendekar pilih tanding setelah menyerap ilmu dari kedua bekas senopati Martapura yaitu Pandan Wangi dan Ariani Dewi.


Hari itu Arum berlatih sendiri tanpa di dampingi oleh Ariani Dewi karena ia sudah menguasainya, sekarang ini ia cuma berlatih yang ringan saja sekedar untuk melemaskan otot-otot di tangannya.


"Arum beristirahat lah sudah cukup latihan mu ..!!!"teriak Pandan Wangi dari arah gubug nya.


"Sebentar lagi bibi tanggung"jawab Arum.


"Selalu saja jawab begitu jika di suruh istirahat"ucap Pandan Wangi sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudah lah Wangi biarkan saja dia meneruskan latihan nya"ucap Ariani Dewi.


"Kalau Arum sudah bilang begitu aku bisa apa "jawab Pandan Wangi sambil mengambil tempat duduk di dekat pintu sambil menatap ke arah Arum yang sedang berlatih.


"Wangi ada sesuatu yang ingin aku ceritakan pada mu sesuatu hal yang selama ini menghantui pikiranku"ucap Ariani Dewi.


"Tentang sesuatu apa itu Ariani"tanya Pandan Wangi.


"Kamu ingat kan pada bibi Sari"tanya Ariani Dewi.


"Bibi Sari......bibi Sari yang membantu waktu Gusti permaisuri melahirkan itu maksud mu"ucap Pandan Wangi.


"Ya benar sekali Wangi , semenjak Gusti permaisuri meninggal, Sari saat itu juga hilang entah kemana tidak ada yang tahu kemana ia pergi"ucap Ariani Dewi.


"Kenapa waktu di Martapura aku tidak tahu hal itu Ariani"tanya Pandan Wangi.


"Pihak kerajaan mengira bibi Sari pulang ke rumah nya setelah membantu Gusti permaisuri melahirkan ,tapi setelah beberapa hari lamanya ia tak juga kunjung kembali , akhirnya kepala pelayan istana melaporkan bahwa bibi Sari hilang kepada Gusti prabu Arya Soma,dan berita itu tersebar setelah selang beberapa saat kau pergi ke Argara"ucap Ariani Dewi.


"Oh pantas saja aku tidak mengetahui hal itu,lalu menurut mu kemana pergi bibi Sari"tanya Pandan Wangi.


"Tidak ada seorang pun yang tahu sampai sekarang di mana keberadaan nya, tapi aku rasa ada yang janggal dengan hilangnya bibi Sari itu Wangi"ucap Ariani Dewi.


"Merasa janggal ....apa maksud mu bibi Sari di culik atau di bunuh begitu"ucap Pandan Wangi.


"Bisa ya bisa juga tidak"jawab Ariani Dewi.


"Berarti ada yang tidak beres di Martapura saat ini "ucap Pandan Wangi.


"Ada yang tidak beres bagaimana maksud mu Wangi "ucap Ariani Dewi gantian bertanya.


"Pasti di Martapura ada orang yang sedang memainkan rencana tertentu untuk kepentingan nya sendiri Ariani"ucap Pandan Wangi.

__ADS_1


"Tapi apa hubungannya dengan bibi Sari"ucap Ariani Dewi.


"itulah yang meski kita cari tahu"jawab Pandan Wangi.


"Bagaimana kalau kita menyelidiki hal ini wangi supaya tahu apa sebenarnya motif dari hilangnya bibi Sari itu"usul Ariani Dewi.


"Aku setuju,tapi sayang kita sudah tidak bisa keluar masuk istana lagi Ariani , karena kita sudah tidak punya lencana kerajaan seperti dulu waktu menjabat sebagai senopati"jawab Pandan Wangi.


"Sial, benar juga apa kata mu Martapura yang dulu beda dengan yang sekarang,tapi pasti ada jalan coba kau pikir kan Wangi bagaimana caranya supaya kita bisa keluar masuk istana seperti dulu lagi,biasa nya kamu paling bisa cari jalan keluar di saat gawat begini"ucap Ariani Dewi.


Pandan Wangi terdiam sambil berfikir mendengar perkataan Ariani Dewi itu untuk mencari cara agar bisa masuk ke dalam istana.


"Aku haus bibi mana air putih nya"ucap Arum tiba-tiba datang menghampiri.


"Rupanya kau sudah menyelesaikan latihan mu Arum"tanya Ariani Dewi.


"Benar bibi rasanya lelah sekali badan ku ini"ucap Arum sambil menyandarkan badannya pada sebuah tiang gubug itu.


"beristirahat lah Arum biar badan mu seger kembali ini air putih nya"ucap Ariani Dewi seraya memberikan wadah air minum.


Arum pun segera meminum air itu walaupun cuma air putih rasa nya begitu nikmat bagi Arum yang sedang merasakan kehausan itu.


"bibi kalau aku nanti tertidur bibi bangun kan aku ya"pinta Arum.


"ya nanti bibi bangun kan beristirahat di dekat bibi"ucap Ariani Dewi.


Angin pegunungan yang terasa sejuk dan sepoi sepoi itu benar benar membuat Arum mengantuk dan akhirnya ia pun tertidur pulas dalam kelelahan.


"Ini..dia jalan keluar ,aku sudah tahu Ariani Dewi"ucap Pandan Wangi.


"Bagaimana Wangi cepat katakan"ucap Ariani Dewi.


"Itu cara kita untuk bisa tinggal di istana"ucap Pandan Wangi sambil menunjuk ke arah Arum.


"Arum...... maksud mu kita akan menggunakan Arum untuk masuk ke istana"tanya Ariani Dewi.


"Benar...kita katakan saja siapa Arum yang sebenarnya pada mereka dia kan punya lencana kerajaan Argara dengan itu kita bisa dengan mudah masuk ke istana"terang Pandan Wangi.


"Kau memang jenius Wangi tidak salah kalau dulu Gusti prabu selalu meminta saran dari mu"puji Ariani Dewi dengan tulus.


"Jangan terlalu memuji Ariani Dewi kan belum tentu rencana kita berjalan mulus"ucap Pandan Wangi.


"Berarti besok kita berangkat ke Martapura"ucap Ariani Dewi.


"Besok,.... lalu latihan Arum bagaimana bukan dia belum selesai berlatih dengan mu"tanya Pandan Wangi.


"Siapa bilang dia belum selesai , bahwa kan dia sudah menyelesaikan latihan nya dengan ku lebih cepat dari yang aku perkirakan Wangi , benar apa yang kau katakan kalau Arum itu benar benar anak yang berbakat"ucap Ariani Dewi.


"Jika begitu baiklah kita besok berangkat ke Martapura tapi kita juga harus waspada dan berhati-hati dengan raja Batara Derja yang sedang mengincar pedang naga mas milik ku"ucap Pandan Wangi.


"Tenang saja aku sudah hafal daerah sini jadi kita bisa lewat jalan yang jarang di lewati oleh orang orang"jawab Ariani Dewi.


Melihat Arum yang sedang tertidur itu Ariani Dewi benar benar merasa iba dan kasihan dalam hatinya, karena sejak bayi ia sudah di tinggalkan oleh kedua orang tuanya sungguh malang nasib Arum dan tanpa terasa air matanya Ariani Dewi pun menetes membasahi pipinya.


"Tidak kau saja yang merasa kasihan dengan dia Ariani ,bagi ku Arum sudah ku anggap sebagai adik ku sendiri"ucap Pandan Wangi setelah melihat Ariani Dewi mengeluarkan air matanya.


"Kita akan sama sama menjaga dan melindungi dia Wangi , karena dia anak Gusti permaisuri yang merupakan kakak seperguruan mu dan Gusti prabu Rangga kakak seperguruan ku sudah kewajiban kita sebagai adik seperguruan untuk menjaganya"ucap Ariani Dewi.


"Kau benar Ariani"ucap Pandan Wangi.


Di saat mereka sedang larut dalam suasana haru itu tiba-tiba seseorang muncul di belakang mereka tanpa mereka sadari.


"Rupanya kalian di bersembunyi di sini"ucap orang itu.


Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun terkejut tahu ada orang berbicara di belakang nya itu, mereka berdua pun segera membalikkan badannya dan tambah terkejut setelah melihat siapa yang datang itu.


"Kau , mengapa bisa tahu kami ada di sini dan apa keperluan mu dengan kami Jaka Alap"ucap Ariani Dewi sambil bersikap waspada.


"Maafkan kalau kedatangan saya yang kedua kalinya ini membuat kalian terkejut,aku datang ke sini bermaksud memberitahukan kalian bahwa dunia persilatan sekarang ini sedang mencari cari kalian untuk merebut dua pedang naga itu"ucap Jaka Alap Alap.


Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun saling pandang mendengar penuturan Jaka Alap Alap itu.


"Kenapa kau bisa tahu kalau kami ada di sini ku Jaka Alap Alap"tanya Ariani Dewi.


"Itu soal mudah bagi ku karena aku adalah Alap Alap yang terbang bebas kemana saya suka"jawab Jaka Alap Alap sekenanya.


"Orang ini terlalu banyak kata kata ingin rasanya aku membungkam mulutnya itu"ucap Ariani Dewi.


"Oh ya, sebaiknya kalian pergi dari sini karena cepat atau lambat para pengawal raja Batara Derja pasti akan menemukan tempat kalian ini"ucap Jaka Alap Alap lalu wuuusss...ia berkelebat pergi dan menghilang di antara rerimbunan pepohonan.


"Dasar Jaka Alap Alap datang dan pergi sesuka hati awas nanti suatu saat pasti akan ku berikan pelajaran padanya,bagaimana menurut mu Wangi , ternyata dunia persilatan sudah mengetahui kalau kaulah pemilik pedang naga itu"tanya Ariani Dewi.


"Sekarang juga kita berangkat ke Martapura Ariani"ucap Pandan Wangi.


"Baiklah aku akan segera berkemas "ucap Ariani Dewi .


Pandan Wangi pun bergegas membangunkan Arum yang tertidur tidak jauh dari samping nya.


"Arum bangun hari ini juga kita berangkat ke Martapura"ucap Pandan Wangi.


"Kenapa buru buru bibi "ucap Arum.


"Tidak usah cerewet dan banyak tanya Arum cepat bersiap nanti akan bibi cerita kan sambil jalan"ucap Pandan Wangi dengan nada tinggi.


"Baik bibi "ucap Arum bergegas bangun dan segera berkemas.


Tidak lama kemudian mereka bertiga pun selesai berkemas kemas dengan membawakan barang barang yang di anggap penting saja.


Mereka bertiga pun segera menunggang kuda mereka masing-masing meninggalkan gunung Sinabung, Ariani Dewi tampak berjalan paling depan karena hanya dialah orang yang paling mengerti daerah itu.

__ADS_1


...****************...


Di lain tempat di hutan larangan tampak seorang pengawal datang dengan terburu-buru untuk menghadap Ratu Sarjani,dia adalah Parwati orang kepercayaan sekaligus orang terdekat Ratu Sarjani.


"Lapor Gusti Ratu ternyata raja Batara Derja dari kerajaan siluman telah lebih dulu bergerak untuk mencari pedang itu"ucap Parwati.


"Begitu rupanya ,dia mau mendahului aku baiklah kita juga harus segera bergerak"ucap Ratu Sarjani.


"Maaf gusti ratu di mana kiranya orang yang membawa pedang itu pergi hamba mohon petunjuk dari Gusti Ratu"ucap Parwati.


"Kau tidak usah khawatir Parwati akan aku beri tahu di mana orang yang membawa pedang itu pergi"ucap ratu Sarjani.


Ratu Sarjani memejamkan matanya dengan mulut berkomat kamit lalu slap....dari tangan kanannya muncul lah sebuah cermin yang berkilauan emas.


"Dengan cermin ajaib ini kita akan tahu di mana kedua pedang itu berada, cermin sakti tunjukkan di mana keberadaan pedang naga mas dan pedang naga hijau itu sekarang"ucap Ratu Sarjani.


Cermin itu kemudian pun menyala terang dan tampak lah dalam cermin itu tiga orang yang sedang mengendarai kuda yaitu Pandan Wangi,Arum dan Ariani Dewi.


"Rupanya kedua pedang itu berada di antara mereka lalu kemana mereka akan pergi, cermin sakti kemana mereka akan pergi"ucap Ratu Sarjani.


"Wangi kita harus lebih cepat lagi karena perjalanan ke Martapura masih sangat jauh"ucap Ariani Dewi memberi tahu.


"Baiklah Ariani, Arum kita harus cepat supaya sebelum malam kita bisa menemukan desa"ucap Pandan Wangi.


"Baik bibi"ucap Arum.


Setelah mendengar kan perbincangan mereka tahulah ratu Sarjani bahwa tujuan mereka adalah Martapura.


"Haaa.....haaa....haaa.... rupanya tujuan mereka adalah ke Martapura kebetulan sekali kalau begitu"ucap Ratu Sarjani.


"Parwati dan Endang Kumala mari kita berangkat dan hadang mereka di desa pertama , karena mereka pasti akan singgah di situ untuk beristirahat"ucap Ratu Sarjani.


"Baik Gusti ratu"jawab Parwati.


Ratu Sarjani beserta dua pengawalnya pun segera berangkat ke desa pertama yang akan mereka lalu untuk menghadang mereka.


...****************...


Sementara itu Kencana Loka dan Lingga pun telah jauh meninggalkan Martapura, tanpa terasa ternyata perjalanan mereka telah sampai memasuki hutan wilayah kekuasaan kerajaan Argara namun jarak menuju ke istana masih sangat jauh.


Karena merasa lelah berjalan Kencana Loka pun memutuskan untuk beristirahat di hutan itu.


"Untuk menghemat tenaga kita kita beristirahat sejenak di sini Lingga "ucap Kencana Loka seraya mengikat kuda di bawah pohon yang di penuhi rumput hijau.


"Benar paman tampaknya kuda kita pun sudah kelelahan sedari tadi berjalan"ucap Lingga.


"Kalau kau mau tidur sebentar juga tidak apa apa Lingga untuk menghilangkan rasa lelah mu biar aku yang berjaga jaga"ucap Kencana Loka.


"Tidak Paman , suasana sejuk begini memang membuat mata mengantuk saya pikir mesti nya paman Patih yang tidur biarkan hamba yang berjaga jaga"ucap Lingga merasa tidak enak.


"Haaa....haaa.. kamu ini mentang mentang aku seorang Patih lalu aku yang harus tidur begitu ,itu pemikiran yang kuno Lingga"ucap Kencana Loka.


"Saya kira memang begitu peraturan paman Patih"ucap Lingga


"Lingga saya rasa sudah waktunya kau punya pasangan hidup , kenapa sampai saat ini kamu belum memikirkan untuk berumah tangga apakah belum ada wanita yang menarik hati mu"tanya kencana Loka.


"Mengenai hal itu sepertinya hamba belum terlalu memikirkan nya paman , lagi pula memang benar apa yang gusti Paman bilang tadi belum ada wanita yang membuat ku jatuh cinta"ucap Lingga.


"Kau ini bagaimana Lingga, menurut ku Ariani Dewi dan Pandan Wangi mereka berdua cantik apa kamu tidak suka pada salah satu dari mereka"ucap Kencana Loka.


"Benar paman Patih mereka berdua memang cantik ,tapi sepertinya mereka berdua sudah punya pujaan hati sendiri sendiri paman"ucap Lingga.


"Kamu tahu dari mana kalau mereka sudah punya kekasih lingga"tanya kencana Loka .


"Cuma perasaan saya yang mengatakan begitu paman"ucap Lingga.


"Kita sudah dulu perbincangan kita sudah saatnya kita melanjutkan perjalanan Lingga"ucap Kencana Loka seraya berdiri .


"Baiklah paman rasa lelah saya pun sekarang sudah hilang"ucap Lingga.


Mereka berdua segera menghampiri kuda mereka masing-masing, namun di saat mereka akan menaiki kuda mereka tiba-tiba.


"Tunggu..."teriak seseorang dari arah belakang mereka.


Mendengar orang berteriak itu mereka berdua pun menoleh ke arah datangnya suara tadi, terlihat seseorang dengan pakaian serba hitam menaiki kudanya berjalan menghampiri mereka berdua.


Kencana Loka dan Lingga pun bertanya tanya dalam hati apa maksud orang itu menghentikan perjalanan nya.


Sejurus kemudian orang itu pun sampai di hadapan mereka berdua.


"Izinkanlah saya ikut bersama kalian dan kenal kan nama saya Sendawa"ucap orang itu memperkenalkan dirinya.


"Aku Kencana Loka dan ini Lingga, kami tidak berkeberatan kalau saudara Sendawa searah dengan kami"ucap Kencana Loka.


"Tujuan perjalanan ku adalah ke Argara tuan Kencana Loka dan sepertinya aku dan tuan satu arah "ucap Sendawa.


"Benar kita satu arah karena kami berdua juga akan menuju ke sana"ucap Kencana Loka.


"Kalau begitu sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan tuan"ucap Sendawa.


"Baiklah ,ayo Lingga kita lanjutkan perjalanan"ucap Kencana Loka.


"Baik paman"ucap Lingga.


Akhirnya Kencana Loka dan Lingga melanjutkan perjalanan dengan di temani oleh Sendawa.


Dalam perjalanan itu Sendawa berjalan paling depan , berkali-kali menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan sepertinya ada sesuatu yang ia cari hingga membuat Kencana Loka dan Lingga yang ada dibelakang nya merasa heran dengan tingkah Sendawa itu


"Berhenti...!!!"teriak Sendawa dengan mengangkat tangan kanannya ke atas.

__ADS_1


"Ada apa Sendawa"tanya Kencana Loka ingin tahu.


__ADS_2