
Suasana di Martapura benar benar mencekam malam itu bagi orang orang yang berniat mendapatkan dua pedang naga itu, karena yang hadir di Martapura saat itu bukanlah para pendekar amatiran tapi para pendekar kelas satu yang namanya sudah tersohor di mana mana.
Sepertinya malam itu adalah malam di mana orang orang yang mempunyai ilmu tinggi menunjukkan dirinya siapa yang paling kuat dan di takuti di dunia persilatan.
Raja Batara Derja dan Ratu Durgapali serta Kencana Wungu juga segenap para pengawal nya segera meluncur mendekati istana ,dengan ilmu ringan tubuhnya mereka berniat menghadang langkah Ratu Sarjani yang juga berniat mendapatkan pedang itu.
Namun pergerakan mereka sudah di awasi oleh Arya Soma dan Lingga yang saat itu sedang berpatroli di sekitar halaman depan istana dan tanpa sengaja melihat pergerakan mereka.
"Rupanya mereka sudah mulai bergerak Gusti"bisik Lingga.
"Hmmm.... tujuh orang seperti mereka bukan orang orang sembarangan Lingga "ucap Arya Soma sambil memperhatikan orang orang itu yang tidak lain adalah raja Batara Derja beserta Ratu Durgapali dan pengawalnya.
"Benar Gusti tampaknya malam ini akan menjadi malam yang sibuk untuk kita"ucap Lingga.
"Gusti Patih apakah Gusti lihat yang aku lihat "lanjut Lingga tiba tiba melihat Rangga bersama dua orang keluar dari istana.
"Ya ternyata Gusti prabu juga telah mulai bergerak , tapi siapa orang yang bersama mereka berdua itu"ucap Arya Soma setelah adanya Jaka Alap Alap bersama mereka.
"Sebaiknya kita menyusul mereka Gusti "saran Lingga.
"Kau benar Lingga ayo cepat"ucap Arya Soma dan bergegas beranjak dari tempat persembunyiannya.
Mereka berdua pun segera bergegas menyusul Rangga yang sudah bergerak lebih dulu itu.
"Berhenti kau Sarjani. .."teriak raja Batara Derja.
Mendengar orang menyebut nama nya itu Ratu Sarjani segera menghentikan langkahnya serta membalikkan badannya , yang ternyata ada tujuh orang di depannya.
"Oh rupanya kau Batara "ucap Ratu Sarjani dengan tenang.
"Pergilah dari sini Sarjani selagi sempat jangan persulit diri mu"ucap raja Batara Derja dengan halus.
"Kau pikir hanya kau saja yang menginginkan pedang itu Batara "ucap ratu Sarjani.
"Hai ratu busuk sebaiknya cepat kau menyingkir sebelum kami hilang kesabaran"ucap Ratu Durgapali.
"Kurang ajar memangnya aku anak kecil yang dapat kalian takut takut dengan gertak kan kalian"ucap Ratu Sarjani.
"Bedebah kau Sarjani hilang sudah kesabaran ku"ucap Raja Batara Derja dengan berang.
"Anting anting dan kau Raka Buana persiapkan diri kalian seperti nya kita akan bertarung dengan mereka"ucap Ratu Sarjani.
"baik Gusti Ratu", ucap anting anting dan Raka Buana.
"Hiiiaat....raja Batara Derja mengibaskan tangannya serangkuman angin pun menerpa Ratu Sarjani dan dua pengawalnya, namun ratu Sarjani yang cukup sakti itu segera melapisi dirinya dengan batu merah delima nya sehingga kibasan tenaga dalam raja Batara Derja tidak berpengaruh apa-apa.
"Kurang ajar rupanya dia mau melakukan perlawanan kita serang mereka"seru raja Batara Derja .
Raja Batara Derja dan Ratu Durgapali langsung menerjang Ratu Sarjani dengan tongkat panjang dan pedang andalan nya.
begitu juga Narapala dan Dunggala pun segera menyerang anting-anting dan Raka Buana,hanya Kencana Wungu dan dua pengawalnya yang masih berdiam diri menyaksikan pertarungan itu.
Pertarungan pun tak terhindar kan di tengah malam buta itu, Ratu Sarjani tidak mau main-main ia segera mengeluarkan jurus andalan nya karena lawan yang di hadapi nya bukan lah lawan sembarangan.
Tongkat raja Batara Derja dan pedang Ratu Durgapali nyambar memburu ratu Sarjani kemana pun ia bergerak,tapi tak satupun dari kedua senjata itu yang mengenai tubuhnya.
"Rupanya selain licik perempuan ini juga licin kurang ajar "umpat raja Batara Derja dalam hati.
Ia pun segera meningkat kan tempo serangan nya dengan menaikkan tenaga dalamnya,kali ini tongkat Batara Derja tampak membara merah dan berkobar hingga menerangi malam gelap itu.
Hiiiaat.... raja Batara Derja bergerak cepat meluncur menerjang ratu Sarjani,
Ratu Sarjani yang sudah cukup tahu kekuatan raja Batara Derja itu,ia pun secara diam diam sudah mempersiapkan batu merah delima andalan nya.
"Rasakan ini hiiiaat..... tongkat yang merah membara itu meluncur deras menghujam tubuh ratu Sarjani tanpa bisa di hindari nya duuuaaarrr...... ledakan besar pun terjadi.
Raja Batara Derja segera menarik pulang tongkat setelah merasa berhasil mengenai tubuh ratu Sarjani itu, namun dirinya di buat terkejut setelah melihat lawannya itu baik baik saja tak kurang satu apa pun.
"Apa.... bagaimana mungkin pukulan tongkat neraka ku tak bergeming padanya"ucap raja Batara Derja dengan terkejut.
Ratu Durgapali pun juga tidak kalah terkejutnya dengan suaminya itu melihat Ratu Sarjani masih berdiri itu.
"Apakah perempuan itu sekarang sekuat itu kanda"ucap Ratu Durgapali dengan masih menatap tajam Ratu Sarjani.
"Tidak mungkin Dinda setahu ku tidak begitu"ucap raja Batara Derja.
"Sekarang giliran ku Batara"seru Ratu Sarjani , wuuusss...ia bergerak cepat kearah mereka berdua dan dessss..... dessss... raja Batara Derja dan Ratu Durgapali pun tidak sempat menghindari serangan cepat Ratu Durgapali itu hingga membuat mereka berdua terpental.
__ADS_1
"Romo dan ibu.....!!!", teriak Kencana Wungu setelah melihat mereka berdua terpental ia pun segera menghampiri nya.
"Haaa....haaaa..... ternyata kemampuan raja dan ratu kerajaan siluman itu cuma hanya omong kosong tidak ada apa-apa nya"ejek ratu Sarjani.
"Romo, ibu kalian tidak apa apa"tanya kencana Wungu.
"Minggirlah Wungu kami berdua tidak apa , tapi sejak kapan ia sekuat itu"ucap Batara Derja dengan tidak percaya.
"Sepertinya ada yang tidak beres dengan dia Kanda"ucap Ratu Durgapali.
"Apa maksud mu Dinda Durga"tanya Raja Batara Derja tidak mengerti.
Ternyata pertarungan mereka itu tidak luput dari pengawasan Rangga , Dewi Sekar dan Jaka Alap Alap , mereka bertiga tidak mau turun tangan dulu untuk menghemat tenaga.
"Cepat gunakan mata sakti Kanda untuk mengetahui orang yang membantu perempuan sialan itu"ucap ratu Durgapali.
"Jadi maksudnya ada orang yang membantu dia secara diam diam"tanya Raja Batara Derja.
"benar kanda"jawab Ratu Durgapali.
"Kalau begitu baiklah akan ku gunakan mata sakti ku"ucap raja Batara Derja.
Raja Batara Derja segera menutup matanya sambil mulutnya komat kamit kemudian ia pun membuka matanya kembali bersinar lah kedua matanya itu dan ia pun dapat melihat siapa orang yang membantu Ratu Durgapali itu.
"Kau benar Dinda ternyata ada seseorang yang membantunya tapi aku tidak tahu siapa orang itu aura hitam pekat menyelimutinya"ucap raja Batara Derja.
"Hai Batara sekarang sudah jelas siapa kah yang seharusnya angkat kaki dari sini "ucap Ratu Sarjani.
"Brengsek akan ku tutup mulut mu sekarang juga "ucap Ratu Durgapali langsung melesat cepat kepadanya.
"tunggu Dinda Durga"teriak Raja Batara Derja namun Ratu Durgapali sudah terlanjur melesat.
Hiaaaat... Ratu Sarjani berusaha menebas kepala Ratu Sarjani dengan pedang nya, namun dengan gerakan secepat kilat ratu Sarjani menghindari nya sembari melepaskan pukulannya wuusss desssss.... duaaar... pukulan itu pun dengan telak mengenai nya hingga membuat Ratu Durgapali kembali terlempar cukup keras.
"Akh....!!! jerit Ratu Durgapali,darah segar pun mengalir dari mulut nya.
"Dinda Durga... Sarjani terima pembalasan ku , raja Batara Derja pun menyerang ratu Sarjani kembali.
Ratu Sarjani tampak tersenyum mengejek melihat kedatangan Batara Derja itu, Batara Derja memutar tongkatnya hingga berputar seperti gasing yang siap memotong tubuh Ratu Sarjani.
Bunyi tongkat pun meraung keras seperti gerombolan kawanan lebah memekik telinga , serangan tongkat itu memaksa Ratu Sarjani harus bersalto menghindari nya.
"Kau pikir serangan lemah seperti itu mau mengalahkan ku jangan bercanda kau Sarjani"ucap Batara Derja dan melemparkan tongkatnya ke arah Ratu Sarjani yang masih di udara itu.
Tongkat itu pun meluncur deras dengan berputar cepat menuju kepadanya lalu duuug... Ratu Sarjani tak sempat menghindari nya dan ia pun kali ini terjatuh dengan keras menyentuh tanah.
Melihat lawannya terjatuh itu raja Batara Derja ia segera melompat menyambar tongkat nya sembari mengirimkan pukulan nya.
"Selamat tinggal Sarjani wuuusss... pukulan dahsyat pun meluncur kepadanya blaaar...duuuaaarrr... duuuaaarrr..... meledak lah tempat di mana Ratu Sarjani berada.
"Rupanya mereka orang itu benar benar yang berbahaya Kanda "ucap Dewi Sekar.
"Kamu benar Dinda tapi ku rasa orang itu belum mengerahkan kemampuan seluruh nya Dinda"ucap Rangga.
"Apakah ratu Sarjani itu sudah mati Gusti"tanya Jaka Alap Alap.
"Belum karena pancaran tenaganya masih ku rasakan"ucap Rangga.
Raja Batara tersentak begitu merasakan pancaran tenaga dari arah depan nya yang di penuhi asap itu.
"Apa...!!!..dia masih hidup"sentak raja Batara Derja .
Haaa...haaa.....haaa... terdengar suara tawa dari kepulan asap tebal di depannya Raja Batara Derja.
lalu muncullah Ratu Sarjani dengan cahaya merah delima menyelubungi tubuhnya dengan menatap tajam ke arahnya.
"Serangan mu ternyata lebih murahan Batara Derja"ejek ratu Sarjani.
Gigi Batara Derja langsung gemertakan mendengar ucapan Ratu Sarjani yang sangat merendahkan dirinya itu.
"Kurang ajar perkataan mu Benar-benar tidak bisa saya terima Sarjani, Wungu cepat bawa ibu mu pergi dari sini akan ku berikan sesuatu yang lebih padanya"ucap raja Batara Derja.
"Apakah Romo akan menggunakan jurus itu"tanya Kencana Wungu.
"Benar Wungu cepat lah"perintah Raja Batara Derja.
"Apakah harus seserius itu Romo, bukannya kalau Romo menggunakan jurus itu tempat ini akan hancur berantakan"timpal kencana Wungu.
__ADS_1
"Aku tidak perduli Wungu , cepat lah pergi dari tempat ini..!!!"teriak raja Batara Derja.
"Baiklah jika itu keputusan Romo "ucap Kencana Wungu.
"Bersiaplah untuk ke neraka Sarjani"ucap raja Batara Derja.
Setelah berkata begitu raja Batara Derja segera merapatkan kedua tangan di depan dada dan tenaga dalam pun ia kerahkan, tidak lama kemudian kemudian keluarlah cahaya merah darah dari kedua tangan raja Batara Derja itu yang kian lama kian membesar, yang membuat udara di sekitar nya menjadi panas seketika itu juga.
"Apa....!!! jadi dia mempunyai ilmu legendaris itu"ucap Ratu Sarjani dengan tercekat.
Rangga yang ada di tempat persembunyian nya itu pun juga terkejut setelah melihat ilmu yang akan di keluarkan oleh raja Batara Derja itu, bagaimana tidak ilmu milik raja Batara Derja adalah ilmu yang pernah di gunakan oleh kala murka waktu menyerang ke Martapura beberapa tahun lalu yaitu ilmu banaspati mengguncang alam.
"Ini tidak bisa di biarkan , kalau sampai dia melepaskan pukulan itu istana ini akan terkena dampaknya baiklah aku akan bertindak sekarang"gumam Rangga.
Ratu Sarjani mengerahkan tenaga dalamnya sampai tingkat paling akhir untuk meredam hawa panas yang di keluarkan oleh raja Batara Derja.
"Haaa ....haaa.... aku sudah terlanjur marah Sarjani"ucap Raja Batara Derja dengan bersiap melepaskan pukulan banaspati mengguncang alamnya.
"Celaka ini benar benar celaka"ucap Ratu Sarjani dengan panik.
"Kau jangan takut Sarjani tenang lah "ucap seseorang yang tiba-tiba.
"Apa kah kau sanggup menghadapi ilmu terkutuk itu Gandara"tanya Ratu Sarjani.
"untuk saat ini aku belum bisa menandingi pukulan itu, tapi nanti setelah kita dapat kan tanduk naga itu aku bisa mengalahkan siapa pun, dan untuk sementara ini aku hanya bisa membawa mu pergi menyelamatkan diri dari sini Sarjani"ucap Gandara.
"Ternyata kau hanya membual saja Gandara katanya dengan pedang bintang itu kau tidak terkalahkan tapi kenyataannya ..."ucap Ratu Sarjani.
"Memang benar dengan pedang bintang ini aku tidak terkalahkan tapi setelah aku mendapatkan tanduk naga itu untuk membuka segel yang mengunci sebagian kekuatan pedang ini"ucap Gandara.
"Matilah kau Sarjani hiiiaat.... wuuusss...."pukulan banaspati mengguncang alam itu pun terlepas dari tangan Gandara dan meluncur keras ke arahnya.
Sebelum pukulan dahsyat itu menyentuh tubuh nya Sarjani pun sudah tidak ada di tempat nya , tapi pukulan itu terus melaju dengan kencang.
Duuuaaarrr..... duuuaaarrr..... duuuaaarrr... pukulan banaspati mengguncang alam yang di lepas kan Batara Derja pun meledak keras di udara.
"Apa....!!!! tidak mungkin Sarjani dapat membelokkan pukulan itu dengan mudah "ucap raja Batara Derja dengan tersentak.
Kemudian ia mengedarkan pandangannya ke segala arah dan menemukan sesosok orang yang berdiri tidak jauh dari hadapannya dia adalah Rangga orang yang baru saja menghalau pukulan itu.
"Siapa kau berani ikut campur urusan ku"ucap raja Batara Derja.
"Hai Batara dengar baik baik siapa pun yang membuat kerusuhan di Martapura akan berhadapan dengan ku"ucap Rangga.
"Kurang ajar jangan bertingkah kau di hadapan ku raja Batara Derja dari kerajaan siluman"ucap Batara Derja.
"Aku tidak perduli dengan kedudukan mu Batara, mau raja atau apa pun kalau kau bertujuan tidak baik di sini aku tidak akan berfikir dua kali untuk membunuh mu"ucap Rangga.
Mendapatkan ancaman seperti itu darah Batara Derja seketika itu pun mendidih saking marahnya dan berniat ingin mencoba kekuatan orang yang ada di depannya itu.
Sementara itu Warok Singa dan keempat orang temannya sudah berhasil memasuk ke dalam istana , namun kedatangan mereka sudah di sambut oleh kencana Loka dan Sendawa juga para prajurit yang memang sudah memperkirakan adanya penyusup yang melewati tempat itu.
"Rupanya ada tamu tak di undang di tengah malam begini"ucap Kencana Loka hingga membuat Warok Singa dan keempat temannya terkejut.
"Ternyata kita sudah ketahuan Warok Singa"ucap tengkorak putih.
"Kalau begitu mari kita bereskan dia, kurasa hanya sekejap saja sudah beres "ucap Warok Singa menganggap enteng.
"Sebaiknya cepat jangan buang buang waktu"ucap Rupaksa Dara tangan nya sudah gatal ingin menghajar kencana Loka dan para prajurit itu.
"Kala Weling dan Karang Bolong kalian ikut aku biarkan Rupaksa Dara dan tengkorak putih yang menghadapi mereka"perintah Warok Singa.
"Baik dengan begitu pencarian pedang itu tidak tertunda"ucap Kala Weling.
"Rupaksa Dara ku serahkan mereka pada mu bersenang-senang lah"ucap Warok Singa .
"Ku peringatkan pada kalian berlima keluar lah dari istana ini segera sebelum saya marah"ancam kencana Loka.
"Jangan membuat kami tertawa kau orang tua "ucap Rupaksa Dara.
"Sendawa cepat kau hubungi Gusti Patih aku merasa mereka bukan orang orang sembarangan"ucap Kencana Loka.
"Paman kencana Loka benar' Sendawa pergilah dan laporkan pada Gusti Patih"ucap Pandan Wangi tiba-tiba datang bersama Pandan Wangi dan Arum.
"Baiklah kalau begitu"ucap Sendawa segera pergi untuk menemui Arya Soma.
Melihat kedatangan tiga orang itu Warok Singa yang tadinya ingin meninggalkan Rupaksa Dara dan tengkorak putih berdua segera membatalkan niatnya .
__ADS_1
.