
Rangga menghentikan perjalanan di hutan itu sembari duduk di sebuah pohon yang roboh dengan menatap ke sekeliling arah hutan itu.
Ia teringat dengan kejadian beberapa tahun silam ketika dirinya bertarung dengan karang hitam di hutan itu .
"Hmmmm ..... sudah lama sekali kejadian itu,tapi hutan ini masih tetap seperti dulu tidak ada yang berubah "gumam Rangga.
"Sebaiknya aku harus cepat melanjutkan perjalanan ini "ucap Rangga .
Kemudian ia melesat cepat dengan ilmu ringan tubuhnya meninggalkan hutan itu.
Sementara itu di istana Martapura Jaka Alap Alap melaporkan tentang kepergian Rangga ke Markuraka dan Ratu Sarjani yang ternyata masih hidup kepada istrinya Dewi Sekar.
"Sepertinya ada sesuatu yang penting sampai Kanda prabu cepat cepat pergi ke Markuraka"ucap Dewi Sekar.
"Hamba pikir juga begitu Gusti"ucap Jaka Alap Alap.
"Lalu mengenai pedang naga itu Gusti prabu berpesan supaya Gusti Patih Arya Soma untuk tetap melanjutkan pencarian"ucap Jaka Alap Alap.
"Aku juga sudah membicarakan hal itu kepada Patih Arya Soma untuk mencari nya"ucap Dewi Sekar.
"Mengenai Ratu Sarjani apa kau tidak salah lihat Jaka Alap Alap"tanya Dewi Sekar dengan tidak percaya.
"Tidak Gusti Ratu karena waktu itu saya dan Gusti prabu berhadapan langsung dengan nya saat Ratu Sarjani datang bersama dengan orang yang menamakan dirinya raja Gandara " ucap Jaka Alap Alap.
"Apa raja Gandara kamu bilang..!!!"tanya Dewi Sekar dengan terkejut.
"iya Gusti ratu"jawab Jaka Alap Alap.
"Bukankah menurut cerita kanda prabu Raja Gandara yang merupakan ayah Ratu Gandari dari kerajaan Markuraka itu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu ,kenapa tiba-tiba dia muncul dan bergabung dengan Ratu Sarjani apa yang mereka berdua rencana kan sebenarnya"batin Dewi Sekar.
"Apakah kamu mendapatkan tugas dari Gusti prabu Jaka Alap Alap "tanya Dewi Sekar.
"Benar Gusti ratu, hamba di perintahkan Gusti prabu untuk kembali ke sini juga di perintahkan untuk pergi ke gunung ceremai guna menyelediki keadaan di sana karena Gusti Prabu mencurigai bahwa pedang itu di bawa ke sana"ucap Jaka Alap Alap.
"Gunung ceremai ....kenapa Gusti prabu begitu yakin kalau pedang itu ada di sana"tanya Dewi Sekar.
"itu baru dugaan saja Gusti ratu, Gusti prabu berfikir ke situ karena mencurigai ada orang dari gunung ceremai yang mengambil pedang itu "ucap Jaka Alap Alap, kemudian menceritakan kejadian di istana siluman seperti yang pernah Rangga cerita kan padanya kepada Dewi Sekar.
"Cukup beralasan kalau Gusti prabu berfikir ke arah situ Jaka Alap Alap"ucap Dewi Sekar setelah mendengar cerita dari Jaka Alap Alap.
"Baiklah Gusti Ratu sepertinya hanya itu saja yang hamba laporkan dan hamba mohon diri , sekaligus langsung akan berangkat ke gunung ceremai"ucap Jaka Alap Alap.
"Apakah kau tidak mau beristirahat dulu "tanya Dewi Sekar.
"Tidak gusti ,hamba bisa beristirahat di perjalanan nanti, karena hamba tidak ingin menunda tugas yang Gusti prabu berikan pada hamba "jawab Jaka Alap Alap.
"Baiklah kalau begitu "ucap Dewi Sekar ,ia merasa kagum dengan sikap Jaka Alap Alap itu.
Jaka Alap Alap segera berlalu dari hadapan Dewi Sekar dan Langsung berangkat menuju ke gunung ceremai.
Setelah kepergian Jaka Alap Alap datang lah Dewi Kara dan Dyah Ayu Larasati menghadap nya.
"Hormat saya Dinda ratu"ucap Dewi Kara.
"Hormat saya juga bibi ratu"ucap Dyah Ayu Larasati.
"Ada apa kiranya kalian berdua menghadap"tanya Dewi Sekar.
"Begini Dinda Larasati ingin ikut membantu mencari pedang itu dan ia berencana mengajak putri Arum untuk ikut serta bersama nya"ucap Dewi Kara.
"Tidak.. tidak. ..aku tidak akan mengizinkan baik kamu atau Arum untuk ikut mencari pedang itu, karena lawan yang kalian berdua hadapi nanti bukan kah para pendekar kemarin sore,jadi tetap lah di sini untuk menemani bibi"ucap Dewi Sekar.
"Tapi bibi, bukan kah kita yang muda muda perlu pengalaman untuk belajar"ucap Arum.
"Bibi tahu tapi tidak dalam keadaan yang seserius ini Larasati"ucap baik Dewi Sekar.
"Ibu tadi kan sudah bilang , Dinda Sekar pasti tidak akan mengizinkan kalian berdua"ucap Dewi Kara kepada Larasati.
"Saya yakin ini pasti ini ide nya Arum, bukan begitu Larasati"ucap Dewi Sekar.
"i.. ya.. bibi"ucap Larasati dengan lirih.
"Cepat kamu panggil Arum kesini Larasati bibi akan bertanya pada nya"Perintah Dewi Sekar.
"Baik bibi"ucap Larasati segera pergi dari hadapan Dewi Sekar.
"Ternyata anak anak kita tidak jauh beda dengan kita dulu yunda"ucap Dewi Sekar.
"benar dinda ,aku jadi teringat waktu kita berdua di hukum romo karena kita pergi ke hutan tidak bilang bilang"ucap Dewi Kara.
__ADS_1
"Itulah salah satu kenakalan kita masa kecil"ucap Dewi Sekar.
"Hormat saya ibu "ucap Arum datang menghadap.
"Duduk lah anak ku"ucap Dewi Sekar.
Lalu Arum pun duduk di dekat ibu nya itu dalam hati nya ia sudah dapat menembak bawa dia akan mendapatkan teguran dari ibunya.
"Apa benar kau ingin ikut mencari pedang itu Arum"tanya Dewi Sekar.
"I...ya sih... kalau ibu mengizinkan "ucap Arum.
"Dengar Arum dan Larasati di luar sana banyak berkeliaran para pendekar pendekar tangguh yang sudah berpengalaman yang kesaktiannya jauh di atas kalian berdua
,jadi kalian berdua sebaiknya tidak usah ikut ikutan karena kemampuan kalian berdua masih belum ada apa apanya di banding mereka, saya akan mengizinkan kalian berdua untuk iku mencari pedang itu jika ada orang ikut mendampingi kalian"ucap Dewi Sekar.
Arum dan Larasati menundukkan kepalanya saat mereka berdua di marahi oleh Dewi Sekar,Dewi Kara merasa kasihan melihat anak dan keponakan nya kena marah adiknya itu.
"Sudahlah dinda Sekar jangan terlalu keras mereka masih anak-anak"ucap Dewi Kara .
"Ini demi kebaikan mereka berdua yunda Kara"ucap Dewi Sekar.
"Kalau kalian berdua jenuh dan bosan di istana terus ,bagaimana kalau kalian berdua pergi ke Argara untuk mengunjungi kakek, kalian berdua kan sudah lama tidak pergi ke sana"ucap Dewi Sekar kemudian.
"Saya kira itu lebih baik untuk kalian"ucap Dewi Kara setuju dengan pendapat adik nya itu.
"Benar juga ibu, kenapa aku tidak kepikiran hal itu"ucap Arum.
"Apakah kamu mau Larasati ke Argara"tanya Arum.
"Mau kenapa tidak , karena aku belum pernah ke sana sama sekali dan juga aku ingin melihat wajah kakek Bargola"ucap Larasati.
"Kakek pasti akan merasa bahagia bila tahu kalian mengunjunginya"ucap Dewi Kara.
"Kala begitu kalian berdua cepat lah berangkat ke sana biar aku suruh beberapa prajurit untuk mengawal kalian"ucap Dewi Sekar.
"Sepertinya kami tidak memerlukan pengawal an ibu, karena jarak antara Argara dan Martapura tidak begitu jauh"ucap Arum.
"Baiklah ibu tidak memaksa jika itu kemauan mu"ucap Dewi Sekar.
"Kami kembali Gusti ratu"ucap Pandan Wangi yang tiba-tiba datang bersama Ariani Dewi.
"Benar Gusti ratu, ternyata semua ini ulah dari Gondo Mayit yang ingin mengorbankan para gadis untuk tumbal ratu Sarjani Gusti ratu"ucap Pandan Wangi menerangkan.
"Jadi Gondo Mayit dan ratu Sarjani saling berhubungan"ucap Dewi Sekar.
"Benar Gusti , secepatnya kita harus bergerak ke telaga angker untuk membebaskan para gadis yang di tawan di sana"ucap Ariani Dewi.
" ya kau benar Ariani,Jangan jangan penculikan yang terjadi di desa Watu Belah juga ulah Gondo Mayit "ucap Dewi Sekar.
"Kemungkinan besar seperti itu Gusti "ucap Pandan Wangi.
Tidak lama kemudian Kencana Loka dan Lingga pun sudah kembali ke istana dan Langsung menghadap Dewi Sekar.
"Lapor Gusti ratu kejadian penculikan di desa Watu Belah adalah ulah dari Gondo Mayit "ucap Kencana Loka.
"Ternyata benar dugaan ku ,bagaimana Keadaan di desa itu apakah sudah aman "tanya Dewi Sekar.
"Benar Gusti ratu, kami sudah menangkap dua pelaku penculikan itu tapi sayang ada satu yang berhasil kabur"ucap Kencana Loka.
"Oh ya Gusti ratu, saya menemukan ini di desa itu"ucap kencana Loka sambil memberikan sebuah barang kepada Dewi Sekar.
"Ini kan lencana Martapura kenapa kau temukan di sana kencana Loka"ucap Dewi Sekar.
"Itu yang membuat saya tidak mengerti Gusti Ratu , bukan kah kita tidak pernah mengirim kan prajurit ke sana"ucap Kencana Loka.
"Gusti Ratu coba saya lihat lencana itu"pinta Pandan Wangi.
"Ini ambilah "ucap Dewi Sekar memberikan benda itu pada Pandan Wangi.
Pandan Wangi pun menerima benda itu dan mengamatinya baik baik.
"Benda ini masih bersih dan terjaga berarti benda ini baru jatuh dari pemilik nya Gusti"ucap Pandan Wangi.
"Apa kesimpulan mu tentang lencana itu Pandan Wangi "tanya Dewi Sekar.
"Maaf Gusti ratu menurut saya ada seseorang dari istana ini yang terlibat dalam penculikan para gadis itu "ucap Pandan Wangi.
Semua orang terkejut mendengar pendapat dari Pandan Wangi itu .
__ADS_1
"Apakah kau tidak terlalu buru buru menyimpulkan seperti itu Wangi"tanya Dewi Sekar.
"Supaya lebih jelasnya saya akan bertanya sedikit pada paman Kencana Loka mengenai lencana ini Gusti Ratu"ucap Pandan Wangi.
"Silahkan "ucap Dewi Sekar .
"Kapan paman menemukan lencana ini"tanya Pandan Wangi.
"Aku menemukan lencana itu ketika aku sedang mengejar salah satu penculik yang kabur dan tanpa sengaja kaki ku menginjak benda yang ternyata adalah sebuah lencana "ucap Kencana Loka.
"Dengan begitu berarti kemungkinan besar lencana itu adalah milik orang yang berhasil kabur itu"ucap Pandan Wangi.
"Kalau begitu kesimpulan mu mengenai orang dari Martapura terlibat penculikan itu kemungkinan besar benar adanya "ucap Dewi Sekar sependapat dengan pemikiran Pandan Wangi.
"Kira kira siapa orang yang patut di curigai kalau memang begitu "ucap Ariani Dewi.
"Menurut ku tidak sulit untuk mencari orang itu, sebaiknya kita fokus kan perhatian kita pada para gadis yang di tawan oleh Gondo Mayit "ucap Dewi Sekar.
"Kita harus secepatnya bergerak Gusti ratu karena sebentar lagi bulan purnama penuh hampir tiba "ucap Pandan Wangi.
"Pandan Wangi dan Ariani Dewi aku tahu kalian sekarang bukanlah pejabat istana ini lagi,tapi demi untuk menyelamatkan para nyawa gadis gadis itu ku tunjuk kalian berdua yang memimpin pembebasan itu, paman kencana Loka dan Lingga besok berangkat lah kalian ke telaga angker untuk melaksanakan tugas itu "ucap Dewi Sekar.
"Baik Gusti Ratu "ucap mereka berempat serempak.
Kemudian Pandan Wangi dan yang lainnya segera mohon diri dari hadapan Dewi Sekar.
Sementara Arum masih belum beranjak dari situ karena masih ada yang perlu di bicarakan.
"Arum ibu ingin tahu bagaimana perkembangan latihan mu mengendalikan jurus terbang yang di ajarkan Romo mu itu"tanya Dewi Sekar.
"Sudah lumayan bisa ibu tapi belum selihai Romo"jawab Arum.
"Kalau begitu ibu ingin lihat hasil latihan mu sebelum kau berangkat ke Argara,mari kita ke tempat latihan"ucap Dewi Sekar .
"Baik ibu"ucap Arum.
Dewi Kara dan Arum pun menuju ke tempat latihan untuk memperagakan jurus pedang terbang.
Di Hutan Larangan
Di hutan larangan Ratu Sarjani dan raja Gandara terlihat sedang terlibat pembicaraan yang serius.
" Sebentar lagi bulan purnama penuh tiba kita secepatnya harus mendapatkan pedang itu Gandara"ucap Ratu Sarjani.
"Mmmm.... tampaknya kita hanya dapat menunggu si pembawa pedang itu ke gua naga karena kita tidak dapat melacak keberadaan pedang itu saat ini"ucap raja Gandara.
"Huuuh.... andaikan waktu itu aku tidak dalam proses penyembuhan pasti aku sudah dapat kan pedang itu"ucap ratu Sarjani dengan menyesal.
"Tapi menurutku kesempatan untuk mendapatkan pedang itu masih terbuka lebar jadi kau jangan berkecil hati Sarjani"ucap raja Gandara.
"Kau benar Gandara,tapi aku tidak ingin gagal lagi seperti yang kemarin itu"ucap Ratu Sarjani.
"Kali ini saya jamin kita akan dapat kan pedang itu karena pesaing berat kita Raja Batara Derja sudah mati,jadi apa lagi yang kau pikirkan"ucap raja Gandara.
"Kau salah Gandara bukan kah masih ada Rangga dan pendekar Martapura yang juga ingin mendapatkan pedang itu"ucap Ratu Sarjani.
"Itu juga tidak masalah Sarjani, bukan kah para pendekar itu saat ini sedang di buat sibuk dengan adanya penculikan para gadis di desa Watu Belah dan desa Rawa Jati"ucap Raja Gandara.
"Benar juga dengan begitu pasti Mereka mengesampingkan pencarian pedang itu,lalu Rangga bagaimana karena dia lah yang paling kuat di antara mereka semua"tanya ratu Sarjani.
"Menurut penyelidikan tiga harimau Rangga saat ini sedang menuju ke Markuraka"ucap raja Gandara.
"Apa yang dia lakukan di sana Gandara"tanya Ratu Sarjani.
"Sepertinya dia bermaksud untuk bertemu dengan putri ku Gandari"ucap raja Gandara.
"Apa kau bisa menyuruh putri mu untuk menahan atau membunuh Rangga di sana Gandara"ucap Ratu Sarjani.
"Kau tenang saja Sarjani aku sudah buat sebuah kejutan untuk Rangga di Markuraka"ucap raja Gandara.
"Sebuah kejutan,apa itu Gandara"ucap Ratu Sarjani.
"Haaa...haaa...haaa...sabar Sarjani nanti kau juga tahu sendiri apa yang aku rencanakan sejauh ini"ucap Raja Gandara di sela tawanya.
"Rupanya kau sudah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan ku Gandara"ucap ratu Sarjani.
"Benar ini demi kepentingan kita untuk menghancurkan Martapura Sarjani"ucap Raja Gandara.
",Aku turut senang mendengar nya Gandara, ternyata kau seorang pria yang menarik"ucap Ratu Sarjani.
__ADS_1