
Kencana Loka benar benar terkejut setengah mati setelah tahu dan kenal dengan wajah orang yang menolongnya itu.
Ia menatap Dewi Selendang Perak dengan rasa tidak percaya dengan apa yang di lihat oleh matanya itu , ternyata orang yang sangat di hormati yang di kabarkan telah meninggal dunia kini muncul kembali di depan nya.
Ia memandangi Dewi Selendang Perak dalam dalam dan memperhatikannya dari ujung kaki hingga ujung kepala untuk menyakinkan apa yang di lihatnya itu bukanlah mimpi belaka.
Setelah merasa cukup yakin Kencana Loka pun segera menjatuhkan dirinya berlutut di depan Dewi selendang perak dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya.
Sementara itu keadaan Lingga sudah membaik setelah minum penawar racun yang di berikan oleh Dewi Selendang Perak padanya,kini ia sekarang sudah nampak sehat setelah Sendawa menyalurkan tenaga dalamnya.
"Untung saja yunda Dewi Selendang Perak datang tepat waktu kalau tidak entah apa jadinya"ucap Sendawa sambil membantu Lingga berdiri.
"Jadi yang yang menolong aku itu kakak mu Sendawa"tanya Lingga.
"Benar apakah kau sudah merasa baikan Lingga"tanya Sendawa .
"Aku sudah tidak apa apa Sendawa aku sudah merasa baik cuman luka di paha ku ini yang terasa nyeri"ucap Lingga.
"Mari kita temui dia "ucap Sendawa sambil membantu nya lingga berdiri.
"Aku merasa penasaran dengan kakak mu Sendawa", ucap Lingga .
"Tidak usah merasa penasaran nanti kau juga tahu"ucap Sendawa.
Begitu melihat Kencana Loka bersimpuh di hadapan Dewi Selendang Perak Lingga heran dengan pemandangan di depan matanya itu.
"Tunggu.....kenapa paman kencana Loka berlutut padanya ada apa sebenarnya, apa itu cara paman kencana Loka berterima kasih padanya sendawa"ucap Lingga penasaran dengan sikap kencana Loka itu.
"Sudah lah , jangan banyak tanya"ucap Sendawa seperti tidak mau menjawab pertanyaan Lingga.
Mendengar bisik bisik di belakang nya Dewi Selendang Perak segera membalikkan badannya, begitu melihat wajah Dewi Selendang Perak itu Lingga langsung terpaku bagaikan patung batu.
"Pasti aku bermimpi ini tidak mungkin dia... pasti aku bermimpi"ucap Lingga dengan rasa tidak percaya.
Ternyata setelah melihat wajah Dewi Selendang Perak Lingga juga terkejut setengah mati seperti Kencana Loka.
...****************...
Siang itu di pondoknya Kiwari tampak ramai dengan ada Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Arum ,tidak seperti biasanya yang sepi dan sunyi.
Kiwari yang hanya seorang diri di rumah kediamannya hari itu merasa punya teman untuk mengobrol walaupun hanya sebentar sebelum mereka pergi untuk melanjutkan perjalanan nya.
"Aku benar benar merasa berhutang Budi pada mu Kiwari"ucap Ariani Dewi.
"Jangan bicara begitu Ariani Sudah kewajiban saya sebagai tabib memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan dan yang pantas mendapat kan terima kasih dari mu adalah Jaka Alap Alap karena dialah yang membawa air itu kemari"ucap Kiwari.
"Kau benar Kiwari, tapi bagaimana pun juga kami bertiga harus berterimakasih kepada Kiwari yang sudah memberi tumpangan kepada kami untuk bermalam di sini"ucap Ariani Dewi.
"sudah.... sudah cuma pertolongan kecil tidak usah di bahas lagi "ucap Kiwari sembari memperbaiki sikap duduk nya.
"Sebenarnya kalian bertiga ini mau kemana dan mengapa kau bisa mengalami luka dalam yang begitu parah Ariani"tanya Kiwari.
Mendengar pertanyaan Kiwari itu kemudian Ariani Dewi menceritakan semua tentang perjalannya dan kejadian yang menimpa dirinya .
"Ternyata dunia persilatan memang selalu begitu memperebutkan sesuatu yang bukan haknya "ucap Kiwari setelah mendengar cerita Ariani Dewi.
"Apakah kalian akan segera melanjutkan perjalanan atau ingin singgah di sini beberapa hari lagi "tanya Kiwari.
"Berhubung saya sudah sembuh secepat nya kami akan segera melanjutkan perjalanan ke Martapura yang sempat tertunda ini Kiwari, bukan begitu Wangi"ucap Ariani Dewi.
"Benar Kiwari kita harus secepatnya mencari tahu tentang misteri hilangnya Sari yang selama ini membuat penasaran"jawab Pandan Wangi.
"Jarak antara Martapura dari sini sudah tidak jauh lagi mungkin sebelum tengah hari kalian sudah sampai di sana"ucap Kiwari.
"Oh ya,aku lupa ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada nak Arum sejak pertama kali aku melihatnya"sambung Kiwari.
"Memangnya Kiwari mau tanya apa pada saya"tanya Arum.
"Begini nak Arum, beberapa tahun silam ada seorang pendekar yang datang ke sini dengan membawa temannya yang terluka dan wajah dari pendekar itu mempunyai kemiripan dengan nak Arum , nama pendekar itu adalah Rangga"ucap Kiwari.
Arum tercekat mendengar Kiwari menyebut nama Rangga yang merupakan ayahnya itu lebih lebih Pandan Wangi dan Ariani Dewi yang juga tidak kalah terkejutnya.
"Kiwari tadi menyebut nama Rangga..."tanya Pandan Wangi.
"Benar,apa kalian mengenalnya"tanya Kiwari.
__ADS_1
"Apakah yang Kiwari maksud itu adalah Rangga raja Martapura "tanya Ariani Dewi ingin tahu.
"Setahu aku dia tidak mengatakan dirinya seorang raja ,yang aku tahu dia adalah seorang pangeran dari kerajaan Prada Jaya"ucap Kiwari.
"Lalu temannya yang yang terluka itu siapa Kiwari "tanya Pandan Wangi.
"Mmmm......mmmmm... kalau tidak salah dia seorang Patih namanya Kencana Loka"ucap Kiwari.
"Tidak salah lagi Rangga yang Kiwari maksud tadi itu adalah Gusti prabu"ucap Pandan Wangi.
"Kalau begitu ,jadi nak Arum ini adalah.... anak dari Gusti prabu Rangga begitu maksud kalian"ucap Kiwari ingin kepastian.
"Benar Kiwari aku adalah anak dari Gusti prabu Rangga"ucap Arum.
Kiwari di buat terkejut oleh pengakuan Arum itu, ia pun cepat cepat memberikan hormat padanya.
Namun Arum mencegahnya karena sekarang ini bukan di istana jadi tidak perlu ada perlakuan seperti itu.
"Bersikaplah seperti biasa saja Kiwari tidak usah pakai aturan istana agar kita lebih nyaman"ucap Arum.
"Benar kata Arum Kiwari ,bersikap lah biasa biasa saja "ucap Pandan Wangi.
"Aku yang sudah tua ini merasa beruntung seorang raja besar Martapura dan putrinya pernah singgah di pondok ku yang jelek ini"ucap Kiwari dengan tidak menyangka.
"Namun sayangnya Gusti prabu kini sudah tiada Kiwari , beliau gugur waktu pertempuran melawan Kala Murka di hutan jati beberapa tahun silam"ucap Pandan Wangi dengan perasaan sedih.
"Maafkan aku jika aku membuat kalian menjadi sedih , karena teringat kembali dengan Gusti prabu Rangga"ucap Kiwari melihat wajah ketiga orang wanita itu nampak sedih.
"Tidak perlu minta maaf Kiwari ,karena menurut ku Gusti prabu memang terlalu cepat meninggalkan seluruh rakyat Martapura "ucap Ariani Dewi.
Setelah bercakap-cakap dengan Kiwari cukup lama dan matahari sudah mulai tinggi akhirnya mereka bertiga mohon diri untuk melanjutkan perjalanan nya ke Martapura.
...****************...
Wiro Kusumo benar benar merasa geram dan marah sekali setelah mengetahui kegagalan Galah Sayuto membunuh Kencana Loka.
Aswan dan Gondo Mayit yang saat itu bersama nya bisa maklum jika melihat Wiro Kusumo marah sekali atas kegagalan Galah Sayuto dalam menjalankan tugas yang diberikan olehnya itu.
"Tenangkan lah diri mu Wiro Kusumo masih kan masih ada kesempatan lain untuk menebus kegagalan ini"ucap Gondo Mayit mencoba mendingan kan hati Wiro Kusumo.
"Seandainya aku tahu Galah Sayuto akan gagal ,aku tidak akan memberikan tugas ini padanya"lanjut Wiro Kusumo merasa menyesal.
"Tapi ini tidak sepenuhnya kesalahan saya kakang Gondo Mayit , seandainya waktu itu tidak ada perempuan itu pasti Kencana Loka sudah mati di tangan ku hari itu juga"ucap Galah Sayuto membela diri.
"Kau jangan mengkambing hitamkan orang lain Galah Sayuto sudah jelas kamu yang tidak becus dalam menjalankan tugas itu"ucap Wiro Kusumo.
"Kau jangan bicara sembarangan Wiro Kusumo ,aku yakin kau pun akan berfikir lain jika merasakan kehebatan perempuan yang menolong kencana Loka itu"balas Galah Sayuto tidak mau kalah.
"Sudah hentikan perdebatan kalian yang tidak berguna itu,Galah Sayuto cepat jelaskan dengan jelas siapa perempuan yang kau maksud itu",pinta Gondo Mayit dengan rasa penasaran.
"Perempuan yang menyelamatkan Kencana Loka itu menyebut dirinya Dewi Selendang Perak kakang"ucap Galah Sayuto.
"Apa Dewi Selendang Perak kau bilang....!!!"ucap Gondo Mayit tersentak bagaikan di sengat lebah.
"Kau jangan mengada ada Galah Sayuto tidak mungkin Dewi Selendang Perak masih hidup , dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu"lanjut Gondo mayit
"Kakang boleh percaya boleh tidak tapi memang itu kenyataan nya yang aku dengar sendiri dari mulut wanita itu"ucap Galah Sayuto.
"Jika Kencana Loka bersama dengan perempuan itu kita akan sulit untuk membunuhnya Gondo mayit"ucap Aswan.
"Kau benar Aswan, Kesakitan Dewi Selendang Perak tidak bisa kita anggap remeh , karena puluhan tahun silam dunia persilatan pernah di buat gempar oleh sepak terjangnya "ucap Gondo Mayit teringat masa-masa itu.
"Jadi kita akan membiarkan Kencana Loka begitu saja Gondo Mayit"ucap Wiro Kusumo.
"Untuk sementara memang itu yang harus kita lakukan Wiro Kusumo tapi jika kau sudah tidak sabar aku masih punya cara lain untuk menghabisinya"ucap Gondo Mayit.
"Tidak perlu berbelit-belit Gondo Mayit katakan saja apa rencana mu aku ingin tahu"ucap Wiro Kusumo.l dengan rasa tidak sabar.
"Dengan ini kau bisa membunuh kencana loka"ucap Gondo Mayit sambil menunjuk sebuah botol berwarna putih padanya.
"Racun kalajengking cobra,jadi aku harus meracuni dia begitu maksud mu Gondo Mayit"tanya Kencana Loka.
"Pilihan ada di tangan mu Wiro Kusumo semakin cepat dia mati, semakin cepat pula kau menduduki kursi Kepatihan"ucap Gondo Mayit.
"Rasanya memang itulah cara satu satunya agar aku bisa secepatnya menyingkirkan Kencana Loka"batin Wiro Kusumo.
__ADS_1
"Baiklah jika itu adalah cara yang terbaik untuk membunuh Kencana Loka Gondo Mayit"ucap Wiro Kusumo.
Wiro Kusumo mata hatinya benar benar sudah dibutakan oleh kebencian terhadap kencana Loka sehingga demi pangkat dan kedudukan ia mau menggunakan cara keji, padahal kencana Loka adalah teman seperjuangan dalam menghadapi serangan kerajaan bulan merah waktu itu mereka pernah saling bahu membahu sewaktu Rangga masih hidup.
Kini dalam benak Wiro Kusumo yang ada hanyalah kematian Kencana Loka agar tidak menjadi duri dalam daging.
"Lalu bagaimana dengan rencana kita untuk melenyapkan Arya Soma Gondo Mayit"tanya Aswan.
"Kau tidak perlu cemas Aswan saat ini juga kalau aku mau aku bisa melenyapkan dia,tapi ada satu kekuatan besar yang menghalanginya dan aku belum tahu siapa pemilik kekuatan itu"ucap Gondo Mayit.
"Apakah dengan kekuatan mu saat ini kau tidak mampu untuk menghadapi kekuatan itu Gondo Mayit"tanya Aswan sedikit kecewa.
"Bisa di bilang begitu tapi dengan bantuan ratu Sarjani tidak ada yang tidak mungkin,jadi kau tenang lah Aswan cepat atau lambat kau akan menjadi raja di Martapura "ucap Gondo Mayit.
"Siapa ratu Sarjani itu Gondo Mayit,kenapa aku baru tahu sekarang"tanya Aswan.
"Dia adalah ratu penguasaan hutan larangan dari golongan jin yang siap membantu kita"jawab Gondo Mayit.
"Lalu kapan ratu Sarjani itu akan membantu kita,aku sudah tidak sabar lagi Gondo Mayit"Ucap Aswan.
"Jika kau ingin cepat cita cita mu berhasil ada syarat yang harus kau penuhi Aswan ,apa kau sanggup"ucap Gondo Mayit.
"Katakan saja apa syarat nya"ucap Aswan.
"Dengar baik baik ,kau harus menyediakan empat puluh orang gadis yang masih perawan untuk di berikan padanya sebagai tumbal"ucap Gondo Mayit.
"Apa....!!!. empat puluh gadis yang masih perawan apa kau sudah gila Gondo Mayit"ucap Aswan terkejut.
"Apakah kau sanggup Aswan, ingat ini demi tujuan mu"ucap Gondo Mayit.
Mendengar perkataan Gondo Mayit itu Aswan pun terdiam dan berfikir.
"Baiklah aku sanggup dengan syarat itu demi tujuan ku"ucap Aswan menyetujui nya.
"Perlu kau ingat sebelum bulan purnama para gadis itu harus sudah siap untuk ku bawa ke hutan larangan jadi kau tidak boleh terlambat"ucap Gondo Mayit.
"Kurasa dengan waktu yang masih dua puluh delapan hari ini aku tidak akan terlambat untuk menyiapkan para gadis itu Gondo Mayit"ucap Aswan penuh keyakinan.
"Bagus , untuk mempercepat tugas mu akan aku suruh Galah Sayuto untuk membantu mu"ucap Gondo Mayit dengan tersenyum penuh arti.
...****************...
Di gunung ceremai terlihat ki Rangin sedang menyalurkan tenaga dalamnya kepada ratu Durgapali untuk proses penyembuhan luka dalam yang dialaminya.
Inilah hari ke enam puluh ratu Durgapali di gunung ceremai bersama dengan Rang Rang dan ki Rangin.
Tidak lama kemudian Ki Rangin pun mengangkat tangan nya dari punggung ratu Durgapali karena merasa sudah cukup penyaluran tenaga dalamnya.
"Sekarang Gusti Ratu sudah sembuh secara total dan tenaga dalam gusti ratu pun sudah bisa di gunakan seperti biasa"ucap Ki Rangin.
"Aku ucap terima kasih pada mu Ki Rangin atas pertolongan mu"ucap Ratu Durgapali.
"iya Gusti ratu ,tapi apakah yang menyebabkan Gusti Ratu hingga sampai terluka begitu"tanya Ki Rangin.
"Ini semua gara gara tiga cahaya yang menabrak saya Ki Rangin "ucap Ratu Durgapali.
"Kira kira menurut Gusti ratu cahaya apakah itu"tanya Ki Rangin.
"Itulah yang menjadi pertanyaan ku sekarang Rangin ,aku juga tidak tahu cahaya apa malam itu, ingin rasanya aku menghancurkan cahaya itu jika teringat kejadian waktu itu"ucap Ratu Durgapali .
" Maaf Gusti Ratu apakah kita jadi berangkat ke istana hari ini "tanya Rang Rang.
"Iya Rang Rang hari ini juga kita berangkat, karena luka dalam ku sudah benar benar sembuh"ucap Ratu Durgapali.
"Ki Rangin bagaimana kalau kau ku angkat menjadi tabib khusus di istana ku"ucap Ratu Durgapali.
"Maaf Gusti Ratu kalau saya menolak maksud baik Gusti ratu,tapi saya yang sudah tua ini ingin menikmati hidup tenang di sini tanpa ada yang menganggu,jadi maaf kan atas penolakan ku ini Gusti ratu"ucap Ki Rangin.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan , Rang Rang kita berangkat sekarang"ucap Ratu Durgapali.
"Saya pamit pergi guru jagalah diri guru baik baik"ucap Rang .
"Tentu Rang Rang ,hati hatilah di jalan "ucap Ki Rangin.
Ratu Durgapali dan Rang Rang pun segera melesat meninggalkan gunung ceremai.
__ADS_1