
Kedatangan Rangga ke Markuraka benar benar membuat hati Ratu Gandari bertanya tanya, apalagi pakaian yang di kenakan Rangga bukan pakaian kebesaran melainkan pakaian sebagai seorang pendekar yang sedang berkelana .Hal itu menandakan bahwa kedatangan Rangga ke Markuraka pasti ada sesuatu yang begitu penting.
Malam itu di Balairung istana Markuraka Ratu Gandari dan segenap para pembesar kerajaan menyambut raja agung dari Martapura itu secara besar-besaran ,karena bagi mereka Rangga adalah pahlawan yang membantu Markuraka dari kudeta atau pemberontakan Senopati Karang Hitam waktu itu,jadi pantaslah kalau Ratu Gandari melakukan hal seperti itu padanya.
"Saya dan segenap petinggi kerajaan mengucapkan selamat kedatangan kepada Gusti Prabu Rangga di istana Markuraka ini"ucap Ratu Gandari.
"Saya merasa tersanjung atas sambutan yang gusti ratu Gandari berikan pada saya.Menurut saya ,Gusti Ratu ratu tidak perlu melakukan hal yang berlebihan seperti ini ,karena kita adalah teman baik"ucap Rangga.
"Saya rasa ini bukan berlebihan Gusti prabu dan sudah sepantasnya Markuraka menyambut Gusti prabu dengan segala kebesaran nya"ucap Ratu Gandari dengan tersenyum.
" Gusti Ratu pasti bertanya tanya atas kedatangan saya ke sini "ucap Rangga.
"Benar Gusti prabu,apakah ada sesuatu yang penting sehingga gusti prabu datang ke sini secara tiba-tiba"tanya Ratu Gandari.
"Ya ,kedatangan saya kemari berkaitan dengan Raja Gandara yang ternyata masih hidup dan aku kemarin sempat bertemu dengan nya "ucap Rangga.
Mendengar nama raja Gandara di sebut seluruh penghuni istana itu pun terkejut bukan main, lebih lebih Ratu Gandari dan Patih Danuraka.
"Tadi Gusti prabu Rangga bilang romo Prabu Gandara masih hidup "tanya Ratu Gandari seraya berdiri karena begitu terkejut nya.
"ya benar ,saat itu aku bertemu dengan raja Gandara bersama dengan ratu Sarjani di sebuah hutan sebelah barat kerajaan siluman.Dan kedatangan saya kesini untuk mencari tahu apakah Markuraka saat ini menjalin bekerjasama dengan ratu jahat itu"ucap Rangga.
"Maaf Gusti prabu , menurut saya Gusti prabu Rangga terlalu berlebihan jika menganggap kerajaan Markuraka ini menjalin hubungan dengan penguasa hutan larangan,sebab kabar mengenai raja Gandara masih baru saja saya dengar dari Gusti prabu Rangga sendiri"ucap Patih Danuraka.
Rangga tercekat begitu mendengar perkataan Patih Danuraka yang ternyata tidak mengetahui kalau raja Gandara masih hidup .
"Jadi raja Gandara belum menemui kalian semua"tanya Rangga.
"Benar yang Gusti prabu katakan ,kami semua di istana ini baru saja mengetahui kalau Romo masih hidup dari Gusti prabu Rangga barusan"ucap Ratu Gandari.
"Ini sangat aneh kalau begitu "ucap Rangga.
"Benar , aku merasa tidak yakin kalau itu benar benar Romo Gandara Gusti prabu"ucap Ratu Gandari.
"Kenapa Ratu Gandari berkata begitu "tanya Rangga.
"Begini Gusti prabu , seandainya itu benar benar Raja Gandara pasti dia langsung ke sini untuk menemui Gusti Ratu Gandari "ucap Patih Danuraka.
"Tapi tidak mungkin aku salah lihat karena wajah bahkan tubuh nya benar benar raja Gandara "ucap Rangga.
Mendengar keseriusan perkataan Rangga,semua orang yang ada di situ pun terdiam sambil memikirkan antara percaya atau tidak dengan perkataan Raja Martapura itu.
"Begini saja bagaimana kalau kita ke makam Romo untuk memastikan nya"ucap Ratu Gandari.
"Baiklah untuk mengetahui kebenaran nya"ucap Rangga.
"Kalau begitu mari kita ke sana"ucap Ratu Gandari seraya bangkit dari duduknya .
"Mari Gusti prabu dan paman Danuraka kita ke sana"ucap Ratu Gandari .
Mereka bertiga dan beberapa orang prajurit pun bergegas mendatangi makam raja Gandara.
Sesaat kemudian sampailah mereka bertiga di tempat makam raja Gandara yang letaknya di samping istana itu.
Di tempat pemakaman itu mereka di suguhkan sebuah pemandangan yang begitu mengejutkan,karena mendapati makam itu telah terbongkar.
Rangga segera memeriksa makam raja Gandara yang telah porak poranda itu.
"Apa arti dari semua ini paman Patih"tanya Ratu Gandari.
"Entah lah Gusti Ratu, sepertinya makam ini telah lama di bongkar, jika di lihat dari bekas bekasnya yang telah berlumut"ucap Patih Danuraka.
"Mmm... sepertinya ada seseorang yang membongkar makam ini "ucap Rangga dalam hati.
"Aku merasa akan terjadi sesuatu di Markuraka ini "ucap Rangga.
"Apa maksud Gusti prabu mengatakan begitu "tanya Patih Danuraka.
"Dengan hilangnya jasad Raja Gandara aku merasa ada seseorang yang berniat untuk melakukan tujuan tertentu dengan menggunakan jasad beliau "ucap Rangga.
Ratu Gandari dan Patih Danuraka nampak terdiam mendengar penjelasan dari Rangga itu, dalam hati mereka bertanya tanya siapa kah orang yang telah melakukan hal itu.
"Aku menjadi penasaran apakah Romo benar hidup kembali atau tidak gusti prabu"ucap Ratu Gandari.
__ADS_1
"Supaya kalian berdua tidak penasaran,besok pagi kalian bisa ikut aku menuju ke gua naga untuk melihat raja Gandara yang karena aku yakin pasti dia akan datang ke sana"ucap Rangga .
"Baiklah untuk memastikan bahwa itu Romo prabu atau tidak saya akan ikut Gusti prabu, tapi sebaiknya saya saja yang pergi ikut Gusti prabu,biar lah paman tetap tinggal di sini untuk menggantikan posisi saya selama saya pergi"ucap Ratu Gandari.
"Memang nya ada apa di gua naga Gusti prabu "tanya Ratu Gandari.
"Apa berita mengenai tanduk naga tidak sampai ke sini Gusti Ratu "tanya Rangga.
"Tidak kami di Markuraka tidak mendengar kabar tentang itu "ucap Ratu Gandari.
"Baiklah nanti akan saya ceritakan tentang tanduk itu, lebih baik sekarang kita masuk ke istana karena malam semakin larut "ucap Rangga.
Akhirnya mereka bertiga pun masuk kedalam istana dan melanjutkan percakapan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Melihat kepulangan si pemburu bayangan dengan membawa kegagalan Raja Gandara merasa sangat murka padanya.
"Ternyata kau cuma bisa omong besar saja pemburu bayangan melakukan tugas membunuh satu orang saja tidak bisa"ucap Raja Gandara.
"Maaf kan saya tuan, ternyata orang itu benar benar benar kuat dengan pedang dua mustika di tangan nya"ucap si pemburu bayangan .
"Jangan membual kau pemburu bayangan, bukan kah pedang itu sudah tidak ada lagi itu hanya alasan mu saja untuk lepas dari hukuman ku"ucap Raja Gandara.
"Saya berani bersumpah tuan, bahwa pedang legendaris itu saat ada di tangan raja Martapura itu"ucap Si Pemburu bayangan.
"Cukup....!!!",aku tidak mau dengar lagi kebohongan mu"ucap Raja Gandara dengan suara keras.
"Benar apa yang di katakan oleh si pemburu bayangan tuan, kalau pedang itu kini ada di tangan raja Martapura"ucap roh Si pedang bintang tiba tiba.
"Apa...!!! kenapa kamu baru bilang sekarang Barkara "ucap raja Gandara.
"Maafkan aku tuan "ucap Barkara.
"Jadi rupanya pedang itu benar benar sudah muncul kembali"ucap raja Gandara dalam hati.
"Cepat kau pergi dari hadapan ku Pemburu bayangan , kali ini kau ku ampuni"ucap raja Gandara.
"Terima kasih tuan "ucap si pemburu bayangan segera berlalu dari hadapan nya.
Raja Gandara terdiam merenung setelah mendengar kabar tentang pedang dua mustika yang saat ini berada di tangan Rangga, karena dia sangat mengenal betul kesakitan dan kemampuan pedang itu ,apalagi sekarang ini berada di tangan Rangga yang merupakan seorang yang sakti mandraguna, tentu saja hal itu akan menjadi ancaman besar baginya.
"Barkara apakah kekuatan mu saat ini benar benar tidak mampu untuk melawan Andana dan Andini"tanya raja Gandara.
"Benar tuan, segel yang mereka buat ternyata menutup sebagian besar kekuatan ku"ucap Barkara.
"Huuuuh.... sepertinya aku harus meminjam batu merah delima pada ratu Sarjani untuk memuluskan rencana ku"ucap Raja Gandara dengan tersenyum penuh arti.
sementara itu di tempat lain.
Pagi itu setelah berpamitan dengan Ki Rangin ,Jaka Alap Alap dan Rang Rang pun segera meninggalkan gunung ceremai untuk melanjutkan perjalanannya mencari pedang naga.
Setelah mengetahui pedang itu berada di tangan raja Gandara ,Jaka Alap Alap memutuskan untuk langsung ke hutan larangan untuk menyelidiki nya, karena menurut firasatnya Raja Gandara pasti saat ini ada di sana bersaman dengan Ratu Sarjani.
"kita harus cepat menuju ke hutan larangan Rang Rang untuk memastikan bahwa pedang itu ada di sana dan setelah itu baru kita ke istana Martapura untuk melapor"ucap Jaka Alap Alap.
"Baik Kakang ,tapi apakah tidak terlalu berbahaya kalau kita berdua menuju ke sana "tanya Rang Rang .
"Tentu saja berbahaya , tapi tujuan kita ke sana bukan untuk bertarung dengan mereka, hanya untuk menyelidiki nya saja Rang Rang "ucap Jaka Alap Alap.
"Baiklah Kakang"ucap Rang Rang.
"Oh,ya Rang Rang ada sesuatu yang ingin ku tanya kan pada mu "ucap Jaka Alap Alap.
"Apa itu kakang "tanya Rang Rang.
"Ada berapa orang yang merebut pedang naga itu dari tangan mu waktu itu"tanya Jaka Alap Alap.
"Dia seorang diri kakang, tapi kemampuan nya sungguh luar biasa aku dan guru di buat tidak berdaya oleh nya"ucap Rang Rang.
"Hmmm... aku yakin kalau saat ini pedang naga ada di hutan larangan "gumam Jaka Alap Alap.
"Rang Rang untuk mempercepat perjalanan ini,sebaiknya kita gunakan ajian saipi angin saja , supaya kita cepat sampai di sana"ujar Jaka Alap Alap.
__ADS_1
"Baiklah Kakang kurasa itu pemikiran yang bagus "ucap Rang Rang.
Setelah berkata begitu Jaka Alap Alap pun segera merapal ajian itu dan langsung melesat cepat dengan di ikuti oleh Rang Rang.
Sementara itu di Martapura Dewi Sekar telah memerintahkan Pandan Wangi, Ariani Dewi , Arum dan Larasati untuk berangkat ke telaga angker untuk membebaskan para gadis yang di culik oleh orang orang Gondo Mayit.
Sebenarnya Dewi Sekar melarang Arum dan Larasati ikut mereka berdua ,namun karena Arum dan Larasati bersikeras akhirnya mau tidak mau Dewi Sekar pun mengizinkan nya.
Arum yang rencananya akan pergi ke Argara, terpaksa menunda keberangkatannya ke sana demi membantu Kedua gurunya itu . Sedangkan kencana Loka dan Lingga di perintah kan untuk menyelidiki orang istana yang terlibat dalam penculikan itu.
Perjalanan keempat gadis itu kini telah sampai di sampai di depan telaga Angker, namun keadaan di sana tampak sepi dan sunyi hingga membuat mereka bertanya tanya tentang kebenaran Gondo mayit di tempat itu.
"Kenapa sepi sekali apakah mereka mengetahui kedatangan kami berempat "ucap Pandan Wangi dalam hati.
"Wangi bagaimana apakah kita akan langsung masuk ke dalam gua itu"ucap Ariani Dewi sambil menatap ke arah mulut gua yang tidak jauh di depan nya.
"Jangan dulu Ariani karena aku merasakan ada yang tidak beres"ucap Pandan Wangi.
"Maksud mu tidak beres bagaimana Wangi"tanya Ariani Dewi minta penjelasan.
"Apa kamu tidak memperhatikan suasana di sekitar sini , seharusnya ada beberapa penjaga di tempat ini ,kenapa tidak ada satu orang pun, bukan kah ini sangat mencurigakan "ucap Pandan Wangi .
"Apa jangan-jangan mereka sudah pergi meninggalkan gua ini Wangi "ucap Ariani Dewi.
"Entahlah,kita tidak mengetahui sebelum memeriksanya ke dalam "ucap Pandan Wangi.
"Kalau begitu tunggu apa lagi mari kita periksa ke dalam"ucap Ariani Dewi.
Pandan Wangi tidak langsung menanggapi ajakan Ariani Dewi itu, karena ada sesuatu yang sedang ia pikirkan.
"Sebaiknya kita berdua saja yang masuk Ariani, Arum dan Larasati sementara di luar untuk berjaga-jaga bila ada apa apa"ucap Pandan Wangi.
"Baiklah jika itu yang terbaik menurut mu "ucap Ariani Dewi.
"Tunggu bibi Wangi, biar aku dan bibi Ariani saja yang masuk kedalam ,"ucap Arum.
"Benar Wangi kalau ada apa-apa dengan aku dan Arum di dalam, masih ada kamu dan Larasati bisa menolong kami"ucap Ariani Dewi.
"baiklah kalau begitu , segera lah kalian berdua masuk"ucap Pandan Wangi.
"Ayo Arum cepat kita masuk "ucap Ariani Dewi.
"Baiklah bibi"ucap Arum dan bergegas mendekati mulut gua itu.
"Bibi Wangi seperti ada yang aneh dengan tempat ini"ucap Larasati tiba tiba setelah memperhatikan tempat itu dengan seksama.
"Ada apa Larasati"tanya Pandan Wangi nampak heran.
"Seharusnya di sepanjang jalan menuju gua itu terdapat banyak patung di sepanjang jalan ini,tap.... tapi ...tapi kenapa sekarang tidak ada satu pun"ucap Larasati.
"Kenapa kau bilang seperti itu Larasati"tanya Pandan Wangi.
"Karena sebelumnya aku pernah kemari bersama dengan paman Aswan dan melihat banyak patung di sekitar jalan itu"ucap Larasati menjelaskan.
Pandan Wangi langsung berfikir mendengar penjelasan dari Larasati itu.
"Apakah mungkin kita salah tempat dan ada banyak gua di telaga angker ini"ucap Pandan Wangi.
"Kalau saya perhatikan kita tidak salah tempat bibi karena tempat ini sama persis seperti saat aku kemari dengan paman Aswan dulu, cuma yang menjadikan saya heran kemana perginya patung patung itu"ucap Larasati.
"kalau begitu kita harus tetap waspada siapa tahu ada serangan dadakan yang datang tiba-tiba "ucap Pandan Wangi.
"Baik bibi"ucap Larasati.
Sementara itu Ariani Dewi dan Arum sudah masuk ke dalam gua dan ternyata di dalam gua itu telah kosong tidak ada orang satu pun baik para gadis mau pun Gondo Mayit.
"Bibi tidak ada siapa-siapa "ucap Arum dengan sikap waspada.
"Ayo periksa lebih kedalam lagi untuk memastikan nya"ucap Ariani Dewi.
Disaat mereka berdua berniat untuk masuk lebih dalam ke gua itu, tiba-tiba terdengar sebuah bunyi berderak dari arah depan mulut gua dan seketika ruangan dalam gua itu pun menjadi gelap gulita.
"Bibi dengar itu "ucap Arum.
__ADS_1
"Celaka Arum seperti nya ada yang menutup pintu gua ini"ucap Ariani Dewi terkejut.