Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Ke istana siluman


__ADS_3

Setelah perginya Jaka Alap Alap Arya Soma membubarkan para prajurit yang berkumpul di halaman depan istana dan segera masuk ke dalam istana bersama yang lain nya untuk membicarakan tentang penculikan Arum lebih lanjut sambil menunggu kepulangan Rangga ke istana.


Di dalam istana Arya Soma mondar mandir tidak karuan ia merasa sangat bersalah atas di hilangnya Arum.


Ia merasa sudah tidak punya muka jika bertemu dengan Rangga nanti.


"Gusti Patih apakah kita akan menunggu sampai Gusti prabu kembali"ucap Kencana Loka yang juga tampak khawatir dengan Arum.


"Benar paman , karena yang mereka inginkan adalah Gusti prabu dan pedang itu"jawab Arya Soma.


"Aku yakin mereka tidak akan berbuat apa-apa pada Arum sebelum Gusti prabu datang dengan membawa pedang naga itu jadi kalian tenang lah sedikit"ucap Arya Soma.


"Mereka benar-benar licik , selain ingin membalas dendam mereka juga ingin sekaligus mendapatkan pedang naga sungguh pintar pemikiran mereka"ucap Pandan Wangi.


"Ya kau benar Wangi dengan licik nya mereka ingin meraih tujuan mereka"ucap Arya Soma tampak berang.


Pembicaraan mereka terhenti ketika melihat Jaka Alap Alap sudah kembali menghadap mereka ,Arya Soma pun langsung bergegas menghampirinya.


"Cepat sekali kau kembali Jaka Alap Alap lalu bagaimana hasil dari penyelidikan mu Jaka Alap Alap"tanya Arya Soma.


"Maaf Gusti Patih dengan ilmu saipi angin saya bisa bergerak dengan cepat kemana pun saya suka dan mengenai istana siluman aku tidak bisa menerobos masuk karena ada dinding tebal semacam perisai yang melindungi istana itu"ucap Jaka Alap Alap.


"Sejak kapan ada dinding semacam itu Jaka Alap Alap "tanya Arya Soma.


"Menurut saya baru baru ini Gusti Patih karena waktu saya dan Gusti prabu ke sana dinding itu belum ada"jawab Jaka Alap Alap.


"Rupanya dinding itu di pasang untuk mengantisipasi supaya tidak ada orang yang masuk tanpa sepengetahuan mereka"ucap Arya Soma.


"Gusti Patih apakah di saat seperti Gusti prabu masih juga tidak mau melibatkan kami semua untuk menyerang kerajaan siluman "ucap Ariani Dewi.


"Saya tidak bisa memastikan nya Ariani , biasanya Gusti prabu tidak pernah menarik kata katanya jika sudah bilang begitu ya itulah yang terjadi "ucap Arya Soma.


"Sayang padahal aku juga ingin membuat perhitungan dengan raja dan ratu busuk itu "ucap Pandan Wangi.


"Tenang lah Pandan Wangi mungkin Gusti prabu punya alasan lain sehingga beliau tidak mengikutsertakan kita"ucap Kencana Loka.


"Benar, kemungkinan begitu paman"ucap Arya Soma.


Tidak lama kemudian di saat mereka sedang berbincang bincang datang lah seorang prajurit ke Balairung istana.


"Lapor Gusti Patih , Gusti prabu sudah kembali bersama dengan Gusti permaisuri"ucap pray itu.


"Baiklah kami akan menyambut nya di sini"ucap Arya Soma.


"Semua berdiri"Perintah Arya Soma.


Tidak lama kemudian Rangga pun sampai di Balairung istana dengan Dewi Sekar di samping nya.


Melihat semua orang berkumpul di tempat itu Rangga heran padahal hari sudah malam.


"Selamat datang Gusti prabu dan Gusti permaisuri "ucap semua orang yang hadir di situ.


"Ada apa ini kenapa kalian semua berkumpul di sini"tanya Rangga.


"Ampun Gusti prabu ,ada sesuatu kejadian yang harus Gusti prabu tahu"ucap Arya Soma.


"Kejadian apa yang kakang Patih maksud cepat katakan"ucap Rangga penasaran.


"Ini Gusti prabu bacalah"ucap Arya Soma sambil memberikan sebuah surat kepada Rangga.


Lalu Rangga pun segera membaca surat pemberian Arya Soma itu dan betapa terkejutnya dia setelah tahu isi surat yang di bacanya itu.


"Kurang ajar , kenapa ini bisa terjadi"ucap Rangga dengan nada tinggi.


"Apa yang terjadi Kanda"tanya Dewi Sekar begitu melihat suaminya marah.


"Dinda baca ini"ucap Rangga lalu memberikan surat itu pada Dewi Sekar.


Dewi Sekar langsung membaca surat itu dan betapa terkejutnya dia setelah membacanya.


"Arum....!!!"teriak Dewi Sekar histeris.


"Tenang kan diri mu Dinda , tidak akan terjadi apa apa pada Arum percayalah"ucap Rangga.


"Tapi Kanda aku takut mereka membunuh Arum"ucap Dewi Sekar.


"Tidak Dinda , tujuan mereka bukanlah Arum tapi aku dan pedang naga jadi tidak perlu khawatir pada Arum"ucap Rangga.


"Aku ingin kalian memberikan penjelasan kenapa ini bisa terjadi "ucap Rangga.

__ADS_1


Arya pun Soma segera menceritakan seluruh kejadian nya pada Rangga sama persis seperti yang di ceritakan oleh prajurit penjaga pintu gerbang.


"Saya benar benar merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Gusti Putri ini Gusti prabu "ucap Arya Soma.


"Sudahlah kakang tidak usah terlalu menyalahkan diri sendiri,itu semua di luar sepengetahuan kakang,saya bisa memaklumi hal itu "ucap Rangga.


"Lalu bagaimana menurut Gusti prabu tentang isi surat itu, apakah Gusti prabu akan memenuhi tuntutan mereka dengan memberikan pedang itu"tanya Arya Soma.


"Ya terpaksa aku akan memenuhi permintaan mereka untuk menyelamatkan putri ku dengan menukar dua pedang naga itu kakang"ucap Rangga.


"Malam ini juga saya perintahkan paman kencana Loka,Lingga kerahkan prajurit secukupnya untuk membuat papan pengumuman dan tempelkan papan itu pada setiap jalan yang ramai di lewati oleh orang orang ,tulislah bahwa pedang naga itu sekarang berada di kerajaan siluman"ucap Rangga.


"Kenapa bisa begitu Gusti prabu, bukankah itu bisa mengundang orang orang dunia persilatan berdatangan ke kerajaan siluman yang nantinya bisa membuat Gusti prabu dalam kesulitan "ucap Kencana Loka.


"Itulah yang saya inginkan kan paman dengan datangnya orang orang yang mengincar pedang itu ke kerajaan siluman ,saya harap dapat terjadi kekacauan di sana tanpa aku harus melibatkan kalian"ucap Rangga dengan tersenyum.


"Jadi Gusti prabu ingin meminjam tangan orang lain untuk membuat kerusuhan di sana"ucap Pandan Wangi.


"Benar dengan begitu pasti akan membuat Raja Batara Derja dan pasukannya sibuk"ucap Rangga.


"Benar benar pemikiran yang brilian Gusti prabu "ucap Arya Soma.


"Paman cepat laksanakan karena kita tidak punya banyak waktu "ucap Rangga.


"Baik Gusti prabu hamba akan laksanakan perintah Gusti prabu sekarang juga"ucap Kencana Loka,ia pun lalu bergegas meninggalkan Balairung istana dengan di ikuti oleh Lingga.


"Ada yang perlu Gusti prabu tahu , bahwa istana siluman sekarang sudah di pasang pagar perisai yang sulit di tembus jadi apakah mungkin orang yang memburu pedang itu dapat masuk Gusti "tanya Jaka Alap ucap.


"Untuk masalah itu biar nanti saya yang mengatasinya akan aku hancur kan perisai pelindung itu untuk memudahkan mereka masuk"ucap Rangga .


"Sesuai perkataan ku kemarin kakang Patih kita berdua lah yang akan berangkat ke sana"ucap Rangga.


" kapan kita akan berangkat ke sana Gusti"ucap Arya Soma.


" Besok pagi kita berangkat sebelum matahari muncul kakang"ucap Rangga.


"Baik Gusti prabu"ucap Arya Soma.


Malam itu juga Kencana Loka dan Lingga yang di bantu beberapa prajurit segera menjalankan perintah Rangga guna membuat papan pengumuman yang akan mereka pasang di jalan ramai supaya siapa pun dapat melihatnya.


Pada siang harinya orang orang pun terlihat berkerumun melihat pengumuman itu diantara orang orang itu terdapat Warok Singa Kala Weling dan Darkala gurunya yang memang sengaja ke Martapura untuk membuat perhitungan sekaligus mencari pedang itu.


Setelah beberapa saat Warok Singa melihat pengumuman itu ia pun keluar dari kerumunan dan menuju ke sebuah kedai untuk menemui gurunya dan Kala Weling yang sudah lebih dulu menunggu di sana.


"Apa itu bukan rencana dari Arya Soma saja untuk mengelabuhi kita Warok Singa"tanya Kala Weling.


"Bagaimana menurut guru tentang pendapat Kala Weling tadi"ucap Warok Singa.


"Sepertinya telah terjadi sesuatu di Martapura kenapa tiba-tiba ada pengumuman seperti itu "gumam Darkala.


" Menurut ku bisa ya bisa juga tidak,tapi firasat ku mengatakan kita harus ke istana siluman karena kemungkinan besar pedang itu memang ada di sana "ucap Darkala.


"Apa guru yakin kita tidak salah kalau menuju ke sana"tanya Warok Singa sedikit ragu.


"Ya percayalah pada ku "ucap Darkala sambil mengambil gelas minum di depan nya.


"Lalu bagaimana dengan rencana kita untuk membalas kematian Rupaksa Dara, Karang Bolong dan Tengkorak Putih guru"tanya Warok Singa.


"Rencana itu kita laksanakan setelah kita mendapatkan pedang itu Warok Singa"ucap Darkala.


"Kalau begitu secepatnya kita harus bergerak ke istana siluman guru "ucap Warok Singa.


"Ya kau benar mari kita cepat berangkat"ucap Darkala .


Kemudian tiga orang itu pun segera pergi meninggalkan kedai itu menuju ke istana siluman.


Mendengar berita tentang keberadaan pedang naga di gua siluman Gondo Mayit yang semula tidak ingin terlibat kini ia bertekad untuk mendapatkan nya.


Dengan kekuatan yang dimilikinya sekarang Gondo Mayit merasa percaya diri bahwa dirinya tidak akan kesulitan untuk mendapatkan pedang itu dari hadangan orang orang yang menghalanginya.


"Aswan kapan terjadinya penculikan terhadap anak Rangga itu"tanya Gondo Mayit.


"Tiga hari yang lalu menurut mata mata kita di sana Gondo Mayit dan saat ini kurasa Rangga sudah bergerak ke istana siluman untuk menukar putri nya dengan pedang itu"ucap Aswan .


"Jika begitu aku akan berangkat sekarang "ucap Gondo Mayit lalu meninggalkan Aswan di dalam gua.


Di kerajaan siluman nyai Durgandana di puji puji oleh maha raja Dawung karena keberhasilan menculik Arum , ternyata tidak sesulit yang dibayangkan.


Raja Batara dan ratu Durgapali juga merasa senang sekali atas keberhasilan ibunya itu karena sebentar lagi sakit hati nya dapat di bayar oleh kematian Rangga.

__ADS_1


"Dendam terbalaskan pedang pun kita dapat kan "ucap Maha Raja Dawung.


"Benar maha raja aku sudah tidak sabar lagi untuk melihat kematian orang yang telah membunuh cucu ku itu"ucap nyai Durgandana.


Maha raja Dawung merasa sudah di mabuk kemenangan sehingga ia tidak memikirkan hal hal kecil yang sedang terjadi di sekitar istana itu.


Perjalanan Rangga dan Arya Soma pun sudah sampai di depan istana siluman berkat bantuan pedang kembar dua mustika nya .


Ternyata apa yang di katakan oleh Jaka Alap Alap benar adanya kalau ada dinding tebal kuat yang menyelimuti istana itu dengan pelindung tidak terlihat.


Rangga dan Arya Soma menghentikan langkahnya dan menandatangani sekitar istana itu dari jarak dua puluh tombak.


"Sepertinya orang orang itu belum sampai di sini kakang karena perisai itu belum rusak"ucap Rangga.


"Ya Gusti prabu sepertinya orang yang membuat dinding ini adalah orang yang mempunyai kesaktian tinggi "ucap Arya Soma.


"Kakang coba kau hancur perisai itu"perintah Rangga.


"Baik Gusti prabu"ucap Arya Soma, kemudian ia mengerahkan tenaga dalamnya rupanya Arya Soma bermaksud memukul perisai itu dengan pukulan tapak mautnya.


Tangan Arya Soma terlihat membara merah udara di sekitarnya pun ikut terpengaruh oleh pukulan itu sehingga menjadi terasa panas.


Hiiiaat.......Arya Soma pun melepaskan pukulannya wuusss...... duuuaaarrr....Arya Soma pun terpental lima tombak dengan jatuh terpelanting .


"Kakang tidak apa-apa "ucap Rangga berlari menghampiri nya.


"Aku baik baik saja Gusti prabu, ternyata dinding ini kuat sekali persis seperti yang di katakan oleh Jaka Alap Alap.


"Biarkan saya coba menghancurkan nya kakang "ucap Rangga kemudian.


"Tunggu Gusti prabu kalau perisai ini hancur bukan mereka akan mengetahui kedatangan kita "ucap Arya Soma.


"Justru itu yang saya harapkan kakang , dengan mereka mengetahui kedatangan kita, orang orang yang mencari pedang itu akan terbebas dari pengawasan mereka, karena mereka mengira cuma kita berdua yang datang kemari"ucap Rangga.


"Oh,jadi maksud Gusti prabu begitu "ucap Arya Soma mulai paham dengan maksud Rangga.


Minggirlah kakang siapa tahu ada ledakan setelah perisai itu hancur"ucap Rangga.


Arya Soma pun segera menjauhi tempat itu sesuai dengan perkataan Rangga.


"Andana dan Andini keluar lah"ucap Rangga.


Slaap... dua pedang kembar dua mustika pun muncul di tangan nya.


"Mari kita hancurkan perisai itu"ucap Rangga.


"Kami berdua sudah siap Gusti prabu "jawab Andana.


Rangga pun segera mengerahkan tenaga dalamnya , pedang kembar dua mustika di tangan nya pun menyala putih .


Rangga pun lalu meloncat tinggi dengan mengerahkan ilmu ringan tubuhnya hiiiaat... dengan dua pedang nya Rangga langsung memukul perisai itu duuuaaarrr.....kraaak.... terdengar suara perisa retak.


Rangga segera melompat menjauhi perisai itu sebelum melakukan serangan berikutnya.


"Pulang Geni sekarang giliran mu"ucap Rangga segera melempar kan keris itu wuuusss....... duuuaaarrr.... duuuaaarrr... ledakan keras pun terjadi setelah perisai itu hancur.


"Akhirnya hancur juga perisai pelindung nya Gusti prabu"ucap Arya Soma.


"Benar kakang "ucap Rangga .


"Kepung dan tangkap mereka"teriak seseorang yang datang dengan membawa pasukan setelah perisai itu meledak.


"Apakah kita akan melawan mereka Gusti prabu"bisik Arya Soma sambil memandang ke arah para prajurit yang mengepungnya.


"Jangan kita ikuti saja kemauan mereka kakang"jawab Rangga.


Para prajurit pun segera mendekati Rangga dan Arya Soma dengan sikap waspada untuk berjaga-jaga.


"Kami tidak akan melawan kalian silahkan tangkap kami berdua"ucap Rangga.


Mendengar perkataan dari Rangga itu para prajurit pun bergegas mendekati nya dengan menodongkan tombak nya.


"Cepat jalan akan ku hadapkan kalian pada raja Batara Derja"ucap pemimpin prajurit itu.


Akhirnya Rangga dan Arya Soma pun di bawa prajurit masuk ke dalam istana, sesuai yang di harapkannya.


Sementara itu perjalanan Warok Singa ,Kala Weling dan Darkala pun sudah sampai di istana siluman tanpa menemui kesulitan yang berarti karena sudah tidak ada perisai yang pelindung yang menghalang-halangi nya mereka masuk.


Mereka terus bergerak maju serta membunuh para prajurit yang mereka temui sepanjang tempat yang mereka lewati supaya tidak menjadi penghalang nantinya.

__ADS_1


"Guru apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan nanti malam saja"ucap Warok Singa.


"Tidak perlu siang atau malam sama saja di istana siluman ini , jadi kita harus tetap bergerak"ucap Darkala.


__ADS_2