
Malam itu sebuah bayangan orang berkelebat cepat dari atap ke atap di atas istana atap Martapura.
Karena malam itu sudah larut dan hanya di terangi oleh cahaya bintang , membuat orang itu dapat bergerak leluasa tanpa takut ketahuan.
Bayangan itu berhenti sejenak tepat di atas atap Balairung istana dan memperhatikan keadaan sekitar istana itu untuk memastikan bahwa keadaan baik baik saja .
Setelah merasa keadaan aman ia lalu bergerak kembali meneruskan langkah nya ,dan tidak lama kemudian ia berhenti di sebuah atap paling tengah istana itu yang ternyata itu adalah atap kamar yang pernah di tempati oleh Rangga dan Dewi Sekar dulu.
kemudian dengan hati hati orang itu lalu membuka genting atap kamar itu sambil menoleh ke kiri dan kanan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya genting atap itu pun terbuka.
"Ternyata kamar ini kosong baik lah secepatnya aku harus turun ke bawah "ucap orang itu setelah melihat keadaan dalam kamar itu.
Ia pun lalu turun ke bawah dengan menggunakan ilmu ringan tubuhnya dan mendarat tanpa mengeluarkan bunyi sedikit pun menandakan ilmu ringan tubuhnya sudah mencapai taraf yang sempurna.
Setelah di dalam orang itu memandangi seisi ruangan kamar itu cukup lama seperti ada sesuatu yang terbesit di benak nya.
Setelah merasa puas memandangi kamar itu Ia lalu menggeledah isi dalam kamar itu dengan hati hati seperti nya mencari sesuatu yang penting.
Tidak berapa lama kemudian wajah nya tampak senang setelah menemukan barang yang di carinya.
Ia lalu mengambil barang itu dan segera naik kembali ke atas atap dan tanpa membuang waktu lagi orang itu pun segera pergi meninggalkan tempat itu, namun ia lupa menutup kembali genting atap yang telah di buka nya tadi .
Dengan ilmu ringan tubuhnya ia bergerak cepat meninggalkan tempat itu, namun ia kemudian berhenti setelah samar samar mendengar orang bercakap cakap di ruangan istana paling ujung.
Karena penasaran orang itu pun segera bergegas mendekati tempat itu dan langsung membuka genting di ruangan dengan hati hati.
Dari atas atap itu ia dapat melihat siapa orang yang sedang bercakap-cakap di tengah malam itu dan ternyata dia adalah Dewi Kara dengan seorang laki-laki setengah baya dengan kecapi di pundaknya.
"Siapa laki-laki itu sepertinya baru kali ini aku melihatnya, baiklah aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan"ucap orang itu.
"Ada kabar apa Ki Rangin sehingga kau datang malam malam begini"tanya Dewi Kara.
"Rupanya Kerajaan siluman sedang mengejar dua pedang itu Gusti Ratu, ini sangat membahayakan jika mereka berhasil membuka pintu gua itu"ucap Ki Rangin.
"Kau tahu kemana dua pedang naga saat ini Ki Rangin"tanya Dewi Sekar.
"Menurut telik sandi yang ku kirim tidak lama lagi orang yang membawa pedang itu sampai kemari Gusti ratu"ucap Ki Rangin.
"Apa kamu bilang Pandan Wangi sedang menuju kemari...!!!"tanya Dewi Kara.
"Benar , Pandan Wangi, Ariani Dewi dan juga Dewi Sekar Arum sedang menuju kemari Gusti Ratu"ucap Ki Rangin.
"Bagus dengan begitu kita bisa menjaga pedang itu dari tangan orang orang kerajaan siluman"ucap Dewi Kara.
"Kau awasi terus pergerakan orang orang kerajaan siluman jangan sampai ada satu pun dari gerakan mereka yang kau lewatkan Rangin"ucap Dewi Kara.
"Masalah itu gusti ratu tidak usah khawatir karena aku sudah menyuruh Rang Rang untuk terus mengawasi gerak-gerik mereka"ucap Ki Rangin.
"Bagus , usahakan jangan sampai mereka mencurigai Rang Rang Rangin "ucap Dewi Sekar.
"Tidak Gusti Ratu ,aku rasa mereka tidak akan curiga pada Rang Rang ,apa lagi setelah aku dan Rang Rang mengobati ratu Durgapali yang kemarin terluka , jadi saya rasa Rang Rang akan baik baik saja di sana"ucap Ki Rangin.
"Apa tadi Ki Rangin bilang mengobati Ratu Durgapali ...!!!"tanya Dewi Kara dengan terkejut.
"Benar Gusti ratu ,aku dan Rang Rang memang mengobati ratu Durgapali yang terluka akibat tertabrak cahaya misterius sampai sembuh , tapi aku juga memberi nya sebuah racun padanya yang mana racun itu akan bereaksi dalam jangka waktu tertentu di tubuhnya tanpa dia sadari"ucap Ki Rangin.
Sementara itu si pencuri yang di atas atap tadi mengangguk angguk mendengar percakapan mereka berdua itu.
Dewi Kara merasa kagum dengan cara kerja otak Ki Rangin itu yang secara diam diam telah melumpuhkan Ratu Durgapali salah satu orang terkuat di istana itu , tidak percuma ia mendapatkan julukan Dewa Segala Racun.
"Apakah racun itu juga sama dengan yang kau berikan pada......, Dewi Kara tidak melanjutkan kata-katanya setelah melihat Ki Rangin memberi isyarat dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir nya sendiri.
"Rupanya ada yang mencuri dengar pembicaraan kita Gusti Ratu"ucap Ki Rangin dengan pelan sambil menunjuk ke atas atap.
Dewi Kara kemudian melirik ke atas dan benar apa yang di katakan oleh Ki Rangin itu setelah dirinya dapat melihat langit lewat atap yang telah terbuka itu.
Ki Rangin lalu diam diam melemparkan satu senar kecapinya ke atas wuuusss......desss.....,
__ADS_1
namun senar kecapi itu tidak mengenai apa apa.
"Bagaimana Ki Rangin "tanya Dewi Kara.
"Dia sudah kabur , sepertinya dia bukan orang sembarangan karena pergerakan sangat halus sehingga kita tidak menyadari kedatangan nya"ucap Ki Rangin.
"Kita kejar dia Ki Rangin aku yakin dia belum jauh "ucap Dewi Kara.
"Baiklah Gusti ratu"ucap Ki Rangin.
Dewi Kara dan Ki Rangin segera keluar dan langsung melesat ke atas atap,namun sesampainya di atas mereka berdua tidak menemukan apa-apa.
"Ki Rangin kau awasi dari atas sementara aku dari bawah "ucap Dewi Kara.
"Benar dengan begitu akan lebih mudah Gusti"ucap Ki Rangin.
Ki Rangin segera melesat dari satu atap ke atap sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah mata angin.
Namun karena malam itu bukan malam bulan purnama ia pun merasa kesulitan karena keadaan begitu gelap.
"Kurang ajar kemana perginya penyusup itu"ucap Ki Rangin tampak kesal dan tanpa sengaja berhenti tepat di atas atap kamar yang di masuki oleh penyusup tadi.
Tiba-tiba saja kaki Ki Rangin menginjak atap yang terbuka itu hingga membuat dirinya hampir jatuh kalau ia tidak cepat cepat menggunakan ilmu ringan tubuhnya.
"Rupanya penyusup itu baru saja masuk ruangan ini ,tapi apa yang dia cari dan apa hubungannya dengan ruang ini"batin Ki Rangin setelah mengetahui ada genting yang terbuka itu.
"Baiknya aku temui saja Gusti ratu mungkin ia tahu sesuatu yang oleh penyusup itu"ucap Ki Rangin kemudian segera menyusul Dewi Kara .
Dewi Kara yang berjalan melewati taman istana kemudian menghentikan langkahnya ketika melihat samar samar seseorang berdiri di taman itu.
Tanpa pikir panjang lagi ia pun segera melesat menuju ke taman dengan ilmu ringan tubuhnya sejurus kemudian Dewi Kara pun telah berdiri di belakang orang itu.
"Siapa kau beraninya menyusup ke istana ini"ucap Dewi Kara sambil bersiap menyerang nya.
"Jadi kau tidak ingat dengan aku"ucap orang itu tanpa membalikkan badannya.
Mendengar suara orang itu Dewi Kara langsung terkejut bukan main , karena ia kenal betul dengan suara orang yang ada di hadapannya itu.
"Tidak mungkin kau...!!!"teriak Dewi Kara dengan keras.
Ki Rangin segera melesat cepat menuju ke ke taman begitu mendengar teriakkan dari Dewi Kara itu.
Orang yang yang di anggap penyusup itu segera melesat pergi dari hadapan Dewi Kara setelah melihat kedatangan Ki Rangin.
"Mau kabur kemana kau penyusup"ucap Ki Rangin bermaksud mengejar nya.
"Tunggu Ki Rangin , jangan di kejar"ucap Dewi Kara.
"Memang nya dia siapa"tanya Ki Rangin.
"Nanti akan aku beri tahu siapa orang itu"ucap Dewi Kara.
"Ternyata penyusup itu telah masuk kedalam kamar raja yang selama ini kosong ratu"ucap Ki Rangin.
"Tepat seperti dugaan ku, sebaiknya Ki Rangin cepat pergi sebelum pagi , karena kanda prabu Arya Soma kemungkinan pulang hari ini dari tempat gurunya , sementara aku akan memeriksa barang apakah yang dia ambil dari kamar Rangga itu"ucap Dewi Kara.
"Baik Gusti Ratu"ucap Ki Rangin segera melesat keluar istana dan hilang di telan kegelapan malam.
...****************...
Di istana di siluman raja Batara Derja merasa senang sekali melihat kedatangan istri nya yang telah dari luka yang di deritanya ia pun menyambut istri nya itu dengan pelukan hangat.
"Maaf kan saya isteri ku yang tidak bisa menjemput kepulangan mu ke sini"ucap raja Batara Derja.
"Tidak apa apa kanda yang penting aku sudah sampai di sini tanpa kurang suatu apa "jawab ratu Durgapali.
"Baiklah kalau begitu,oh ..ya Dinda pasti lapar setelah menempuh perjalanan jauh ,aku sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan makanan ,mari saya temani Dinda untuk makan"ucap raja Batara Derja begitu perhatian pada istri nya itu.
"Nanti saja Kanda ,aku ingin tahu bagaimana perkembangan pencarian tentang pedang naga itu kanda"tanya ratu Durgapali.
__ADS_1
"Ternyata sudah banyak orang yang mengetahui rahasia gua naga itu Dinda , bahkan ratu Sarjani dari hutan larangan juga sudah bergerak mencarinya"ucap raja Batara Derja.
"Kurang ajar , berarti sekarang kita punya pesaing untuk mendapatkan pedang itu,lalu apa tindakan kanda sekarang"tanya Ratu Durgapali.
"Aku sudah menyuruh Narapala dan Dunggala untuk mengejar Ariani Dewi dan kedua temannya ke Martapura Dinda jadi tenang lah"ucap Raja Batara Derja.
"Tapi aku ingin secepatnya menyusul mereka Kanda karena aku tidak mau kita keduluan orang lain"ucap ratu Durgapali.
"Bagaimana kalau kita minta bantuan Kencana Wungu untuk membantu mereka berdua Dinda"ucap raja Batara Derja.
"Aku setuju kemungkinan di Martapura mereka akan bertemu dengan orang orang tangguh jadi sebaiknya kita cepat menghubungi Kencana Wungu"ucap Ratu Durgapali.
"Ya ,pasti ada orang lain selain ratu Sarjani yang juga menginginkan pedang itu"ucap raja Batara Derja.
"Rang Rang cepat kau panggilkan Tawang Sono kemari akan aku utus dia ke istana pasir untuk menemui Putri ku"perintah raja Batara Derja.
"Baiklah Gusti prabu"ucap Rang Rang segera meninggalkan mereka berdua.
"Apakah kekuatan Dinda benar benar sudah pulih kembali"tanya Raja Batara Derja.
"Benar ,ini berkat Rang Rang dan gurunya Ki Rangin yang telah menyembuhkan ku"ucap Ratu Durgapali.
"Kemampuan Ki Rangin memang benar benar hebat dalam bidang pengobatan tidak salah kalau ia mendapat kan julukan Dewa racun no satu di dunia persilatan saat ini"ucap raja Batara Derja.
"Tapi sayangnya ia menolak sewaktu saya ajak kemari, padahal dengan kemampuan nya itu dia bisa menjadi tabib khusus di sini bersama dengan Rang Rang"ucap Ratu Durgapali.
"Memang apa alasan nya sehingga ia berani menolak ajakan Dinda"tanya raja Batara Derja.
"Sepertinya ia lebih menyukai tempat yang sepi dari pada keramaian kanda"ucap Ratu Durgapali.
"Jika ia sudah berkata begitu di paksa pun akan percuma Dinda"ucap raja Batara Derja memakluminya.
Di saat mereka berdua sedang berada bincang bincang Tawang Sono tiba di tempat itu untuk menghadap.
"Hamba datang menghadap Gusti prabu"ucap Tawang Sono datang dengan Rang Rang di belakangnya.
"Tawang Sono hari ini juga kau berangkat lah ke istana pasir putih katakan pada putri ku bahwa aku membutuhkan bantuan nya dan katakan juga untuk segera berangkat ke Martapura karena aku dan istriku akan menunggu di sana"ucap raja Batara Derja.
"Baik Gusti prabu mohon diri"ucap Tawang Sono segera beranjak dari hadapan raja dan Ratu Durgapali.
"Berarti di Martapura akan terjadi pertemuan orang orang kuat di sana ,guru harus tahu hal ini"ucap Rang Rang dalam hati.
"Gusti prabu dan Gusti ratu hampa juga mohon diri untuk beristirahat"ucap Rang Rang kemudian.
"Baiklah Rang Rang setelah beristirahatlah kau ikut kami ke Martapura"ucap Ratu Durgapali.
"Baik Gusti Ratu"ucap Rang Rang.
"Sialan ,kalau aku bersama mereka , pergerakan ku akan terbatas "ucap Rang Rang sambil melangkah meninggalkan mereka berdua.
...****************...
Saat itu di hutan larangan Ratu Sarjani pun sudah berencana akan pergi ke Martapura untuk mendapatkan pedang itu.
Tidak ingin gagal untuk kedua kalinya kali ini ia mengajak orang terbaik nya yaitu Anting-anting dan Raka Buana seorang muda mudi yang cukup sakti mandraguna.
"Rupanya tidak lama lagi mereka akan segera sampai di Martapura "ucap Ratu Sarjani setelah melihat perjalanan Ariani, Pandan Wangi dan Arum dari cermin sakti nya.
Namun tiba-tiba saja bayangan Ariani Dewi, Pandan Wangi dan Arum hilang seketika dari cermin sakti milik nya itu .
Ratu Sarjani pun berulang kali mencoba untuk melihat mereka tapi bayangan dalam cermin tampak buram tidak menampakkan hasil seperti yang di inginkan nya.
"Kurang ajar rupanya ada sosok yang tidak terlihat yang mengawasi dan melindungi mereka bertiga"ucap Ratu Sarjani setelah berulang kali mencoba melihat mereka dari cermin saktinya namun tetap saja tidak bisa.
"Anting anting dan kau Raka Buana hari ini juga kita berangkat "ucap Ratu Sarjani.
"Baik Gusti Ratu"ucap kedua pengawalnya itu.
Tanpa membuang waktu lagi Ratu Sarjani pun segera berangkat ke Martapura untuk mengejar mereka.
__ADS_1
Sementara itu Warok Singa dan keempat temannya juga tidak mau ketinggalan dalam memperebutkan pedang itu mereka pun langsung berangkat ke Martapura setelah mendengar cerita dari guru nya Darkala tentang sebuah rahasia gua naga yang hanya dapat di buka oleh pedang naga mas dan naga hijau itu.
Dengan kemampuan nya yang sakti mandraguna itu rupanya Darkala dapat melacak di mana keberadaan dua pedang naga itu.