Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Kemarahan Arya Soma (bagian 1)


__ADS_3

Senopati Tunggul Jaya terus berlari dengan kencang agar sesegera mungkin dapat sampai di Martapura,"ku harap tidak terlambat untuk memberi tahukan hal ini pada gusti patih ,"ucap nya sambil meneruskan perjalanannya itu.


Sementara itu Serigala Merah ternyata telah sampai di tempat Jubah Hitam ,"saya mau melapor tuan,"ucap Serigala Merah


"Ada berita penting apa Serigala Merah,"tanya Jubah Hitam,"tadi saya melihat seorang mata-mata dari kerajaan Martapura yang sepertinya dia mengawasi pergerakan kita tuan,"ucap Serigala Merah,"mmmm...jika begitu cepat kau panggil Sarwati kemari,"ucap Jubah Hitam,"baik tuan, jawab Serigala Merah segera menuju ke pasukan ke dua untuk menemui Sarwati,"nona di panggil tuan Jubah Hitam,"ucap Serigala Merah setelah di hadapan Sarwati,"baiklah,"ucap Sarwati kemudian berjalan menuju ke arah Jubah Hitam.


"Ada apa tuan Jubah Hitam,"tanya Sarwati,"menurut Serigala Merah tadi ada mata -mata Martapura yang mengawasi pasukan kita bagaimana menurut mu "ucap Jubah Hitam,"jika begitu artinya mereka sudah tahu pergerakan kita,tapi jangan khawatir tuan saya sudah punya rencana untuk hal semacam ini sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita,"ucap Sarwati,"jika begitu menurut mu baiklah kita lanjutkan perjalanan,"ucap Jubah Hitam.


Setelah menempuh perjalanan tak mengenal lelah akhirnya Senopati Tunggul Jaya pun sampai di kerajaan Martapura dan langsung menghadap patih Arya Soma,"ada apa Tunggul Jaya,"tanya patih Arya Soma,"begini gusti patih ternyata pasukan Jubah Hitam itu telah bergerak menuju ke mari, ucap Senopati Tunggul Jaya,"apa kamu bilang !!!"ucap Arya Soma dengan tercekat,"benar gusti patih mungkin dalam waktu setengah hari mereka sudah sampai di sini,"ucap Senopati Tunggul Jaya,"ini benar-benar gawat,"ucap Arya Soma,


"Cepat siagakan pasukan kita sambut mereka"lanjut Arya Soma,"baiklah Gusti patih "ucap senopati Tunggul Jaya.


"Akan ku ratakan kalian yang coba coba bermain-main dengan Martapura"ucap Arya Soma sambil mengepalkan tangannya.


Seketika itu juga di istana Martapura terjadi ke sibukkan,para prajurit sibuk mempersiapkan diri mereka setelah mendengar Martapura akan diserang.


Setelah melihat keadaan sudah siap semua senopati Tunggu jaya pun segera menghadap Patih Arya Soma.

__ADS_1


Sementara biru Patih Arya Soma tampak terdiam di Balairung istana,"disaat dinda prabu tidak di tempat kenapa ini mesti terjadi,"ucap Arya Soma,


"lapor Gusti Patih semua para prajurit sudah siap gusti patih,"ucap Senopati Tunggul Jaya,"Segera kau bawa mereka ke perbatasan untuk menghadap mereka dan ingat jangan biarkan mereka sampai masuk ke dalam istana ini,"ucap patih Arya Soma,"baik Gusti patih ,"kata senopati Tunggul Jaya .


Di Argara Rangga merasakan ke anehan pada dirinya,karena tiba-tiba keris pulang geni terus menyala-nyala dalam tubuhnya,"ada apa ini tidak biasanya keris ini bercahaya seperti ini, apakah ada sesuatu di Martapura,"gumam Rangga.


Melihat menantunya tampak tegang raja Bargola pun mendatanginya,"ada apa anak prabu kelihatannya, anak prabu kelihatannya tegang sekali,"tanya raja Bargola,


"aku tidak tahu Romo mengapa sebabnya keris pulang geni di dalam tubuh saya terus bercahaya,"ucap Rangga, mendengar itu raja Bargola terkejut bukan main,"gawat anak prabu sepertinya di Martapura akan terjadi sesuatu yang besar,"ucap raja Bargola,"apakah maksud romo Martapura akan di serang,"tanya Rangga tampak cemas,"aku rasa begitu anak prabu sepertinya keris itu memberi peringatan kepada anak prabu untuk segera kembali ke Martapura,"jawab raja Bargola.


"Paman senopati ,apakah sebelum paman di kirim oleh kanda patih ke sini di Martapura ada sesuatu yang mencurigakan ,"tanya Rangga setelah berhadapan dengan senopati Wiro Kusumo, mendengar pertanyaan rajanya itu senopati Wiro Kusumo tampak terdiam sambil mengingat-ingat sesuatu,"maaf yang mulia kalau tidak salah kemarin gusti patih memerintahkan senopati Tunggul Jaya untuk menyelidiki suatu gerakan yang menurut gusti patih membahayakan Martapura ,tapi sebelum hamba tahu hasilnya hamba sudah di kirim oleh gusti patih ke sini"jawab Senopati Wiro Kusumo.


"Baiklah jika begitu,paman tetep siagakan pasukannya siapa tahu ada serangan kejutan dari Kumaya sementara aku akan menemui romo,"ucap Rangga ,"baik yang mulia,"ucap Senopati Wiro Kusumo.


Setelah menempuh perjalanan satu setengah hari Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun tiba di istana Martapura, mereka berdua heran dan penuh tanda tanya melihat para prajurit sedang sibuk seolah-olah akan ada peperangan, dengan tanpa banyak cakap mereka pun segera masuk kedalam istana untuk menanyakan hal itu.


"Hormat kami gusti patih,"ucap mereka berdua setelah bertemu dengan Arya Soma , melihat Ariani Dewi dan Pandan Wangi tiba di hadapannya itu seketika cerahlah wajah Arya Soma,"Kalian datang tempat waktu ucap Arya Soma gembira,"ini ada apa gusti patih kenapa semua prajurit tampak sibuk apakah akan ada perang,"tanya Ariani Dewi,"benar menurut senopati Tunggul Jaya pasukan Jubah Hitam bergerak kemari ,"jawab Arya Soma,"apa Jubah Hitam !! Ariani Dewi dan Pandan Wangi tercekat mendengar nama itu.

__ADS_1


"Ya Jubah Hitam ,ku rasa kalian sudah pernah berhadapan dengannya,"ucap Arya Soma,"benar gusti patih saya dan Pandan Wangi pernah bertarung dengannya,"Ariani Dewi,"ini benar-benar gawat,"ucap Pandan Wangi,"maaf gusti patih dari tadi saya tidak melihat yang mulia kemanakah yang mulia gusti patih,"tanya Ariani Dewi.


"Dinda prabu saat ini sedang berada di Argara untuk membantu raja Bargola dari serangan kerajaan Kumaya,"jawab Arya Soma,"apakah yang mulia tahu kalau Martapura sedang dalam bahaya gusti patih,"tanya Pandan Wangi,"kalau soal itu aku rasa dinda prabu pasti merasakannya walaupun dia tidak tahu, karena dinda prabu dan keris pulang geni yang merupakan pusaka penjaga kerajaan ini sudah saling terikat ,"jawab patih Arya Soma.


"Sebaiknya cepat lah kalian berdua pimpinan pasukan kalian masing-masing,"ucap patih Arya Soma,"baiklah Gusti patih.


Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun segera pergi ke pasukannya masing-masing,ini adalah tugas pertama mereka sebagai Senopati yang mana dari mereka memimpin sepuluh ribu pasukan masing-masing.


Akhirnya Pandan Wangi dan Ariani Dewi serta tunggu jaya ketiga senopati itu membawa pasukannya ke perbatasan sebuah hutan di sebelah selatan Martapura.


"Pandan Wangi inilah saatnya kita buat perhitungan dengan Jubah Hitam,"ucap Ariani Dewi,"benar Ariani kita balaskan dendam untuk Sugala dan Sugati,"ucap Pandan Wangi.


"Lapor gusti senopati mereka sudah semakin dekat" kata prajurit tilik sandi itu ,"baiklah kita sambut mereka,"ucap Pandan Wangi,"semua bersiap lah musuh segera tiba !! lanjut Pandan Wangi .


Sementara itu patih Arya Soma tampak sudah bersiap siap dengan keris Guntur Geni di pinggangnya ia pun melesat cepat menuju ke pasukan Martapura.


Apakah patih Arya Soma dapat mempertahankan Martapura dan bagaimana dengan tindakan Rangga ikuti terus cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2