
"Memangnya ada apa dengan raja Bargola sehingga dinda Dewi Sekar masih ada di sana dinda prabu,"tanya Arya Soma, huuuf.. terdengar Rangga menghela nafas,"ceritanya panjang kanda patih,"ucap Rangga,"boleh saya tahu itu dinda prabu apa,"ucap Arya Soma.
"Sepertinya Martapura akan menghadapi lawan berat kanda,"kata Rangga,"lawan berat, siapakah itu dinda prabu,"tanya Arya Soma,"apakah kanda masih ingat dengan pangeran Lintang,"tanya Rangga,"maksud dinda prabu apakah putra raja Sura dari kerajaan Kumaya itu,"tanya Arya Soma,
"benar kanda dia kemarin menyerang Argara seorang diri dan mengamuk di sana,"ucap Rangga,"tapi apa sebabnya yang membuat pangeran Lintang seperti itu dinda prabu,"tanya Arya Soma semakin penasaran,"baiklah akan aku ceritakan sebabnya pada kanda,"ucap Rangga , kemudian dengan ringkas Rangga pun menceritakan sebab dari pangeran Lintang menyerang Argara itu.
"Ini benar-benar gawat dinda prabu jika pangeran Lintang sudah menguasai kitab pedang darah itu,"ucap Arya Soma dengan gelisah,"benar kanda setelah aku merasakan jurus-jurusnya aku merasa tidak akan mudah untuk mengalahkannya,"ucap Rangga teringat pertarungan dengan pangeran Lintang.
"Apakah tidak ada cara untuk mengalakannya dinda prabu,"tanya Arya Soma penuh harap,"mengenai itu aku sedang memikirkannya kanda,"ucap Rangga.
"Baiklah ku rasa harus secepatnya aku kembali ke Argara kanda,"ucap Rangga dan bersiap untuk pergi,"tunggu dinda prabu ada yang ingin ku sampaikan ,"ucap Arya Soma tiba-tiba,"apa itu kanda ,"tanya Rangga,"begini dinda prabu kemarin Lingga datang dan menyampaikan bahwa Pandan Wangi dan Ariani Dewi sedang ada bersamanya,"ucap Arya Soma,
"benarkah kanda!!"ucap Rangga terkejut ,"bagaimana bisa mereka berdua bersama Lingga kanda,"tanya Rangga tidak sabar,"begini dinda prabu menurut cerita dari Lingga,ketika ia dan gurunya bermaksud ke Martapura mereka mendengar suara orang sedang bertarung ,lalu ia dan gurunya pun kemudian mendekati tempat itu dan melihat beberapa tubuh tergeletak dan sudah menjadi mayat.
Kemudian dia melihat Pandan Wangi dan Ariani Dewi yang sedang di ujung maut dan akhirnya lingga dan gurunya pun berhasil pun berhasil menyelamatkan merek.
__ADS_1
"kita berhutang budi pada Lingga dan gurunya kanda,"ucap Rangga,"benar dinda prabu,"lalu kapan mereka akan kembali ke Martapura kanda,"tanya Rangga,"soal itu saya tidak tahu pasti dinda prabu karena mereka masih dalam pengobatan,"jawab Arya Soma,"memangnya apa yang terjadi dengan mereka kanda,"tanya Rangga,"mereka terkena pukulan pelemas tulang kanda,"jawab Arya Soma,"apa!!!"Rangga tercekat mendengar itu.
"Siapa yang melakukan itu pada mereka kanda,"ucap Rangga tersulut kemarahannya,"waktu itu mereka berhadapan dengan si Jubah Hitam dinda prabu,"jawab Arya Soma,"Jubah Hitam...ya..ya.. aku pernah mendengar nama itu,"ucap Rangga,"sudah dua kali ku dengar nama itu"ucap Rangga lagi.
"Apa menurut dinda prabu si Jubah Hitam itu bisa mengancam Martapura"Ucap Arya Soma, "jelas demikian kanda karena saya merasa ada gerakan tersembunyi yang entah apa tujuannya,"ucap Rangga mengira-ngira,jika ia teringat tentang percakapan Datuk Ampar di hutan tempo hari.
"Berarti kita harus sesegera mungkin untuk mencari tahu siapa mereka dan apa tujuan mereka dinda prabu,"ucap Arya Soma.
"Memang itu yang harus secepatnya kita lakukan kanda,"ujar Rangga,"baik dinda secepat mungkin aku akan menyelidiki mereka,"ucap Arya Soma.
Pagi itu di kerajaan Kumaya terlihat Datuk Ampar dan kedua muridnya yaitu Gajah Ngarang dan Sarwati sedang menghadap raja Sura dan pangeran Lintang.
"Siapa tuan ini dan ada keperluan apa datang kemari,"tanya raja Sura,"hamba Datuk Ampar dan mereka berdua adalah murid hamba, kedatangan hamba ke sini adalah untuk mengajak kerjasama yang mulia,"ucap datuk Ampar,"kerjasama dengan kalian,"ucap raja Sura tidak mengerti lalu memandang ke arah pangeran Lintang,"benar yang mulia karena hamba tahu yang mulia pasti saat ini lagi butuh bantuan,"ucap datuk Ampar.
"Kalau bicara yang jelas dan tidak perlu bertele-tele ucap pangeran Lintang merasa tidak senang, "begini yang mulia hamba tahu saat ini yang mulia sedang berseteru dengan raja Bargola , saya dan teman-teman ingin membantu Kumaya untuk menyerang Argara yang mulia,"ucap datuk Ampar, raja Sura tampak terkejut mendengar itu ia tidak menyangka bahwa pertikaian Argara dan Kumaya telah menyebar luas.
__ADS_1
"Kalau kamu membatu kerajaan ini lalu apa yang akan kau minta dari kami jika berhasil menghancurkan Argara,"tanya raja Sura penuh selidik,"saya ingin minta bantuan yang mulia untuk menyerang Martapura,"ucap datuk Ampar,"apa kamu bilang menyerang Martapura,!! ucap raja Sura dengan terbelalak matanya"benar yang mulia," jawab Datuk Ampar,," dengar datuk Ampar apakah kamu tahu kalau Martapura itu kerajaan besar "tanya raja Sura ,"hamba tahu yang mulia,"jawab Datuk Ampar,"ku rasa untuk menyerang Martapura kau membutuhkan banyak pasukan,Datuk "ucap raja Sura,"mengenai itu hamba sudah memikirkannya yang mulia,"ucap datuk Ampar,
"ku akui tawaran memang menarik tapi kami perlu memikirkannya lagi,"ucap raja Sura.
"Bagaimana menurut mu Lintang dengan tawaran itu,"tanya raja Sura kemudian,"menurut ku ini adalah suatu kesempatan yang baik romo,"ucap pangeran Lintang.
"bagaimana yang mulia, apakah kita sepakati,"tanya Datuk Ampar,"baiklah kita sepakat,"ucap raja Sura,
"Lalu Kapan kita akan memulai menyerang ke Argara yang mulia"tanya Datuk Ampar,"mengenai kapan penyerangan itu, nanti akan saya kabarkan pada mu"ucap raja Sura. Akhirnya setelah lama berbincang- bincang dan memperoleh hasil seperti yang di harapkan nya itu datuk Ampar dan kedua muridnya pun mohon diri.
Sementara itu di Martapura patih Arya Soma sedang mengadakan pertemuan dengan para senopati dan beberapa menterinya.
"Aku mengumpulkan kalian semua di sini adalah untuk membahas tentang adanya gerakan tertentu yang membahayakan Martapura dan seluruh rakyat negeri ini, ucap patih Arya Soma,"saya ingin melakukan penyelidikan ini secara sepi dan senyap,"ucap patih Arya Soma melanjutkan,"menurut kalian siapa yang pantas dan ahli dalam hal penyelidikan ini,"ucap patih Arya Soma,"maaf gusti patih menurut hamba soal selidik menyelidiki adalah ke ahlian senopati Tunggul Jaya,"ucap senopati Wiro Kusumo.
"Bagaimana mana menurut mu kakang Tunggul Jaya apakah kakang bersedia mengemban tugas ini,"tanya patih Arya Soma,"hamba tidak berani menolak gusti patih dengan senang hati hamba akan laksanakan tugas ini ,"jawab senopati Tunggul Jaya,"Bagus ,saya senang mendengarnya,"ucap Arya Soma.
__ADS_1
"Dan kepada senopati Wiro Kusumo saya perintahkan untuk memperketat penjagaan mulai saat ini, karena aku tidak ingin ada penyusup yang masuk seperti kemarin malam,"ucap patih Arya Soma,"baik gusti patih akan hamba laksanakan,"jawab senopati Wiro Kusumo.