Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Pandan Wangi


__ADS_3

Malam itu langit tampak cerah banyak bintang kelap kelip menghiasi . Dari dalam rumah tampak Rangga sedang melangkah keluar jika di lihat dari raut wajahnya tampaknya ada sesuatu yang sedang ia pikirkan,ia kemudian mengambil tempat duduk pada kayu bulat yang terdapat di sudut teras rumah.


"Jika ada yang macam macam dengan Martapura aku sendiri yang akan menghadapinya,karena kalau sampai Martapura hancur aku benar-benar kehilangan muka di hadapan prabu Dungga nanti"kata Rangga dalam hati .


Melihat Rangga duduk termenung sendirian kakek Raja Alam pun segera menghampiri muridnya itu lalu ia duduk di sampingnya.


"Rangga aku tahu kekhawatiran mu,tapi percayalah dengan kemampuan mu dan juga orang orang yang ada di sekitar mu, jadilah orang yang tangguh dan kuat dalam mengahadapi cobaan dan ujian hidup ini"kata kakek Raja Alam tiba tiba.


"Iya kek aku mengerti"jawab Rangga.


"Ingat Rangga kekuatan yang besar itu, bukan lah terletak pada kekuatan pedang dan tenaga dalam saja ,tapi persatuan dan kebersamaan itu lah kuncinya"ucap Kakek Raja Alam memberikan sebuah nasihat kepada murid kesayangannya itu.


"Kakek benar, dalam menghadapi musuh persatuan adalah kekuatan yang paling besar untuk meraih kemenangan"ucap Rangga.


Kakek Raja Alam mengangguk anggukkan kepalanya mendengar perkataan Rangga itu, ternyata Rangga dapat memahami ucapannya itu.


"Oh ya Rangga ku rasa kau harus memberi tahukan kepada Ariani Dewi siapa dirimu sebenarnya "kata kakek Raja Alam menyarankan.


"Apa itu perlu kek ,saya pikir nanti dia juga tahu dengan sendirinya "jawab Rangga.


"Sangat perlu sehingga dia dapat mempersiapkan dirinya lebih matang lagi untuk membantu kamu"jawab Kakek Raja Alam.


"maksud kakek bagaimana aku tidak mengerti"ucap Rangga,


"Begini Rangga, setelah dia tahu diri kamu yang sebenarnya ,saya pikir dia bisa menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan bisa menjadi orang yang lebih tangguh lagi"terang kakek raja Alam.


"Jika itu saran kakek baiklah dan saya minta pada kakek supaya kakeklah yang menjelaskan padanya"ucap Rangga.


"baiklah kalau itu mau mu"jawab kakek Raja Alam kemudian.


Kakek Raja Alam pun kemudian memanggil Ariani Dewi dan tak lama Ariani Dewi muncul pun dari dalam.


"Ada apa kakek memanggil saya"tanya Ariani Dewi .


"Begini Ariani kau masih ingatkan syarat yang dulu saya ucapkan pada mu "tanya kakek Raja Alam.


"Iya kek aku masih ingat"jawab Ariani Dewi.

__ADS_1


"Kamu tahu tidak sebenarnya siapa Rangga itu "tanya kakek Raja Alam.


"Tidak kek ,tapi setahu saya dia adalah pemuda yang menyebalkan "jawab Ariani Dewi masih jengkel jika teringat waktu itu,


"baik akan saya beritahu kamu siap dia yang sebenarnya"ucap kakek raja alam


" memangnya dia siapa kek"tanya Ariani Dewi .


Dia sekarang adalah seorang Raja Martapura yang menggantikan kedudukan raja Dungga Ariani "jawab kakek Raja Alam.


Apa...!!.jadi dia seorang Raja Martapura"ucap Ariani Dewi dengan terkejut seakan akan tidak percaya .


"Benar Ariani , Jadi tepatlah janji mu untuk selalu setia dan patuh kepadanya"ucap Kakek Raja Alam.


Dengan rasa malu atas sikapnya selama ini pada Rangga Ariani Dewi pun segera minta maaf kepada Rangga.


"Maaf segala kelakuan ku pada mu yang mulia"kata Ariani Dewi tiba tiba berlutut di hadapan Rangga.


"bangunlah Ariani tak perlu seperti itu,"kata Rangga


"Aku janji akan selalu membantu dan setia pada Martapura Gusti prabu"kata Ariani Dewi bersumpah.


"Jadi persiapkan lah diri mu Ariani dan jangan membuat kakek kecewa"kata kakek Raja Alam mengingatkan.


"Tentu kek aku tidak akan pernah mengecewakan kakek atau pun Gusti prabu "jawab Ariani Dewi dengan mantap.


Tanpa terasa malam semakin larut karena sudah tidak ada yang di bicarakan lagi kakek Raja Alam ,Ariani Dewi dan Rangga pun masuk kedalam ke dalam rumah.


Pagi harinya setelah berpamitan dengan kakeknya Raja Alam ,Rangga dan Ariani Dewi pun segera berangkat ke Martapura.


...----------------...


Sementara itu di suatu lembah yang jauh terlihat seorang guru sedang bercakap-cakap dengan seorang muridnya, tampak nya sang guru sedang memberikan petuah petuah penting pada muridnya itu.


"Ku rasa tidak ada yang dapat ku berikan lagi pada mu Pandan Wangi,kau telah mewarisi seluruh ilmu ku jadi kau boleh meninggalkan lembah ini untuk melihat dunia luar"kata begawan Barnowo.


"Apa guru bermaksud mengusir saya "tanya Pandan Wangi.

__ADS_1


"Tidak ,tidak begitu maksud ku Pandan Wangi,demi masa depan mu kamu harus berbaur dengan orang banyak agar kamu dapat mengamalkan ilmu mu itu"kata begawan Barnowo menjelaskan.


"Kalau saya pergi , lantas guru dengan siapa tinggal di lemah ini"kata Pandan Wangi dengan polosnya.


"Kamu itu lucu Wangi ,sebelum ada kamu memang aku sama siapa sendiri kan ,jadi kamu tidak perlu memikirkan aku"kata begawan Barnowo menjelaskan.


"Lalu menurut kakek saya harus pergi ke arah mana"tanya Pandan Wangi.


Mendengar pertanyaan dari muridnya itu begawan Barnowo tampak terdiam,lalu mengangguk angguk.


"Saya punya saran untuk mu Pandan Wangi,kamu pergilah ke arah barat di sana ada sebuah kerajaan besar dan menurut semedi ku, kerajaan itu akan di landa perang besar kau bantulah kerajaan itu dan abdikan diri mu di sana"kata begawan Barnowo memberi tahu.


"Tapi guru, saya benar benar sangat berat untuk pergi dari sini dan meninggalkan guru sendirian"kata Pandan Wangi.


"Sudahlah aku sudah menyiapkan semua bekal mu jadi berangkat lah wangi "kata begawan Barnowo.


Melihat guru nya itu sungguh sungguh Pandan Wangi pun tak bisa menolak lagi ia pun menerima bekal itu dengan rasa terpaksa.


"Jika itu keputusan guru baiklah aku akan pergi ,mohon restu mu guru "kata Pandan Wangi,lalu ia memberikan hormat pada begawan Barnowo dan melangkah pergi.


"Tunggu Pandan Wangi"kata begawan Barnowo tiba tiba.


"Ada apa guru"tanya Pandan Wangi .


"Ambilah ini sebagai teman seperjalanan mu"kata begawan Barnowo sambil menyerahkan sebuah pedang berlapis mas.


"Apa ini guru"tanya Pandan Wangi.


"Itu adalah pedang naga mas gunakan pedang itu untuk menumpas segala bentuk kejahatan, pedang itu telah menemani saya selama puluhan tahu lamanya ,kini ku serahkan pada mu dan jagalah pedang itu baik baik ,karena suatu hari nanti pasti akan ada banyak orang yang memperebutkan nya"kata begawan Barnowo .


"Baik guru"kata Pandan Wangi.


"Sekarang pergilah sesuai petunjuk ku"kata begawan Barnowo mengingatkan.


Lalu Pandan Wangi pun pergi dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, ia harus melakukan itu untuk memanjat dinding dinding tebing yang menjulang tinggi untuk bisa sampai ke atas.


Walau pun sebenarnya dalam hati tidak tega membiarkan Pandan Wangi pergi tapi begawan Barnowo harus melakukan itu untuk kebaikannya kelak di masa mendatang.

__ADS_1


"Selamat jalan Pandan Wangi semoga perjalanan mu lancar"ucap begawan Barnowo.


__ADS_2