Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Tanduk Naga


__ADS_3

Dewi Sekar juga tidak kalah terkejut setelah tahu siapa yang datang itu.


"Guru...!!!"ucap Pandan Wangi segera menghampirinya.


"Begawan Barnowo"ucap Ariani Dewi .


"Ada apa sampai begawan Barnowo datang ke sini"batin Ariani Dewi.


Melihat kehadiran begawan Barnowo itu Rangga segera buru buru untuk menyambutnya.


"Salam hormat saya kakek guru"ucap Rangga kepada Begawan Barnowo yang merupakan adik seperguruan dari gurunya kakek Raja Alam.


"salam hormat Gusti prabu saya terima"ucap begawan Barnowo


"Hormat saya guru"ucap Dewi Sekar kepada gurunya itu.


Begawan Barnowo mengangguk angguk sambil tersenyum memandang muridnya itu.


"Silahkan duduk kakek guru"ucap Rangga mempersilakan begawan Barnowo duduk di dekatnya.


"Terima kasih Gusti prabu "ucap begawan Barnowo.


"Ada apa guru jauh jauh datang kemari "tanya Dewi Sekar.


"Mmmm.....kedatangan saya kemari karena aku ingin langsung bertemu dengan Gusti prabu dan mengunjungi dua murid ku yaitu gusti ratu sendiri dan Pandan Wangi"ucap begawan Barnowo.


"Seharusnya kami berdua yang mengunjungi mu guru "ucap Dewi Sekar.


"Aku cepat cepat ke sini untuk memastikan kalau kalian baik baik saja sebab kalian berdua lah yang menegang pedang itu"ucap begawan Barnowo.


"Seperti yang guru lihat kami berdua baik baik saja"ucap Dewi Sekar.


"Gusti Ratu benar guru , jadi guru tidak perlu mencemaskan kami berdua"timpal Pandan Wangi.


" Ya aku senang melihat kalian berdua baik baik saja"ucap Begawan Barnowo dengan tersenyum.


"Gusti prabu ada sesuatu yang penting untuk aku sampaikan kepada Gusti Prabu dan semua yang ada di sini"ucap begawan Barnowo kemudian.


"Sesuatu yang penting katakan lah Kakek guru apa itu"tanya Rangga.


"Gusti prabu pastinya sudah mendengar tentang maraknya orang orang yang memburu dua pedang naga yang kini berada di tangan Gusti Ratu dan Pandan Wangi"ucap begawan Barnowo.


"Benar sekali kakek guru dunia persilatan saat sedang terpusat pada dua pedang itu guna membuka pintu gua , memang nya ada apa di dalam gua itu kakek guru"tanya Rangga.


"Di dalam gua itu terdapat seekor naga yang sedang tertidur yang mana dari naga itu mempunyai dua tanduk putih bersinar di kepalanya , tanduk itulah yang sebenarnya jadi sasaran para pemburu pedang itu"ucap begawan Barnowo.


"Apakah untuk mendapatkan tanduk itu kita harus mengalahkan naga tersebut kakek guru"tanya Rangga.


"Tidak Gusti prabu , untuk mendapatkan tanduk itu cukup hanya membuka pintu gua itu saja"ucap begawan Barnowo.


"Jadi semudah itu"gumam Rangga.


"Kenapa naga itu sampai di kurung di dalam gua itu kakek guru,"tanya Rangga.


"Begini Ceritanya pada masa itu ada seorang dewa perang yang bernama Dewa Purwa yang sangat di hormati dan disegani di kayangan, namun karena ia melakukan suatu kesalahan maka oleh raja Dewa dikutuknya menjadi naga , raja Dewa lalu memerintah kan Dewa Ranu untuk membawa nya ke bumi dan oleh dewa Ranu di kurung lah naga jelmaan itu di dalam gua yang di segel dengan dua pedang naga mas dan naga hijau yang sekarang ini ada di tangan Pandan Wangi dan Gusti ratu"terang begawan Barnowo.


"Lalu apa keistimewaan dari tanduk naga itu guru"tanya Rangga.


"Bagi siapapun yang mendapat tanduk itu akan memiliki kekuatan yang besar yang sangat sulit di kalahkan ,karena selama naga itu tertidur kesakitan tanduk itu semakin hari semakin bertambah tanpa sang naga ketahui"lanjut begawan Barnowo.


"Kenapa bisa begitu guru"tanya Dewi Sekar.


"Karena tidur nya Naga itu pada hakikatnya bukanlah tidur tapi sebenarnya adalah bertapa untuk mendapatkan ampunan dari raja Dewa "ucap Begawan Barnowo.


"Ini benar benar sangat berbahaya jika tanduk itu jatuh ke tangan orang orang yang punya niat jahat"ucap Rangga.


"Benar sekali Gusti prabu , untuk itu kedatangan ku kemari adalah untuk mengingatkan pada semua orang yang hadir di sini untuk berhati-hati dalam menjaga kedua pedang itu dan saya minta pada Gusti prabu untuk segera pergi ke gua itu pada waktu malam bulan purnama nanti"ucap begawan Barnowo.


"Kenapa harus bulan purnama kakek guru,apa tidak bisa kalau di buka sekarang"tanya Rangga.


"Tidak Gusti prabu , selain dua pedang naga itu cahaya bulan sangat di perlukan untuk membuka pintu gua itu"ucap Begawan Barnowo.


"Bulan purnama masih dua puluh satu hari lagi, berarti selama itu juga pedang itu harus kita lindungi Gusti prabu"ucap Arya Soma yang dari tadi menyimak pembicaraan begawan Barnowo.


"Itu tugas kita kakang untuk melindungi pedang itu"jawab Rangga.


" Guru jangan khawatir ,selama ada kami semua di sini tak kan ku biarkan ada orang yang punya niat jahat mengambil pedang itu"lanjut Rangga.


"Baiklah kalau begitu saya serahkan keamanan pedang naga itu pada Gusti dan semua orang yang ada disini dan saya juga sekarang mohon diri Gusti prabu ,ku serahkan keamanan dunia persilatan pada kalian semua yang masih muda muda"ucap begawan Barnowo.

__ADS_1


"Oh ya , Gusti prabu kemungkinan malam ini akan banyak tamu yang datang jadi jamu lah para tamu itu dengan baik"ucap begawan Barnowo lalu menghilang dari lenyap dari hadapan Rangga.


" Kakek Begawan...."ucap Rangga namun begawan sudah pergi entah kemana.


"Guru...."teriak Dewi Sekar dan Pandan Wangi berbarengan.


"Kanda apa mungkin yang di maksud oleh guru tadi, tentang tamu itu adalah orang orang yang berniat mengambil pedang naga"tanya Dewi Sekar.


"Tidak salah Lagi pasti itu yang di maksud oleh guru begawan Barnowo"ucap Rangga.


"Pandan Wangi ,Ariani Dewi dan Arum sebaiknya kalian bertiga berkumpul menjadi satu sementara aku dan Dinda Sekar akan terus memantau keadaan malam ini dari dalam"ucap Rangga.


"Baiklah Gusti prabu"ucap Pandan Wangi.


"Sepertinya malam ini akan terasa panjang kakang Arya"ucap Rangga.


"Benar Gusti Prabu ,kalau begitu biarlah saya paman Kencana Loka ,Lingga dan Sendawa biarlah berjaga-jaga di luar untuk memantau keadaan kalau terjadi apa apa Gusti prabu"ucap Arya Soma.


"Lakukan lah yang terbaik untuk melindungi pedang itu kakang"ucap Rangga sambil mengangguk tanda setuju pada keputusan Arya Soma itu.


Hari sudah mulai gelap dan Arya Soma pun segera keluar istana bersama Lingga dan Sendawa.


Arya Soma pun kemudian menyuruh Kencana Loka dan Lingga untuk memeriksa keadaan yang paling rawan penjagaan nya di istana Martapura itu.


Sementara Arya Soma dan Sendawa segera pergi berkeliling mengitari istana untuk memantau keadaan.


"Kau tidak apa-apa Sendawa"tanya Arya Soma begitu melihat nya sempoyongan mau jatuh.


"Saya tidak apa-apa Gusti Patih cuma kelelahan saja"ucap Sendawa.


"Saya pikir sebaiknya kau beristirahat lah lebih dulu Sendawa ,ku rasa mereka tidak akan datang secepat ini"ucap Arya Soma .


"Apakah tidak apa apa Gusti Patih"tanya Sendawa ragu.


"Ya percayalah pada ku , silahkan menuju ke kamar mu"ucap Arya Soma yang memakluminya karena habis menempuh perjalanan jauh.


"Baiklah Gusti Patih saya mohon diri"ucap Sendawa.


"Ya silahkan"ucap Arya Soma.


...****************...


Perjalanan Ratu kencana Wungu ke Martapura ternyata tidak memerlukan waktu lama karena dengan kesaktiannya ia dapat sampai di Martapura dengan cepat .


Begitu pula dengan raja Batara Derja , Ratu Durgapali dan Rang Rang yang juga sudah sampai di Martapura dengan cepat karena tidak menemui halangan dalam perjalanan nya.


"Apakah kita akan melakukan penyerangan langsung ke istana Gusti prabu"tanya Rang Rang.


"Tidak Rang Rang jangan gegabah aku tidak mau jerih payah kita di manfaatkan oleh orang lain", jawab raja Batara Derja.


"Kanda benar pasti golongan hitam lainnya pun sudah tahu kalau keberadaan dua pedang naga itu ada di sini"ucap Ratu Durgapali.


"Maka dari itu kita lihat dulu keadaan di sini"ucap raja Batara Derja dengan tenang dan penuh perhitungan.


"Romo ...ibu...."panggil Kencana Wungu.


"Kau sudah tiba rupanya"ucap raja Batara Derja merasa senang.


"Apakah kau sendirian Wungu "tanya Ratu Durgapali melihat kedatangan anaknya tanpa pengawalan.


"Tidak ibu saya bersama dengan Brojo Segoro dan Bajang Samudera mereka aku suruh untuk menyelidiki keadaan di sini "jawab Kencana Wungu.


"Bagus tapi jangan bertindak lebih jauh dulu sebelum ada aba aba dari ku karena kita harus menunggu kabar dari Narapala dan Dunggala"ucap Raja Batara Derja.


"Saya mengerti Romo"ucap Kencana Wungu.


"Maaf Gusti prabu izin saya juga ikut menyelidiki keadaan di sini Gusti"ucap Rang Rang.


"Baiklah tapi hati hati"ucap raja Batara Derja.


Rang Rang merasa senang mendapat izin dari Raja Batara Derja itu , inilah kesempatan baginya untuk menemui gurunya Ki Rangin yang sudah menunggu nya di suatu tempat.


Dengan ilmu ringan tubuhnya Rang Rang langsung bergerak cepat meninggalkan mereka dan hilang di kegelapan malam.


Malam pun semakin larut namun keadaan di Martapura tetap tenang dan tidak terjadi apa-apa ,hal ini membuat Ratu Durgapali merasa tidak sabar untuk segera bertindak.


"Kanda kelihatan nya cuma hanya kita yang mengincar pedang itu ,kanda bisa lihat sendiri malam sudah sangat larut namun belum juga ada tanda-tanda keributan di istana "ucap Ratu Durgapali.


"Benar juga apa kata mu Dinda jangan jangan kita sudah kedahuluan yang lain"ucap raja Batara Derja sedikit terpengaruh oleh ucapan istrinya itu.

__ADS_1


"Jika begitu sekarang juga kita bertindak"ucap raja Batara Derja.


Ketika mereka akan bergerak menuju istana tiba-tiba ada tiga bayangan berkelebat lewat di atas kepala mereka yang bergerak dengan cepat menuju ke istana, hingga membuat raja Batara Derja yang akan bergerak itu segera mengurungkan niatnya.


"Bukankah itu Ratu Sarjani dari hutan larangan kanda"ucap Ratu Durgapali.


"Tidak salah lagi itu mereka,Kurang ajar rupanya dia juga datang kesini"ucap raja Batara Derja dengan marah.


"Bagaimana kalau kita hampiri mereka Kanda"usul Ratu Durgapali.


"Baiklah aku sudah tidak sabar lagi untuk memberikan pelajaran kepada mereka bertiga"ucap raja Batara Derja.


"Lapor Gusti prabu"ucap Narapala dan Dunggala yang datang menghadap raja Batara Derja.


"Cepat katakan apa yang kau dapatkan dari penyelidikan mu"tanya raja Batara Derja dengan tidak sabar lagi.


"Ternyata orang orang penghuni lembah Kematian pun juga telah hadir di sini Gusti"ucap Narapala.


"Jadi rupanya Warok Singa juga berminat dengan pedang itu"ucap raja Batara Derja.


"Berapa orang jumlah mereka Narapala "tanya Raja Batara Derja.


"Semuanya berjumlah lima orang Gusti prabu "jawab Narapala.


"Rupanya mereka menginginkan pertarungan besar besaran dengan ku , baiklah aku ku buat mereka semua menyesal telah karena sudah menghalangi tujuan ku"ucap raja Batara Derja dengan marah .


Sementara itu di dalam istana Jaka Alap Alap terlihat sedang menghadap Rangga yang saat itu di sedang bersama dengan Dewi Sekar di Balairung istana untuk melaporkan hasil penyelidikan nya.


"Jadi selain tiga kelompok itu masih ada lagi yang lain Alap Alap"tanya Rangga.


"Benar Gusti selain raja Batara Derja, ratu Sarjani dan Warok Singa ternyata ada satu lagi kelompok orang yang juga mengincar pedang itu"ucap Jaka Alap Alap.


"Apa kau tidak tahu siapa kelompok itu"tanya Rangga.


"Maaf gusti hamba tidak berhasil melacaknya karena gerakan sangat cepat juga pancaran tenaga dalamnya sangat kuat hingga membuat hamba tidak sanggup untuk mendekati nya"jawab Jaka Alap yang.


"Gusti prabu sepertinya Gusti harus berhati-hati dengan kelompok orang yang satu ini aku merasa kekuatan nya sangat besar"ucap Andana.


"Apa kau tahu di mana keberadaan dia sekarang andana "tanya Rangga.


"Sebentar Gusti hamba akan melacaknya, Andini cepat bantu aku"ucap Andana.


"Siap kakang"jawab Andini.


"Mereka berdua pun kemudian mengerahkan kekuatan nya untuk melacak kelompok yang di anggap paling berbahaya itu.


Sesaat kemudian Andana dan Andini pun dapat merasakan getaran tenaga yang di carinya itu mereka berdua terkejut setelah mengenali dengan tepat pemilik kekuatan itu.


"Apa...!!! jangan jangan ini kekuatan dari..Barkara"ucap Andana dengan terkejut.


"Ya kakang tidak salah lagi rupanya dia sudah menemukan tuanya yang baru"ucap Andini.


"Bagaimana apa kalian sudah menemukan nya"tanya Rangga begitu mendengar mereka berdua berbisik bisik.


"Benar Gusti ternyata ini kekuatan dari Barkara"ucap Andana.


"Barkara ....siapa dia"tanya Rangga.


"Barkara adalah ruh jahat yang mendiami pedang bintang yang selama ini tersegel di dasar samudera yang telah kami kalahkan beberapa ratus tahun yang lalu Gusti ,tapi entah kenapa ia dapat bebas kembali dan sekarang berada sekitar sini "ucap Andana.


"Apa dia begitu kuat "tanya Rangga.


"benar Gusti prabu dia termasuk pedang terkuat yang pernah ada di zaman dulu dan sekarang"ucap Andana.


"Cukup menarik kedengarannya , berarti kalian berdua akan bertemu dengan teman lama sebentar lagi"ucap Rangga seperti menggoda mereka berdua.


"ini bukan waktu nya untuk bercanda Gusti Prabu"ucap Andana.


"Aku cuma ingin memastikan kalian berdua siap atau tidak "ucap Rangga.


"Gusti tenang saja kapan pun kami selalu siap untuk Gusti prabu"ucap Andana dan Andini.


"Bagus jawaban seperti itu lah yang ingin ku dengar dari kalian"ucap Rangga dengan tersenyum.


"Aku juga selalu siap Gusti prabu"ucap pulang Geni juga tidak mau kalah


"Ya aku tahu itu pulang Geni"ucap Rangga.


"Sepertinya kita harus segera bertindak untuk mengusir orang orang itu dari sini Kanda"ucap Dewi Sekar .

__ADS_1


"Kau benar Dinda ,Jaka Alap Alap mari kita ke luar dan hadapi orang orang itu"ucap Rangga.


"Baik Gusti prabu"ucap Jaka Alap Alap segera mengikuti Rangga keluar.


__ADS_2