
"Kurasa sebaiknya kita cepat menuju ke gua itu Ariani,"ucap Pandan Wangi,
"ya kau benar kita langsung ke sana , sebelum kita kedahuluan orang lain"jawab Ariani, kemudian Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun menuju gua tempat kitab Pedang Darah itu berada sesuai dengan cerita dari gurunya Pandan Wangi kemarin.
"Romo ada yang ingin ku bicarakan pada romo,"ucap Dewi Kara,
"ada apa anak ku,"ucap raja Bargola dengan penuh kasih sayang,"setelah saya pikir-pikir aku ingin romo membatalkan pernikahan ku dengan pangeran Lintang,"ucap Dewi Sekar,"apa ..!!! kau bilang membatalkan pernikahan mu dengan pangeran Lintang"ucap raja Bargola dengan terkejut,"benar romo karena aku merasa pangeran Lintang tidak pantas untuk ku selain itu Kumaya hanyalah kerajaan kecil,"ucap Dewi Kara terus terang,
"tidak bisa Kara ,aku tidak bisa melakukan itu hanya gara- gara alasan mu , karena itu bisa menyulut api peperangan"ucap raja Bargola.
"Kalau romo tidak mau membatalkan pernikahan itu, maka hari ini juga,romo akan melihat saya mati di depan romo,"ucap Dewi Kara sambil mengeluarkan pisau dari dalam bajunya, melihat itu raja Bargola pun menjadi panik ia takut kalau Dewi Kara benar-benar melakukan bunuh diri,
"baiklah aku akan menuruti kemauan mu tapi ,cepat kau buang pisau itu"ucap raja Bargola kemudian, setelah mendengar ucapan dari ayahnya itu Dewi Kara pun membatalkan niatnya dan menjatuhkan pisau itu
"Lapor yang mulia, raja Sura dan pangeran Lintang dari kerajaan Kumaya datang berkunjung,
"laporan prajurit itu, seketika itu pula membuyarkan raja Bargola dari lamunannya tentang Dewi Kara,
"baik lah aku akan segera menemuinya"ucap raja Bargola, setelah mengganti pakaiannya raja Bargola pun segera pergi ke balairung istana,untuk menemui tamunya itu.
"Selamat datang raja Sura sahabat ku dan pangeran Lintang di Argara"ucap raja Bargola," terima kasih atas sambutan mu raja Bargola "ucap raja Sura dingin,
"Angin apa kiranya yang membuat raja Sura dan pangeran Lintang berkunjung kemari,"tanya raja Bargola, dengan basa basi,
"Saya kira raja Bargola tidak usah berpura-pura tidak tahu atas kedatangan kami kemari,"ucap Sura,
"Baiklah jika kedatangan kalian mengenai surat itu, saya kira alasannya sudah jelas,"jawab raja Bargola,"jika memang begitu saya mau menemui Dewi Kara untuk yang terakhir kalinya yang mulia,"ucap pangeran Lintang,
__ADS_1
"jika itu keinginan mu baiklah , silahkan,"jawab raja Bargola,"lalu pangeran Lintang pun menemui Dewi Kara yang sedang di taman belakang istana,
"Apakah dinda benar-benar mau membatalkan pernikahan kita,"tanya pangeran Lintang, ketika sudah sampai di tempat Dewi Kara.
"Benar saya mau membatalkan pernikahan kita,"jawab Dewi Kara dengan acuh,"tapi apa alasannya hingga dinda ingin membatalkan pernikahan ini,"tanya pangeran Lintang,
"Dengar baik-baik kanda , karena sebenarnya aku tidak menyukai kanda dan juga karena Kumaya adalah kerajaan kecil yang masih kalah jauh jika di bandingkan dengan Martapura"jawab Dewi Kara tanpa basa-basi, bagai tersambar petir disiang hari pangeran Lintang mendengar penghinaan Dewi Kara itu.
"Aku tidak mengira jika di balik kecantikan mu tersimpan hati yang busuk,akan ku ingat kata-kata mu,"ucap pangeran Lintang kemudian meninggalkan Dewi Kara.
"Romo kita kembali ke Kumaya tidak ada gunanya kita berlama-lama di sini,"ucap pangeran Lintang dengan nada tinggi, ketika sampai di hadapan ayahandanya dan raja Bargola.
"Apa yang terjadi dengan mu Lintang"tanya raja Sura, kemudian pangeran Lintang menceritakan apa yang di katakan Dewi Kara kepada ayahnya itu,raja Sura pun marah seketika setelah mendengar cerita dari anaknya itu.
sementara itu raja Bargola tidak menyangka putrinya mengatakan itu secara terang-terangan kepada pangeran Lintang.
"Tapi sayang raja Bargola penyesalan mu tidak bisa saya terima,dan mulai hari ini saya sebagai raja Kumaya memutuskan hubungan dengan Argara",kata raja Sura kemudian melangkah pergi dengan di ikuti pangeran Lintang.
"Prajurit cepat panggil putri ke sini,"ucap raja Bargola dengan emosi,"baik yang mulia"jawab prajurit itu dengan segera pergi, tak berapa lama kemudian Dewi Kara pun tiba di hadapan ayahnya,
"Ada apa romo,",tanya Dewi Kara,"perkataan mu kepada pangeran Lintang tadi benar benar memalukan, kenapa kau katakan itu di depan pangeran Lintang ,"ucap raja Bargola dengan menahan marah,"maaf romo aku tidak punya pilihan,"jawab Dewi Kara tanpa merasa bersalah.
Raja Sura dan pangeran Lintang pun akhirnya tiba di kerajaan Kumaya waktu hari menjelang petang,
"Aku benar-benar tidak bisa menerima ini romo," "ucap pangeran Lintang dengan sangat marah,"kamu benar lintang kita harus mem
balas penghinaan ini "ucap raja Sura.
__ADS_1
Di lain tempat Sugati dan Sugala masih terus melanjutkan perjalanannya tanpa berhenti ,setelah mengalahkan Ki Lukajaya dan kedua muridnya itu hingga akhirnya mereka pun tiba di sebuah hutan.
"Sugati bagaimana kalau kita istirahat dulu,"ucap Sugala,
"Baiklah tapi kita harus tetap waspada dan jangan lengah"ucap Sugati mengingatkan,
"apakah gua itu masih jauh Sugati "tanya Sugala, mendengar pertanyaan dari Sugala itu lalu Sugati merogoh kantong bajunya dan mengambil kain seukuran sapu tangan dan lalu membukanya dan ternyata sebuah peta.
"Menurut peta yang di buat guru ini kira kira kita akan menempuh perjalanan sekitar setengah hari lagi "jawab Sugati,lalu kembali memasukkan peta itu ke dalam kantongnya.
"ingat Sugala setelah mendapatkan kitab itu kita harus segera menghancurkannya,"ucap Sugati,"ya Sugati demi perdamaian dunia persilatan kita menghancurkan kitab itu,"ucap Sugala dengan mengepalkan tangannya.
Ketika mereka berdua sedang berbincang-bincang, datanglah Nyi Sarweda , Lasmini dan Rukmini menghampiri mereka,
"Sugala rupanya kita kedatangan tamu,"ucap Sugati,"kau benar Sugati bersiaplah,"ucap Sugala,
"Akhirnya aku menemukan kalian juga setelah bersusah payah,ucap Nyi Sarweda,
"maaf aku tidak mengenal Nyi mengapa Nyi mencari kami,"ucap Sugati,
"masalah kenal atau tidak itu bukanlah hal yang perlu di bahas anak muda ,tapi tujuan kalian dan aku yang perlu harus di bahas "ucap Nyi Sarweda,
mendengar perkataan Nyi Sarweda itu ,tahulah mereka kemana arah pembicaraan perempuan tua itu.
"Kami tidak tahu apa maksud Nyi, ucap Sugala ,yang tadi hanya diam,"jangan pura-pura bodoh kalian di depan ku ,"ucap Nyi Sarweda,
"kami tidak pura-pura bodoh Nyi, karena kami memang tidak tahu apa tujuan Nyi kemari" jawab Sugati pura pura tidak tahu,
__ADS_1
Lasmini dan Rukmini apa benar dua pemuda ini yang kalian maksud itu,,"tanya Nyi Sarweda,"benar mereka guru,"ucap Lasmini dan Rukmini.