
Setelah puas memandangi tubuh Rukmini yang tergeletak itu, kemudian Arya Soma langsung berkelebat pergi meninggalkannya,ia kemudian mengamuk membabi buta membunuh para pasukan-pasukan Jubah Hitam , berkali kali ia mengeluarkan pukulan tapak dewa mautnya ke arah mereka dalam sekejap saja puluhan bahkan ratusan para pasukan jubah hitam langsung tergeletak tak bernyawa.
Sementara Sanca Buana, Wulung Geni, Suparna dan Warto, mengintip Arya Soma dari tempat persembunyiannya,
"itu dia Arya Soma yang sedang mengamuk itu"ucap Warto sambil menunjuk ke arah pertempuran.
"dia benar-benar menakutkan,"ucap Suprana yang ada di samping Warto.
"Bagaimana Sanca apa yang harus kita lakukan,"tanya Wulung Geni,
"mmmm sepertinya akan percuma kalau kita melawan dia,"ucap Sanca Buana merasa segan berhadapan dengan Arya Soma,
"bagaimana kalau kita pergi secara diam-diam dari sini "ucap Suparna.
"Ku rasa itu bukan pilihan yang buruk dari pada kita menghantarkan nyawa" ucap Wulung Geni,
"baiklah mari cepat kita pergi,"ucap Sanca Buana setuju dengan usul temannya itu. keempat orang itu pun akhirnya pergi dengan hati-hati meninggalkan Medan peperangan.
Pertarungan Lingga dengan Ki Sumpit serta Serigala Merah itu juga tidak kalah seru perpaduan tongkat dan pedang mereka membuat Lingga harus berjumpalikan untuk menghindarinya, berkali-kali Lingga harus menguras tenaganya untuk menyerang balik ,tapi selalu tak membuahkan hasil,
"sialan benar-benar rapat kerja sama mereka hampir tidak ada celah yang mereka tinggalkan walaupun cuma setitik," desah Lingga, sambil mengatur nafasnya yang memburu.
"Baiklah akan aku coba mengacaukan mereka"ucap Lingga kemudian ,
ia langsung menyerang mereka kembali, Lingga mengayunkan pedangnya dengan memutar tubuhnya,namun Ki Sumpit dan Serigala Merah langsung menangkis serangan Lingga itu dan malah menyerang balik Lingga dengan gencar,
lingga segera melompat menjauh lalu dengan cepat mengirim pukulan angin topan menyapu gunung ke arah mereka berdua wuusss... duaaarrr.....Ki Sumpit dengan cepat menjatuhkan dirinya,tapi tidak sempat bagi Serigala Merah untuk menghindari nya dan tubuhnya pun langsung hangus terkena pukulan Lingga yang sangat pantas itu.
"Akhirnya aku dapat menjatuhkan satu di antara mereka"ucap lingga dengan nafas ngos-ngosan.
Tanpa Ki sumpit sadari lingga kemudian bergerak cepat kearahnya
"Benar-benar dahsyat pukulan pemuda itu,"ucap Ki Sumpit sambil memandangi kepulan asap di depannya ia lalu mengatur nafasnya yang memburu itu.
"Mari kita tentukan siapa yang pantas keluar dari pertarungan ini,"ucap Lingga tiba-tiba ada di dekat Ki Sumpit,
"apa!!, sejak kapan kau di sini,"ucap Ki Sumpit dengan terperanjat,
"bersiap lah kau pak tua hiiiaat... Lingga langsung menyerang Ki Sumpit dengan pedangnya, Ki Sumpit pun menangkisnya dengan tongkatnya traaaaang.... terdengar senjata mereka beradu dan pertarungan sengit pun kembali berlanjut.
Sementara itu di sisi lain
Duuuar.... duuuaaarrr..... duuuaaarrr... dentuman keras menghiasi pertarungan antara Pandan Wangi dan Jubah Hitam , yang berlangsung di halaman luar dekat istana itu.
"haaahaa....haaahaa....aku sangat terkejut dengan kemampuan mu nona, sampai sejauh ini aku masih belum juga bisa melukai mu,"ucap Jubah Hitam,
"tidak usah banyak bicara kau Jubah Hitam,hari ini kau harus membayar kematian Sugala dan Sugati,"ucap Pandan Wangi dengan geram.
"tunjukkan kalau kau memang bisa nona"ucap Jubah Hitam,
"baik akan ku buat kau menarik lagi kata-kata mu karena meremehkan ku"ucap Pandan Wangi dengan bergegas menerjangnya.
"rasakan ini "teriak Pandan Wangi sambil mengayunkan pedangnya ke arah Jubah Hitam ,
Pandan Wangi menyabetkan pedangnya bersiap menebas kepala jubah hitam,namun tiba-tiba Jubah Hitam lenyap dari depan matanya, tapi Pandan Wangi bukanlah seorang pendekar yang kurang pengalaman ,ia segera mempertajam seluruh panca inderanya,
__ADS_1
"baiklah rasakan ini,pukulan lembur gunung hiaaaat..."teriak Pandan Wangi sambil melepaskan pukulannya wuusss... sebuah pukulan mengarah ke Samping dan duuuaaarrr.... bunyi dua pukulan beradu,
"ternyata dia memang tidak bisa di buat main-main,"ucap Jubah Hitam setelah menangkis pukulan Pandan Wangi itu.
"Dengar Jubah Hitam ke mana kau bersembunyi aku pasti tahu, jadi tidak usah kau banyak tingkah di hadapan ku ,"ucap Pandan Wangi,
"saat di gua kelelawar dia tidak sekuat itu apa yang terjadi padanya,"gumam Jubah Hitam sambil memandang ke arah Pandan Wangi dengan penuh keheranan
"Ternyata gerakan ku masih kurang cepat "ucap Pandan Wangi sambil bersiap menyerang kembali.
Pandan kembali menyerang jubah hitam dengan gencar , dendam di hatinya terasa begitu membara jika teringat dengan Sugala dan Sugati yang telah mati di tangannya.
Sementara itu pertarungan Ariani Dewi dan Sarwati masih berlangsung ,namun Sarwati tampaknya bukanlah tandingan bagi Ariani Dewi sudah dua kali ia harus jatuh bangun akibat pukulan dari Ariani Dewi itu,
"akh.... teriak Sarwati saat tubuhnya terlempar, melihat keadaan Sarwati yang terdesak itu Gajah Ngarang pun cepat- cepat menghampirinya, engkau tidak apa-apa Sarwati "ucap Gajah Ngarang saat tiba di dekat nya.
"Ternyata aku bukan tandingannya dia Gajah Ngarang,"ucap Sarwati sambil memegangi perutnya,
"bagaimana kalau kita hadapi dia bersama-sama"kata Gajah Ngarang,
"Baiklah mari kita satukan kekuatan kita Gajah Ngarang ,"ucap Sarwati.
Lalu keduanya pun bersiap-siap dengan pedang di tangannya,
"Kalau aku terus bermain-main dengan mereka bisa-bisa aku terlambat untuk membantu Pandan Wangi" ucap Ariani Dewi dengan perasaan khawatir.
"Baiklah akan aku selesai pertarungan ini sekarang juga"ucapnya kemudian.
Melihat Sarwati dan Gajah Ngarang telah bergerak maju, Ariani Dewi pun segera menggelar kuda-kudanya,
"baiklah maju kalian berdua,"ucap Ariani Dewi sambil melihat ke arah mereka,tak mau menunggu lagi Ariani Dewi segera melesat maju,
Jurus warisan kakek raja alam benar benar membuat Ariani Dewi di atas angin menghadapi sarwati dan gajah ngarang, dalam satu gerakan saja nyawa mereka berdua langsung melayang.
Pertarungan Pandan Wangi dan Jubah Hitam pun semakin dahsyat saja , Pandan melompat sambil mengayunkan pedangnya, tapi dengan mudah Jubah Hitam menghindarinya dan langsung memberikan tendangannya, tak ayal lagi bagi pandan Wangi ia pun terlempar dengan deras,
namun Pandan Wangi cepat bangun kembali dan langsung mengerahkan tenaga dalamnya untuk mengurangi rasa sakit pada tubuhnya,
"sial dia benar-benar cepat"desah Pandan Wangi dengan kesal,
Sepertinya Jubah Hitam tidak sudi membiarkan Pandan Wangi mengambil bernafas walaupun hanya sejenak ia pun segera menyerangnya kembali,
"rasakan ini ,pukulan pelemas tulang"ucap Jubah Hitam sambil melepaskan pukulannya wuusss.... ke arah Pandan Wangi.
Merasakan adanya serangan dahsyat menuju ke arahnya,Pandan Wangi pun bersiap menyambutnya dengan pukulan lembur gunung tingkat lima,
"ini saat aku mengeluarkan pukulan yang selama ini belum aku keluar,"ucap Pandan Wangi sambil bersiap melepaskan pukulannya,
wuusss.....tanpa sepengetahuan Pandan Wangi , dari arah belakangnya ternyata Ariani Dewi pun melepaskan pukulan badai menerjang ombaknya,
hingga duuuaaarrr .....pukulan Jubah Hitam di sambut pukulannya Ariani Dewi dan pukulan Pandan Wangi meluncur deras ke Jubah Hitam wuusss... wuusss... pukulan lembur gunung itu meluncur sangat cepat dan duaaarrr... pukulan itu pun dengan telak mengenai Jubah Hitam tanpa bisa terelakkan.
Hingga membuatnya terlempar beberapa tombak, melihat itu Ariani Dewi pun tidak mau membuang kesempatan di depan matanya itu.
Jubah hitam berusaha berdiri dengan tubuh sempoyongan dengan bantuan pedangnya.
__ADS_1
Namun serangan kedua Senopati Martapura itu ternyata tidak cukup sampai di situ, karena Ariani Dewi sudah siap dengan jurus andalannya.
"Sugala aku Ariani Dewi hari ini akan membayar janji ku pada mu untuk membunuh Jubah Hitam keparat itu ,"ucap Ariani Dewi,
"jurus tebasan seribu pedang ,"teriak Ariani Dewi ia melesat cepat bagaikan meteor yang akan menghantam bumi , dengan kemarahan yang memuncak Ariani bergerak cepat crash... crash.. crash, Jubah Hitam tak sempat untuk menghindarinya ia terkena sabetan-sabetan pedang Ariani Dewi hingga tangan,kaki dan kepalanya pun terlepas dari tubuhnya dan matilah Jubah Hitam oleh tangan Ariani Dewi yang di penuhi oleh kemarahan itu.
Ariani Dewi berdiri mematung memandangi tubuh Jubah Hitam yang tidak berbentuk itu, dalam hatinya ia merasa lega karena bisa menepati janjinya pada Sugala dan Sugati.
"kau tidak apa-apa Ariani,"tanya Pandan Wangi ia terkejut ketika ia melihat tubuh jubah Hitam telah menjadi bercerai-berai seperti itu.
"Aku terpaksa melakukan itu Wangi , seperti dia membunuh Sugala dan Sugati di depan mata ku,"ucap Ariani Dewi dengan masih ada sisa kemarahan di matanya.
"Sudahlah Ariani aku kira Jubah Hitam memang pantas mendapatkan itu,"ucap Pandan Wangi.
Pertempuran Lingga dan Ki Sumpit pun juga telah berakhir setelah Pedang lingga merobek perut Ki Sumpit hingga membuat tergeletak dan mati.
Seorang prajurit berlari dengan tergopoh-gopoh menuju ke arah patih Arya Soma.
"lapor gusti patih Jubah Hitam telah berhasil dikalahkan oleh senopati Pandan Wangi dan Ariani Dewi"ucap prajurit itu,
"mereka memang slalu bisa di andalkan" ucap patih Arya Soma dengan rasa bangga.
"Menyerahlah kalian semua karena Jubah Hitam sudah tewas"ucap Arya Soma dengan lantang, mendengar seruan itu para sisa-sisa pasukan Jubah Hitam pun menjatuhkan senjatanya dan langsung berlutut tanda menyerah.
Arya Soma segera memerintah prajurit untuk menangkap semua para pasukan Jubah Hitam yang sudah menyerah itu dan ia segera menemui Pandan Wangi dan Ariani Dewi.
Melihat Arya Soma datang mendekat ,mereka pun bergegas menyambutnya,
"hormat kami gusti patih,"ucap Ariani Dewi dan Pandan Wangi,
"saya sangat berterima kasih pada kalian berdua, tanpa kalian mungkin aku akan kehilangan muka di hadapan sang prabu,"ucap Arya Soma,
"tak perlu berkata seperti itu gusti patih ini sudah menjadi kewajiban saya dan Pandan Wangi,"ucap Ariani Dewi.
"Sepertinya itu Lingga gusti patih,"kata Pandan Wangi yang melihat Lingga datang ke arahnya,
"hormat saya gusti patih,"ucap Lingga,
"terima kasih Lingga atas bantuan mu,"ucap Arya Soma dengan tersenyum,
"tak masalah gusti patih anggaplah ini suatu balas budi atas pertolongan gusti prabu pada hamba,"ucap Lingga.
"Baiklah jika begitu,oh ya Lingga setelah ini ada yang ingin aku bicarakan pada mu,"ucap Arya Soma,
"baik gusti patih aku tidak akan kemana-mana,"ucap Lingga.
"Pandan Wangi dan dan kau Ariani Dewi ada tugas selanjutnya untuk kalian,"ucap Arya Soma,
"Apa itu gusti patih,"tanya Ariani Dewi, "dengarkan saat ini gusti prabu sedang di Argara untuk menghadapi pangeran Lintang yang berniat menyerang kerajaan itu dan gusti prabu menginginkan kalian untuk secepatnya ke sana,"ucap Arya Soma.
"Pangeran Lintang, bukan kah dia itu calon menantu raja Bargola gusti patih kenapa ingin menyerang Argara,"tanya Ariani Dewi.
"Ceritanya panjang sebaiknya bergegas lah kalian karena gusti prabu sudah menunggu di sana,"ucap Arya Soma,
"baik gusti patih"jawab Pandan Wangi dan Ariani Dewi.
__ADS_1
"Sebelum itu ada yang harus kalian tahu bahwa pangeran Lintang telah menguasai kitab pedang darah,"ucap Arya Soma,
"apa pangeran Lintang sudah menguasai kitab pedang darah !!!"ucap Pandan Wangi dan Ariani Dewi dengan terkejut bukan main.