Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Putri Gandari


__ADS_3

"Huup, akhirnya sampai juga aku di atas ,sampai berjumpa kembali guru ,"ucap Pandan Wangi pada gurunya sambil menoleh ke bawah.


"Baiklah sesuai dengan petunjuk dari guru aku akan berjalan menuju barat,"ucapnya dan terus melangkah.


...----------------...


"Kira kira berapa lama lagi kita akan sampai di Martapura yang Mulia,"tanya Ariani Dewi, "kira kira tidak lama lagi kita akan tiba di sana Ariani,"jawab Rangga sambil memegangi tali kudanya.


"Kenapa ? apakah kamu merasa lelah ?,"tanya Rangga, "tidak yang Mulia,"ucap Ariani Dewi.


"Kalau begitu pegangan yang kuat ,"ucap Rangga pada Ariani Dewi yang duduk di belakang nya kemudian ia mempercepat lari kudanya,


sesuai perkataan Rangga Ariani Dewi pun berpegang erat padanya ,ia tidak menyangka bisa satu kuda dengan Raja Martapura itu dan tanpa di sadari oleh Rangga ternyata Ariani Dewi menyimpan perasaan padanya.


ia benar-benar tidak mengira orang yang dulu di caci maki sekarang adalah seorang raja kerajaan besar,bila teringat masa itu Ariani Dewi benar benar malu pada Rangga juga pada dirinya sendiri.


...----------------...


Setelah selesai mendatangi berbagai padepokan akhirnya Arya Soma pun tiba di istana Martapura,lalu ia pun menghadap kepada sang permaisuri Dewi Sekar.


"Maaf Gusti Ratu apakah Gusti Prabu sudah kembali,"tanya Arya Soma,


"belum Kanda Patih Gusti prabu belum kembali,"jawab Dewi Sekar.


"Kalau begitu saya mohon diri Gusti Ratu,"kata Arya Soma ,lalu pergi dari hadapan Dewi Sekar.


...----------------...


Di lain tempat di kerajaan Markuraka Patih Danuraka terlihat sedang bercakap-cakap dengan seorang wanita dia adalah Gandari Putri dari raja Gandara.

__ADS_1


"Apa menurut paman Patih ,Romo akan langsung menyerang Martapura jika mereka tidak mau mengakui kebesaran kerajaan Markuraka ini Paman?"tanya Gandari, "saya tahu dan hafal sifat dari yang mulia Gandara,sudah tentu dia akan langsung naik pitam,"jawab Patih Danuraka.


"Tapi apakah mudah menaklukkan kerajaan Martapura yang katanya kerajaan besar itu paman?"tanya Gandari,


"itulah yang menjadi pikiran ku sekarang ,namun itu tergantung dari hasil penyelidikan Elang Hitam nanti tuan putri,"jawab Patih Danuraka.


"Maksud paman bagaimana?"tanya Gandari, "begini tuan putri jika Elang Hitam dapat mengetahui peta kekuatan mereka sebesar apa ,maka kita bisa membuat taktik untuk mengalahkan mereka dari sekarang,"jawab Patih Danuraka menjelaskan.


Putri Gandari mengangguk angguk mendengar penjelasan dari Patih Danuraka itu.


"Bagaimana kalau saya juga ikut menyelidiki Martapura Paman dan ku harap paman ikut mendukung keinginan saya di hadapan Romo prabu nanti"kata Gandari.


"Apa!!!,jangan tuan putri bisa bisa kepala saya melayang di penggal yang mulia,jika saya mendukung tuan putri untuk ikut menyelidiki ke sana"kata Patih Danuraka dengan terkejut.


Mendengar ucapan dari Patih Danuraka itu murung lah wajah putri Gandari seketika, karena cuma dia lah yang omongan nya bisa di dengar oleh ayahnya itu.


"Maafkan aku Gandari bukannya aku tak mau membantu kau untuk pergi ke Martapura, tapi karena yang mulia sangat menyayangi mu dan takut jika terjadi apa apa pada mu"ucap Patih Danuraka dengan lirih setelah Gandari berlalu.


Patih Danuraka teringat akan masa masa kecil putri Gandari,yang mana ia di tinggalkan ibunya pada waktu bayi.


Ibunya meninggal setelah melahirkan dia karena pendarahan yanghebat, segala tabib hebat di datang kan namun hasilnya tepat saja nihil .


Raja Gandara pun merasa terpukul atas kepergian istrinya itu, saking terlalu besar cintanya pada sang istri hingga sekarang ia tak berniat beristri lagi dan semenjak istrinya meninggal Raja Gandara pun mencurahkan segala kasih sayangnya kepada Gandari lebih dari apa pun karena dia adalah satu-satunya pewaris tahta kerajaan Markuraka.


Patih Danuraka pun juga sangat sayang padanya seperti anak sendiri, karena sejak Gandari kecil dia lah yang membimbingnya dalam bidang ilmu olah kanuragan dan juga ilmu pemerintahan, Kalau tidak sedang sibuk sesekali ayahnya sendiri Raja Gandara juga membimbingnya sehingga segala kesaktian ayahnya dan Patih Danuraka telah ia kuasai semua.


...----------------...


Akhirnya sampai jugalah Rangga dan Ariani Dewi di Martapura setelah menempuh perjalanan yang melelahkan itu.

__ADS_1


Patih Arya Soma dan sang permaisuri Dewi Sekar tampak menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang Dinda Prabu"ucap Arya Soma.


"Selamat datang Kanda Prabu,"ucap Dewi Sekar menyambut kedatangan suaminya.


"Oh,ya Kanda Arya dan Dinda Dewi kenalkan ini adalah Ariani Dewi saudara seperguruan saya,"kata Rangga mengenalkan Ariani Dewi kepada mereka berdua.


"Hormat saya Gusti Patih dan Gusti Ratu,"ucap Ariani Dewi sambil menjura hormat.


"Baiklah mari sekarang kita kedalam ,"ajak Rangga kepada mereka.


Lalu Ariani Dewi pun diantar seorang pelayan menuju ke kamarnya untuk beristirahat, sementara Rangga masih terlibat perbincangan dengan Arya Soma,


"Apakah perintah saya sudah Kanda kerjakan,"tanya Rangga,


"sudah Dinda Prabu saya telah mendatangi berbagai padepokan dan mereka dengan antusias menerima ajakan saya,"jawab Arya Soma.


"Terimakasih Kanda Arya sekarang kita tinggal menunggu apa yang akan terjadi,"ucap Rangga.


"Kalau begitu saya mohon diri Dinda prabu,"kata Arya Soma.


"Silahkan Kanda,"ucap Rangga.


...----------------...


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh sampailah Senopati Elang Hitam dan para prajurit dari di Martapura.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang gusti senopati,"tanya salah satu dari prajurit itu.

__ADS_1


__ADS_2