
Melihat orang dua orang yang dinyatakan telah meninggal dunia itu Arya Soma terkejut bukan main atas kemunculannya itu.
"Maaf kalau kehadiran ku sekarang ini mengejutkan kalian semua "ucap Rangga sambil menatap satu persatu semua orang yang hadir di situ.
"Tunggu dulu ..!!! aku tidak yakin kalau kau benar-benar Rangga raja Martapura yang dulu , karena setahu ku dia sudah gugur beberapa tahun yang lalu"ucap Arya Soma dengan tidak percaya pada kenyataan di depannya itu.
"lalu apa yang kau inginkan dariku Arya Soma"tanya Rangga dengan tatapan dingin.
"Aku ingin kau buktikan kalau dirimu benar benar Rangga"ucap Arya Soma.
"Apa kau takut kedudukan mu sebagai raja Martapura sekarang terancam setelah melihat kehadiran ku"tanya Rangga.
"Tidak ada sangkut pautnya dengan kedudukan ku yang sekarang,aku cuma tidak ingin Martapura di pimpin oleh orang yang tidak jelas asal usulnya , jadi buktikan lah jika kau benar benar Gusti prabu Rangga"ucap Arya Soma.
"Dengan cara apa aku harus membuktikan nya pada mu"tanya Rangga.
"Apa lagi kalau bukan dengan pertarungan"jawab Arya Soma langsung menantangnya.
"Baiklah jika itu yang kau minta"ucap Rangga menyanggupi nya.
"Kalau dia kalah dalam pertarungan ini , berarti dia palsu dan aku tidak akan segan untuk membunuhnya karena sudah berani mengaku sebagai Prabu Rangga"gumam Arya Soma.
"Para prajurit menyingkir lah kalian semua, aku ingin membuktikan bahwa dia hanyalah seorang pembohong yang mengaku sebagai Prabu Rangga"ucap Arya Soma.
Semua yang hadir pun segera menjauhi mereka berdua , karena di tempat itu akan terjadi pertarungan besar.
Arya Soma langsung menggelar kuda kudanya dan bersiap untuk segera bertarung , sementara Rangga masih berdiri tegak dengan memandang ke arah Arya Soma yang sudah bersiap menyerangnya itu,.
"Aku sudah siap Arya Soma majulah serang aku sekarang"perintah Rangga.
Hiiiaat... Arya Soma segera melesat menyerang nya, ia langsung mengirimkan tendangan dan pukulannya ke pada Rangga.
Namun dengan mudahnya Rangga menghindarinya ,ia masih di tempatnya yang semula dan belum bergeser menghadapi serangan Arya Soma itu,
lalu Arya Soma merapal jurus tapak dewa maut nya dan langsung memukulkan padanya duuuaaarrr..... pukulan itu berhasil mengenai Rangga , namun Rangga masih berdiri tanpa kurang suatu apa.
"Kurang ajar ,aku tidak mau membuang waktu lagi aku harus secepatnya mengalahkan penipu ini"gumam Arya Soma kemudian mencabut keris Guntur geni senjata andalannya.
"Jadi dia mau mengakhiri pertarungan ini, baik lah akan aku kabulkan keinginan nya"ucap Rangga.
Arya Soma langsung menyerang dengan keris Guntur geni nya wuuusss..... Rangga melompat dan berputar di udara menghindarinya, Arya Soma segera membalikkan badannya dan secepat kilat ia menusuk kan kerisnya kembali begitu melihat Rangga mendarat .
"Andana dan Andini keluarlah "ucap Rangga dan muncullah pedang kembar dua mustika di kedua tangan nya.
Rangga lalu menangkis serangan keris itu traaang... duuuaaarrr...... kekuatan dua pusaka menimbulkan ledakan keras di sore itu.
Arya Soma terpental lima tombak tapi masih bisa mengendalikan diri nya hingga tidak sampai jatuh, sementara Rangga tidak bergeming sedikit pun masih berdiri di tempatnya semula.
"Sebesar itu kah kekuatannya keris Guntur geni ku ini seperti membentur dinding tebal saat bertemu dengan pedang itu"batin Arya Soma.
"Jangan senang dulu kau"ucap Arya Soma masih juga belum puas dengan kejadian tadi.
"Keluar kan semua ilmu yang kau miliki Arya Soma agar kamu bisa merasa puas"ucap Rangga dengan suara dingin.
"Jurus belah raga "teriak Arya Soma , seketika itu juga Arya Soma pun menjadi dua seketika dan bersiap menyerang kembali ,ia menggabungkan pukulan tapak dewa maut dengan keris Guntur geni nya.
Melihat Arya Soma mengeluarkan jurus andalan nya Rangga pun tersenyum dan bersiap menyambutnya.
Haaaat.... Arya Soma pun segera menyerang Rangga kembali setelah merubah dirinya menjadi dua itu.
"Akan aku akhiri pertarungan sia sia ini,Andana dan Andini hadapi Arya Soma"ucap Rangga kemudian melepaskan dua pedang nya untuk menyambut serangan Arya Soma itu.
Dua pedang itu meluncur deras ke arah Arya Soma yang asli dan yang palsu.
Melihat dua pedang meluncur dari depannya itu Arya Soma segera meluncur ke atas untuk menghindari nya dan pedang itu pun dapat di lewati nya,namun tanpa sepengetahuannya ternyata pedang itu dapat berbelok lalu mengejar dirinya.
"Pedang macam apa itu seperti punya pikiran"ucap Arya Soma ,ia pun kemudian menangkis pedang Rangga itu dengan menggunakan keris nya traaang....traaang.. namun tangan Arya Soma kembali merasakan seperti membentur dinding baja yang tebal hingga membuat tangan nya kesemutan.
Sementara diri Arya Soma yang satunya lagi yang ternyata cuma bayangan saja sudah hilang terkena tebasan pedang Rangga yang satunya lagi yang bernama Andini.
Arya Soma melepaskan pukulan nya untuk menjatuhkan pedang yang bernama Andana duuuaaarrr..... duuuaaarrr..tapi pukulan tidak juga membuat pedang di depan nya yang bernama Andana itu terpental .
Arya Soma benar benar tidak berdaya menghadapi dua pedang kembar dua mustika itu.
Andini kemudian menyusul Andana menyerang Arya Soma, ia terbang tinggi lalu meluncur deras bersiap menebas kepalanya .
Arya Soma terngangga melihat dua pedang yang datang dari atas itu dan bersiap menangkis nya, namun Andana yang di depan tidak membiarkan itu ia kembali menyerang Arya Soma duuuaaarrr.... Arya Soma terpelanting cukup keras.
Melihat keadaan Arya Soma yang kepayahan menghadapi dua senjatanya itu kemudian Rangga pun menarik pulang pedang kembar dua mustika nya itu
__ADS_1
"Andana dan Andini kembali lah"ucap Rangga dan dua pedang itu melesat ke arah nya dan menghilang seketika di depan nya.
"Apakah kau masih belum percaya Arya Soma"tanya Rangga sambil menatap tajam ke arahnya.
"Belum aku belum percaya "ucap Arya Soma.
"Baiklah jika kau belum puas, Pulang Geni muncullah "teriak Rangga dan slaaap....keris pulang Geni pun tiba-tiba ada di tangannya.
"Terima ini ini Arya Soma hiiiaat..."teriak Rangga sambil melepaskan keris itu kearah Arya Soma, keris pulang Geni pun meluncur dengan deras padanya.
Melihat keris Penjaga Martapura itu meluncur deras kearah nya akhirnya Arya Soma pun sepenuhnya mengakui bahwa dia benar-benar Rangga raja Martapura yang asli.
"Baiklah aku benar benar percaya sekarang kalau kamu adalah Gusti prabu Rangga"ucap Arya Soma .
Keris pulang Geni yang meluncur itu pun kemudian lenyap sebelum mengenai Arya Soma dan sudah ada di genggaman tangan Rangga kembali.
Arya Soma kemudian berjalan menghampiri Rangga yang berdiri tidak jauh dari hadapannya itu.
"Maafkan aku Gusti prabu kalau tadi aku sempat meragukan Gusti"ucap Arya Soma sambil bertekuk lutut memberikan hormat.
"Bangun lah Arya Soma ,aku bisa memaklumi sikap mu itu ,aku mengerti dengan sikap ke hati hatian mu itu dan ku rasa itu wajar "ucap Arya Soma.
"Terima kasih Gusti prabu"ucap Arya Soma.
"Dinda Sekar dan kalian semua kemarilah"perintah Rangga.
Mendengar seruan Rangga itu Dewi Sekar , Pandan Wangi, Ariani dan Arum pun segera maju mendekatinya.
"Hormat saya kanda prabu "ucap Dewi Sekar.
"Hormat kami Gusti prabu"ucap Pandan Wangi dan Ariani Dewi dan Arum.
"Hormat saya Gusti Ratu "ucap Arya Soma pada Dewi Sekar dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Kalian semua pasti heran melihat ku tiba-tiba ada di sini"ucap Dewi Sekar.
"Benar Gusti ratu kami tidak mengerti kenapa Gusti Ratu bisa muncul kembali di sini bukan kah Gusti ratu sudah meninggal"ucap Arya Soma.
"Baiklah akan aku ceritakan pada kalian kejadian yang sebenarnya"ucap Dewi Sekar.
"Waktu itu , ketika aku baru saja melahirkan Arum ,ada seseorang yang diam diam dengan tega meracuni ku dengan racun ular hitam"ucap Dewi Sekar mulai bercerita.
setelah minum air itu aku pun terkejut mengetahui badan ku sehat kembali,lalu aku bermaksud mencari pelaku yang meracuni ku itu, namun sayangnya saat itu aku mendengar bahwa kanda prabu gugur di medan perang , hati ku hancur saat itu juga dan aku pun memutuskan untuk pergi dari istana ini dengan menyamar sebagai dayang.
Aku terus pergi tanpa tujuan hingga akhirnya aku sampai di sebuah gua yang ternyata dalam gua itu terdapat makam seorang pendekar wanita yang bergelar Dewi Selendang Perak.
Aku pun memutuskan untuk tinggal di gua itu untuk menenangkan diri dan melupakan kesedihan ku.
Tak lama kemudian aku pun tertidur karena kelelahan ,dalam tidur ku itu aku di temui oleh seorang wanita yang bernama Dewi Selendang Perak .
Dalam mimpi itu ia mengatakan pada ku bahwa dirinya telah meninggalkan kitab yang berisi kesakitan dan jurus jurus maut di dalam gua yang aku tempati saat itu.
Setelah bangun tidur aku segera mencari kitab itu untuk membuktikan mimpi ku itu, karena berjodoh akhirnya aku pun berhasil menemukan nya.
Singkat cerita aku pun langsung mempelajari dan menyempurnakan jurus jurus itu hingga beberapa tahun lamanya.
Beberapa tahun kemudian aku pun selesai menyempurnakan semua jurus jurus Dewi Selendang Perak itu dan aku pun memutuskan pergi dari gua untuk mencari tahu kabar tentang Arum Putri ku dan keadaan di Martapura "ucap Dewi Sekar mengakhiri ceritanya.
Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun tersentak mendengar Cerita dari Dewi Sekar itu.
"Lalu siapa orang yang telah meracuni Gusti Ratu itu"tanya Pandan Wangi.
"Sarilah orang yang telah meracuni ku"ucap Dewi Sekar.
"Apa....!!!"ucap Arya Soma dengan terkejut.
Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun juga tidak kalah terkejutnya bahwa sari yang terlihat baik dan ramah itu bisa tega melakukan hal semacam itu.
"Apa maksud sari melakukan semua itu Gusti ratu "tanya Ariani Dewi.
"Dia hanya di jadikan alat oleh orang dalam istana Martapura ini dengan di iming imingi oleh harta dan jabatan" ucap Dewi Sekar.
"Lalu dengan hilangnya Sari bagaimana Gusti Ratu "tanya Ariani Dewi.
"Sari tidak hilang seperti yang kalian sangka saat ini ,tapi ia di bunuh oleh orang yang menyuruhnya karena di anggap gagal melakukan tugasnya setelah saya hilang dari dalam kamar dan yang kalian makam kan dalam peti mati itu adalah mayatnya Sari"ucap Dewi Sekar.
"Berarti orang yang membunuh Sari itu kemudian memasukkannya kedalam peti supaya orang-orang menyangka bahwa yang ada dalam peti itu Gusti ratu"ucap Pandan Wangi.
"Ya kau benar Wangi , orang itu benar benar cerdik dalam memanfaatkan situasi"ucap Dewi Sekar.
__ADS_1
"Gusti Ratu tahu siapa orang di balik semua itu"tanya Ariani Dewi.
"Ku rasa mengenai hal itu biarlah yunda Kara saja yang menjelaskan"ucap Dewi Sekar.
"Memangnya apa hubungannya dengan istri ku "tanya Arya Soma ingin tahu.
"Nanti kau akan tahu setelah mendengar ucapan dari nya Arya Soma"ucap Dewi Sekar.
"Aku lah yang menyuruh Sari untuk meracuni Sekar"ucap Dewi Kara tiba-tiba dari arah belakang mereka.
"Silahkan jika kau ingin menghukum ku, aku siap untuk menanggung nya "ucap Dewi Kara.
Bagai disambar petir dia siang bolong Arya Soma dan semua yang hadir di situ mendengar pengakuan Dewi Kara yang terang terangan itu.
"Kurang ajar....!!! ini benar benar sangat memalukan,Gusti prabu biarkan saya yang menghukum perbuatan istri ku itu"ucap Arya Soma dengan tangan sudah merah membara menandakan ia siap melepas pukulan tapak dewa maut nya pada istrinya itu.
"Tunggu Arya Soma ,saya rasa kau tidak harus membunuhnya "ucap Rangga.
"Tapi Gusti prabu saya benar benar malu atas perbuatan nya itu"ucap Arya Soma.
"Kanda prabu benar Arya Soma saya rasa kau tidak perlu sekejam itu pada yunda Kara karena saya rasa yunda Kara hanya khilaf"ucap Dewi Sekar.
"Aku ingin tahu apa alasan mu melakukan semua ini Kara..!!"ucap Arya Soma dengan begitu marah.
Dewi Kara benar benar gemetar melihat wajah Arya Soma suaminya yang biasanya ramah dan penuh kasih sayang itu kini wajah itu terlihat mengerikan seperti ingin menelannya bulat-bulat.
"Ba..iklah akan aku jelaskan pada kalian"ucap Dewi Kara dengan suara gugup setelah melihat tatapan tajam mata Arya Soma suaminya itu .
"Waktu itu setelah saya mendengar Gusti prabu Rangga gugur di medan perang terbesit dalam pikiran ku untuk membunuh Dinda Sekar dengan begitu aku akan menjadi permaisuri di Martapura ini.
Dan aku pun menyuruh Sari untuk menuangkan racun ular hitam ke dalam minumannya Dinda Sekar dan ternyata semua usaha ku gagal, dengan hilangnya Dinda Sekar dari dalam istana malam itu.
Karena saking marahnya lalu aku membunuh Sari dan memasukkan ke dalam peti mati.
Lalu aku mengabarkan kepada semua orang bahwa dinda Sekar meninggal akibat pendarahan dan semua orang pun percaya pada ku termasuk Romo prabu Bargola sendiri"ucap Dewi Kara dengan menundukkan kepalanya.
"Hebat....hebat....tidak ku sangka hanya demi sebuah kedudukan kau tega berbuat seperti itu,aku benar benar malu mempunyai istri seperti mu Kara"ucap Arya Soma dengan kemarahan yang memuncak.
"Maafkan aku kanda aku benar-benar menyesal sudah melakukan semua ini"ucap Dewi Kara dengan memohon.
"Gusti prabu dan Gusti ratu mungkin mengampuni mu tapi tidak dengan aku Kara hiiiaat... duuuaaarrr Arya Soma memukul istri nya itu dengan pukulan tapak dewa maut nya Dewi Kara pun terlempar beberapa tombak jauhnya.
"Yunda Kara......!!!"teriak Dewi Sekar segera menghampiri kakak perempuannya itu.
"Yunda Kara ..."teriak Dewi Sekar,ia pun segera memeriksa keadaan kakaknya itu yang ternyata belum mati, ternyata Arya tidak bermaksud membunuh istrinya itu ,ia hanya mengerahkan sedikit saja tenaga dalamnya untuk menghukum istrinya yang bertindak kelewatan itu, karena Arya Soma punya prinsip yang selama ini ia pegang, biar bagaimana pun dan siapa pun yang berbuat salah hukum harus di tegakkan.
"Maafkan aku din..da...Se..kar"ucap Dewi Kara dengan terbata bata.
"Yunda jangan bicara dulu"ucap Sekar dengan tidak tega melihat kondisi kakak perempuannya itu, kemudian ia mengambil sesuatu dari balik bajunya yang ternyata itu adalah air terjun bidadari yang ia ambil waktu dirinya menyusup ke dalam istana malam itu.
"Minum lah air ini yunda"ucap Sekar,ia segera memasukkan air itu ke dalam mulut Dewi Kara.
Dewi Kara pun kemudian membuka mulutnya dan air itupun masuk kedalam perut nya.
Tak lama kemudian Dewi Kara pun sembuh dari luka lukanya dan sehat seperti sedia kala.
"Kenapa Dinda Sekar menyembuhkan ku bukankah aku sudah berlaku jahat pada mu"ucap Dewi Kara.
"Dengar baik baik yunda Kara, aku melakukan semua ini agar kau sadar bahwa kejahatan tidak selamanya harus di balas dengan kejahatan supaya tidak menimbulkan kejahatan yang lain ,asal kau tahu bahwa Arya Soma sangat menyayangi mu ia melakukan semua ini karena memang kebenaran harus di tegakkan"ucap Dewi Sekar yang sudah mengerti maksud Arya Soma tadi itu
"Benar apa kata Dinda Sekar Kara,selain Arya Soma masih membutuhkan mu kau juga mempunyai anak yang juga masih butuh bimbingan mu yaitu Larasati jadi anggaplah Dewi Kara yang dulu sudah mati dan lahirlah sekarang Dewi Kara yang baik hati"ucap Rangga .
Dewi Kara langsung terharu mendengar perkataan dari Rangga dan adiknya itu,ia merasa sangat malu pada dirinya, karena telah melakukan kesalahan-kesalahan yang begitu besar.
"Baiklah aku berjanji mulai saat ini akan menjadi Dewi Kara yang baik untuk membela kerajaan Martapura ini Gusti prabu"ucap Dewi Kara dengan bersungguh-sungguh.
Rangga dan Dewi Sekar tersenyum mendengar perkataan dari Dewi Kara itu, mereka pun percaya bahwa Dewi Kara sekarang sudah berubah.
"Gusti..!!!. Gusti ... gawat dengan keadaan Gusti putri sangat gawat"ucap prajurit itu dengan tergesa-gesa.
"Mari kita ke sana melihat nya "ucap Rangga bergegas menuju ke dalam istana dengan diikuti Arya Soma dan yang lainnya.
"Akhh....akhh... panas ..panas...terdengar rintihan kesakitan dari mulut Larasati.
"Bagaimana tabib keadaan putri ku "tanya Dewi Kara dengan cemas.
"maaf Gusti hamba tidak sanggup mengobati nya"ucap tabib itu berterus terang.
"Dinda Sekar cepat berikan air terjun bidadari itu pada Larasati sebelum terlambat"ucap Rangga.
__ADS_1
"Baik kanda"ucap Dewi Sekar,ia lalu meminum kan air itu kedalam mulutnya dan Larasati pun tidak merintih kesakitan lagi dan beberapa saat kemudian ia pun langsung sembuh berkat air terjun bidadari itu.