Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Kesedihan dan Kemarahan


__ADS_3

Setelah kepergian raja Batara Derja Rangga pun segera memerintah semua orang untuk kembali ke dalam istana karena hari sudah menjelang pagi jadi tidak ada lagi yang perlu ia khawatir kan.


Setelah pagi berganti dengan siang Rangga mengadakan pertemuan dengan Arya Soma dan yang lainnya untuk mengatur kembali susunan pasukan perang nya yang sempat terganggu oleh penghianat Wiro Kusumo beberapa waktu lalu.


Sebenarnya Rangga akan melaksanakan hal itu waktu dirinya selesai mengadili Wiro Kusumo, tapi karena saat itu kedatangan begawan Barnowo yang tiba-tiba akhirnya terpaksa menundanya .


Jaka Alap Alap yang merupakan orang kepercayaan nya oleh Rangga di angkat nya menjadi Senopati untuk menggantikan Wiro Kusumo yang pangkatnya di turunkan menjadi lurah prajurit ,sedangkan Sendawa yang tidak suka dengan kehidupan di istana ia beri kebebasan untuk tinggal di dimana pun ia sukai .


Arya Soma yang teringat dengan perkataan Kencana Loka tentang bahayanya jika pedang itu masih di dalam istana ia pun segera menyampaikan hal itu pada Rangga.


"Bagaimana menurut Gusti prabu jika dua pedang itu kita jauh kan dari sini karena akan sangat mengancam keamanan di istana ini jika pedang itu masih berada di tempat ini gusti prabu"tanya Arya Soma.


"Ya kakang Patih benar saya juga sudah memperhitungkan itu semua tapi mengenai hal itu kakang tidak perlu khawatir biar aku sendiri yang akan menyimpan nya"ucap Rangga.


"Kurasa lebih baik begitu Gusti prabu"ucap Kencana Loka.


"Pandan Wangi dan Arum saya minta keluar kan pedang kalian ,biar sementara aku yang simpan "perintah Rangga.


"Baik Gusti prabu "ucap Pandan Wangi dan Arum,lalu mereka berdua pun mengeluarkan pedangnya masing masing dan segera memberikan nya pada Rangga.


Setelah menerima pedang itu Rangga pun langsung memasukkan ke dalam tubuh nya slaaap...dua pedang itu pun hilang dalam genggaman tangannya.


"Aku perlu ingatkan pada kalian semua untuk tetap waspada , karena tidak menutup kemungkinan raja Batara Derja akan kembali ke sini untuk menuntut balas atas kematian Putri nya jadi saya minta persiapkan diri kalian"ucap Rangga.


"Apakah kemungkinan akan terjadi peperangan antara kerajaan siluman dan Martapura Gusti prabu "tanya Lingga .


"Kemungkinan besar memang begitu tapi sebisa mungkin aku tidak akan membiarkan perang itu terjadi sebab aku tidak ingin para prajurit dan rakyat menjadi korban karena dendam raja Batara Derja biarlah saya sendirilah yang akan mendatangi mereka "ucap Rangga.


"Apakah tidak terlalu bahaya ke sana seorang diri Gusti prabu, bukan kerajaan siluman itu di penuh dengan orang orang kuat"ucap Dewi Sekar setengah tidak setuju dengan keputusan suaminya itu.


"Aku tahu itu istri ku,tapi percayalah tidak akan terjadi apa apa pada ku"ucap Rangga memantapkan hati istri nya yang tampak khawatir.


"Kalau begitu izinkan lah saya untuk ikut mendampingi Gusti prabu ke sana"ucap Ariani Dewi .


"Tidak Ariani Dewi aku sudah memutuskan bahwa masalah ini menjadi masalah pribadi ku sendiri dengan kerajaan siluman aku tidak mau melibatkan kalian semua yang ada di sini"ucap Rangga.


"Tapi apa gunanya kami di sini Gusti prabu jika kami tidak diperbolehkan untuk membantu Gusti prabu"ucap Pandan Wangi.


"Benar apa yang bibi Wangi katakan Romo, Romo tidak sendirian masih ada kami yang siap berkorban untuk Romo dan kerajaan ini"ucap Arum.


Mendengar perkataan Arum yang itu Rangga tersenyum sambil memandang ke padanya.


"Aku tahu kekhawatiran kalian pada ku, tapi akulah yang memutuskan masalah ini karena aku yang menjadi raja di sini ,jadi patuhilah perkataan ku ini"ucap Rangga tegas.


Mendengar perkataan Rangga seperti itu akhirnya Pandan Wangi dan yang lainnya pun tidak bisa berbuat apa-apa.


"Lalu kapan kiranya gusti prabu akan berangkat ke sana"tanya Kencana Loka.


"Secepatnya paman sebab aku khawatir jika mereka duluan yang datang kemari"ucap Rangga.


"Maaf Gusti prabu , mengenai masalah ini boleh atau tidak boleh saya akan tetap menyertai Gusti prabu ke kerajaan siluman"ucap Arya Soma.


"Kalau kakang Patih ikut lalu siapa yang menggantikan aku selama aku pergi nanti"tanya Rangga.


"Bukankah ada Gusti Ratu Dewi Sekar, yang di temani Pandan Wangi dan Ariani Dewi juga Arum serta yang lainnya Gusti prabu"ucap Arya Soma.


Rangga pun segera mempertimbangkan perkataan Arya Soma itu, setelah beberapa saat berfikir akhirnya ia pun mengambil keputusan.


"Baiklah kakang tidak ada alasan bagi ku untuk menolak keikutsertaan mu ke kerajaan siluman"ucap Rangga.


"Terima kasih Gusti prabu"ucap Arya Soma dengan merasa senang.


"Aku rasa hanya itu saja tujuan saya mengumpulkan kalian di sini, sekarang kalian boleh meninggalkan Balairung istana ini"ucap Rangga.


Setelah dianggap cukup dan tidak ada hal lain lagi yang di bicarakan Rangga pun membubarkannya pertemuan tersebut.

__ADS_1


Semua orang pun segera meninggalkan Balairung istana hanya Arum yang masih belum juga beranjak dari tempat itu, Rangga dan Dewi Sekar yang masih di situ merasa penasaran dengan putri nya itu.


"Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan pada Romo Arum"tanya Rangga.


"Benar Romo,aku ingin Romo berjanji pada ku untuk kembali dengan selamat dari kerajaan siluman, karena saya tidak mau lagi kehilangan Romo"ucap Arum.


"Aku mengerti perasaan mu Arum Putri ku,Romo berjanji tidak akan meninggalkan kamu dan ibu mu lagi jadi kamu tidak usah sedih begitu"ucap Rangga.


Dewi Sekar mendekati Arum dan memeluknya dengan penuh kasih sayang terhadap putri semata wayangnya itu.


"Oh ,ya Arum ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan pada mu ,mari ikut aku "ucap Rangga .


"Memangnya mau kemana Kanda "tanya Dewi Sekar.


"Nanti kalian berdua juga tahu cepat lah"ucap Rangga lalu berjalan keluar istana ,Dewi Sekar dan Arum pun segera mengikuti Rangga di belakangnya.


Dan tidak lama kemudian Rangga pun menghentikan langkah nya ketika sampai di belakang istana yang merupakan tanah lapang yang cukup lebar.


"Memang ada apa di sini Romo"tanya Arum penasaran begitu juga dengan Dewi Sekar juga tidak kalah rasa penasarannya.


Rangga tidak menjawab pertanyaan Arum itu tapi langsung mencabut dua pedang yang di ambil nya dari jarak prajurit ketika ia tadi melewati tempat itu.


"Arum perhatikan apa yang akan Romo lakukan dengan dua pedang ini"ucap Rangga.


"Apakah Romo akan mengajari aku jurus pedang itu"tanya Arum.


"Bisa ya bisa tidak tergantung kamu nya saja "jawab Rangga kemudian ia melempar kedua pedang itu ke udara dan ternyata pedang itu tidak jauh tapi melayang layang di udara dan berputar putar.


Rangga menggerakkan dua tangannya dengan cepat dua pedang itu pun juga ikut bergerak cepat sama seperti pergerakan tangannya, kemudian ia menggerakkan tangan nya ke atas kedua pedang pun meluncur ke atas dengan cepat lalu ia menggerakkan pedangnya ke bawah seketika itu juga pedang pun langsung meluncur deras ke bawah akhirnya dua pedang itu menancap di tanah depan kakinya sesuai pergerakan tangan Rangga.


Arum sangat kagum dengan jurus yang di tunjukkan oleh ayahnya ia langsung ingin dapat menguasai jurus itu.


"Bagaimana Arum apa kamu tertarik mempelajari jurus ini"tanya Rangga.


"Benar sekali romo Arum sangat tertarik aku mohon pada Romo untuk di ajari jurus itu"ucap Arum sambil membungkuk kan badannya layaknya di depan seorang guru.


"Dengar Arum untuk mempelajari jurus ini Romo memerlukan waktu bertahun-tahun jadi kalau kau mau menguasai jurus ini dengan sempurna kau harus bersabar dan pantang menyerah"ucap Rangga.


Rangga lalu menggerakkan tangan nya ke atas dan pedang yang menancap ke tanah itu pun meluncur ke atas.


"Arum terima ini"seru Rangga melempar kan pedang yang terbang itu ke arah Arum.


Dengan sigap Arum lalu melesat cepat menangkap dua pedang itu huuup... pedang pun dapat di tangkap dengan mudah oleh kedua tangannya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan dengan pedang ini Romo"tanya Arum.


"pusat kan pikiran dan tenaga dalam mu pada satu titik lalu keluar secara perlahan lahan lalu salurkan pada pedang di tangan mu,jika tenaga dalam sudah tersalurkan lempar kan pedang itu dan tahan agar tidak jatuh"ucap Rangga .


Tanpa sepengetahuan Rangga dan Arum Dewi Sekar juga ikut memperhatikan penjelasan rangga itu yang diam diam juga tertarik dengan jurus pedang itu.


"Sepertinya tidak sulit "gumam Dewi Sekar.


"Bagaimana apakah kamu sudah mengerti teori nya Arum " tanya Rangga.


"Mengerti romo "jawab Arum.


"Cepat mulai akan Romo awasi dari bawah pohon itu bersama ibu mu"ucap Rangga .


"Arum semangat ya latihan nya"seru Dewi Sekar menyemangati putri nya.


"Mari dinda kita duduk di bawah pohon sana sambil melihat Arum latihan "ucap Rangga mengajak istri ke bawah pohon rindang yang jaraknya lima tombak dari Arum latihan.


Arum segera melakukan seperti apa yang ayah nya katakan ,ia segera menyalurkan tenaga dalamnya kepada dua pedang itu dan melemparkannya wuuusss...tapi bukan nya melayang tapi malahan meluncur deras hingga menancap pada batang pohon.


"Sialan"ucap Arum kemudian ia segera menghampiri pohon itu dan segera mencabut pedangnya.

__ADS_1


Arum segera mengulangi nya,ia segera mengeluarkan tenaga dalamnya dan perlahan-lahan menyalurkan ke pedang nya lalu kemudian melempar kan nya ,namun hasilnya tetep sama pedang itu meluncur deras dan menancap pada batang pohon bukanya melayang.


"Arum coba kau umpama kan pedang itu adalah sebuah layang layang dan tenaga dalam mu itu sebuah benang"teriak Dewi Sekar.


Maksud ibu layang layang tidak boleh putus dari benangnya begitu"tanya Arum.


"Ya itu maksud ibu , tapi perlahan-lahan saja biar pedang itu tidak meluncur deras"ucap Dewi Sekar.


"Benar yang di katakan oleh ibu mu itu Arum"teriak Rangga.


Arum segera mempraktekkan perkataan ibunya dengan mengumpamakan pedang itu sebagai layang layang dan hasilnya pun mulai kelihatan meskipun masih mengecewakan.


Akhirnya Rangga dan Dewi Sekar pun meninggalkan Arum latihan sendiri di tempat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang itu di Kerajaan siluman seluruh prajurit dan pejabat istana berkumpul di halaman depan istana guna memberikan penghormatan terakhir pada ratu Kencana Wungu yang telah tewas di tangan Rangga.


Maha raja Dawung yang merupakan ayah dari Batara Derja Sangat murka mengetahui cucu kesayangannya telah tewas,ia benar-benar terpukul mengetahui hal itu , ingin rasanya ia menghancurkan seisi istana itu karena saking marahnya.


Batara Derja dan Durgapali tidak bisa bertindak apa-apa melihat ayahnya marah besar .


"Aku benar-benar merasa kecewa dengan kalian berdua yang tidak bisa menjaga dan melindungi cucu ke sayangan ku, seharusnya kalian berdua yang menjadi korban bukan cucu ku"ucap Maha Raja Dawung dengan nada tinggi.


Semua orang yang berada di situ tidak ada yang berani mengeluarkan suara sedikit pun melihat kemarahan Maha Raja Dawung yang tampak menakutkan itu .


Tidak lama kemudian bertiup angin sangat kencang menerpa para prajurit yang sedang berdiri di depan istana dan kemudian di susul suara ledakkan berkali-kali duuuaaarrr.... duuuaaarrr... hingga membuat sebagian para prajurit itu tewas seketika.


Lalu setelah itu terlihat sebuah bayangan berkelebat sangat cepat masuk kedalam istana yang di sertai dengan hembusan angin.


Melihat siapa yang datang itu Batara Derja dan Ratu Durgapali menunduk kan kepalanya dalam dalam.


"Kalian berdua tidak pantas memimpin kerajaan siluman ini, melindungi satu orang saja tidak becus apa lagi seluruh rakyat di negeri ini"ucap Durgandana yang merupakan ibu dari Ratu Durgapali langsung marah marah.


Raja Batara Derja dan Ratu Durgapali benar benar makan buah simalakama kena marah sana sini.


"Kalian berdua cepat cerita kan bagaimana Kencana Wungu cucu ku bisa tewas dan siapa yang membunuh nya"tanya Durgandana dengan muka nya tampak merah karena marah.


Durgapali cepat kau ceritakan bagaimana kejadiannya jangan buat aku lebih marah lagi atau aku hancur lembur kan semua prajurit mu yang ada di depan itu"ucap Durgandana dengan tidak sabar karena melihat Durgapali tidak segera berbicara.


"Ampun ibu ... ampun ,ini semua kesalahan saya karena telah melibatkan kencana Wungu dalam memperebutkan pedang naga itu hingga membuat dirinya tewas"ucap Durgapali.


"Lalu siapa yang bertanggung jawab atas meninggal nya cucu ku itu cepat katakan"tanya Durgandana.


Lalu Durgapali pun menceritakan kejadian di malam itu ketika terjadinya pertempuran antara Rangga dan kencana Wungu dari awal hingga akhir.


Mendengar cerita anaknya itu nyai Durgandana terkejut mengetahui cambuk angin dapat di patahkan dengan mudah oleh Rangga padahal cambuk angin adalah cambuk sakti, karena untuk memperoleh nya dia harus bertapa selama empat puluh hari empat puluh malam tanpa makan dan minum.


"Jadi penyebab kematian cucu ku tidak langsung adalah pedang naga itu "ucap Durgandana.


"Maha Raja Dawung bagaimana menurut mu apakah kita harus turun tangan sekarang untuk menghancurkan Martapura"tanya Durgandana .


"Ya..Nyai Durgandana secepatnya kita harus menghancurkan Martapura hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa "jawab Maha Raja Dawung dengan suara berat karena sedih campur marah.


"Setelah kita menyemayamkan Kencana Wungu kita hancurkan Martapura sampai hancur seperti hancur nya perasaan ku saat ini"ucap Durgandana sembari berjalan menghampiri tubuh cucunya yang tergeletak sudah tidak bernyawa.


Dalamnya hatinya nyai Durgandana merasa sangat kehilangan apa lagi jika teringat pada saat bermain dengan nya pada waktu kencana Wungu kecil ingin rasanya ia menjerit .


Tak kuasa menatap kencana Wungu lebih lama yang dalam keadaan terpejam itu nyai Durgandana langsung melesat pergi keluar istana dan pergi entah kemana.


Kencana Wungu adalah cucu satu satunya dan merupakan cucu tersayang dari mereka berdua jadi pantas kalau Maha Raja Dawung dan nyai Durgandana sangat murka sekali atas kepergiannya itu.


Begitu juga dengan Maha Raja Dawung yang juga tidak tahan dengan perasaan nya ia pun juga langsung pergi ke dalam karena tidak kuat dengan perasaan sedihnya.


Raja Batara Derja adalah orang yang paling bersalah dalam kematian Putri tunggal nya itu ,maka ia pun bersumpah di atas mayat kencana Wungu untuk membuat Rangga harus merasakan apa yang telah dia rasakan itu.

__ADS_1


Setelah upacara kematian selesai di kerjakan hari itu juga Raja Batara Derja berencana memerintahkan Tawang Sono untuk menyelidiki segala gerak gerik Martapura sekalian mencari tahu tentang Rangga dan anak istri nya, rupanya ia ingin sekali dendam nya segera terbalaskan.


"Bagaimana kelanjutannya tunggu saja di episode selanjutnya" terima kasih.


__ADS_2