Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Banjir darah di hutan Gede (bagian 2)


__ADS_3

"Baiklah kita akan menyerang mereka pada malam hari tepatnya pada waktu ayam berkokok dengan serangan kejutan kita"kata Rangga.


"Ariani Dewi dan Pandan Wangi kalian berdua ku tugaskan untuk menyerang mereka dengan membawa tiga ratus prajurit, kalian buatlah kekacauan sebesar mungkin di sana lalu setelah itu kalian mundur dan biarkan mereka mengejar kalian "kata Rangga,


"setelah itu saya dan pasukan pasukan berkuda akan langsung menyerang mereka dan di susul pasukan kanda Arya Soma "kata Rangga melanjutkan.


"Lalu bagaimana dengan pasukan saya dan paman patih yang mulia"tanya putri Gandari


"untuk pasukan putri tidak perlu bergerak dulu tunggu tanda dari saya ,kalian harus tetap siap sambil memperhatikan tanda dari saya,"kata Rangga kemudian.


"Kami paham yang mulia " jawab putri Gandari.


"sekarang ayo cepat bergerak dan lanjutkan perjalanan"kata Rangga ,lalu menaiki kudanya dan terus melanjutkan perjalanan.


Hari pun menjelang malam, sesuai dengan rencana Rangga pada waktu pagi hari tepatnya pada waktu ayam berkokok Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun langsung bergerak memasuki hutan Gede dengan membawa sekitar tiga ratus orang prajurit.


Suasana yang gelap dan dingin tidak menyurutkan semangat dan langkah mereka untuk menjalankan perintah yang di percayakan padanya.


Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun merengsek maju dengan hati -hati sambil menggenggam erat pedangnya, tiba-tiba saja Ariani Dewi menghentikan langkahnya,


"ada yang bergerak kemari"ucap Ariani Dewi,


"benar sebaiknya kita tunggu saja di sini lalu kita sergap dia,"usul Pandan Wangi,


"kau benar,"Wangi ",kata Ariani Dewi setuju.


Sesaat kemudian orang itu pun tiba di dekat mereka.


"berhenti kau,"ucap Pandan Wangi sambil mengarahkan pedangnya ke leher orang itu,


"jangan... jangan saya bukan musuh saya prajurit tilik sandi,"kata prajurit itu,


Pandan Wangi pun menurunkan pedangnya,


"jelaskan bagaimana situasinya sekarang ini"ucap Ariani Dewi,


"mereka menempat para pemanah-pemanah jitu di atas pohon dan di dekat pasukan induk mereka,"kata prajurit tilik sandi itu,


"baiklah kurasa cukup penjelasan mu cepat kau laporkan pada yang mulia dan kata bahwa kami sudah mulai bergerak"kata Ariani Dewi,


"baik gusti,"lalu prajurit itu berlalu.


"Itu artinya kita harus membersihkan dulu pemanah-pemanah itu,"ucap Pandan Wangi,


"ya kau benar kita harus melakukan itu, karena kalau tidak nanti akan merepotkan pasukan kita"kata Ariani Dewi,


"prajurit siapkan panah kalian dan cari mereka di atas pohon dan sekitar hutan ini, jika ada yang bergerak langsung habisi saka,"kata Pandan Wangi.


Lalu mereka pun membagi pasukan menjadi dua, sebagian ikut Pandan Wangi dan sebagian ikut Ariani Dewi.


Setelah mencari cari akhirnya mereka menemukan pemanah-pemanah itu bertengger di atas pohon,lalu jleeb.. jleeb...panah prajurit Martapura mengenai sasarannya hingga berjatuhanlah para prajurit pemanah yang bertengger di atas pohon,.


mereka pun terus melangkah maju dengan hati hati, namun tiba tiba saja terdengar sebuah teriakan dari seorang prajurit.


musuh menyerang ....musuh menyerang... teriak prajurit yang melihat teman mati terjatuh dari atas pohon ,ada serangan dari musuh teriak prajurit Markuraka bersahutan ,


"rupanya mereka sudah bergerak ayo kita serang mereka,"teriak Kala Hitam,lalu Kala Hitam dan para prajurit pun segera maju.


Melihat para prajurit Markuraka maju Ariani Dewi pun memerintahkan untuk mundur,"Wangi bersiap secepatnya kita kabur ,"teriak Ariani Dewi ,"baiklah,"jawab Pandan Wangi.


Tiba tiba terdengar bunyi anak panah berdesingan menghujani para prajurit Martapura, seketika itu juga tewas para prajurit Martapura itu.

__ADS_1


"Celaka mereka menghujani kita dengan panah,"kata Pandan Wangi, sambil menangkis anak panah itu," prajurit cepat mundur dan kasih tanda yang mulia dengan panah api,"ucap Ariani Dewi memerintah kan.


Satu persatu prajurit Martapura tertembus anak panah itu ,"sial kalau begini terus mereka bisa habis,"kata Pandan Wangi sambil menghalau anak panah itu.


"Habisi mereka jangan biarkan kabur,"teriak Kala Hitam, para prajurit Markuraka pun terus maju ,"sial mereka tambah banyak,"ucap Ariani Dewi,


"jurus tebasan seribu pedang hiaaaat Ariani Dewi bergerak cepat, crash...crash....crash.. para prajurit pun berjatuhan dengan kepala terpisah,dan ia pun melompat mundur,


"Ariani Dewi cepat mundur,"teriak Pandan Wangi, sambil sibuk menghalau serangan para prajurit prajurit itu,"kau juga mundur cepat ,"jawab Ariani Dewi,"cepatlah kau mundur dulu,"balas Pandan Wangi,


lalu dengan perasaan bimbang Ariani Dewi pun mundur,


sementara itu Pandan Wangi yang melihat para prajurit berdatangan mendekat ia segera melompat mundur lalu menyilang kan kedua tangannya ,


"pukulan lembur gunung hiaaaat,"teriak Ariani Dewi melepaskan pukulannya ke arah prajurit itu dan duuuaaarrr bunyi dentuman pun terdengar keras di malam buta dan para prajurit Markuraka pun berjatuhan,


Pandan Wangi pun lalu berlari mundur menyusul yang lainnya,"kurang ajar !! "kejar mereka teriak Kala Hitam para prajurit pun terus mengejar mereka.


"Cepat kau lepaskan panah api teriak Ariani Dewi,lalu prajurit itu pun melepaskan panah api di udara wussss,


"itu tanda dari mereka ,"kata Rangga .


"Ayo maju," teriak Rangga.


Rangga segera menuju ke hutan Gede dengan seluruh pasukan yang di pimpinnya itu .


Sementara pasukan Arya Soma mengikuti di belakang nya.


"Serang" teriak Rangga dengan sepuluh ribu prajurit nya,ia pun langsung mengamuk mengibaskan pedangnya ke arah prajurit -prajurit Markuraka itu.


Pagi yang remang-remang itu Kala Hitam pun dapat mengenali Rangga yang sedang mengamuk membabi buta.


"itu kan pemuda yang kemarin kurang ajar, siapa dia sebenarnya ,"kata Kala Hitam, melihat sepak terjang Rangga itu hati Kala Hitam sedikit kecut,ia juga tidak menyadari bahwa ia telah berjarak sedikit jauh dari pasukan induknya.


"Sial rupanya mereka sengaja mengiring pasukan ku untuk menjauhi pasukan induk,",ucap Karang Hitam setelah menyadari siasat mereka.


Lalu Kala hitam pun maju dan membunuh para prajurit yang di dekatnya , hingga bertumbangan lah prajurit -prajurit Martapura itu.


"Sialan kita terjebak oleh siasat mereka ,"kata Karang Hitam,"guru sebaiknya kita maju.


"Baiklah mari kita maju Ki Manggala,"ajak Ki Brajadara, lalu dengan cepat mereka menyusul Kala Hitam.


Rangga berkali kali memutar pedangnya , prajurit Markuraka pun bergelimpangan roboh dengan darah membasahi tanah hutan Gede.


Pandan Wangi yang melihat sepak terjang Kala Hitam tidak bisa diam saja ia langsung melompat dan berhadapan dengan Kala Hitam,


"akulah lawan mu ,"ucap Ariani Dewi,


majulah kau gadis manis,"kata Kala Hitam, hiaaaaat...... traaaaang.. traaaaang.... bunyi pedang berbenturan, Kala Hitam segera menyerang Pandan Wangi dengan gencarnya, berkali kali ia mengarahkan pedangnya ke tubuhnya,tapi Pandan Wangi bukan anak manja yang tidak bisa apa apa ia segera mengeluarkan jurusnya,yaitu jurus pedang tanpa bayangan , Pandan Wangi pun segera dapat mengimbangi permainan pedang Kala Hitam bahkan mampu menyerang balik.


Sementara itu.


"Serang ,"teriak Karang Hitam yang telah tiba di lokasi pertempuran itu, seketika itu juga pasukan Rangga menjadi sedikit terdesak.


Ki Brajadara dan Ki Manggala langsung mengamuk tanpa terkendali banyak prajurit Martapura menjadi korban,


" maju......!!!" teriak Arya Soma dengan pasukan yang di pimpinnya, langsung menghadapi pasukan yang di pimpin oleh Karang Hitam, Arya Soma langsung menerjang prajurit Markuraka dengan ganas, berkali-kali ia melepaskan pukulan kilat petirnya blaaaar.....blaaar.....blaaar...sehingga sekitar ratusan prajurit yang dia habisi dengan pukulan itu.


Melihat itu Ki Manggala tak tinggal diam ia langsung melompat ke arah Arya Soma dan langsung menyerangnya dari belakang, mengetahui itu Arya Soma membelah dirinya menjadi dua dengan jurus belah raganya dan luput lah Arya Soma dari serangan itu.


"Kurang ajar bagaimana dia dapat dengan mudah dapat menghindari serangan ku"ucap Ki Manggala.

__ADS_1


Ki Manggala laku mengirimkan serangan selanjutnya dan terjadilah pertarungan di antara mereka berdua dengan cukup sengit.


Sementara itu dengan golok besarnya ,Ki Brajadara tak terbendung dan terus membantai para prajurit Martapura tanpa ampun,


"Apakah tidak ada orang yang kuat lagi di Martapura ,"kata Ki Brajadara sambil menghabisi para prajurit prajurit itu dengan kejam.


Melihat itu Ariani Dewi tersulut emosinya dan langsung maju menghadapi Ki Brajadara,


" jaga ucapan mu itu orang tua,"kata Arian Dewi, ia langsung menyerang menyerang dengan pedangnya, dengan gerakan pelan tapi pasti Ki Brajadara menghindari sabetan pedang Pandan Wangi itu, Ariani Dewi segera mengubah gerakannya ,ting...ting....ting..Ki Brajadara menangkis pedang Ariani Dewi, Ariani Dewi pun tersentak merasakan kekuatan dari Brajadara itu, setelah merasakan tangannya bergetar"tenaganya benar -benar kuat"ucap Ariani Dewi.


Di sisi lain.


Melihat Karang Hitam membantai para prajuritnya Rangga langsung mengirim pukulan ke udara duuuaaarrr,"ku harap mereka cepat datang sehingga aku bisa segera menghadapi Karang Hitam,"ucap Rangga.


Mendengar dentuman itu putri Gandari dan patih Danuraka pun bergerak maju dengan lima ribu pasukannya dan langsung membantu pasukan Rangga.


"Bagus mereka sudah datang,biar mereka menghadapi para prajurit itu,"ucap Rangga, kemudian ia


langsung menghampiri Karang Hitam,"kita bertemu lagi Karang Hitam ,


"jadi kau rupanya raja Martapura itu"tanya Karang Hitam,"kau tidak salah Karang Hitam ,"jawab Rangga,"kali ini aku tidak akan melepaskan mu ,jadi bersiaplah aku akan membalas kematian guru ku Kelabang Ireng dan ku rebut Martapura,"kata Karang Hitam,


"silahkan kalau kau bisa,"ucap Rangga, hiaaaat karang hitam lalu melompat dan mengayunkan pedangnya ke arah Rangga,lalu Rangga menghindari dengan melompat mundur, kemudian balik menyerang ,ting...ting...ting .. terdengar bunyi pedang beradu,Karang Hitam dan Rangga saling melompat berjauhan lalu mereka saling mengatur nafas.


Pertempuran Pandan Wangi dan Kala Hitam terus berlanjut,Kala Hitam sibuk terus menghindari sabetan pedang Pandan Wangi, crash street baju Kala Hitam robek terkena sabetan pedang Pandan Wangi,"kurang ajar"ucap Kala Hitam marah,


Sambil mengatur nafasnya Rangga mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, ia memperhatikan pasukannya terdesak karena kalah jumlah,"jika aku bisa mengalahkan Karang Hitam dengan cepat , mungkin aku bisa mengurangi korban lebih banyak,"ucap Rangga, "sebentar lagi pasukan mu akan aku hancurkan haaa....haaaa...haaa...,"ucap Karang Hitam dengan tertawa."Baiklah mari kita buktikan,"ucap Rangga,jurus pedang membelah bulan , Rangga langsung berlari ke arah Karang Hitam lalu kemudian ia melompat tepat di atas kepala nya,"kena kau,"teriak Rangga sambil mengayunkan pedangnya ,namun tiba-tiba Karang Hitam lenyap dari depan matanya,dan tebasan pedangnya mengenai tempat kosong,"sial kemana dia,"ucap Rangga,


hiaat.. mampus kau teriak Karang Hitam, ting ...Rangga berhasil menangkis serangan itu,namun sial bagi dia karena Karang Hitam segera mengirim satu tendangannya tepat mengenai tubuhnya sehingga ia terpental sekitar lima tombak.


Gedebuuuk.....braaak ... Rangga terjatuh sangat keras.


"Kau cukup cepat tapi sayang aku lebih cepat,"ucap Karang Hitam dengan tersenyum sinis.


Di lain tempat pertarungan Arya Soma dan Ki Manggala terus berlanjut.


Duuuaaarrr,,,, terdengar bunyi ledakan mengiringi pertempuran antara Arya Soma dan Ki Manggala mereka saling melepaskan pukul pukulannya,sudah ratusan jurus mereka keluarkan namun belum juga ada tanda-tanda siapa yang akan kalah.


"Setelah sekian lama baru kali ini aku menghadapi lawan yang setangguh seperti diri mu,aku menjadi bersemangat,"kata Ki Manggala,


"Tidak beda dengan diri mu ,aku juga bersemangat ingin menghabisi mu ,"ucap Arya Soma,


sontak saja perkataannya itu membuat Ki Manggala tersulut api kemarahan.


"Kurang ajar rasakan ini,Ki Manggala melepaskan pukulannya kembali ke arah Arya Soma, weees.... dengan lincah Arya Soma segera berkelit menghindarinya ,


tapi pukulan itu terus berdatangan membuat Arya Soma menjadi bulan-bulanan,


"jika terus begini bisa -bisa aku jadi daging panggang,",ucap Arya Soma.


Lalu ia berlari ke arah Ki Manggala dengan cepat,


"rupanya kau ingin menjemput kematian mu, baiklah akan aku berikan,"ucap Ki Manggala.


Wuusss.... Ki Manggala melepaskan pukulannya ke Arya Soma yang jaraknya sudah dekat itu ,tapi tindakan Arya Soma itu bukan tanpa persiapan.


Disaat pukulan Ki Manggala itu hampir mengenainya tiba-tiba " jurus membelah raga,"ucap Arya Soma menggunakan jurus itu untuk menghindari serangan Ki Manggala,


"Apa.....!!!!, kenapa bisa jadi begini"ucap Ki Manggala dengan tercekat.


"Pukulan tapak maut "teriak Arya Soma , dengan segera mengirim satu pukulannya ke arah Ki Manggala, karena jaraknya sudah terlalu dekat ia pun tak kuasa untuk menghindarinya dan duuuaaarrr...tubuh Ki Manggala hancur berkeping-keping,terkena pukulan tapak maut itu tercium bau daging terbakar.

__ADS_1


"benar-benar menyusahkan kau pak tua"ucap Arya Soma, sambil mengatur nafasnya.


__ADS_2