
Setelah meletakkan Pandan Wangi Rangga pun lalu menyalurkan hawa murni ke tubuhnya tak berapa lama kemudian Pandan Wangi pun membuka matanya tapi kemudian tak sadarkan diri lagi karena tubuhnya masih terasa lemah.
"Bagaimana keadaan dia yang Mulia,"tanya Ariani Dewi,
"kurasa tidak terlalu parah lukanya,sebaiknya kita bawa masuk saja,"jawab Rangga.
Lalu rangga pun membawa Pandan Wangi ke dalam istana sementara Ariani Dewi mengikuti di belakangnya,
tak berapa lama kemudian munculah Arya Soma ia merasa heran melihat Rangga menggendong seorang perempuan.
"ada apa ini Dinda Prabu,"tanya Arya Soma,
"nanti saya jelaskan kanda, lalu Rangga meletakkan Pandan Wangi di tempat tidurnya,
"Ariani untuk sementara kau jagalah di"ucap Rangga,
"baik yang Mulia,"ucap Ariani Dewi.
"Kurasa kita kecolongan kanda,"ucap Rangga dengan kesal,
"kecolongan, maksud Dinda Prabu,"tanya Arya Soma tidak mengerti,
"tadi ada seseorang menyusup ke sini dan membuat kekacauan,"jawab Rangga dengan mengepalkan tangannya karena marah.
"Kanda cepat ikut aku,"kata Rangga tiba-tiba,
"baik dinda prabu,"jawab Arya Soma.
Karena tidak ingin berlama lama Rangga pun menggunakan ilmu ringan tubuhnya untuk melompati pagar istana, begitu pula dengan Arya Soma.
"Kalau tidak salah di sekitar sinilah kemungkinan dia jatuh,"ucap Rangga,
"siapa Dinda Prabu,"tanya Arya Soma merasa penasaran dari tadi.
"Ada penyusup masuk ke istana, setelah bentrokan dengan gadis yang saya bawa tadi,"jawab Rangga.
"Saya menemukan ini Dinda Prabu,"kata Arya Soma lalu memberikan benda yang di temukan itu kepada Rangga,
"lencana kerajaan ," kata Rangga ,
"ku rasa benda itu terjatuh dari pemilik nya Dinda prabu,"kata Arya Soma
"lebih baik kita kembali saja ke istana kanda,"kata Rangga ,
dengan ilmu ringan tubuhnya Rangga dan Arya Soma kembali menuju ke istana.
"Prajurit cepat kalian cari orang tadi di sebelah sana saya kira dia belum jauh,"perintah Rangga,
"baik yang mulia,"jawab prajurit itu.
"Bagaimana menurut kanda tentang benda itu,"tanya Rangga,
"sepertinya ada yang mau main mata dengan kita Dinda Prabu,"kata Arya Soma,
"benar Kanda Patih ,"ucap Rangga, sambil memperhatikan benda itu .
__ADS_1
,"lalu langkah apa yang harus kita lakukan Dinda Prabu,"tanya Arya Soma,
"dengan melihat benda ini sudah jelas apa tujuan mereka,"jawab Rangga ,
"berati ini membuktikan bahwa mereka sudah memulai perang terbuka dengan kita Dinda Prabu"ucap Arya Soma,
"benar kanda"ucap Rangga.
"Jika itu mau mereka baiklah akan ku berikan,"kata Rangga sambil mengepalkan tangannya.
Setelah terbaring cukup lama akhirnya Pandan Wangi pun membuka matanya,
"di mana aku"ucap Pandan Wangi,
Ariani Dewi yang mendengar itu langsung menghampirinya,
"Wangi syukurlah kau sudah sadar, sekarang kau ada di dalam istana"kata Ariani Dewi,
"bagaimana keadaan mu Wangi,"tanya Ariani Dewi,
"aku tidak apa-apa " ucap Pandan Wangi,
"baguslah kalau begitu untung yang mulia cepat menolong mu sehingga kau tidak terluka parah,
"kata Ariani Dewi,"yang mulia menolong ku"tanya Pandan Wangi,
"benar "ucap Ariani Dewi lalu menceritakan kejadian tadi padanya.
"Bagaimana sekarang keadaan teman mu itu Ariani,"tanya Rangga tiba tiba.
"oh yang Mulia dia sudah baikan yang Mulia,"jawab Ariani ,
"kau jangan buat aku malu Pandan Wangi justru aku yang harus berterima kasih pada mu,"ucap Rangga dengan tersenyum.
"Beristirahat yang cukup supaya kau cepat kuat kembali,"ucap Rangga,
"baik yang Mulia,"ucap Pandan Wangi, "Ariani kau tetap dan temani dia "kata Rangga lalu meninggalkan mereka.
Sementara itu di kerajaan Markuraka raja Gandara sangat marah mendengar laporan dari prajuritnya itu.
"Lalu kenapa Elang Hitam ikut tidak kembali bersama kalian"tanya raja Gandara,
"mungkin beberapa hari lagi dia akan kembali yang Mulia,"jawab prajurit itu dengan ketakutan.
"kalau begitu baiklah sekarang kalian boleh pergi,"raja Gandara,
setelah menjura hormat prajurit itu pun lalu pergi.
"Jika itu keputusan Martapura baiklah akan ku hancur mereka ,prajurit cepat panggil kan senopati kala Ireng,"kata raja Gandara,
"baik yang Mulia,"kata prajurit itu,
tak lama kemudian datanglah senopati Kala Ireng dengan tergoboh goboh,
"hamba menghadap yang Mulia,"ucapannya sambil menjura hormat.
__ADS_1
"Mulai sekarang kau latihlah seluruh pasukan kita, karena tidak lama lagi kita akan menyerang Martapura,"kata raja Gandara dengan garang,
"laksanakan yang Mulia,"ucap senopati Kala Ireng lalu pergi.
"Ternyata Martapura penuh dengan orang orang kuat,yang masih muda saja sudah begitu kuat apa lagi Patih dan raja mereka,"kata Elang Hitam .
Hari pun mulai malam dengan mengendap-endap Elang Hitam berjalan menuju ke penginapannya ,ia bermaksud mengambil barang barangnya dan segera kembali ke Markuraka.
"Sial ada prajurit sedang apa mereka di sini,"maki Elang Hitam di tempat persembunyiannya.
Tak berapa lama kemudian prajurit itu pun berlalu,Elang Hitam tak sia sia kan kesempatan itu ,ia langsung masuk ke penginapannya , secepat mungkin ia pun mengemasi barang-barangnya,lalu setelah itu ia langsung menuju ke kandang kuda dan langsung melarikannya.
Sementara itu di Martapura Rangga sedang terlibat pembicaraan serius dengan Arya Soma.
"Kanda secepatnya aku ingin ke Markuraka, karena aku tidak ingin mereka menyerang kemari duluan,"kata Rangga.
"Jadi Dinda Prabu ingin pasukan kita menyerang ke sana,"tanya Arya Soma ,
"Benar,tapi aku akan ke sana lebih dulu untuk menyelidiki keadaan di sana,aku tidak ingin Martapura hancur seperti kerajaan kerajaan lain karena terlambat bertindak,"jawab Rangga mantap.
"Bagaimana kalau saya ikut menyertai Dinda Prabu ke sana,"kata Arya Soma,
"tidak kanda sebaiknya kanda di sini untuk mempersiapkan pasukan,"ucap Rangga,
"jika itu keputusan Dinda Prabu baiklah,"kata Arya Soma.
kemudian Ariani Dewi dan Pandan Wangi muncul juga dengan Dewi Sekar ,"hormat kami yang mulia kata mereka berbarengan sambil menjura,
Rangga menanggapinya dengan anggukan kepala,
"kebetulan kalian kemari,ada sesuatu yang ingin ku bicarakan pada kalian,"kata Rangga kemudian,
"tentang apa yang Mulia",tanya Ariani Dewi,
"begini besok aku akan pergi Markuraka,jadi kalian bantulah kanda Patih untuk menjaga keamanan di istana ini,"kata Rangga,
"izinkan saya menemani mu Kanda," kata Dewi Sekar tiba tiba.
"jangan Dinda aku tak mau melihat Dinda kenapa kenapa ini perjalanan yang bahaya,"kata Rangga dengan lembut dan penuh cinta.
"Baiklah kanda,"kata Dewi Sekar menurut.
"Sebelumnya saya minta kepada kanda Patih untuk mensiagakan pasukan setiap saat dan juga hubungi lah semua padepokan yang telah Kanda kunjungi itu,"kata Rangga berpesan,
" baiklah Dinda Prabu ,"kata Arya Soma.
Pagi harinya Rangga langsung berangkat ke Markuraka seorang diri dia berniat memberikan pelajaran kepada Markuraka yang telah berani sewenang wenang kepada Martapura.
Setelah berhasil kabur dari Martapura akhirnya sampailah Elang Hitam di Markuraka ia pun langsung menemui raja Gandara.
"Saya menghadap yang mulia,"kata Elang Hitam,
"Apa yang terjadi dengan mu Elang Hitam,"tanya raja Gandara setelah melihat ada noda darah di bajunya,
"saya bentrok dengan salah satu pendekar Martapura yang Mulia,"jawab Elang Hitam,
__ADS_1
"terus bagaimana dengan hasil penyelidikan mu,"tanya raja Gandara.
Lalu Elang Hitam menceritakan semua yang di lihatnya di Martapura kepada raja Gandara.