
"Lapor yang mulia rombongan raja Sura dari kerajaan Kumaya sudah hampir tiba "kata prajurit itu.
"Baiklah kembali ketempat mu dan bersiap lah menyambut mereka"kata raja Bargola kemudian.
"Paman patih apakah Dewi Kara dan Dewi Sekar sudah bersiap"tanya Raja Bargola.
"Saya kira sudah siap yang mulia ,seorang prajurit saya suruh memanggil mereka "jawab patih Guntoro.
Tidak lama kemudian datanglah Dewi Kara dan Dewi Sekar menghadap raja Bargola.
"Sembah hormat kami romo prabu"kata mereka berdua.
"ya saya terima hormat kalian"jawab raja Bargola.
"Sebentar lagi rombongan pangeran Lintang datang jadi bersiaplah menyambut mereka"kata Raja Bargola memberi tahu Dewi Kara dan Dewi Sekar
"Baik romo"kata mereka
Tak lama kemudian tibalah raja Sura di istana Argara dengan di sambut ramah oleh raja Bargola.
"Selamat datang wahai sahabat ku raja Sura"kata Raja Bargola.
"Terima kasih sahabat ku raja Bargola"kata raja Sura.
Lalu mereka pun berpelukan .
"Hormat saya paman prabu"kata Pangeran Lintang.
"ku terima hormat mu"nak mas Lintang"kata raja Bargola.
Dewi Kara dan Dewi Sekar pun juga melakukan hal sama seperti pangeran Lintang memberikan hormat kepada raja Sura.
"Bagaimana perjalanannya raja Sura apakah menemui hambatan " tanya Raja Bargola
"Seperti yang Raja Bargola lihat saya datang dengan selamat walaupun tadi ada gangguan sedikit"jawab raja Sura.
"Gangguan apa gerangan itu sahabat ku"tanya raja Bargola
Lalu raja Sura pun menceritakan segala kejadian yang di alaminya hingga adanya pertolongan Rangga.
Seluruh yang ada di ruangan itu mendengarkan cerita raja Sura dengan penuh perhatian.
"Siapa dewa penolong itu sahabat ku"tanya raja Bargola kepada raja Sura.
"Dia ada disini sahabat ku "kata raja Sura kepada raja Bargola.
"Siapakah dia"tanya raja Bargola penasaran.
"Lintang anak ku suruh dia menghadap kemari"perintah raja Sura .
",Baik romo"kata Pangeran Lintang lalu memerintah kan prajurit untuk memanggil Rangga.
"Tuan pendekar di mohon untuk menghadap yang mulia"kata prajurit itu kepada Rangga.
"Baiklah" kata Rangga lalu pergi untuk menghadap sang raja.
Semua mata tertuju pada Rangga saat dia memasuki pendopo istana itu, lebih lebih Dewi Sekar yang tak menyangka akan kedatangan Rangga di ruangan itu.
"Hormat saya yang mulia"kata Rangga.
"ya duduk lah "kata raja Bargola.
"Saya dengar dari sahabat ku raja Sura kamu telah membantu pangeran Lintang mengalahkan para begal dari hutan larangan itu "tanya Raja Bargola.
"Itu cuma kebetulan saja yang mulia saya hanya memberi sedikit bantuan,kalau tidak ada pangeran Lintang saya juga belum tentu menang dari mereka yang mulia ,kata Rangga merendah.
Raja Bargola mengangguk angguk mendengar jawaban Rangga itu.
Pangeran Lintang mendengar perkataan Rangga itu ia merasa di tinggikan harga dirinya di depan Raja Bargola,ia jadi tidak enak pada dirinya sendiri dan juga pada ayahnya .
"Sepertinya tinggi juga ilmu pemuda itu" kata Dewi Kara dalam hati sambil memperhatikan Rangga.
"Sementara Dewi Sekar yang yang melihat kakaknya terus memperhatikan Rangga merasa tidak enak ia pun berfikir jangan jangan kakaknya tertarik padanya,namun perasaan itu ia buang jauh jauh bagaimana pun juga kakaknya lebih suka pria terhormat yang sepadan dengannya dari pada seorang pemuda dari kalangan rakyat biasa.
Setelah berbincang bincang dengan sahabatnya raja Sura dan mendengar penjelasan dari Rangga akhirnya raja Bargola menyuruh tamunya itu untuk beristirahat karena hari menjelang malam dan mengenai pertarungan antara Dewi Kara dan pangeran Lintang akan di adakan lima hari lagi.
Pada malam itu Rangga yang merasa bosan di kamarnya lalu memutuskan untuk pergi keluar mencari angin ke belakang taman istana.
Sementara itu di kerajaan Martapura patih Arya Soma sedang mondar-mandir memikirkan rajanya yang belum kembali.
"Kemana dinda prabu sampai saat ini belum kembali apa terjadi sesuatu dengannya,tapi tidak mungkin kalau itu terjadi karena ilmu dinda prabu sangat tinggi"kata Patih Arya Soma.
"Kalau saya mencari dinda prabu kerajaan ini akan kosong"kata Patih Arya Soma lagi.
"Baiknya aku tunggu beberapa hari lagi jika belum kembali terpaksa aku akan mencari nya"kata patih Arya Soma memutuskan.
"Rangga pun menyandarkan dirinya di sebuah kursi sambil menikmati terangnya cahaya bulan,
tiba tiba dari dari arah belakang ia merasakan desiran angin yang menandakan ada serangan mengarah padanya dengan instingnya ia berkelit menghindari serangan itu.
Ia melihat orang bercadar berdiri tidak jauh di depannya ,belum sempat bertanya orang itu langsung menyerang Rangga kembali , pertarungan tak dapat di elak kan jual beli serangan pun terjadi sudah puluhan jurus mereka keluarkan .
"Ternyata dia sangat kuat "kata orang bercadar itu dalam hati.
"Baiklah aku ingin tahu seberapa kuat dia"kata orang bercadar itu sambil mencabut pedangnya dan terus menyerang Rangga,merasa serangan lawannya sangat mematikan Rangga pun mengeluarkan kedua pedangnya dan seketika itu juga muncul dua buah pedang dari tangannya.
"Jika kau ingin bermain pedang baik akan ku layani "kata Rangga.
Pedang mereka beradu hingga keluar percikan percikan api ,tak ingin berlama lama Rangga pun dengan cepat memutar kedua pedangnya ,"cepat sekali gerakannya sampai tangan ku terasa sakit semua"kata orang bercadar itu.
Hingga akhirnya pedang orang bercadar itu terpental dan cadar yang menutupi wajahnya pun terlepas kena sabetan pedang Rangga.
"Putri Dewi Kara"kata Rangga terkejut.
Dewi Sekar yang letak kamar tidurnya tidak jauh dari taman itu keluar setelah mendengar suara orang bertarung, dengan berlari ia menuju ke taman belakang istana itu untuk melihatnya.
"Rangga kau tidak apa apa"tanya Dewi Sekar ketika sampai di situ.
"Kenapa dia malah mengkhawatirkan pemuda itu di banding aku"tanya Dewi Kara dalam hati.
"Ya saya tidak apa apa"jawab Rangga,
"Bagaimana dengan dia "kata Rangga menunjuk pada Dewi Kara.
Sadarlah Dewi Sekar dengan tindakannya itu sehingga merah lah wajahnya menahan malu,kenapa ia lupa akan kakaknya itu .
"Apakah yunda Dewi tidak apa apa"tanya Dewi Sekar.
"Aku baik baik saja"jawab Dewi Kara.
"Ternyata dinda Sekar sudah saling kenal dengan dia"kata Dewi Kara dalam hati.
"Apakah maksud putri Dewi Kara menyerang saya"tanya Rangga ingin tahu.
"Aku cuma ingin membuktikan cerita mu yang kemarin "kata Dewi Kara lalu pergi.
__ADS_1
"yunda Dewi'"panggil Dewi Sekar.
Tapi Dewi Kara tidak menghiraukan panggilan adiknya itu dan terus masuk kedalam istana.
"Rangga maaf kan yunda Dewi kara"kata Dewi Sekar.
"Sudahlah tak perlu di bahas"kata Rangga.
"Kenapa putri Sekar belum tidur"tanya Rangga
"Belum mengantuk"Jawab Dewi Sekar.
"Kau sendiri kenapa di sini"tanya Sekar balik bertanya.
"ya sama seperti kamu belum mengantuk "jawab Rangga.
"Bagaimana mana kalau kita duduk duduk di sana "tanya Rangga .
"Baiklah",jawab Dewi Sekar,lalu keduanya pun duduk di situ sambil menikmati malam terang bulan.
"Sebentar lagi kakak mu akan di lamar pangeran Lintang , terus kapan giliran kamu"tanya Rangga.
"Kalau kau mau melamar aku ,aku bersedia"katanya Dewi Sekar keceplosan bicara.
"Apa ..!!! kau ingin aku melamar mu tanya Rangga terkejut.
Merah wajah Dewi Sekar sadarlah ia akan kata -katanya itu.
"Maksud aku belum ada yang mau melamar aku"Jawab Dewi Sekar.
"Jika aku benar ingin melamar kamu bagaimana"tanya Rangga.
"Itu sih terserah kamu saja"jawab Dewi Sekar merasa senang.
"Kamu tahu kan ,aku ini cuma seorang pengembara yang tidak jelas asal usulnya"kata Rangga.
"Jika kamu benar benar suka sama aku ,akan aku terima semua itu"jawab Dewi Sekar dengan entengnya.
"Baiklah setelah urusan kakak mu Dewi Kara dan pangeran Lintang selesai aku akan menghadap gusti prabu untuk melamar mu"kata Rangga serius.
Betapa bahagianya hati Dewi Sekar saat itu mendengar perkataan Rangga seakan akan terasa mimpi.
Karena sudah malam akhirnya Rangga dan Dewi Sekar pun kembali kedalam istana .
...****************...
Setelah dua tiga hari tak kunjung kembali maka akhirnya Arya Soma pun memutuskan mencari Rangga .
Ia pun menunggangi kuda nya kearah timur dan singgah di desa yang dulu pernah di singgahi rangga.
"Maaf Ki sanak siapa nama Demang di sini " tanya Arya Soma.
"Namanya demang Karto den"jawab orang itu ,
"dimana rumahnya" tanya Arya Soma pada seorang warga desa itu.
"itu di depan sana raden"jawab orang itu.
"terima kasih ki sanak" kata Arya Soma.
Setelah itu Arya Soma melarikan kudanya menuju rumah Demang itu dan tak lama kemudian sampailah ia di rumah Demang .
"Ada apa raden" tanya penjaga pintu itu .
"Apa benar ini rumah demang Karto"tanya Arya Soma.
"Aku ingin bertemu dengannya ",kata Arya Soma.
"Baik raden mari saya antar",kata penjaga pintu itu.
"Silahkan raden tunggu di sini biar saya panggil kan"kata penjaga itu.
Tak lama kemudian datanglah Demang Karto dari dalam.
"Ada keperluan apa raden mencari saya"tanya Demang Karto.
"Saya cuma mau bertanya apakah pernah seorang pemuda datang ke sini"tanya Arya Soma.
"Demang Karto tampak berfikir sejenak ,jangan jangan maksud raden yang mulia Rangga"jawab demang Karto.
"Ya ,ya,benar "jawab Arya Soma.
"Kemana dinda prabu setelah dari sini kamu tahu, tanya Arya Soma.
",Kalau tidak salah yang mulia ke arah timur" jawab demang Karto.
"Kalau boleh tahu siapakah raden ini"tanya demang Karto was-was .
"Saya Arya soma dari Martapura"jawabnya.
Terkejut lah demang Karto tidak menyangka dulu yang datang rajanya dan sekarang patihnya dia benar-benar tidak habis pikir.
"Maafkan hampa gusti patih yang tidak tahu ini,kata demang Karto.
" Silahkan masuk "kata demang Karto.
"Tidak ki demang saya akan melanjutkan perjalanan untuk mencari dinda prabu"jawab patih Arya Soma.
Lalu demang Karto pun mengantarkan patih Arya Soma sampai ke pintu gerbang ,Arya Soma melanjutkan perjalanan ke arah timur sesuai petunjuk dari Demang Karto itu.
Dengan menunggangi kudanya Arya Soma terus berjalan hingga sampailah di wilayah kerajaan Argara.
"Apa mungkin dinda prabu kesini"tanya Arya Soma dalam hati.
"Tidak ada salahnya saya coba mencari di sini"katanya kemudian.
"Lebih baik aku cari kedai dulu siapa tahu ada informasi tentang dinda prabu"kata Arya pada diri sendiri.
Di dalam kedai itu suasana tampak ramai dan penuh sesak, melihat ada kursi kosong Arya Soma duduk di situ ,tak lama kemudian pelayan pun datang, ,"pesan apa tuan, "tolong bawakan saya nasi serta minuman",jawab Arya Soma.
"Baik tunggu sebentar tuan"pelayan pun lalu berlalu.
"Seperti nya besok akan seru di istana "kata salah satu pengunjung kedai itu kepada temannya.
"Sudah pasti karena gusti putri akan bertarung dengan pangeran Lintang dari kerajaan Kumaya "kata temannya
Karena merasa penasaran Arya Soma yang duduk tidak jauh dari orang itu pun ikut mendengarkan obrolan mereka.
"Lebih baik aku cari penginapan di sini"kata Arya dalam hati.
Setelah itu Arya Soma pun mencari penginapan yang letaknya tidak jauh dari istana Argara .
Hari yang di nantikan akhirnya pun tiba, banyak orang berdatangan ke alun alun untuk melihat pertandingan itu.
Raja Bargola dan raja Sura pun duduk berdampingan menghadap ke arena pertarungan.
__ADS_1
Di lain tempat Dewi Kara dan pangeran Lintang pun tengah bersiap siap,lalu keduanya pun menaiki Arena .
"Pertarungan ini adalah pertarungan persahabatan jadi ku harap kalian mengerti jadi bersiaplah 'kata patih Guntoro
"Kira kira yang menang nanti siapa kakang"tanya Dewi Sekar yang duduk di sebelah Rangga.
"Mana aku tahu dinda"jawab Rangga.
"Masa kanda tidak bisa menebak"tanya Dewi Sekar jengkel- jengkel manja.
"Yang jelas sudah menang itu kanda"jawab Rangga
"kenapa bisa begitu kanda"tanya Dewi Sekar penasaran.
"Iya karena mendapat kan kamu tanpa bertarung"jawab Rangga.
"iiih kanda "kata Dewi Sekar sambil mencubit Rangga.
"auww ampun- ampun dinda"teriak Rangga seolah kesakitan.
"makanya di tanya serius jangan bercanda"kata Dewi Sekar merasa menang
"makanya dinda jangan tanya terus ,lebih baik kita lihat saja nanti"kata Rangga.
"Baiklah kanda"jawab Dewi Sekar akhirnya.
"Sepertinya itu dinda prabu dan siapa wanita itu kelihatannya akrab sekali dengannya," kata Arya Soma,
"lebih baik aku awasi saja dari sini sambil melihat pertarungan ini" kata Arya Soma lagi.
Pangeran Lintang dan Dewi Kara sudah bersiap dengan kuda kuda mereka.
Pertarungan pun di mulai dengan gerakan gerakan yang cepat dan sulit di baca Dewi Kara terus menyerang pangeran Lintang.
Pangeran Lintang terus menghindari serangan itu dengan sekali kali melompat membelakangi Dewi Kara,namu Dewi Kara tak pernah mau melepaskan begitu saja dan terus mendesak pangeran Lintang.
Pangeran Lintang pun mengubah jurusnya dan seketika itu dapat mengimbangi bahkan menekan balik Dewi Kara.
Puluhan jurus telah mereka keluarkan namun belum ada tanda-tanda dari keduanya siapa yang akan keluar sebagai pemenang.
Di kursi penonton tampak Raja Sura dan Raja Bargola tampak senyum bangga melihat anak anak mereka.
Pertarungan masih berlanjut dengan seru , penonton pun terkagum kagum dengan kehebatan Dewi Kara yang mampu mengimbangi pangeran Lintang. "Ternyata benar kata romo pangeran Lintang memang kuat"kata Dewi Kara dalam hati, pangeran Lintang terus menyerang dengan jurus jurus andalannya ,"sejauh ini dia belum ada tanda tanda kelelahan,dinda Dewi Kara ternyata kuat juga"kata pangeran Lintang,
"Lebih baik kita hentikan saja pertarungan ini kurasa hasilnya sudah jelas tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah "kata raja Bargola kepada raja Sura.
"Baiklah saya setuju"jawab raja Sura.
"Kakang patih tolong hentikan pertarungan ini"kata taja Bargola.
"Baik yang Mulia"kata patih Guntoro
Lalu berjalan mendekati Dewi Kara dan pangeran Lintang.
"Kalian berdua hentikan pertarungan ini"kata patih Guntoro
"Kenapa paman patih "tanya Dewi Kara.
"Yang Mulia memerintah kan itu karena diantara kalian sama sama kuat",,kata patih Guntoro
", Bagaimana kanda Lintang menurut mu"tanya Dewi Kara.
"Saya setuju dengan paman patih Guntoro dinda Dewi"jawab pangeran Lintang.
"Baiklah paman patih",kata Dewi Kara.
Pertandingan mu di hentikan Dewi Kara dan pangeran Lintang pun sama sama puas dengan hasil pertarungan itu.
"Setelah itu para penonton pun membubarkan diri , raja Bargola dan raja Sura pun kembali ke pendopo untuk membicarakan pernikahan anak mereka.
Semua telah berkumpul di pendopo itu tidak terkecuali Rangga.
"Bagaimana anakku apa kamu bersedia di lamar pangeran Lintang"tanya raja Bargola.
"Iya romo hamba bersedia"jawab Dewi Kara.
Raja Bargola dan raja Sura pun tersenyum bahagia.
"Baiklah mengenai pernikahan Dewi Kara dan pangeran Lintang akan kita adakan sebulan lagi",kata raja Bargola.
Raja Sura pun mengangguk-angguk setuju mendengar kata kata raja Bargola itu.
"Maaf yang mulia saya ingin minta izin pada yang mulia "kata Rangga
"izin tentang apa itu",tanya Raja Bargola.
"Saya ingin melamar putri Dewi Sekar,yang mulia", jawab Rangga.
Arya Soma di tempat persembunyian nya yang letaknya tidak jauh dari pendopo itu ,merasa senang mendengar Rangga ingin melamar Dewi Sekar.
"Apa kamu bilang ingin melamar anak ku Dewi Sekar"kata Raja Bargola dengan nada tinggi.
"iya yang mulia"jawab Rangga
"Kamu tahu kedudukan putri ku"tanya raja Bargola dengan marah.
"Saya tahu yang mulia"jawab Rangga.
Arya Soma sangat marah mendengar perkataan raja Bargola.
"Argara cuma kerajaan kecil mengapa sombong sekali rajanya itu.
Ingin rasanya ku hancurkan kerajaan ini"kata Arya Soma dalam hati.
"Jadi jangan mimpi kau untuk melamar anak ku, karena ini adalah penghinaan besar bagi ku"kata raja Bargola dengan marah sekali.
Betapa sedih sekali Dewi Sekar mendengar perkataan ayahnya itu.
Dewi kara yang melihat adiknya tertunduk sedih tak bisa berbuat apa-apa.
Tiba tiba terdengar tepuk tangan dari luar "hebat hebat sungguh hebat, kata orang itu yang ternyata adalah Arya Soma.
"Kanda Arya Soma kenapa ada di sini"tanya Rangga dalam hati.
"Siapa kau berani beraninya masuk ke sini tanpa di undang "tanya raja Bargola dengan marah.
"Cukup dan hentikan mulut besar mu itu"kata Arya Soma.
"Kurang ajar lancang sekali mulut mu, pengawal cepat tangkap dia dan jebloskan ke penjara"kata Raja Bargola.
"Tunggu "kata Arya Soma.
"Apakah raja Bargola tahu tentang kerajaan Martapura"tanya Arya Soma.
"Siapa yang tidak tahu tentang kerajaan itu, Martapura adalah kerajaan besar yang di pimpin oleh raja muda setelah raja terdahulunya turun tahta"jawab Raja Bargola.
__ADS_1
"Katakan siapa kamu dan apa maksud pertanyaan mu itu,"tanya raja Bargola dengan nada tinggi.