Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Kembalinya pangeran Lintang ke Kumaya


__ADS_3

Di sebuah hutan pinggir jurang tampak seorang pemuda sedang sibuk menggerakkan kakinya dan tangannya kesamping kadang juga ke depan, seakan-akan dia sedang memainkan sebuah jurus, namun berkali kali ia menghentikan gerakannya yang di rasa salah dan melihat sesuatu di sampingnya itu yang tak lain adalah sebuah kitab.


Setelah melihat kitab itu beberapa kali ia kemudian mencoba lagi mainkan kembali jurus itu dan makin lama gerakannya pun makin mantap dan cepat, hingga tanpa ia rasakan hari pun sudah menjelang malam ,lalu pemuda itu pun menutup kitabnya dan segera membawa masuk ke dalam sebuah gubug .


Setelah lama menempuh perjalanan untuk mencari Ariani Dewi dan Pandan Wangi tak juga ketemu akhirnya Rangga berhenti di sebuah hutan untuk istirahat sejenak "kemana lagi aku harus mencari mereka,apa mereka berdua sudah kembali ke Martapura,"ucapnya ,ia pun lalu berfikir antara melanjutkan pencarian atau pulang ke Martapura,


"sebaiknya aku cepat kembali saja ke Martapura siapa tahu mereka benar-benar sudah kembali"ucap Rangga kemudian.


Namun ketika hendak mau pergi tiba-tiba, ia mendengar langkah kaki kuda yang jaraknya sudah tidak jauh dari tempat ia berada,ia lalu melompat ke atas dahan pohon untuk mengetahui orang itu.


Sesaat kemudian orang itu pun sampai di tempat Rangga berada dan berhenti di situ sambil menoleh ke belakang "hari sudah menjelang malam kenapa mereka belum kelihatan juga"desah orang itu,tak lama kemudian terdengarlah langkah kaki kuda bersahutan mendekati orang itu dan tak lama kemudian sampailah penunggang kuda itu di dekatnya.


"kenapa lama sekali apa kalian tidak tahu hari mulai gelap,"ucap orang itu memarahi mereka,"maafkan kami Datuk Ampar,tadi saya dan Sarwati berhenti di sungai untuk mencuci muka,"jawab orang itu,"benar Datuk Ampar apa yang di katakan Gajah Ngarang"ucap Sarwati," ya sudah cepat kita lanjutkan perjalanan jangan sampai terlambat kita ke tempat si Jubah Hitam,"ucap datuk Ampar,"baik datuk Ampar,"ucap mereka berdua lalu segera menggebah kudanya dan meninggalkan tempat itu.


Setelah ketiga orang itu berlalu Rangga pun kemudian turun dari pohon,

__ADS_1


"Si Jubah Hitam siapa dia"ucap Rangga, karena tidak mau ambil pusing kemudian Rangga melesat cepat pergi meninggalkan tempat itu.


Hari berganti hari bulan pun juga ikut berganti ,suatu hari di sebuah di hutan dekat jurang pagi itu, terlihat seorang pemuda berdiri menatap dalamnya jurang itu.


" Akhirnya setelah enam bulan lamanya aku selesai juga menguasai semua isi kitab ini ,sudah saatnya aku kembali ke Kumaya dan akan ku balas semua penghinaan Dewi Kara pada ku"ucap orang itu yang tidak lain adalah pangeran Lintang,lalu ia meremas kitab itu yang tak lain adalah kitab pedang darah hingga menjadi abu.


Sebelum nya..


Hiyaaa......hiyaaaa pangeran Lintang terus memacu kudanya dengan cepat, hingga memasuki wilayah Martapura ,tiba-tiba datanglah segulung angin puyuh mengarah kepada pangeran Lintang yang sedang berkuda itu,"apa itu perasaan tadi baik-baik saja kenapa tiba-tiba ada angin puyuh,"ucapnya.


sementara angin puyuh itu sudah di dekatnya dan wuusss... angin puyuh itu menyapu pangeran Lintang dan kuda,tapi pangeran Lintang berhasil melompat dari kudanya dan haaap.... pangeran Lintang berhasil mendarat di dalam gua dengan jatuh berguling-guling di lantai gua ,sementara kudanya hilang terbawa angin puyuh itu.


"Huuuuf...nyaris saja,andai aku terlambat sedikit lagi tamat riwayat ku,ucap pangeran Lintang dengan nafas memburu, ia lalu membersihkan debu-debu yang menempel di baju dan tubuhnya.


Tak terasa oleh pangeran Lintang hari pun mulai gelap karena kudanya sudah tidak ada terpaksa malam itu ia bermalam di gua itu.

__ADS_1


"kira -kira ada apa di gua ini ,"batin pangeran Lintang,lalu ia menyobek sedikit bajunya dan kemudian mencari ranting kering untuk membuat sebuah obor dan tak lama kemudian obor pun jadi , dengan bantuan obor itu ia segera memasuki gua itu,namun tiba tiba dari arah depan muncul segerombolan mahluk menerjang pangeran Lintang,ia pun langsung menjatuhkan dirinya kemudian segera bertiarap, dan mahluk itu pun berlalu,"sialan cuma klalawar,"gerutu pangeran Lintang dengan kesal,ia pun lalu melanjutkan perjalanannya untuk menyusuri gua itu .


Karena merasa lelah dan tidak menemukan apa-apa ia pun lalu menyandarkan dirinya pada sebuah dinding gua , tanpa di sadari tiba-tiba ia melihat sebuah cahaya kemerahan di sudut gua,tanpa banyak berfikir ia kemudian mendekatinya"ternyata sebuah peti apa kiranya isi peti ini,"ucap pangeran Lintang merasa penasaran,lalu prakk dia membuka peti itu dan mendekatkan obornya ternyata isinya adalah sebuah kitab.


Pangeran Lintang pun lalu mengambil dan membuka kitab itu lembar demi lembar dan terus membolak-baliknya ,"ternyata kitab ini penuh dengan jurus-jurus maut lebih baik aku bawa kitab ini "ucap pangeran Lintang dengan memasukkan kitab itu ke dalam bajunya lalu dia pun tertidur.


ketika pangeran Lintang terbangun ternyata hari pun sudah pagi,dan ia pun bergegas meninggalkan gua itu.


Akhirnya pangeran Lintang pun kembali ke Kumaya, ia bergerak terasa ringan dan sangat cepat dengan ilmu meringankan tubuhnya setelah berhasil menyerap semua isi kitab itu.


Sementara itu di Martapura Rangga dan Dewi Sekar tengah bersiap siap untuk pergi ke Argara untuk mengunjungi raja Bargola, karena Dewi Sekar merasa rindu dengan kakak dan ayahnya itu.


"Pasti romo akan terkejut dengan kedatangan kita yang tiba-tiba ini kanda"ucap Dewi Sekar sambil merapikan bajunya,"benar dinda karena sudah lama sekali kita tidak temu bertemu dengan romo"jawab Rangga sambil memperhatikan Dewi Sekar ,"Apakah kanda sudah siap ,"tanya Dewi Sekar,"dinda bisa lihat sendiri kanda sudah siap dari tadi,,"ucap Rangga ,"kalau begitu mari segera berangkat kanda"ucap Dewi Sekar lalu menggandeng tangan Rangga keluar dari kamarnya.


"keretanya sudah siap yang mulia"ucap seorang prajurit,"mari dinda kita masuk ke kereta"ajak Rangga ,lalu pintu gerbang terbuka lebar dan bergeraklah kereta perlahan-lahan keluar dari istana Martapura.

__ADS_1


Raja Sura seakan akan mimpi setelah melihat pangeran Lintang di depannya,sudah enam bulan ia pergi tapi kini sekarang ia muncul di depannya.


__ADS_2