Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Muncul nya Ratu Sarjani


__ADS_3

Serang.....!!! tiba-tiba bermunculan orang-orang bertopeng hitam dari semak semak dalam jumlah banyak.


"Siapakah mereka Sendawa apakah mereka rampok...!!!"tanya Kencana Loka dengan terkejut dan bersiap mencabut pedangnya.


"Mereka adalah orang orang yang ingin membunuh kalian berdua,jadi bersiaplah "ucap Sendawa.


"Apa.... membunuh kami..!!!sentak Lingga dan Kencana Loka secara bersamaan.


"Benar, persiapkan diri kalian kita hadapi mereka bersama"ucap Sendawa.


"Kurang ajar berani beraninya mereka mengganggu perjalanan ku, Lingga bersiaplah kita hadapi mereka"ucap Kencana Loka.


"Sudah lama aku tidak bertarung inilah saatnya aku melemaskan otot-otot ku paman "ucap Lingga.


Orang orang bertopeng hitam itu pun segera membentuk formasi lingkaran dengan mengepung mereka bertiga dengan bersenjata pedang pendek di kedua tangan nya.


"Maju...", teriak salah satu orang yang mengepung mereka bertiga itu secara melingkar.


Hiiiiaat...dan pertarungan pun segera di mulai, Kencana Loka melompat dari kudanya dan terjun di tengah tengah mereka dengan pedang terhunus.


Melihat kencana Loka turun dari kudanya orang orang itu langsung beramai ramai menyerbunya.


"Majulah kalian semua...!!!!"teriak Kencana Loka.


Ia pun langsung berlari menyambut kedatangan mereka hiiiaat... crash.... crash... pedang kencana Loka yang bergerak cepat berhasil membuat roboh dua lawannya sekaligus.


Kencana Loka terus memainkan pedangnya dengan sabetan sabetan yang mematikan.


Di sisi sebelah kanan Kencana Loka ,Lingga dan Sendawa juga tidak kalah sibuk , menghadapi para penyerang yang mengeroyoknya itu.


Lingga menangkis serangan mereka dan dengan cepat menyerang balik crash... crash ...lima dari sekian banyak orang yang mengeroyoknya pun jatuh ke tanah dan tidak bangun lagi.


"Ini hadiah buat kalian hiiiaat...."teriak Sendawa melepaskan pukulan nya wuuusss... duuuaaarrr..... belasan orang pun terpental dan tidak berkutik lagi.


Sendawa segera melanjutkan serangan nya dengan menggunakan pedangnya crash...crash... tak ayal lagi korban dari para pengeroyok itu pun bertambah lagi.


Dalam waktu yang singkat itu pertarungan telah banyak makan korban nyawa, melihat situasi yang tidak menguntungkan para pengeroyok pun bertambah nekat menyerang tiga orang itu secara membabi buta.


Sebagai seorang petarung yang berpengalaman Lingga dan Kencana Loka pun tahu bahwa lawannya itu sudah mulai gentar itu terlihat dari cara mereka menyerang yang tanpa perhitungan.


Namun perkiraan Lingga dan Kencana Loka itu ternyata salah besar mereka menyerang secara sembarangan karena mereka sebenarnya bukan bergerak sendiri tapi di kendalikan.


"Lingga sebaiknya kita percepat pertarungan ini ,kita jangan buang buang tenaga"teriak Kencana Loka.


"Baik Paman"sahut Lingga.


Lingga segera mempercepat serangan nya , tebasan pedangnya terus merayap seperti ular yang mencari mangsa nya hingga crash... crash .. terdengar kembali pedang Lingga mengenai sasaran dan para pengeroyok pun kembali bertumbangan jatuh ke tanah.


Dalam pertarungan itu ternyata ada sepasang mata yang mengawasi mereka dan orang itu bertengger di atas pohon yang tidak jauh dari lokasi pertarungan itu.


Duuuaaarrr.... duuuaaarrr.... Kencana Loka melepaskan pukulan nya karena sudah tidak sabar ingin pertarungan itu segera berakhir.


"Rasakan itu"ucap Kencana Loka sambil memandangi para lawannya yang sudah menjadi mayat itu.


Tapi kemudian orang-orang yang bertopeng hitam pun kembali bermunculan dari semak semak dalam jumlah yang tidak kalah banyak.


"Sialan berapa banyak sebenarnya mereka"gerutu Kencana Loka .


Orang orang bertopeng hitam yang baru muncul itu pun tanpa basa-basi langsung menyerangnya.


Kencana Loka segera menyalurkan tenaga dalam ke pedangnya dan bersiap menyerang mereka yang datang berdatangan ke arahnya.


"Majulah kalian semua ...!!!"teriak Kencana Loka sembari berlari menyambut kedatangan mereka.


Kencana Loka segera mengamuk tak terbendung menyerang orang orang bertopeng itu.


Satu persatu mereka pun bertumbangan ke tanah wuuusss...dan hilang menjadi asap.


"Apakah arti dari semua ini"gumam kencana Loka melihat lawannya hilang tanpa bekas.


Ia kemudian memandang ke sekeliling hutan itu dan dirinya di buat heran setelah tahu bahwa orang orang yang di kalahkan sebelum juga hilang semua tanpa bekas.


"Rupanya ini adalah sihir "ucap Kencana Loka .


Sendawa dan Lingga pun juga mengalami kejadian yang sama seperti yang dialami oleh Kencana Loka lawan yang mereka kalahkan pun hilang tanpa bekas.


"Sendawa kau tahu apa arti semua ini"tanya Lingga.


"Ini adalah sihir Lingga , pasti ada orang yang mengendalikan mereka "ucap Sendawa.


"Sihir..... jadi semua orang bertopeng ini tidak nyata begitu maksud mu Sendawa"ucap Lingga sambil memperhatikan keadaan sekeliling hutan itu.


"Benar semua orang bertopeng itu tidak nyata tapi serangan mereka benar benar nyata bahkan bisa membunuh kita, lihatlah robek di baju ku ini"ucap Sendawa sambil menunjuk kan baju nya yang robek terkena oleh sabetan pedang.


"Tidak ku sangka ternyata kalian dapat mengalahkan anak buah ku dalam waktu sekejap saja"ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dari semak semak.


"Siapa kamu dan apa maksud mu menyerang kami"ucap Kencana Loka dengan menatap tajam.


"Aku Dadung Kawu tujuan ku adalah untuk menghabisi kalian bertiga"ucap orang itu dengan tampak tenang.


"Enak saja kalau bicara ingin menghabisi kami,apa masalah mu dengan kami"tanya Lingga dengan rasa tidak suka.


"Kita memang tidak punya masalah tapi kalian yang punya masalah dengan atasan ku, terutama kau Kencana Loka"ucap Dadung Kawu.


Kencana Loka pun tersentak kaget mendengar Dadung Kawu mengetahui namanya.


" Pantas dia tahu nama ku rupanya dia orang bayaran"ucap Kencana Loka dalam hati.


"Katakan siapa orang yang memerintahkan kamu"ucap Kencana Loka.


"Haaa.....haaa...kau pikir aku anak kecil yang mau menuruti kata-kata mu Kencana Loka"ucap Dadung Kawu.


"Kalau itu mau , baiklah akan aku paksa kau untuk mengatakannya"ucap Kencana Loka langsung bergerak menyerang.


Hiiiaat... Kencana Loka segera menerjang Dadung Kawu yang berdiri didepannya dengan rasa marah yang sudah tidak terbendung lagi.


Dadung Kawu segera mencabut pedangnya dan langsung menyambut serangan Kencana Loka tiing... terdengar pedang mereka beradu.


Kencana Loka segera menarik pedangnya dan langsung mengibaskan ke arah Dadung Kawu, namun Dadung Kawu juga melakukan hal yang sama dan terjadilah pertunjukan adu pedang di antara mereka.


Lingga dan Sendawa masih memperhatikan pertarungan itu dan siap membantu apa bila kencana Loka dalam keadaan terdesak.


Walaupun Kencana Loka sudah tidak muda lagi tapi berkat pernah meminum air terjun bidadari tenaga dalamnya pun tidak bisa di anggap remeh oleh pendekar tanpa tanding sekali pun.


Dadung Kawu diam diam merasa terkejut dalam pertarungan itu ,ia yang tadi mengganggap remeh Kencana Loka dapat mengalahkan hanya dalam satu gebrakan saja, kini ia terpaksa harus mengerahkan segala kemampuan untuk melayani nya.


Dadung Kawu langsung mengubah jurus di tengah tengah pertarungan itu ,untuk mendesak Kencana Loka dan sedikit demi sedikit ia pun dapat memaksa kencana Loka bergerak mundur.


Melihat usahanya berhasil Dadung Kawu menggencarkan serangan nya tanpa memberikan kesempatan untuk menghela nafas.


Lingga yang menyaksikan kencana Loka terdesak il berniat ingin maju membantu,namun oleh Sendawa di cegah nya karena menurut nya kencana Loka belum kalah dalam pertarungan itu.


Tidak ingin di desak lebih lama kencana Loka menghentakkan kakinya ke tanah dan ia pun melompat ke atas melewati Dadung Kawu sembari memberikan tendangan yang dengan tepat mengenai punggungnya desss...tendangan Kencana Loka itu membuat Dadung Kawu terhuyung-huyung tapi tidak membuat terjatuh.


Dalam hatinya Dadung Kawu merasa marah sekali dapat pecundangi kencana Loka itu.


Ia segera membalikkan badannya dan segera menerjang Kencana Loka kembali.


Kencana Loka yang baru mendarat itu segera buru buru membalikkan badannya lalu menyambut kedatangan Dadung Kawu.


Hiiiaat.... keduanya sama sama melompat ke udara dengan pedang sama sama terhunus dan pedang mereka pun kembali beradu..traaang....adu pedang pun terjadi berkali-kali hingga pada suatu kesempatan Dadung Kawu berhasil mengirimkan tendangan nya dan membuat Kencana Loka terlempar ,namun dengan gerakan yang gesit kencana Loka menghentakkan kedua tangan nya ke tanah hingga tidak terjatuh.


"Paman Kencana Loka"teriak Lingga segera melesat cepat menghampiri nya,namun belum sampai di tempat Kencana Loka , Dadung Kawu telah berdiri di depan nya dengan jarak lima tombak.


Sabar lah anak muda nanti giliran mu juga tiba"ucap Dadung Kawu kepada Lingga.


Lingga pun menghentikan langkahnya setelah melihat Kencana Loka tidak apa-apa.


"Ternyata kau cukup cepat juga Dadung Kawu, Lingga minggirlah dulu ,aku ku balas perbuatan nya tadi "ucap Kencana Loka.


"Baik paman"ucap Lingga.


"Ternyata aku benar-benar tidak bisa menganggap remeh dia"ucap Dadung Kawu sembari menatap tajam pada Kencana Loka.


Hiiiaat..... Kencana Loka mengerahkan tenaga dalamnya seketika itu tubuhnya pun bergetar hebat , melihat lawannya mulai serius Dadung Kawu juga segera mempersiapkan dirinya.


Ia langsung mengekspos tenaga dalamnya secara besar-besaran bersiap menghadapi serangan dari Kencana Loka.


"Akan ku akhiri pertarungan ini "ucap kencana Loka, hiiiaat....ia pun melepaskan pukulannya ke arah Dadung Kawu wuuusss.........!!!


"Baiklah akan ku sambut pukulan nya"ucap Dadung Kawu sembari melepaskan pukulan untuk menyambut serangan Kencana Loka itu.

__ADS_1


Duuuaaarrr.... duuuaaarrr..... dentuman keras pun terdengar hutan itu hingga membuat beberapa pohon bertumbangan.


"Matilah kau"teriak kencana Loka muncul secara tiba-tiba di atas kepala Dadung Kawu, hiaaaat..... crash... pedang kencana Loka pun mengenainya dan Dadung Kawu pun jatuh ke tanah.


"itulah balasan untuk mu Dadung Kawu"ucap Kencana Loka , namun wessss..... tubuh Dadung Kawu pun berubah menjadi asap dan menghilang dari hadapan nya.


"Apa......!!!!"teriak Kencana Loka dengan terkejut.


"Terima ini hiiiaat...."teriak Dadung Kawu tiba-tiba muncul di belakang Kencana Loka dengan melepaskan pukulannya wuusss..... merasakan getaran-getaran halus di dari arah belakang Kencana Loka segera memutar tubuhnya ke samping dan duuuaaarrr.......pukulan Dadung Kawu pun hanya menerpa ruang kosong saja.


"Sekarang aku benar-benar marah pada mu Dadung Kawu"ucap Kencana Loka ia lalu dengan cepat menghentakkan kakinya dan melesat ke Dadung Kawu dengan cepat wuuusss.... hiiiaat.... blesses....akhhh...... Dadung Kawu pun roboh ke tanah tanpa sempat menghindari serangan cepat itu.


Huuuuuuf...... huuuuuuf... kencana Loka menghela nafasnya untuk memulihkan tenaganya setelah melepas kan pukulannya tadi.


"Syukurlah paman baik baik saja"ucap Lingga.


"Sendawa aku ingin bertanya sesuatu pada mu "ucap Kencana Loka.


"Tanya apa paman"ucap Sendawa.


"Kenapa kau bisa tahu kalau orang orang tadi ingin membunuh ku dan siapa kamu ini sebenarnya"tanya kencana Loka.


Sendawa pun terkejut tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari kencana Loka.


"Aku cuma pengembara biasa yang kebetulan lewat sini paman dan tanpa sengaja bertemu dengan kalian berdua"ucap Sendawa.


"Kamu pasti berbohong , kenapa kau bisa tahu kalau mereka ingin menyerang kami"ucap Lingga.


"Maaf mengenai hal itu.....aku tidak bisa menjelaskan nya sekarang"ucap Sendawa.


"Sudahlah Lingga tidak usah di pikiran kalau dia tidak mau menjelaskan nya dan sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita yang sempat tertunda ini"ucap Kencana Loka berjalan menghampiri kudanya dengan penuh kecurigaan pada Sendawa.


"Ternyata mereka mampu menghadapi Dadung Kawu dengan mudah,tapi aku akan tetap mengawasi mereka"ucap orang yang bertengger di atas pohon itu.


"Kira kira mereka itu suruh an siapa paman"tanya Lingga.


"Entahlah aku juga masih bertanya tanya siapa kah orang yang tidak suka pada ku Lingga hingga ingin membunuh ku"ucap Kencana Loka.


"Maaf tuan Kencana Loka , kalau menurut saya pasti ada orang dalam istana yang tidak menyukai tuan"ucap Sendawa.


"Orang dalam ... maksud mu tidak menyukai ku bagaimana Sendawa aku ingin tahu karena selama ini aku tidak mempunyai musuh dengan siapa pun "ucap Kencana Loka.


"Ya.. mungkin tidak suka dengan tuan karena tuan dekat Gusti prabu atau mungkin ada yang iri dengan jabatan tuan misalnya"ucap Sendawa.


"Kalau memang begitu sebaiknya Paman harus hati-hati mulai saat ini"ucap Lingga.


"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan mari kita lanjutkan perjalanan"ucap Kencana Loka sambil menaiki kudanya.


Mereka bertiga pun lalu melanjutkan perjalanan nya ke Argara untuk menemui raja Bargola dan Pandan Wangi dan tanpa mereka ketahui diam diam ada seseorang yang menguntit di belakang mereka.


...****************...


Angin senja yang bertiup pelan hari itu, mengiringi perjalanan tiga orang perempuan berkuda yang nampak kelelahan , karena hampir seharian mereka menempuh perjalanan hanya beristirahat satu kali dari gunung Sinabung.


Kini perjalanan mereka telah memasuki sebuah hutan lebat yang rimbun yang jarang di lalui oleh orang orang,itu terlihat dari bekas jalan yang akan hilang karena sudah tidak di lalui lagi.


Tiga dari wajah perempuan itu memancarkan ke khawatiran karena hari hampir gelap namun desa juga belum nampak,para pengunggang kuda itu adalah Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Arum .


"Pandan wangi dan Arum awas...!!!"teriak Ariani Dewi sambil melompat dari kudanya setelah melihat sepotong pohon terbang ke dari depan ke arahnya.


"Kurang ajar hiaaaat.....", teriak Pandan Wangi melepaskan pukulan lembur gunungnya duuuaaarrr.... batang pohon pun hancur berserakan menjadi berkeping-keping.


"Perbuatan siapa ini bibi sungguh keterlaluan"ucap Arum dengan rasa marah.


Pandan Wangi mengedarkan pandangannya ke sekeliling hutan itu mencari orang yang menyerangnya tadi.


"Sebaiknya kau waspada Arum ada penyerang gelap yang menghadang kita"ucap Pandan Wangi.


"Ariani kau merasakan sesuatu apa yang aku rasakan"tanya Pandan Wangi.


"Benar aku merasakan ada getaran tenaga di sekitar hutan ini Wangi , sepertinya tiga orang"jawab Ariani Dewi.


"Apa kau juga merasakan ada seseorang Arum di sekitar sini Arum"tanya Pandan Wangi.


"Ya bibi aku merasakan satu pancaran tenaga sangat kuat dan yang dua agak lemah dekat sekali dari tempat kita berhenti ini"ucap Arum.


"Luar biasa anak ini bisa tahu sedetail ini"ucap Pandan Wangi kagum dengan insting yang di miliki nya.


"Rupanya tadi perbuatan kalian bertiga, kurang ajar "ucap Ariani Dewi dengan kemarahan meledak ledak.


"Cepat serahkan pedang yang kalian bawa ,aku ratu Sarjani akan membiarkan kalian pergi dengan selamat dari tempat ini"ucap orang itu yang ternyata adalah Ratu Sarjani dan kedua pengawalnya Parwati dan Endang Kumala.


"Pedang yang mana yang kau maksud itu ratu Sarjani aku tidak mengerti"ucap Pandan Wangi.


"Jangan berpura-pura kau di depan ku atau ku ***** kepala mu dengan tangan ku "ucap ratu Sarjani.


"Bibi ternyata tenaga dalam orang ini sangat besar"ucap Arum begitu merasakan pancaran tenaga milik ratu Sarjani.


"Aku tahu itu Arum jadi jangan lengah mungkin sebentar lagi kita akan adu bentrok dengan nya"ucap Pandan Wangi.


"Cepat jangan hanya bisik bisik saja ,apa kalian tuli...!!!"ucap ratu Sarjani dengan nada tinggi.


"Rupanya tidak ada pilihan lain Ariani terpaksa kita harus melayani dia"ucap Pandan Wangi.


"Baiklah kau akan dapat kan yang kau minta ,Pandan Wangi dan Arum kita berikan yang dia minta"ucap Ariani Dewi.


"Arum bersiaplah "ucap Pandan Wangi.


"Aku setuju Ariani mari kita beri apa yang dia minta"lanjut Pandan Wangi.


"Bagus dengan begitu akan lebih baik untuk kalian bertiga"ucap Ratu Sarjani.


"Terima ini hiiiaat...."teriak Ariani Dewi langsung melesat maju dengan di ikuti oleh Pandan Wangi dan Arum.


"Kurang ajar rupanya kalian minta di hajar "ucap Ratu Sarjani setelah melihat mereka bertiga menyerangnya


Ariani Dewi langsung melesat ke arah Ratu Sarjani dengan jurus tebasan seribu pedang nya.


Pandan Wangi dan Arum pun juga tidak ketinggalan mereka berdua langsung menyerang Parwati dan Endang Kumala.


Terjadilah pertarungan di senja yang hampir gelap itu,Ratu Sarjani meliuk-liuk menghindari sabetan pedang Ariani Dewi yang cepat itu dan mematikan itu.


Merasakan serangan Ariani Dewi yang makin lama makin bahaya dan mengancam itu Ratu Sarjani tidak mau ambil resiko ia pun mengeluarkan senjatanya slap.. sebuah tongkat tiba tiba telah tergenggam di tangan nya tidak tahu dari mana datangnya.


"Akhirnya kau pakai juga senjata juga Sarjani"ucap Ariani Dewi sambil terus menyerang nya.


"Kau akan segera menyesal setelah aku mengeluarkan tongkat ini "ucap Ratu Sarjani.


Dengan permainan tongkatnya Ratu Sarjani dapat mengimbangi permainan pedang Ariani Dewi yang cepat itu.


"Rupanya cuma begini kemampuan mu "ucap ratu Sarjani mengejek Ariani Dewi.


Ariani Dewi yang mudah emosi langsung terbakar oleh kata kata Ratu Sarjani itu.


"Kau meminta lebih , baiklah akan ku berikan bersiaplah "teriak Ariani Dewi ia langsung melipat gandakan tenaga dalam nya.


Ia bermaksud menggabungkan jurus tebasan seribu pedang dengan jurus pedang membelah bulan yang selama ini belum pernah ia gunakan bila keadaan memaksa.


Ariani Dewi meningkatkan tenaga dalamnya lalu bergegas menyerang Ratu Sarjani.


"Rupanya dia tidak main-main " ucap ratu Sarjani sambil bersiap menantikan serangan Ariani Dewi.


Ratu Sarjani memegang erat tongkat nya untuk menyambut serangan Ariani Dewi.


Tidak jauh dari Mereka berdua Arum dan Endang Kumala terlibat berkejaran kejaran di udara dengan ilmu ringan tubuhnya, dari pohon ke pohon Arum mencoba mempermainkan Endang Kumala.


"Mau lari kemana kau anak setan terima ini..."ucap Endang Kumala merasa jengkel.


Endang Kumala menyerang Arum duuuaaarrr.... duuuaaarrr..... duuuaaarrr.... namun tidak satu pun dari pukulan nya yang yang mengenainya.


"Cepat sekali gerakan nya perempuan itu"ucap Endang Kumala dan terus mengejar Arum.


Huuup....Arum mendarat di tempat yang tidak jauh dari Pandan Wangi dan Ariani Dewi.


"Akhirnya kau menyerah juga anak setan"ucap Endang Kumala.


"Kalau aku anak setan pasti bibi ini setan juga kan yang sukanya menghadang orang lewat jalan ini"ucap Arum.


"Kurang ajar beraninya kau mengatakan aku setan , rupanya mulut mu itu minta di hajar"ucap Endang Kumala.


"Tidak usah banyak bicara bibi kalau mau menghajar saya silahkan saja"ucap Arum.

__ADS_1


Emosi Endang Kumala sudah tidak dapat di tahan lagi ,ia pun segera menyerang Arum dengan gencar.


Arum dengan cepat menggeser tubuhnya ke samping , namun Endang Kumala mengarahkan pedang nya kepalanya,Arum menunduk dan dengan cepat menyapu kaki Endang Kumala dan Endang Kumala pun jatuh.


Endang Kumala segera berdiri dengan kemarahan yang memuncak karena merasa di lecehkan oleh seorang anak yang usianya masih muda.


Hiiiaat..... Endang Kumala menghimpun tenaga dalamnya , sepertinya ia akan mengeluarkan jurus pamungkas nya.


Dari telapak tangannya tiba-tiba mengeluarkan cahaya kehitam hitamam yang sangat pekat.


"Inilah saatnya aku mencoba kekuatan ku ,aku ingin tahu seberapa besar kemajuan latihan ku selama ini "ucap Arum ketika melihat Endang Kumala bersiap menyerang nya.


"Kau harus mampus anak setan terima ini hiiiaat..... Endang Kumala langsung melepaskan pukulannya wuusss........!!!!


Arum juga melepaskan pukulannya untuk menyambut serangan Endang Kumala yang meluncur ke arahnya.


Wuuusss..... wuuusss....... pukulan tenaga dalam mereka meluncur kemudian bertemu duuuaaarrr..... duuuaaarrr....... duuuaaarrr....


Akhhh........ terdengar teriakan Endang Kumala karena terlempar , ternyata tenaga dalam Arum lebih unggul di bandingkan dengan dia.


Parwati dan Pandan Wangi juga terlibat pertarungan yang sengit, namun dalam pertarungan itu tampak nya Pandan Wangi bukan lah lawan yang tepat buat Parwati, karena Parwati kelihatan keteteran dalam menghadapi nya.


Parwati melayangkan tendangan dan tinjau nya ke arah Pandan Wangi , namun dengan mudah ia menghindari nya.


"Rasakan ini hiiiaat.."teriak Pandan Wangi melompat memutar sambil mengirimkan tendangan nya dessss..... Parwati pun terhuyung huyung lalu terjatuh.


Akhh....!! terdengar rintihan dari mulut Parwati Parwati merasakan sakit pada tubuhnya akibat tendangan Pandan Wangi tadi .


"Bibi tinggalkan dia ,bantu lah bibi Ariani biarkan aku yang mengurus dia"ucap Arum.


"Apa kau yakin Arum.."tanya Pandan Wangi.


"percayalah pada ku bi"jawab Arum.


"Baiklah "jawab Pandan Wangi lalu melesat menyusul Ariani Dewi.


"Sombong sekali anak ini "ucap Endang Kumala dengan memegangi dadanya yang terasa sakit.


"Kau tidak apa-apa Parwati"ucap Endang Kumala begitu melihat darah keluar dari mulutnya.


"Sebaiknya kalian berdua tinggal kan tempat ini"ucap Arum yang berdiri di depan mereka.


"Kurang ajar ,jaga bicaramu anak bau kencur"ucap Parwati dengan rasa emosi.


Dalam hati mereka berdua ingin rasa menghabisi Arum yang berdiri di depan nya dengan senyum mengejek, namun mereka tidak berdaya karena luka dalam yang alami nya.


Sementara pertarungan Ariani Dewi dan Ratu Sarjani sudah melibatkan jurus jurus andalan mereka tanpa terasa mereka sudah agak jauh dari lokasi Pandan Wangi dan Arum.


Jual beli serangan antara keduanya pun tidak terhindarkan,Ratu Sarjani yang semula meremehkan Ariani Dewi kini terpaksa harus hati-hati menghadapi nya kalau tidak ingin dirinya terkena sabetan pedang nya.


Traaang... traaang.... terdengar bunyi pedang kembar Ariani Dewi menyerang Ratu Sarjani bertubi tubi, namun Ratu Sarjani masih terlalu tangguh dengan tongkat di tangan nya, hingga setiap serangan yang ia lancar kan selalu gagal.


"Benar yang Gusti prabu katakan gabungan jurus ini benar benar menguras tenaga "ucap Ariani Dewi merasa tenaganya mulai berkurang.


"Ternyata untuk menghadapi orang seperti dia aku harus mengeluarkan seluruh kekuatan ku benar benar sial"ucap Ratu Sarjani dengan kecewa dan setengah tidak percaya.


"Bagaimana Sarjani apa kau masih minat dengan pedang naga itu ,kalau kau masih menginginkan pedang itu mari kita lanjutkan pertarungan kita"ucap Ariani Dewi menutupi keadaan dirinya yang sebenarnya.


"Kau pikir aku akan takut pada mu, hanya orang bodoh saja yang mau melepaskan kesempatan yang sudah di depan mata"ucap Ratu Sarjani.


"Ternyata tidak ada pilihan lain , baiklah aku harus mempertahankan pedang itu walaupun nyawa ku taruhannya"tekad Ariani Dewi.


"Jika itu pilihan mu sekarang juga mari kita lanjutkan pertarungan ini kau atau aku yang akan bertahan"ucap Ariani Dewi.


"Dengar Ariani , martabat ku akan jatuh kalau aku sampai kalah dengan seorang seperti mu"ucap Ratu Sarjani merendahkan Ariani Dewi.


"Kita buktikan sekarang"ucap Ariani Dewi.


Hiiiaat...... Ariani Dewi mengerahkan tenaga dalamnya sampai batas kemampuannya dan langsung menyerang Ratu Sarjani.


Pertarungan pun kembali Ratu Sarjani bergerak cepat menyambut kedatangan Ariani Dewi, di hutan senja saat itu benar benar bergetar oleh dua kekuatan besar yang sedang bertarung.


"Rasakan ini hiiiaat.... Ariani Dewi mencoba menebas kepala Ratu Sarjani , namun dengan tongkat nya ia menangkis setiap serangan yang di lancarkan nya .


Ariani Dewi tidak mengendurkan serangan ia terus menyerang nya dengan gencar membuat Ratu Sarjani keteteran.


ia pun melompat menjauhi Ariani Dewi dan langsung melepaskan pukulan ke arah nya wuuusss....... Ariani Dewi tidak menghiraukan serangan itu dan terus maju mendekati nya duuuaaarrr.... serangan itu ia tangkis dengan pedangnya .


"Kurang ajar orang macam apa dia sebenarnya pukulan ku dapat di tangkis nya dengan mudah"maki Ratu Sarjani melihat Ariani bergerak ke arah nya.


Ratu Sarjani kemudian mengeluarkan sesuatu dari bajunya sebuah benda yang ternyata adalah batu merah delima.


"Dengan ini akan ku akhiri pertarungan ini,merah delima berikan kekuatan mu"ucap Ratu Sarjani.


Kemudian tiba-tiba tubuhnya memancarkan warna kemerah-merahan yang menyelimuti nya.


"Matilah kau hiaaaat....."teriak Ariani Dewi begitu tiba di tempat itu.


Duuuaaarrr...............


"Ariani......!!!!!"teriak Pandan Wangi begitu melihat Ariani Dewi terpental.


Ternyata batu merah delima itu melindungi tubuh Ratu Sarjani dari serangan Ariani Dewi tadi,lalu dengan sekuat tenaga ia menyerang balik Ariani Dewi hingga membuat nya terlempar beberapa tombak ke belakang.


"Ariani kau tidak apa-apa...."tanya Pandan Wangi.


Hoooooeeek. ...!! Ariani Dewi memuntahkan darah segar dari mulut nya dengan nafas tersengal-sengal.


"Aku ba...ik..baik saja Pandan Wangi"jawab Ariani Dewi.


"Kita harus mempertahankan pedang itu Pan...dan Wangi"ucap Ariani Dewi buug...ia pun jatuh pingsan.


"Ariani .... Ariani...!!!", teriak Pandan Wangi.


"Cepat kau serahkan pedang naga itu jangan supaya nasib mu tidak seperti dia"ucap Ratu Sarjani.


"Tutup mulut mu Sarjani ,kau harus terima pembalasan ku atas perbuatan mu pada teman ku Ariani Dewi"ucap Pandan Wangi.


"Jika itu pilihan mu baik lah"ucap Ratu Sarjani.


"Pedang naga mas..."ucap Pandan Wangi dan pedang itu pun muncul di tangan nya.


Mata Ratu Sarjani berbinar-binar begitu melihat sebuah pedang menyala keemasan di tangan Pandan Wangi.


"Itu rupanya pedang naga mas itu, sungguh pedang yang bagus"ucap Ratu Sarjani.


Hiaaaat .... Pandan Wangi segera bergerak menyerang Ratu Sarjani dengan pedangnya.


Ratu Sarjani segera memainkan tongkatnya untuk menghadapi serangan Pandan Wangi itu.


Hawa panas yang di timbulkan oleh pedang Pandan Wangi memaksa Ratu Sarjani harus segera meningkatkan tenaga dalamnya untuk membentengi dirinya dari hawa panas itu.


Dengan kemarahan yang memuncak Pandan Wangi menyerang Ratu Sarjani dengan gencar, tanpa memberikan kesempatan baginya untuk menyerang balik.


Merasakan serangan Pandan Wangi yang tidak kalah membahayakan dari Ariani Dewi ratu Sarjani segera menggunakan batu merah delima nya, yang seketika itu juga tubuhnya di selimuti warna kemerahan.


"Hari ini juga kau harus mati Sarjani , Pandan Wangi mengibaskan pedangnya dan tepat mengenai tubuh dari ratu Sarjani itu ,tapi serangan Pandan Wangi seolah membentur batu karang yang keras tidak mampu melukai tubuhnya itu,ia pun segera melompat menjauh dari nya setelah melihat serangan nya yang sia sia belaka.


"Rupanya itu yang membuat Ariani Dewi sukar mengalahkannya"ucap Pandan Wangi.


"Haaaa......haaa.....menyerah lah aku masih mempunyai kesabaran untuk mengampuni mu"ucap Ratu Sarjani.


"Tutup mulut mu Sarjani "ucap Pandan Wangi sambil berfikir mencari cara untuk pergi kabur dari tempat itu untuk menyelamatkan pedang naga mas di tangan nya.


Pandan Wangi tidak mau bersikap bodoh menghadapi lawan yang tanpa tangguh tanpa persiapan yang matang, selain itu kabur dari hadapan Ratu Sarjani juga untuk menyelamatkan Ariani Dewi yang sedang terluka.


"Bibi kita hadapi bersama wanita itu"ucap Arum tiba-tiba datang.


Melihat kedatangan Arum itu , Ratu Sarjani dapat menebak bahwa dia adalah pemilik pedang naga hijau yang di carinya.


"Bagus rupanya kini pemilik kedua pedang itu ada di sini , cepat serahkan pedang kalian"ucap Ratu Sarjani.


"Arum bibi sedang cari cara untuk kabur dari sini ,jika nanti bibi beri tanda cepat lah kau bawa Ariani pergi dari tempat ini"ucap Pandan Wangi setengah berbisik.


"kenapa kita tidak hajar saja dia bi"tanya Arum.


"Masalah menghajar dia itu soal gampang Arum untuk saat ini lebih baik kita menyelamatkan Ariani lebih dahulu kita buat perhitungan dengan dia lain waktu "ucap Pandan Wangi.


"Baiklah jika bibi mengatakan begitu"jawab Arum.


"Pasti kalian merencanakan ingin kabur dari sini kan, jangan harap aku akan membiarkan kalian pergi begitu saja"ucap Ratu Sarjani.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2