Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Sakit hati Wiro Kusumo


__ADS_3

"Gondo Mayit"gumam Dyah Ayu Larasati.


"Lalu apa tujuan mu menghentikan perjalanan ku "tanya Dyah Ayu Larasati.


"Aku bermaksud mengundang mu ke tempat ku Gusti putri Dyah Ayu Larasati"ucap Gondo Mayit dengan sopan.


Mendengar perkataan Gondo Mayit yang tiba-tiba ramah itu Dyah Ayu Larasati menjadi heran apa lagi ia juga mengetahui namanya.


"Tunggu dulu , kenapa kau bisa tahu nama ku ,perasaan baru kali ini aku bertemu dengan mu"ucap Dyah Ayu Larasati.


"Tidak usah merasa heran Dyah Ayu Larasati , akulah yang memberi tahu dia siapa nama mu pada Gondo Mayit"ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dari balik pohon.


"Paman Aswan ,kenapa dia ada di sini dan hubungannya dengan orang ini"ucap Dyah Ayu Larasati dalam hati dengan heran.


"Kau pasti penasaran dengan kehadiran ku di sini Larasati"ucap Aswan.


"Benar paman aku tidak menyangka akan bertemu paman di sini"ucap Dyah Ayu Larasati.


"Simpan dulu rasa penasaran mu ,sebaiknya kamu ikut ke tempat kediaman paman"ucap Aswan mengajaknya.


Dyah Ayu Larasati tampak berfikir sejenak mendapatkan ajakan Aswan pamannya itu.


"Ketempat kediaman paman..?"tanya Larasati


"Ya ,Mariah ikut dengan paman ada yang ingin ku katakan pada mu Larasati" ulang Aswan.


"Memang nya di mana tempat kediaman paman itu "tanya Dyah Ayu Larasati sambil memandang sekitar tempat itu yang di penuhi dengan pepohonan.


" bukankah sesuatu itu bisa paman katakan di sini saja"Ucap Dyah Ayu Larasati.


"Tidak Larasati ini sesuatu yang penting aku tidak ingin orang lain menguping pembicaraan kita ,lagi pula tempat paman tidak jauh dari sini"ucap desak Aswan.


"Benar Gusti putri sebaiknya Gusti ikut saja dengan kami"ucap Gondo Mayit.


"Sebenarnya apa maksud paman Aswan mengapa dia bersikeras ingin sekali aku ikut dengan nya"tanya Dyah Ayu Larasati dalam hati.


Melihat Dyah Ayu Larasati masih diam membisu Aswan mu berjalan mendekati nya .


"Kalau kamu sudah tidak menganggap aku sebagai paman mu lagi Larasati,ya sudah tidak apa apa pergilah dan lanjutkan perjalanan mu"ucap Aswan.


" Bukan maksud ku begitu paman ,aku cuma masih merasa heran dengan kehadiran paman di sini menurut agak aneh"ucap Dyah Ayu Larasati.


"Kalau begitu apa yang kau tunggu, ikut lah dengan paman nanti akan paman jelaskan semuanya pada mu"ucap Aswan.


Karena di desak terus oleh Aswan pamannya itu, Dyah Ayu Larasati pun akhirnya memenuhi ajakannya untuk menuju ke tempatnya.


Sepanjang jalan Dyah Ayu Larasati memperhatikan keadaan di sekitar tempat itu ,ia sangat merasa heran dengan banyaknya patung yang ada di dimana mana, apalagi bentuk dan wajah patung itu begitu menyeramkan,hal itu membuat Larasati merasa ngeri dan merinding di tambah lagi patung patung itu seakan akan seperti hidup.


"Paman menurut ku tempat ini sangat mengerikan dan menyeramkan "ucap Dyah Ayu Larasati.


"Kau merasa begitu karena belum terbiasa dengan tempat ini Larasati"ucap Aswan .


"Aku masih belum tahu kenapa paman meninggalkan Martapura dan malah betah tinggal di tempat seperti ini"tanya Dyah Ayu Larasati.


"Mengenai kenapa aku meninggalkan Martapura nanti paman akan jelaskan semuanya pada mu Larasati, kalau kita sudah sampai di dalam"ucap Aswan.


"Baiklah jika paman mengatakan begitu"ucap Dyah Ayu Larasati.


Dyah Ayu Larasati pun tidak banyak bertanya lagi dan terus melangkah menuju tempat tinggal Aswan yang di rasa aneh itu.


...****************...


Sementara itu raja Batara Derja dan dua senopati nya Narapala dan Dunggala telah sampai di tempat yang mereka tuju yaitu gua naga.


Gua naga terletak di dekat laut timur yang masih masuk wilayah kekuasaan kerajaan pasir putih yang di pimpin oleh Ratu Kencana Wungu yang merupakan putri dari Batara Derja sendiri.


"Pintu gua ini masih baik baik saja berati rahasia yang ada di dalam ini belum ada yang tahu selain aku dan Dinda Durgapali"ucap Batara Derja sambil menatap pintu gua yang ada di depannya.


" Gusti prabu sepertinya tempat ini masih seperti sedia kala tidak ada satu pun yang berubah"ucap Narapala.


"Ya kau benar ,tapi biar bagaimana pun kita jangan sampai lengah untuk terus memantau keadaan di sini Narapala dan itu menjadi tugas kalian berdua"ucap Raja Batara Derja.


"Maaf Gusti prabu apakah sebenarnya isi dalam gua ini, kenapa Gusti prabu begitu sangat mengkhawatirkan"tanya Dunggala yang dari tadi hanya diam saja.


"Kenapa kau ingin tahu isi dalam gua ini Dunggala"tanya raja Batara Derja sambil menoleh ke arahnya.


"Maaf Gusti prabu bukan maksud hamba tertarik isi dalam gua ini, cuma sekedar ingin tahu saja"jawab Dunggala.


"Simpan rasa ingin tahu mu itu Dunggala , mungkin hal itu akan membuat mu lebih baik"ucap raja Dunggala merasa kurang senang dengan pertanyaan senopati nya itu.


"Baik Gusti prabu"ucap Dunggala dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Raja Batara Derja melangkah mendekati pintu gua naga dan merabanya ia memperhatikan pintu itu dalam dalam.


"sungguh kokoh dan tebal pintu ini, baiklah akan ku coba membukanya"ucap raja Batara Derja.


kemudian setelah itu ia mundur sekitar sepuluh tombak ke belakang.


"menjauh lah dari ku kalian berdua"ucap raja Batara Derja kepada Dunggala dan Narapala.


Mendengar perintah dari raja nya itu mereka berdua lalu bergegas menjauh dengan melompat ke belakang beberapa tombak.


"Jangan jangan Gusti prabu mau membuka pintu dengan cara paksa"ucap Narapala.


"Tampak nya memang begitu Narapala ,kita lihat saja apa yang akan terjadi"ucap Dunggala.


Raja Batara Derja segera mengangkat tangan kanannya ke atas sambil mengerahkan tenaga dalamnya.


Dari tangan kanannya tiba tiba keluar sebuah cahaya berwarna merah darah yang makin lama makin membesar.


"Celaka Dunggala sebaiknya kita menjauh lagi dari sini"ucap Narapala setelah mengetahui raja Batara Derja akan mengeluarkan pukulan banaspati mengguncang alam yang terkenal mengerikan itu.


"Rupanya Gusti prabu sudah tidak sabar lagi untuk membuka pintu gua naga itu"ucap Dunggala ,ia segera menyusul Narapala yang telah menjauh lebih dulu.


"Pukulan banaspati mengguncang alam hiiiaat...."teriak raja Batara Derja ,ia pun melepaskan pelukannya wuuusss..... duuuaaarrr... duuuaaarrr..... duuuaaarrr... dan tempat itu terguncang seperti di landa gempa akibat dari pukulan itu.


Asap tebal mengepul menyelimuti pintu gua naga dengan hati yang berdebar-debar raja Batara Derja menanti asap itu sampai menghilang.


Tak lama kemudian asap tebal itu pun mulai menipis dan hilang sama sekali, Dunggala dan Narapala pun bergegas berlari mendekati raja Batara Derja.


"Apakah berhasil Gusti prabu"tanya Narapala .


"Untuk memastikan ayo kita mendekat"ucap raja Batara Derja segera melesat mendekati pintu gua itu.


Namun betapa kecewanya dia setelah melihat pintu gua itu masih utuh dan tidak terjadi apa-apa.


"Sialan ,,ternyata pukulan banaspati mengguncang alam ku pun tidak berguna terhadap sama sekali , apa sebenarnya yang melindungi gua ini"ucap raja Batara Derja dengan kesal.


"Benar benar luar biasa kokohnya gua ini pukulan sekelas banaspati mengguncang alam pun belum cukup untuk menghancurkannya"ucap Dunggala dalam hati.


"Ternyata hanya sia-sia saja membuka pintu gua ini dengan paksa, cuma buang buang tenaga saja Gusti prabu"ucap Narapala.


"Kau benar Narapala ternyata ada kekuatan tersembunyi yang melindungi gua ini dan jalan satu-satunya adalah dengan dua pedang naga itu untuk membuka nya"ucap raja Batara Derja.


"Aku juga sudah memikirkan hal itu Narapala,tapi aku mau tunggu kabar dari Tawang Sono lebih dulu ,jika dia belum juga kembali aku akan segera memerintah kan kalian berdua untuk mencarinya"ucap raja Batara Derja.


"Lebih baik kita kembali saja ke istana sambil menunggu Tawang Sono"ucap raja Batara Derja kemudian melesat dengan cepat meninggalkan gua naga itu.


Tanpa sepengetahuan raja Batara Derja dan dua orang senopati nya itu,ternyata ada sepasang mata yang mengawasi gerak-gerik mereka .Dia adalah Jaka Alap Alap yang mendapat kan tugas untuk melindungi pedang naga mas dan pedang naga hijau itu.


...****************...


Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu setengah hari lamanya akhirnya Rang Rang pun sampai di gunung ceremai untuk menemui gurunya.


Melihat kedatangan murid nya yang membawa orang terluka itu Ki Rangin tampak terkejut dan segera menyambut kedatangan murid nya itu.


"Siapa yang terluka Rang Rang"tanya Ki Rangin.


"Ini Gusti ratu Durgapali guru luka nya sangat parah dan aku ingin minta bantuan pada guru untuk menyembuhkannya"ucap Rang Rang.


"Kalau begitu cepat kau baringkan dia di atas dipan biar aku periksa"perintah Ki Rangin.


Rang Rang pun segera menuruti perintah gurunya itu membaringkan Ratu Durgapali di atas dipan yang khusus untuk mengobati orang.


Ki Rangin pun segera memeriksa Ratu Durgapali yang telah sekarat itu ,ia benar-benar terkejut setelah mengetahui luka yang di alami derita oleh Ratu Durgapali itu.


"Rang Rang Cepat kau bawa dia ke kolam penyembuhan "ucap Ki Rangin tampak cemas.


"Baik guru"ucap Rang Rang segera menggendong Ratu Durgapali menuju ke kolam penyembuhan.


Rang Rang lalu memasukan Ratu Durgapali kedalam kolam yang dalamnya sekitar setinggi lutut orang dewasa.


"Rang Rang ikat kedua tangan nya dengan tali ,lalu tali itu kau ikat kan pada pohon di samping kolam itu supaya dia tidak tenggelam"teriak Ki Rangin dari dalam tubuhnya


"Baik guru "ucap Rang Rang segera mengerjakan perintah gurunya itu.


"Maaf Gusti Ratu ini demi menyembuhkan luka Gusti ratu jadi terpaksa aku harus mengikat Gusti ratu"ucap Rang Rang dan segera meninggalkan kolam itu untuk menghampiri gurunya.


"Apakah Gusti Ratu Durgapali masih bisa di selamatkan Guru"tanya Rang Rang kepada guru setelah tiba di gunung ceremai.


"Untung kau tidak terlambat membawa Gusti ratu ke sini Rang Rang, kalau terlambat satu hari saja mungkin dia tidak bisa tertolong lagi , karena luka dalam yang di derita ratu Durgapali bukan luka dalam biasa "ucap Ki Rangin gurunya menjelaskan.


"Aku juga sempat berfikir demikian guru, lalu menurut guru pukulan apa yang menyebabkan Gusti Ratu sampai tidak berdaya seperti itu "tanya Rang Rang dengan heran.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu pasti Rang Rang tapi jika di lihat dari lukanya tampak nya dia terkena pukulan jurus dewa pedang membelah bulan"ucap Ki Rangin.


"Apa....!!!, bukan kah jurus itu telah musnah guru "ucap Rang Rang dengan terkejut.


"Banyak orang mengatakan begitu tapi tidak dengan aku Rang Rang"ucap Ki Rangin.


"Kenapa guru bisa begitu "tanya Rang Rang.


"Karena aku merasa pemilik jurus itu akan segera muncul untuk melindungi pemilik dua pedang naga itu jadi bersiaplah "ucap Ki Rangin.


"Guru juga tahu tentang dua pedang naga yang di buru oleh raja Batara Derja itu"tanya Rang Rang dengan terkejut.


"Kau harus tahu Rang Rang bahwa dunia persilatan sekarang ini sudah mendengar kabar, kalau di gua naga terdapat sebuah pusaka sakti yang sangat ampuh dan kunci untuk membukanya adalah dua pedang naga itu"ucap Ki Rangin.


"Maaf guru apakah guru tertarik dengan pusaka itu"tanya Rang Rang.


Ki Rangin menggeleng kan kepala mendengar pertanyaan muridnya itu ,karena baginya lebih baik hidup tenang di gunung ceremai dari pada harus terlibat urusan dunia persilatan yang penuh dengan pertumpahan darah.


"Aku sudah tua Rang Rang kalau aku masih seumuran kamu mungkin aku juga akan turut memburu pusaka itu ,aku sekarang ini ingin menikmati sisa hidup ku di sini"ucap Ki Rangin.


"Apakah guru mengizinkan jika aku ikut andil dalam perburuan pusaka itu"tanya Rang Rang.


"Tidak... tidak .. tidak..aku tidak mau kehilangan kamu Rang Rang sebaiknya kau lupakan saja pusaka itu demi keselamatan mu tapi kau jangan lupa dengan tujuan kita "ucap Ki Rangin.


"Kalau itu perkataan guru baiklah akan aku turuti"ucap Rang Rang.


"Sebaiknya kau coba lihat keadaan Ratu Durgapali "perintah Ki Rangin.


Rang Rang pun segera menuju ke kolam pengobatan melaksanakan perintah gurunya itu.


...****************...


Setelah Rangga dinyatakan telah gugur di medan perang kini Arya Somalah yang menjadi raja penggantinya dan mengangkat Kencana Loka sebagai Patih, Arya Soma mengangkat Kencana Loka sebagai seorang Patih bukan tanpa alasan, karena menurutnya ia sudah berpengalaman dalam urusan pemerintahan karena dulu dirinya adalah seorang Patih di kerajaan Prada Jaya, namun ada orang yang tidak suka dengan pengangkatan Kencana Loka itu yaitu Wiro Kusumo,ia merasa telah berjasa besar pada Martapura selama ini di bandingkan dengan kencang Loka yang baru bergabung beberapa tahun lalu.


Wiro Kusumo benar benar tidak habis pikir bisa-bisa Arya Soma mengangkat Kencana Loka sebagai Patih tanpa memandang dirinya.


Siang itu di Martapura Arya Soma sedang mengadakan pertemuan dengan para pembesar istana untuk membahas tentang hebohnya gua naga yang membuat dunia persilatan gempar.


"Aku ingin kalian cari tahu kebenaran kabar tentang gua naga yang katanya menyimpan pusaka itu, karena aku tidak ingin kejadian kitab pedang darah terulang kembali yang banyak memakan korban nyawa karena jatuh ke tangan orang orang jahat"ucap Arya Soma kepada semua orang yang hadir di pertemuan itu.


"Hormat saya Gusti prabu hamba mau melaporkan sesuatu yang penting"ucap Lingga yang tiba tiba datang menghadap.


"Apa yang mau kau laporkan lingga cepat katakan"ucap Arya Soma.


"Ini mengenai gua naga Gusti prabu"ucap Lingga.


"Kebetulan Lingga semua yang ada di sini pun sedang membicarakan hal itu,apa yang kamu ketahui tentang gua naga itu Lingga"tanya Arya Soma.


"Dari yang hamba di dengar di sebuah kedai ternyata gua itu hanya dapat di buka dengan pedang naga mas dan pedang naga hijau Gusti prabu"ucap Lingga.


"Apa..!!! pedang naga mas dan pedang naga hijau bukan kah pedang itu milik Pandan Wangi dan mendiang gusti permaisuri Dewi Sekar"ucap Arya Soma langsung terkejut.


"Memang benar Gusti prabu ,maka dari itu hamba cepat cepat melaporkan hal ini pada Gusti prabu"ucap Arya Soma.


"Ampun Gusti prabu berarti bisa saja Pandan Wangi saat ini dalam bahaya"ucap kencana Loka.


"Benar paman karena tidak hanya pedang naga mas saja yang di tangan dia , pedang naga hijau pun juga bersama nya"ucap Arya Soma dengan cemas.


"Kalau begitu izinkan hamba untuk pergi ke Argara untuk memberi tahukan hal ini kepada Pandan Wangi Gusti prabu"ucap Lingga.


"Baiklah Lingga berangkat lah secepatnya ke Argara jangan tunda-tunda lagi"ucap Arya Soma.


"Izinkan hamba juga ikut Gusti prabu ,hamba juga khawatir dengan keselamatan Gus putri Arum "ucap Kencana Loka.


"Baiklah paman Patih ku izinkan paman untuk berangkat bersama dengan lingga ke Argara"ucap Arya Soma.


"Terima kasih Gusti prabu"ucap Kencana Loka.


"Sekarang juga berangkat lah kalian berdua dan sampai kan salam ku pada Romo prabu Bargola"ucap Arya Soma.


"Baik Gusti prabu sekarang juga hamba akan berangkat"ucap Kencana Loka .


"Silahkan paman"ucap Arya Soma.


Patih Kencana Loka dan Lingga pun segera mohon diri dan pergi dari hadapan Arya Soma.


Setelah kepergian Patih kencana Loka dan Lingga ke Argara ,Wiro Kusumo pun juga mohon diri dari hadapan Arya Soma.


Diam diam ia punya rencana jahat untuk menghadang perjalanan Patih kencana Loka dan Lingga , karena sudah lama ia memendam rasa tidak suka padanya.


"Inilah saatnya bagi ku untuk membuat perhitungan dengan mu Kencana Loka"ucap Wiro Kusumo dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2