
"Lebih baik kalian cepat katakan di mana kitab itu berada dan jangan mempersulit kami!!"ucap Rukmini,
"kalian pikir siapa dapat memerintah kami seenaknya",ucap Sugala tidak mau kalah,
"sebaiknya kita paksa mereka untuk mengatakannya guru"ucap Lasmini,
"kau benar Lasmini kita tidak punya cara lain cepat kalian berdua serang mereka,"ucap Nyi Sarweda.
Mendengar perintah gurunya itu Lasmini dan Rukmini pun langsung bergerak maju untuk menyerang Sugala dan Sugali.
Melihat Lasmini dan Rukmini , Sugati dan Sugala langsung bersiap menggelar kuda-kuda nya dan pertarungan pun terjadi, dalam waktu sekejap saja mereka sudah saling adu kekuatan.
Sugala dan Rukmini langsung bertarung dengan sengitnya, berkali-kali Sugala menyerang dengan jurusnya namun belum juga ada satu pun dari jurusnya yang berhasil mengenai nya.
Tampaknya Rukmini merupakan lawan yang mempunyai kemampuan yang setara dengan Sugala itu terlihat dari mereka berdua yang saling terlibat jual beli serangan.
Tidak jauh dari pertarungan mereka berdua itu terlihat Sugati terus menghindari serangan Lasmini yang terus mendesaknya , tidak mau terus bertahan kemudian ia mengubah jurusnya , seketika itu ia pun dapat mengimbanginya, pergerakannya.
Dalam waktu sekejap saja Sugati mulai dapat mengambil alih jalan nya pertarungan itu.
Nyi Sarweda tampaknya belum mau ikut campur karena kedua muridnya masih dapat mengimbangi mereka,
Sugala terus meningkatkan serangannya,hingga suatu ketika ia berhasil memukul dada Rukmini hingga membuatnya sempoyongan,
"kurang ajar....!! "teriak Rukmini marah dengan marah.
Kemudian Rukmini menyatukan kedua tangannya,dan munculnya asap kehitaman yang mengeluarkan bau busuk menyengat hidung dari kedua tangan nya.
"ilmu beracun "desis Sugala sambil bersiap-siap menyerang.
"terima ini hiaaaat Rukmini melepaskan pukulan ke arah Sugala,
__ADS_1
Namun dengan gerakan yang cepat Sugala menghindari pukulan itu.
"hati-hati Sugati mereka punya ilmu beracun,"ucap Sugala memberi tahu pada Sugati.
Sugati yang mendengar ucapan Sugala itu ia tidak menanggapinya karena sedang sibuk menghindari serangan Lasmini.
Melihat Rukmini melepaskan pukulannya Sugala pun langsung membuang tubuh ke kiri,dan serangan itu hanya mengenai sebuah pohon di belakangnya dan seketika itu juga pohon pun mati dengan kehitam-hitaman,"benar-benar pukulan maut yang mengerikan"ucap Sugala sambil menatap pohon itu,
"sial dia bisa menghindari serangan ku,"ucap Rukmini , lalu ia melepaskan serangan itu kembali ke arah Sugala yang masih berdiri di depannya wuusss.. Sugala pun lalu jungkir balik beberapa kali kebelakang untuk menghindarinya , setelah berdiri ia langsung melepaskan pukulannya dan bruukk.... tepat mengenai Rukmini ,ia tidak menduga akan mendapatkan serangan dadakan itu, Rukmini pun tak kuasa untuk menghindari dan ia pun terpental lalu muntah darah segar dari mulutnya.
"kurang ajar"ucap Nyi Sarweda dengan geram dan langsung maju menyerang Sugala.
Pertarungan Sugati dan Lasmini nampaknya berjalan cukup alot hingga saat ini serangan keduanya masih belum ada yang mengenai sasaran,
"ternyata dia cukup lihai juga,"ucap Sugati,
"masih belum terlambat jika kau ingin menyerah"ucap Lasmini melihat Sugati terdiam,
Lasmini sudah bersiap kembali,dan pertarungan itu pun kembali berlanjut, Lasmini menundukkan kepalanya untuk menghindari sepakan kaki Sugati,lalu ia mengirim pukulan ke perutnya,
namun Sugati menangkisnya dengan mengangkat lututnya, setelah itu ia memutar badannya, sambil mengirim tendangannya ke arahnya,.
Lasmini pun tidak sudi kepalanya jadi sasaran kaki Sugati ,ia pun kembali menundukkan kepalanya.
karena tak ingin serangan nya kembali sia-sia Sugati lalu kembali mengirim tendangan kaki kirinya sehingga mengenai tubuh nya walaupun tidak keras tapi cukup untuk membuat Lasmini terjatuh,"kurang ajar kau ucap Lasmini dengan marah.
Nyi Sarweda langsung menyerang Sugala dengan tongkatnya yang berkepala tengkorak itu , Sugala pun meliukkan tubuhnya untuk menghindari,lalu ia segera mencabut pedangnya, Nyi Sarweda memanfaatkan panjang tongkatnya untuk terus menyerang Sugala,namun dengan lincah Sugala menghindarinya dan juga menangkis dengan pedangnya,
"baiklah seberapa kuat kau"ucap Nyi Sarweda kemudian melompat mundur agak menjauh dari Sugala dan langsung memutar tongkatnya dengan cepat seketika itu juga muncullah angin kencang menerpa Sugala,
tidak ingin tubuhnya terlempar ia pun lalu menancapkan pedangnya ke tanah untuk pegangan, namun angin yang di timbulkan tongkat Nyi Sarweda masih terlalu kuat .
__ADS_1
Hingga pedang itu tak mampu untuk menahannya dan ia pun terlempar dan bruuk..ia terbentur sebuah pohon dan darah segar keluar dari mulutnya.
Dengan rasa marah kemudian Lasmini , menyatukan kedua tangannya dan tiba-tiba keluar asap hitam pekat yang menimbulkan bau busuk,",ilmu beracun, benar apa kata Sugala tadi", ucap Sugati teringat dengan ucapan Sugala,
ia pun segera merentangkan kedua tangannya kemudian menyatukan kesepuluh jari-jarinya, Sugati bermaksud untuk mengadu ilmunya, Lasmini pun segera melepas pukulan beracun ke arah Sugati,dan Sugati pun melepaskan pukulan duuuaaarrr.... pukulan mereka berbenturan ,sama-sama terjajar dua langkah ke belakang menandakan tenaga dalam mereka berimbang.
"Secepat mungkin aku harus mengalahkan perempuan ini agar aku bisa membantu Sugala"Ucap Sugati yang mengetahui Sugala sedang dalam kesulitan,
"ternyata dia benar-benar kuat"ucap Lasmini ,lalu ia pun berniat menyerang Sugati kembali dengan pukulan beracun nya , Lasmini segera menghimpun tenaga dalamnya, sementara Sugati yang melihat lawannya sedang bersiap menyerang ia pun langsung kembali menggelar jurusnya,"baiklah kali ini aku akan coba menghindari dan langsung menyerang balik padanya"ucap Sugati ,
sambil mengerahkan seluruh tenaga dalamnya ke kedua tangannya,ia pun menunggu Lasmini melepaskan pukulannya,dan saat yang di tunggu pun tiba,
Lasmini lalu melepaskan pukulan beracun nya wuusss.... Sugati segera menjatuhkan badannya ke tanah dan langsung melepaskan serangannya wuusss.... Lasmini terkejut tidak menyangka lawannya langsung menyerangnya ,merasakan ada angin serangan itu ia pun menapakinya dengan persiapan kurang matang dan hasilnya ia pun terlempar sepuluh tombak kebelakang.
"Karena kau telah mencelakai murid ku sekarang terima ini hiiiaat...Nyi Sarweda melesat ke arah Sugala dengan tongkat di tangannya yang dialiri tenaga dalam , Sugala yang melihat Nyi Sarweda datang mendekat,ia pun lalu mencoba untuk bangun ,tpi jarak Nyi Sarweda sudah kian dekat ia pun tidak sempat untuk menghindarinya duuuaaarrr... pukulan itu mengenai pohon yang tadi tabrakannya,
"celaka aku terlambat,"ucap Sugati dengan menyesali dirinya ,ia lalu mengedarkan pandangannya dan langsung menjadi lega campur terkejut karena melihat Sugala sedang bersama dengan dua orang wanita.
Sebelum nya.......
Ariani Dewi dan Pandan Wangi ternyata sudah tiba di tempat sebelum pertempuran itu di mulai , mereka berdua pun mendengar semua percakapan mereka dan setelah itu mereka dua memutuskan untuk membantu kedua orang pemuda itu,dan ketika Sugala dalam keadaan terdesak dengan jurus tebasan seribu pedang Ariani langsung bergerak sangat cepat lalu menyambar Sugala dari pukulan tongkat Nyi Sarweda itu.
Melihat serangannya tak membuahkan hasil Nyi Sarweda pun marah,"siapa yang berani ikut campur urusan ku"ucap Nyi Sarweda dengan emosi menyala-nyala,
"rupanya kita jodoh Nyi,",ucap Ariani Dewi dengan nada setengah mengejek,"rupanya kalian yang ikut campur kurang ajar"maki Nyi Sarweda ,"Apakah kau keberatan dengan kehadiran kami"ucap Pandan Wangi", menyesal aku tidak membunuh kalian kemarin"ucap Nyi Sarweda dengan mata melotot seakan-akan mau keluar.
"Rupanya Nyi juga mengincar kitab itu,tapi jangan mimpi bisa mendapatkan kitab itu , selama ada kami berdua,"ucap Pandan Wangi,
"haaaa......haaaa......haaa...anak kemarin sore mau jual lagak di hadapan Nyi Sarweda jangan mimpi sok jadi pahlawan kalian,"ucap Nyi Sarweda dengan tertawa meremehkan.
"Apakah tuan tidak apa-apa"tanya Ariani Dewi,"aku baik-baik saja , kalian harus berhati-hati dengan perempuan tua itu"ucap Sugala memperingatkan,",tuan tenang saja, sebaiknya tuan pulihkan tenaga dalam tuan dulu"ucap Ariani Dewi,"baiklah aku ucapkan terimakasih atas pertolongan mu nona"ucap Sugala dan kemudian bersemedi.
__ADS_1