Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Duka Kerajaan siluman


__ADS_3

"Akhirnya kalian berhasil juga mengalahkan Ratu Sarjani "ucap Dewi Sekar menghampiri mereka bersamaan dengan Jaka Alap Alap.


"Ini semua berkat bantuan dari Gusti Ratu "ucap Ariani Dewi.


"Aku hanya sedikit memberi bantuan kalian lah selebihnya"ucap Dewi Sekar.


Semua orang yang ada di situ pun segera menyambut kedatangan Dewi Sekar dengan hormat , mereka sangat berterima kasih atas bantuan Dewi Sekar mengalahkan Ratu Sarjani.


"Kau baik baik saja Arum"tanya Dewi Sekar.


"Saya tidak apa-apa ibu"ucap Arum.


"Martapura dan Gusti prabu merasa beruntung memiliki orang orang seperti kalian yang dapat di andalkan "ucap Dewi Sekar merasa bangga.


"Tapi masih ada musuh satu lagi yang yang tersisa saat ini dia sedang berhadapan dengan Gusti prabu "lanjut Dewi Sekar.


"Apakah itu raja Batara Derja Gusti Ratu "tanya Pandan Wangi.


"Benar Wangi dia adalah raja Batara Derja dari kerajaan siluman , sepertinya dia orang terkuat yang memburu pedang itu "ucap Dewi Sekar.


"Kalau begitu sebaiknya mari kita ketempat pertarungan itu untuk melihat nya dari dekat "ucap Arya Soma.


"Baiklah ,tapi saya minta tetap harus ada yang di sini untuk berjaga-jaga siapa tahu masih ada orang yang juga mengincar pedang naga itu "ucap Dewi Sekar.


"Kalau begitu Lingga ,Sendawa dan paman kencana Loka kalian bertiga tetap lah di sini untuk berjaga-jaga dan kerahkan beberapa prajurit untuk menjaga tempat yang paling rawan ini", perintah Arya Soma.


"Baik Gusti Patih kami akan menjaga tempat ini sepenuhnya "ucap Lingga.


"Bagus,mari Gusti Ratu kita ke tempat pertarungan Gusti prabu "ucap Arya Soma.


Mereka bertiga pun segera meninggalkan tempat itu untuk melihat pertarungan Rangga dan Raja Batara Derja.


Sepeninggalan mereka Kencana Loka segera memerintahkan Sendawa dan Lingga untuk menyisir tempat itu sekalian untuk melihat jasad Ratu Sarjani.


Kencana Loka segera mengatur para prajurit untuk mengamankan tempat itu ,karena ia tidak mau lagi kecolongan seperti tadi karena kurang nya penjagaan, untung saat itu ia kebetulan ada di situ.


Dan untuk memimpin prajurit itu Kencana Loka menyerahkan kepimpinan nya pada Wiro Kusumo yang sekarang pangkatnya turun menjadi lurah prajurit.


"Dengar Wiro Kusumo, ku serahkan keamanan di sini pada mu dan ku harap kau jangan mengecewakan aku ,kalau ada apa-apa cepat kau laporkan "ucap Kencana Loka.


"Baik Gusti senopati akan ku jalankan perintah Gusti dan nyawa saya sebagai taruhannya"ucap Wiro Kusumo.


"Bagus ,aku senang mendengar nya kalau begitu saya tinggal dulu"ucap Kencana Loka segera menyusul Sendawa dan Lingga.


"Silahkan Gusti"ucap Wiro Kusumo sambil membungkuk kan badannya.


Tak berlama kemudian kencana Loka pun tiba-tiba di tempat Lingga dan Sendawa yang baru saja melakukan penyisiran di tempat pertarungan tadi.


"Apakah ada sesuatu yang mencurigakan Lingga"Kencana Loka.


"Tidak ada paman tapi ada sesuatu yang penting yang ingin aku katakan pada paman"ucap Lingga.


"Katakan apa itu"tanya Kencana Loka sambil mengambil tempat duduk.


"Saya dan Sendawa tidak menemukan mayat ratu Sarjani paman"ucap Lingga.


"Apa kamu bilang...!!!"ucap Kencana Loka spontan berdiri karena terkejut.


"Apakah kau sudah dengan benar memeriksa nya Lingga"tanya Kencana Loka.


"Hampir lima kali kami bolak balik memeriksa nya Paman tapi tidak menemukan apa apa"jawab Sendawa.


Kencana Loka kemudian mengingat saat terakhir pertempuran tadi, setelah berfikir sejenak kemudian ia pun mengangguk angguk.


"Tapi saya yakin dia sudah mati jadi kalian tidak perlu cemas, bukan kah kalian tadi menyaksikan sendiri Pandan Wangi dan Ariani Dewi sudah menghancurkannya "ucap Kencana Loka meyakinkan mereka walaupun dirinya sendiri masih ragu akan hal itu.


"Kalau paman mengatakan begitu ya sudah "ucap Lingga sambil mengangkat kedua tangannya.


"Tapi meskipun begitu kita harus tetap waspada dan karena kemungkinan ada orang lain lagi yang juga mengincar pedang itu"ucap Kencana Loka mengingatkan.


"Iya paman kami mengerti "jawab Lingga dan Sendawa.


"Ternyata malam ini tidak beda jauh dengan malam di medan perang sama mencekam"gumam Kencana Loka sambil memandangi bintang di langit.


Dewi Sekar dan yang lainnya pun telah tiba di tempat Rangga dan Raja Batara Derja yang akan bertarung itu,namun mereka tidak bisa melihat dari dekat karena Rangga melarang nya.


Malam semakin larut tapi rupanya Rangga dan Batara Derja masih terlibat adu mulut dan belum memulai pertarungan, karena bagi Rangga pertarungan adalah jalan terakhir jika melalui pembicaraan menemukan jalan buntu.

__ADS_1


"Ku peringatkan sekali lagi pada mu raja Batara Derja pergilah dari sini jangan sampai terjadi pertarungan yang tidak ada gunanya antara kita , karena aku dan kamu tidak punya masalah apa apa"ucap Rangga.


"Haaa....haaaa....haaa....kau pikir kau siapa dan apakah aku harus menuruti kata-kata mu, dengar anak muda kedatangan ku kemari tidak lain adalah untuk mendapatkan dua pedang naga itu"ucap Batara Derja.


"Siapa pun dan apa pun itu yang berniat menghalangi tujuan ku ,aku tidak akan ragu dan segan untuk menghancurkannya"lanjut Batara Derja dengan penuh percaya diri.


"Ternyata sia sia saja bicara dengan dia"gumam Rangga.


"Romo kenapa buang buang waktu dengan pemuda macam dia"teriak Kencana Wungu mendadak datang menghampirinya.


"Kau benar Wungu pemuda ini hanya buang buang waktu kita saja"ucap Batara Derja.


"Kalau begitu biar aku saja yang menghajar pemuda ini Romo"ucap Kencana Wungu.


"Kebetulan kalau begitu aku bisa istirahat sejenak, silahkan kau bermain main dengan pemuda ini, tapi ingat jangan terlalu meremehkan dia"ucap Batara Derja.


Kencana Wungu langsung mencabut pedangnya sriiing ...dan langsung meloncat setinggi dua tombak sambil mengayunkan pedangnya ke pada Rangga.


Rangga masih berdiri di tempat nya dengan tenang melihat Kencana Wungu menyerang dengan pedangnya.


"Rasakan ini hiiiaat.....matilah kau...."teriak Kencana Wungu , pedangnya itu pun meluncur deras menuju ke kepala Rangga yang masih berdiri itu.


Dalam hatinya Kencana Wungu merasa senang dapat membunuh lawannya dengan mudah karena melihat Rangga masih belum juga bergerak sedikitpun, tapi di saat pedang nya hampir menyentuh tubuh Rangga ,ia di buat terkejut setelah sabetan pedang nya tidak menemui sasaran.


Ia pun menarik kembali pedang nya dan langsung menyerang Rangga kembali dengan cepat,namun dengan gerakan yang halus Rangga selalu dapat dengan mudah menghindari setiap serangan nya.


Kencana Wungu sangat kesal dan marah karena merasa di permainan oleh Rangga , kemudian ia pun mempercepat lagi serangan nya namun tidak juga berhasil mengenai nya.


Saking putus asa nya ia lalu memutuskan menggunakan cambuk angin pemberian ibunya beberapa waktu lalu.


Melihat serangan anaknya yang selalu gagal itu Batara Derja diam diam mau tidak mau harus mengakui kehebatan pergerakan Rangga dalam menghadapi serangan anaknya itu.


"Cambuk angin...!!!"teriak Kencana Wungu, sebuah cambuk pun kemudian muncul di tangan nya.


"Aku ingin lihat apakah kau masih bisa berdiri dengan tenang meremehkan ku "ucap Kencana Wungu.


"Gusti seperti cambuk itu bukan cambuk biasa"ucap Andana yang merupakan ruh dari pedang kembar dua mustika miliknya itu khawatir karena Rangga belum juga memanggil dirinya.


"Benar Gusti "sambung Andini yang juga merupakan ruh pedang itu juga khawatir.


"Kalian berdua tenang lah ,aku tahu itu apa yang harus aku lakukan"jawab Rangga.


"Sudah jangan cerewet kalau keadaan mendesak kalian berdua segera akan aku panggil"ucap Rangga.


"Baik Gusti "ucap mereka berdua.


"Pulang Geni bagaimana menurut mu , apakah kau siap"tanya Rangga.


"Dengan senang hati Gusti prabu"jawab pulang Geni.


"Bagus mari tunjukan kekuatan kita pada dia"ucap Rangga.


Kencana Wungu pun langsung menyerang Rangga dengan cambuk nya wuuusss...kali ini Rangga tidak bisa berdiri dengan tenang karena selain mengeluarkan angin ternyata cambuk itu juga mengeluarkan hawa panas yang dapat membakar kulit hingga memaksa nya untuk menghindar.


"Ternyata kesombongan mu hilang juga dengan cambuk ini"ucap Kencana Wungu.


Kencana Wungu terus menyerang nya hingga membuat Rangga harus menggunakan ilmu ringan tubuhnya untuk menghindari nya.


"Mau lari kemana kau orang sombong "ucap kencana Wungu dengan bersemangat karena bisa mendesak Rangga dengan serangan cambuknya .


"Ku kira sudah cukup main mainnya nona, pulang Geni"teriak Rangga ,keris Penjaga Martapura itu pun seketika muncul di tangan nya.


"Akhirnya dia mengeluarkan senjata, aku ingin tahu seberapa hebat senjata nya itu", ucap Kencana Wungu.


Hiiiaat.... kencana Wungu memutar cambuk nya hingga menimbulkan suara angin yang gemuruh di sertai hawa panas yang tinggi dari yang pertama tadi dan tak lama kemudian putaran cambuk itu pun menjadi pusaran angin besar.


Melihat Rangga yang tampak terdesak itu Arum sebagai anak nya merasa tidak tega dan tanpa sepengetahuan orang di situ Arum langsung melesat cepat menuju ke arah Rangga berniat untuk membantu nya.


"Gusti ratu tuan putri sepertinya mau ikut bertarung membantu Gusti prabu"ucap Pandan Wangi.


"Bisa celaka kalau dia sampai di sana"ucap Dewi Sekar langsung melesat mengejarnya .


"Arum jangan ke sana berbahaya "teriak Dewi Sekar, namun Arum tidak memperdulikan nya,


"Selendang Perak wuusss...... selendang Perak miliknya itu meluncur cepat dan berhasil melilit tubuh Arum yang masih di udara itu dan Dewi Sekar pun cepat cepat menarik nya dan membawanya ke tempat semula.


"Kenapa ibu menghentikan ku untuk membantu Romo"tanya Arum.

__ADS_1


"Dengar Arum bukannya ibu melarang mu untuk membantu Romo mu , kalau kau ke sana kau hanya akan merepotkan Romo mu saja"ucap Dewi Sekar.


"Tapi Romo sepertinya sedang terdesak oleh perempuan itu ibu"ucap Arum.


"Tenang lah di sini Arum Romo mu takkan semudah itu dapat di kalahkan oleh perempuan itu,ibu minta kau perhatikan dari sini pertarungan mereka nanti kau akan tahu seberapa besar kesaktian Romo mu itu"ucap Dewi Sekar.


"Benar tuan putri , kalau tuan putri sampai di sana dan kenapa-kenapa kami semua yang di sini pasti akan kena marah dari gusti prabu"ucap Pandan Wangi menasehati.


Arya Soma dan Ariani Dewi bisa maklum dengan sikap Arum tadi itu, karena dia belum mengetahui betul siapa Rangga dan kekuatan besar apa yang di milikinya , karena hanya saat saat inilah Arum bertemu dengan dia jadi ia khawatir jika ayah nya kalah dalam pertarungan itu.


Rangga yang terkurung oleh cambuk angin berhawa panas itu segera menerobos dengan ilmu ringan tubuhnya melesat ke udara menjauh dari tempat itu .


Dan berkat kekuatan keris pulang Geni di tangan nya dia pun tidak terpengaruh oleh panasnya kekuatan cambuk itu.


Melihat lawannya berhasil kabur Kencana Wungu segera melesat mengejarnya.


"Jangan lari kau pengecut...!!!", teriak kencana Wungu.


"Andana dan Andini ternyata kalian punya tugas keluar lah"ucap Rangga memanggil pedang kembar dua mustika nya.


Slaap...pedang kembar dua mustika pun muncul dengan melayang layang di depan nya.


"Aku minta pada kalian hancurkan cambuk itu sekarang"ucap Rangga dalam posisi di udara.


Dua pedang kembar itu pun melesat ke arah Kencana Wungu yang sedang memainkan cambuk nya wuuusss.... wuuusss ...dengan kecepatan tinggi.


Tidak jauh dari belakang Batara Derja yang berjarak sekitar sepuluh tombak ratu Durgapali yang di dampingi oleh Narapala dan Dunggala terkejut melihat cahaya terang yang meluncur mendekati anaknya itu, karena cahaya itulah yang membuat dirinya terluka parah beberapa bulan lalu.


"Ini tidak bisa di biarkan ,bisa celaka kalau kencana Wungu sampai menghalau cahaya itu karena aku tahu benar kedahsyatan cahaya itu,aku harus cepat memberi tahukan hal ini pada kanda Batara"ucap Ratu Durgapali yang tengah terluka itu.


"Narapala dan Dunggala cepat kita ke tempat gusti prabu tempat Gusti prabu"ucap Ratu Durgapali.


"Baik Gusti ratu"ucap Narapala dan Dunggala lalu melesat cepat menuju ke tempat Batara Derja.


"Kanda cepat lah bantu Wungu karena cahaya itulah yang kemarin lalu menyerang aku"ucap ratu Durgapali.


"Apa kamu bilang....!!! raja Batara Derja tersentak mendengar perkataan istrinya itu.


Batara Derja lalu melesat cepat menyusul kencana Wungu untuk membantu nya namun sebelum ia sampai di sana, terdengar bunyi ledakan yang cukup dahsyat hingga membuat nya tempat itu bergetar hebat duuuaaarrr.... duuuaaarrr... Kencana Wungu pun jatuh bersimbah darah dengan cambuk nya putus menjadi berkeping-keping.


"Kencana Wungu.....!!!! teriak Raja Batara Derja dengan keras setelah melihat tubuh anak kesayangan nya tergeletak menjadi mayat.


Ia lalu mendekati tubuh mayat anaknya itu dan mendapati luka tusukan keris di kepala nya.


Sementara itu ratu Durgapali yang mendengar teriakkan suaminya itu buru buru menyusul nya dengan perasaan cemas dan khawatir.


Ketika sampai di situ Ratu Durgapali langsung menjerit melihat tubuh Kencana Wungu yang telah gosong menjadi mayat,ia pun langsung tergeletak pingsan tak sadarkan diri.


"Dinda Durgapali....."ucap raja Batara Derja langsung menghampiri nya.


Sebelum itu .


"Cahaya apa itu , akan ku hancurkan dengan cambuk ku ini"ucap Kencana Wungu langsung melesat menyambut pedang kembar dua mustika yang bercahaya sangat terang itu.


Hiiiaat.... Kencana Wungu pun memukul cahaya itu dengan cambuk nya duuuaaarrr........ namun betapa terkejutnya dia ketika melihat cambuknya tidak mempan terhadap cahaya itu malahan langsung putus berkeping-keping oleh cahaya yang sebenarnya pedang kembar dua mustika .


Ia pun terpental akibat ledakan tadi dan tanpa dia sadari tiba tiba-tiba keris pulang Geni meluncur cepat menuju padanya lalu crash ....keris pulang Geni pun menancap tepat di dahi nya dan ia pun langsung tewas seketika.


Ternyata benar perkataan Ratu kencana Wungu waktu memberikan cambuk angin kepada kencana Wungu,senjata apa pun takkan menandingi cambuk itu kecuali pedang Kembar dua mustika , karena pedang kembar dua mustika adalah pedang istimewa.


Raja Batara Derja yang sedang menyadarkan istrinya itu segera membalikkan badannya ketika mendengar langkah kaki mendekati nya yang ternyata adalah Rangga.


Ia pun menatap tajam penuh amarah dan kebencian kepada Rangga yang ada di depannya itu.


"Dari tadi aku sudah bilang pada mu Batara Derja untuk pergi dari sini tapi sifat serakah mu lah yang menyebabkan putri mu menjadi korban"ucap Rangga


"Tutup mulut mu, katakan siapa kau sebenarnya"tanya raja Batara Derja.


"Aku Rangga ,raja di Martapura ini"jawab Rangga.


Raja Batara Derja langsung tersentak begitu mendengar pengakuan orang yang telah membunuh anaknya.


Ia sudah pernah mendengar tentang kehebatan Raja Martapura dari orang orang tapi baru kali ini ia melihat secara langsung orang nya yang ternyata masih sangat muda.


"Kalau kau ingin melanjutkan pertarungan ini , silahkan aku tidak akan ragu atau sungkan untuk melawan mu"ucap Rangga .


"Dengar baik baik cepat atau lambat pasti aku akan menghancurkan seluruh penghuni kerajaan Martapura"ucap raja Batara Derja langsung melesat meninggalkan tempat itu beserta pengawalnya dengan membawa mayat kencana Wungu dan Ratu Durgapali yang tengah pingsan itu.

__ADS_1


Arum yang dari tadi melihat pertarungan itu sangat kagum dengan ayahnya setelah berhasil memenangkan pertarungan itu, ternyata benar apa yang di katakan ibunya bahwa ayahnya itu orang yang sakti mandraguna.


__ADS_2