Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Rencana Rangga (bagian 3)


__ADS_3

Pagi itu di barak prajurit Markuraka ,para prajurit sedang berkerumun untuk mendengarkan cerita Genjo ,salah satu prajurit yang ikut berburu ke hutan Gede dengan putri Gandari,


"apa benar njo pemuda itu menghabisi sepuluh pendekar dari bukit tengkorak dengan sekali tebas"tanya temannya kurang percaya,


"aku melihat dia dengan mata kepalaku sendiri, Kuti, saka dan Dipa juga melihatnya ,kalau kalian semua tidak percaya tanya saja sama mereka bertiga,"kata Genjo agak emosi,


"kalau begitu dia hebat sekali,"kata temannya,


"sudah pasti apa lagi kalau tuan putri bisa berdampingan dengannya aku yakin kerajaan ini pasti tambah kuat,"kata Genjo,


mendengar itu teman teman Genjo mengangguk angguk membenarkan kata genjo .


Tanpa mereka sadari putri Gandari mendengar pembicaraan mereka"apakah Rangga mau sama aku,"kata Gandari dalam hatinya.


tiba tiba dari belakang dua orang prajurit datang,"hormat kami tuan putri mendengar itu Genjo dan yang lainnya pun jadi salah tingkah lalu menjura hormat,


"kenapa tuan putri ada di sini,"tanya Genjo dengan gemetar,


"aku ke sini untuk melihat menjangan yang kemarin di mana sekarang!!! kata putri Gandari pura pura marah,


" menjangan itu ada di kandang tuan putri,"kata Genjo ketakutan,


"kalau begitu antar kan aku ke sana cepat!!! kata putri Gandari dengan nada pura-pura masih marah,"baik tuan putri.


Sesaat kemudian sampailah mereka di kandang menjangan itu, putri Gandari memperhatikan menjangan itu dengan seksama seakan akan ia merasa kasihan kalau menjangan itu sampai di sembelih,


"aku punya tugas untuk mu"ucap putri Gandari


"tugas apa tuan putri,"kata Genjo,


"ku percayakan pada mu menjangan itu jaga baik baik kalau sampai kenapa kenapa kepala mu yang jadi gantinya..!!!"ucap putri Gandari.


"baik tuan putri,"jawab Genjo ketakutan, kemudian putri Gandari pergi meninggalkan Genjo.


Ketika Rangga sedang berjalan-jalan di halaman istana untuk memeriksa keadaan, tiba tiba di kejauhan ia melihat dua orang sedang berbincang bincang .


Karena penasaran dengan hati hati ia mendekati mereka ingin tahu apa yang mereka bicarakan.


"dia kan orang yang kemarin membuat kekacauan di Martapura sedang apa mereka,"ucap Rangga,masih mengenali Elang Hitam, lalu ia mendekati lebih dekat lagi.


"Kenapa rencana kita bisa gagal Elang Hitam,"tanya Kala Hitam,


"aku tidak menyangka jika ada pemuda itu kakang,"jawab Elang Hitam,


"siapa pemuda itu Elang Hitam,"tanya Kala Hitam,


"menurut yang saya dengar dari prajurit dia hanya seorang pengembara kakang,"jawab Elang Hitam,


"sial gara gara seorang pemuda pengembara itu rencana kita gagal untuk membunuh putri Gandari "kata Kala Hitam sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Rangga terkejut mendengar itu sungguh tidak menyangka kalau mereka di balik semua ini.


"Jadi rupanya mereka yang menyuruh sepuluh pendekar dari bukit tengkorak itu,"ucap Rangga di tempat persembunyiannya.


"Sepertinya aku harus menyelidiki semua ini ada apa sebenarnya di kerajaan ini,"ucap Rangga.


"Lalu sekarang bagaimana kakang"tanya Elang Hitam,


"kita lanjutkan rencana kedua yaitu membunuh patih Danuraka,"kata Kala Hitam,


"kapan kakang ,"tanya Elang Hitam,


"nanti malam kita lakukan rencana itu,"kata Kala Hitam.


"Mereka akan membunuh patih Danuraka gila, sepertinya ada yang tidak beres"batin Rangga.


Dari tempat persembunyiannya Rangga melihat putri Gandari berjalan menuju ke arahnya,


"bisa gawat kalau ia kemari bisa bisa mereka tahu kalau aku ada di sini"kata Rangga dalam hati .


"Kurasa sebaik kita menemui kakang Karang Hitam ayo cepat,"kata Kala Hitam lalu melangkah pergi.


"Untung mereka sudah pergi"ucap Rangga lega,lalu keluar dari tempat persembunyiannya, putri Gandari yang melihat Rangga ada di situ langsung menghampirinya,


"Kamu sedang apa di sini ,"tanya putri Gandari .


Dengan hati yang berdebar-debar ia pun mengikuti Rangga ,dalam benaknya telah muncul pikiran yang bukan bukan,


"apakah dia akan mengatakan perasaannya pada ku,"kata putri Gandari dalam hati.


Setelah sampai di suatu tempat yang sepi Rangga pun berhenti.


"Ada apa Rangga,"tanya putri Gandari,


"aku ingin tuan putri nanti malam ikut aku,"ucap Rangga


"ikut kamu memangnya kenapa,"tanya Gandari,


"ini menyangkut keselamatan gusti patih,"jawab Rangga,


"maksud kamu apa aku tak mengerti,"tanya putri Gandari.


Kemudian Rangga menceritakan semua tentang apa yang telah di dengarnya kepada putri Gandari mengenai rencana pembunuhan itu.


Setelah mendengar cerita Rangga itu betapa terkejutnya putri Gandari dan sulit untuk mempercayainya.


"Bagaimana kalau saya laporkan semua ini kepada romo,"kata putri Gandari,


"tidak semudah itu tuan putri pasti yang mulia tidak akan percaya "kata Rangga,

__ADS_1


"lalu bagaimana menurut mu Rangga,tanya putri Gandari,


"begini saja kita temui gusti patih dan kita ceritakan semua ini padanya,"kata Rangga,


"baiklah mari kita ke rumah paman patih,"ajak putri Gandari.


Lalu Rangga dan putri Gandari pun menuju ke rumah patih Danuraka.


Sementara itu Elang Hitam dan kala Hitam telah sampai di rumah karang Hitam.


"Aku minta kali ini rencana kita harus berhasil aku tidak mau kalau terjadi kegagalan yang kedua kali,"kata Karang Hitam dengan santai tapi tegas.


"Baik kakang saya jamin kali ini pasti berhasil,"kata kala Hitam dengan mantap,


"mengenai kegagalan membunuh putri Gandari saya mohon maaf kakang,"kata Elang Hitam kemudian,


"ya kali ini ku maafkan,"kata Karang Hitam,


"lalu bagaimana dengan persiapan guru di padepokan bukit tengkorak kala Hitam,"tanya Karang Hitam ,


"pasukan sudah siap di berangkatkan kapan saja kakang,"jawab Kala Hitam,


"bagus kalau begitu kita tinggal membereskan si patih Danuraka itu kemudian kita ambil kerajaan ini lalu kita serang Martapura,haaa...haaa...haaa..."kata Karang Hitam lalu tertawa.


"Apa!!! jangan main main kamu,"kata patih Danuraka marah setelah mendengar ucapan Rangga.


"paman tenangkan diri mu paman,"kata Gandari,


"gusti patih boleh percaya boleh tidak,itu terserah Gusti Patih,"kata Rangga dengan acuh,


"kalau ucapan mu tidak terbukti aku akan tangkap kamu dan ku pastikan kau di hukum mati,"kata Patih Danuraka mengancam,


"boleh boleh saja gusti patih ,tapi kalau ucapan saya terbukti Gusti patih berhutang kepada saya,"kata Rangga.


"Kalau begitu malam ini ku perketat pengamanan di sini,"ucap patih Danuraka kemudian,


"menurut saya jangan gusti patih , mereka akan tahu jika rencananya sudah kita ketahui,"kata Rangga.


"Menurut kamu harus bagaimana Rangga,"tanya patih Danuraka,


kemudian dengan singkat Rangga mengutarakan rencananya itu.


Patih Danuraka mengangguk setuju dengan rencananya Rangga itu.


"Baiklah Rangga ku serahkan semua ini pada mu,"ucap patih Danuraka,


"baik gusti patih,"jawab Rangga.


Setelah itu Rangga dan putri Gandari lalu mohon diri dan kemudian pergi.

__ADS_1


__ADS_2