Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Tumbal


__ADS_3

Siang itu keadaan di desa Rawa Jati tampak baik baik saja,karena para penduduk terlihat beraktivitas seperti biasa seolah tidak pernah terjadi apa apa di desa itu.


Kini Ariani Dewi dan Pandan Wangi sudah berada di desa Rawa Jati bersama Demang Sulo ,setelah berjalan semalaman.


Setelah tiba di desa itu, Demang sulo segera membawa Arini dan Pandan Wangi masuk ke dalam rumahnya untuk beristirahat.


Melihat suaminya datang dengan dua orang wanita yang masih muda serta cantik, Sumi merasa kurang suka dengan kehadiran Pandan Wangi dan Ariani Dewi.


Ketidaksukaan Sumi terlihat saat dia berbicara pada suaminya itu yang terdengar marah dan kasar itu.


"Kakang, apakah dua orang saja cukup untuk menangkap para penculik itu, lalu di mana para prajurit yang kakang janjikan kemarin itu"tanya Sumi istri dari Demang Sulo dengan nada tinggi.


"Pihak kerajaan hanya mengirimkan mereka untuk menangkap penculik itu nyai"ucap Demang Sulo sambil menuangkan air putih ke dalam gelasnya.


"Apa...!!! ternyata pihak kerajaan menganggap remeh kejadian di desa ini,sehingga mereka hanya mengirimkan dua orang perempuan itu"ucap Sumi dengan suara lantang.


"Nyai bicara nya jangan keras-keras tidak enak di dengar mereka "ucap Demang Sulo kepada istrinya.


"Biar saja aku tidak perduli , biar saja mereka dengar dari pertama aku melihat mereka aku sudah ragu dengan kemampuan dua wanita itu "ucap Sumi dengan terus bicara keras.


"Sudah nyai diam lah , jangan bikin aku malu di hadapan mereka "ucap Demang Sulo sedikit kesal dengan istrinya.


"Kenapa kakang mesti malu atau jangan jangan mereka berdua itu istri istri simpanan kakang"ucap Sumi menuduh seenaknya.


"Cukup nyai..!!! makin lama bicara mu makin keterlaluan, disaat keadaan gawat begini bisa bisanya kamu berkata seperti itu "ucap Demang Sulo, kemudian pergi keluar dari kamar meninggalkan istrinya dengan perasaan kesal.


Mendengar perkataan istri Demang sulo yang bikin telinga panas itu, Arini langsung tidak kerasan lama lama di dalam rumah itu.


"Wangi bagaimana kalau kita keluar saja ,muak aku di sini mendengar ocehan istri Demang itu"ucap Ariani Dewi sambil merapikan baju dan rambutnya.


"Baiklah sekalian kita melihat lihat keadaan desa ini, siapa tahu kita menemukan petunjuk tentang penculikan itu"ucap Pandan Wangi kemudian segera keluar dari kamar.


Demang Sulo yang saat itu duduk sendirian di ruang tamu melihat Ariani Dewi dan Pandan Wangi keluar dari kamarnya segera menghentikan langkah mereka.


"Tunggu kalian berdua"ucap Demang Sulo .


"Ada apa Demang Sulo "tanya Pandan Wangi.


"Aku ingin minta maaf jika perkataan istri ku tadi membuat kalian berdua tersinggung"ucap Demang Sulo.


"Demang Sulo tidak perlu minta maaf kami berdua tidak apa-apa, kami berdua bisa maklum dengan istri Ki Demang , karena dia belum mengenal kami jadi bicara nya seperti itu, bukan begitu Ariani "ucap Pandan Wangi sambil mencubit bahu Ariani Dewi.


"Benar apa kata Pandan Wangi Demang Sulo"jawab Ariani Dewi dengan terpaksa.


"Aku merasa lega jika kalian berdua tidak marah pada istriku"ucap Demang Sulo dengan tersenyum masam.


"Lalu kalian berdua mau kemana "tanya Demang Sulo.


"Kami berdua berencana mau melihat lihat desa ini Ki Demang siapa tahu kami bertemu dengan para penculik itu"jawab Pandan Wangi.


"Silahkan kalau itu mau kalian"ucap Demang Sulo.


Pandan Wangi dan Ariani Dewi lalu meninggalkan rumah Demang Sulo untuk berkeliling desa Rawa Jati.


Di saat berkeliling desa Rawa Jati itu Pandan Wangi dan Ariani Dewi mendapati seorang wanita yang sedang menangkis tersedu sedu di halaman rumah nya, karena penasaran mereka berdua pun lalu mendekati nya ingin tahu kenapa .


"Kenapa ibu menangkis"tanya Pandan Wangi dengan lembut.


"Anak ku telah hilang di culik"ucap ibu itu.


Pandan Wangi dan Ariani Dewi saling pandang mendengar perkataan ibu itu.


"Sabar ibu, kami berdua akan berusaha untuk mencari anak ibu itu"ucap Pandan Wangi.


"Kapan peristiwa itu terjadi ibu"sambung Pandan Wangi.


"Tadi malam ada seseorang yang datang berpakaian serba hitam dengan muka yang begitu mengerikan dan menakutkan mengambil anak ku, waktu aku teriak ia memukul ku hingga membuat ku pingsan"ucap ibu itu.


"Sepertinya penculik itu beraksinya malam hari Ariani "ucap Pandan Wangi.


"Kita harus segera membuat rencana untuk menjebak penculik itu Wangi"ucap Ariani Dewi.


"Ya kita jebak penculik biadab itu"ucap Pandan Wangi.


"ibu yang sabar ya kami berdua pasti akan menangkap orang yang menculik anak ibu"ucap Pandan Wangi.


"Wangi sebaiknya kita kembali saja ke rumah Demang Sulo untuk berunding dengan nya"ucap Ariani Dewi.


"Aku juga sedang berfikir seperti itu Ariani"ucap Pandan Wangi lalu meninggalkan ibu itu.


"Malam ini juga kita harus menangkap penculik itu wangi bagaimana pun cara, karena aku yakin pasti dia akan datang lagi"ucap Ariani Dewi.

__ADS_1


"Kau tenang saja aku sudah punya rencana spesial untuk menjebak penculik itu"ucap Pandan Wangi penuh keyakinan.


Akhirnya malam yang di tunggu-tunggu itu datang juga.


Malam itu di rumah kediaman Demang Sulo tampak ramai dan terang benderang orang orang berjoget mengiringi bunyi gendang yang begitu merdu.


Rupanya di rumah Demang Sulo sedang di adakan pesta pernikahan sehingga banyak orang orang yang berdatangan menghadiri pesta pernikahan itu.


Demang Sulo dan istri tampak sibuk menerima para tamu yang terus berdatangan.


"Terima kasih atas kedatangan kalian di pernikahan putri kami"ucap Demang Sulo dan mempersilahkan para tamu untuk duduk sambil menikmati hidangan yang sudah di sajikan di atas meja.


"Putri mu benar benar cantik Demang Sulo,aku sungguh tidak mengira kalau kau punya Putri secantik itu"ucap salah seorang tamu sambil memandang pengantin wanita itu.


"Tentu saja kau tidak mengetahuinya Sani , karena putri ku baru kembali setelah sekian lama pergi"ucap Demang Sulo.


"Oh, pantas kalau aku kesini tidak pernah melihatnya"ucap Sani temannya itu.


"Yang membuat ku heran kenapa pernikahan ini begitu mendadak apa jangan-jangan putri mu sudah ....


"Sudahlah Sani jangan bicara yang tidak tidak ,ya jelas putri ku masih gadis "ucap Demang Sulo langsung memotong pembicaraan Sani karena ia mengerti apa yang di maksud Sani itu.


Di saat Demang Sulo sedang bercakap-cakap dengan tamunya itu tiba-tiba seluruh lampu di rumah nya padam seketika.


"Ada apa ini kenapa tiba-tiba semua lampunya padam "ucap Demang Sulo.


"Tidak tahu Ki Demang "ucap salah seorang pengawal nya.


"Cepat nyalakan kembali lampu nya.."teriak Demang Sulo kepada para pembantunya.


Tidak lama kemudian lampu pun menyala seperti semula rumah Demang Sulo pun kembali terang.


Tapi semua orang di kejutkan dengan hilangnya pengantin wanita yang sedang duduk di samping suaminya itu.


"Jangan jangan penculik itu datang lagi"ucap seorang yang datang ke pesta pernikahan itu.


Para tamu yang menghadiri pesta pernikahan itu pun langsung panik begitu mengetahui kejadian itu, mereka segera membubarkan diri karena untuk pulang ke rumah masing-masing karena takut dengan penculik itu.


Seseorang berkelebat cepat meninggalkan desa Rawa Jati dengan membawa seorang gadis di punggungnya tanpa menghiraukan keadaan di sekelilingnya orang itu terus berlari karena tidak mungkin ada yang mengejar nya.


Padahal kalau ia tahu bahwa di belakangnya ada seseorang yang mengikutinya dia adalah Ariani Dewi.


"Dasar orang orang desa bodoh sudah tahu keadaan gawat masih juga mengadakan pesta pernikahan"ucap orang itu dengan terus berlari.


Desssss.... sebuah pukulan menghantam punggung orang itu hingga membuatnya terpental.


"Kurang ajar rupanya kau telah menjebak ku "ucap penculik itu.


"Benar aku yang merencanakan semua ini"ucap gadis yang di bawanya itu ternyata adalah Pandan Wangi.


"Kalau begitu aku harus melumpuhkan mu , hiiiaat ... ucap orang itu langsung menyerang Pandan Wangi.


Pertarungan pun terjadi di hutan pinggir desa Rawa Jati malam itu.


Orang itu menyerang Pandan Wangi dengan gencarnya seakan tidak ingin memberi kesempatan pada nya untuk menyerang balik, namun Pandan Wangi bukan pendekar kemarin sore yang dengan mudah dapat di kalahkan nya.


Orang itu mengirimkan tendangan nya kepada Pandan Wangi, tapi dapat di hindari nya .


Pandan Wangi meloncat setinggi tombak dan mengirim kan tendangan beruntun pada nya hingga membuat orang itu terjatuh.


"Kurang ajar ternyata kau tidak bisa di anggap remeh"ucap orang itu segera bangun, namun sebelum orang itu bangunan Ariani Dewi bergerak cepat dengan menyilang kan pedangnya pada leher orang itu.


"Bergerak sedikit aku jamin putus kepala mu"ancam Ariani Dewi.


Mendengar perkataan Ariani Dewi itu pucat lah wajah orang itu karena nyawanya di ujung tanduk.


"Apa mau kalian berdua"ucap orang itu.


"siapa kamu dan apa tujuan mu menculik para gadis-gadis desa ini"tanya Ariani Dewi.


Namun orang itu tidak langsung menjawab pertanyaan Ariani Dewi itu, hingga menjadikan ia marah .


"Cepat katakan "ucap Ariani Dewi sambil menekan lebih kuat pedangnya hingga membuat leher orang itu merasa sakit terhimpit oleh dua pedang Ariani Dewi itu.


"Ariani jika ia tetap tidak mau menjawab potong saja tangan dan kaki nya satu persatu supaya tidak bisa menculik gadis gadis di desa ini lagi"ucap Pandan Wangi menakut nakuti.


"Ba... baiklah aku akan mengatakan nya tapi jangan lakukan itu pada ku karena aku masih mempunyai anak dan istri"ucap orang itu.


"Aku biasa di sebut kelalawar hitam aku melakukan ini karena aku di perintah oleh Gondo Mayit"ucap orang yang menamakan dirinya kelalawar hitam.


Pandan wangi dan Ariani Dewi sangat terkejut mendengar nama Gondo Mayit di sebut oleh orang itu mereka tidak menyangka kalau Gondo Mayit lah dalang dari penculikan para gadis di seluruh desa .

__ADS_1


"Lalu apa yang di lakukan Gondo Mayit pada gadis gadis itu"ucap Pandan Wangi gantian bertanya.


"Cepat katakan"ucap Ariani Dewi dengan tidak sabar.


"Para gadis itu akan di persembahkan pada Ratu Sarjani sebagai tumbal"ucap kelalawar hitam.


"Apa. .!!!! ratu Sarjani kamu bilang"ucap Pandan Wangi dengan terperanjat.


"Benar"ucap Kelalawar hitam.


"Kamu jangan berbohong Ratu Sarjani sudah mati di tangan kami beberapa hari lalu , cepat katakan yang sebenarnya jangan coba-coba membohongi kami berdua"ucap Ariani Dewi.


"Saya tidak bohong kemarin aku melihat dengan mata kepala ku sendiri bahwa dia datang ke tempat Gondo Mayit di telaga angker"ucap Kelalawar hitam.


Pandan wangi dan Ariani Dewi saling pandang setelah mendengar penjelasan dari kelalawar hitam.


"Sepertinya ia berkata jujur Ariani Dewi , berarti Gondo Mayit dan Ratu Sarjani lah pokok persoalan ini"ucap Pandan Wangi.


"Apakah parah gadis itu masih ada di sana"tanya Ariani Dewi.


"Ya para gadis itu masih di kurung di sebuah gua di telaga angker"ucap Kelalawar hitam.


"Secepatnya Gusti Ratu dan Gusti Patih harus segera tahu hal ini"ucap Ariani Dewi .


"Sekarang lepaskan aku , karena aku sudah mengatakan semuanya pada kalian"ucap Kelalawar hitam.


"Maaf kelalawar kami cuma bilang tidak akan membunuh mu bukan melepaskan mu"ucap Ariani Dewi lalu memukul tengkuk Kelalawar hitam hingga membuat nya pingsan.


"Kita bawa dia pada Demang Sulo supaya orang desa tahu bahwa salah satu penculik sudah di tangkap"ucap Ariani Dewi.


"Kalau begitu cepat kita tinggalkan tempat ini"ucap Pandan Wangi.


Mereka berdua meninggalkan tempat itu dengan ilmu ringan tubuhnya sambil membawa serta Kelalawar hitam untuk di hadapan kan pada Demang Sulo.


Sementara itu di rumah nya Ki Demang dan beberapa orang desa terlihat cemas karena Pandan Wangi dan Ariani Dewi belum juga kembali.


"Apa jangan-jangan mereka berdua di tangkap oleh penculik itu"ucap Demang Sulo dalam hati.


"Ki Demang sepertinya mereka gagal menangkap penculik itu"ucap salah satu orang warga.


"Sudah dari pertama aku meragukan kemampuan mereka"ucap Sumi .


"Diamlah kau nyai kita tunggu mereka sebentar lagi, kalau mereka tidak datang juga kita segera bergerak mencarinya"ucap Demang Sulo kepada para anak buahnya.


"Inilah orang yang telah menculik gadis gadis desa kalian"ucap Ariani Dewi mendadak datang.


Semua orang yang berada di rumah itu segera menoleh ke arah datangnya suara itu, Demang Sulo langsung merasa lega begitu melihat Pandan Wangi dan Ariani Dewi sudah kembali.


"Apakah kalian berdua berhasil menangkap nya"tanya Demang Sulo.


"Benar kami berhasil menangkap nya inilah orang nya"ucap Pandan Wangi.


"Cepat kau ikat dia "ucap Demang Sulo memerintahkan pengawalnya.


"Bunuh saja Ki Demang "teriak beberapa warga desa yang masih ada di situ.


"ya bunuh saja karena dia lah sumber kekacauan ini"ucap yang lain.


"Tunggu ...kita tidak boleh main hakim sendiri "ucap Demang Sulo.


"Benar apa yang di katakan oleh Demang Sulo, kita tidak boleh main hakim sendiri sebaiknya kita kurang di di dalam penjara dan kalian semua tidak perlu takut padanya karena seluruh ilmu kanuragan telah aku musnahkan"ucap Pandan Wangi menjelaskan.


"Lalu bagaimana dengan nasib para gadis yang telah dia culik apakah masih hidup"tanya Demang Sulo.


"Benar Ki Demang para gadis itu baik baik saja ,kami akan melaporkan pada Gusti Ratu Dewi Sekar meminta bantuan untuk membebaskan mereka"ucap Pandan Wangi.


"Kapan kalian akan berangkat ke Martapura "tanya Demang Sulo.


"Secepatnya supaya tidak terlambat karena bulan purnama sudah sangat dekat "ucap Pandan Wangi.


"Apakah para gadis itu akan di korban pada waktu bulan purnama tiba "tanya Demang Sulo.


"Ya begitulah tepat nya pada saat bulan purnama penuh atau sempurna para gadis itu akan di persembahkan"ucap Ariani Dewi.


"Kalau tidak salah tiga hari lagi bulan purnama penuh akan terjadi "ucap Demang Sulo cemas.


"Maka dari itu malam ini juga kami berdua akan segera kembali ke Martapura untuk malaporkan hal ini"ucap Pandan Wangi.


"Saya kira lebih baik begitu supaya secepatnya dapat menyerang markas mereka "Demang Sulo.


Karena tidak ingin membuang-buang waktu lagi Ariani Dewi dan Pandan Wangi Akhirnya meninggalkan desa itu dan menuju ke Martapura.

__ADS_1


Sementara itu perjalanan Rangga ke kerajaan Markuraka sudah memasuki hutan Gede, sebuah hutan yang dulu pernah di gunakan untuk arena peperangan antara Martapura dan Markuraka yang saat itu di kuasai oleh Karang Hitam.


(Bersambung)


__ADS_2