
Setelah menyelesaikan latihan nya itu Rangga kemudian menuju ke sungai,ia merasa tubuhnya sangat kotor sekali karena sudah beberapa hari tidak mandi selama menjalani latihan yang cukup berat, setelah tiba di sungai tanpa pikir panjang lagi ia pun langsung menceburkan dirinya byuurrr....
Rangga merasakan kesegaran setelah air sungai itu membasahi sekujur tubuhnya ,berulang kali ia menyelam karena merasa kan begitu nikmat dan segarnya air sungai itu.
Tidak berapa lama kemudian Rangga selesai membersihkan dirinya dan tanpa buang buang waktu lagi ia pun langsung melesat menggunakan ilmu ringan tubuhnya ke tempat kakeknya Raja Alam dan Ariani Dewi berada.
Rangga merasakan kekuatan nya semakin meningkat setelah menjalani latihan itu, hingga tidak berapa lama kemudian dari kejauhan ia pun sudah melihat sebuah rumah gubuk berdiri yang tidak lain adalah gubuk tempat kakeknya .
Dari kejauhan Rangga juga melihat Ariani Dewi sedang berlatih silat dengan di temani oleh kakek nya si Raja Alam yang sedang duduk tidak jauh darinya
"Rupanya dia sudah selesai lebih cepat dari yang aku perkirakan selamat Rangga"kata kakek Raja Alam dalam hati.
"Ariani Dewi sebentar lagi akan ada tamu yang datang ke sini "kata kakek Raja Alam memberi tahu.
"Siapa tamu yang kakek maksud itu" tanya Ariani Dewi dengan menerus kan latihannya.
"Nanti kau juga akan tahu siapa tamu itu"kata kakek Raja Alam sembari bangkit dari duduknya.
Tak berapa lama kemudian sampailah Rangga di tempat kakek nya itu.
"Rangga "kata Ariani Dewi setelah melihat kedatangan Rangga di tempat itu.
"Hormat saya kakek"kata Rangga sambil menunduk hormat.
"Rupanya kau telah selesai Rangga"kata kakek Raja Alam dengan tersenyum.
"Benar kek aku telah menyelesaikan latihan itu sesuai petunjuk dari kitab itu "Jawab Rangga.
"Kau pasti lelah setelah menjalani latihan itu ,sini duduk lah dekat kakek"ucap kakek Raja Alam sambil memberikan tempat duduk padanya.
"Ingat Rangga di dunia ini tidak ada kekuatan yang lebih besar kecuali kekuatan Tuhan, setelah kau menyempurnakan semua ilmu mu , jangan lah kau merasa paling kuat dan paling hebat karena setinggi tingginya gunung tidak akan mencapai langit"ucap kakek Raja Alam menasehati.
"Benar yang kakek bilang ,akan aku ingat seumur hidupku tentang nasehat kakek itu"ucap Rangga.
"Kakek percaya bahwa kau akan selamanya berada di jalan yang benar"ucap Kakek Raja Alam sambil menepuk-nepuk punggung Rangga .
"Setelah ini apakah kau akan berangkat hari ini juga ke Martapura Rangga"tanya Kakek Raja Alam.
__ADS_1
"Tidak kek saya akan tinggal di sini satu hari lagi untuk menemani Kakek, karena rindu dengan suasana malam di sini kek"ucap Rangga.
"Baiklah jika itu keputusan mu"kata kakek Raja Alam merasa senang.
"Apakah kakek juga mengangkat dia sebagai murid di lihat dari gerakan nya sama seperti jurus jurus ku"tanya Rangga sambil menunjuk ke Ariani Dewi.
"Benar , ternyata dia juga berbakat seperti mu Rangga aku yakin suatu saat dia akan jadi salah satu orang yang bisa kau andalkan"jawab kakek Raja Alam.
"Maksud kakek...???"tanya Rangga.
"Haaa...haaa.... nanti kau akan tahu Rangga apa yang kakek maksud itu"ucap kakek Raja Alam.
"Ariani Dewi sudah berhenti latihan nya cepat ke sini"kata kakek Raja Alam.
Mendengar panggilan gurunya itu Ariani Dewi pun menghentikan latihannya lalu bergegas menghampiri kakek gurunya itu.
"Ada apa kek "tanya Ariani Dewi setelah berada di depannya.
"Cepat kau siap kan makanan dan minuman untuk Rangga karena aku tahu dia pasti kelaparan ,"kata kakek Raja Alam memerintahkan Ariani Dewi.
"Baik kek"kata Ariani Dewi kemudian menuju kedalam.
"Mengenai hal itu saya juga sudah merencanakan seperti yang kakek bilang ,saya akan membawa Ariani Dewi ke Martapura karena tenaganya sangat di butuhkan di sana, namun dia mau atau tidak aku belum menanyakan nya"kata Rangga kemudian.
Kakek Raja Alam alam manggut-manggut mendengar penjelasan Rangga.
Tak lama kemudian makanan dan minuman pun sudah siap.
"Mmmm.....Rangga makannya sudah siap di atas meja"kata Ariani Dewi sedikit malu pada Rangga.
"baiklah , terima kasih Ariani mari kita makan kek"kata Rangga .
"Kakek dan Ariani Dewi sudah dari tadi Rangga sana pergilah makan sendiri"ucap kakek Raja Alam.
"Kalau begitu saya makan dulu kek"ucap Rangga kemudian masuk kedalam.
"Ahemmm ... kenapa kamu tadi bilangnya malu malu Ariani"kata Kakek Raja Alam menggodanya.
__ADS_1
Bertambah merah lah muka Ariani Dewi mendengar pertanyaan dari kakek guru nya itu.
"Akh kakek ini siapa yang malu "ucap Ariani Dewi berbohong dan segera berlalu dari hadapan kakek guru nya untuk melanjutkan latihan nya.
Ariani Dewi tidak mengerti tentang perasaan nya itu, kenapa ia merasa malu setiap berhadapan dengan Rangga.
karena beberapa hari tidak makan ,semua makanan di meja di lalap habis oleh Rangga, sampai habis tidak tersisa.
"Ternyata masakan mu enak juga Ariani walaupun kau gadis yang galak"kata Rangga.
Andai saja Ariani mendengar perkataan Rangga itu pasti akan merasa senang dan bahagia sekali.
KERAJAAN MARKURAKA
Di lain tempat Raja Gandara dan seluruh para hulubalang sedang rapat membahas mengenai Martapura, sepertinya mereka akan melakukan sesuatu pada kerajaan Martapura.
"Patih Danuraka bagaimana pendapat mu mengenai Kerajaan Martapura itu"tanya Raja Gandara.
"Saya tidak tahu pasti yang Mulia,tapi mendengar keterangan dari senopati karang hitam menurut hamba kita harus menyelidikinya lebih lanjut yang mulia"jawab Patih Danuraka.
"Lalu bagaimana menurut mu senopati Elang hitam"tanya Raja Gandara.
"Saya juga setuju dengan pendapat Gusti Patih Danuraka yang mulia"kata senopati Elang hitam.
"Jika itu menurut kalian baiklah aku perintahkan senopati Elang hitam dan beberapa prajurit untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut serta bawalah surat ini untuk kau serahkan kepada raja Martapura"kata raja Gandara sambil memberikan sebuah gulungan surat kepada Elang Hitam.
"Kapan hamba akan berangkat yang mulia"tanya senopati Elang hitam.
"Hari ini juga kau berangkatlah elang hitam"kata raja Gandara .
"Baik yang mulia"jawab Senopati Elang hitam.
Dengan di temani oleh empat prajurit berangkat lah Senopati Elang Hitam menuju ke Martapura siang itu.
"Gusti Senopati apakah kita akan langsung memberikan surat ini kepada raja Martapura,"tanya seorang prajurit.
"Surat itu tugas kalian jadi kalianlah yang akan mengantarkan surat itu sementara aku menunggu kalian di penginapan", kata senopati Elang Hitam.
__ADS_1
"Baik gusti senopati"jawab prajurit itu.
Mereka pun terus melanjutkan perjalanan menuju ke Martapura empat atau lima hari kira kira mereka akan sampai di sana.