
Malam yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga, sementara itu di kediaman patih Danuraka tampak lengang hanya terlihat dua prajurit yang sedang berjaga jaga di depan.
Tak lama kemudian dua prajurit penjaga itu roboh tanpa sebab, lalu setelah itu tampaklah dua orang berjalan mengendap- endap menuju kediaman patih Danuraka,tanpa banyak cakap keduanya lalu mencongkel pintu dan segera masuk ke dalam rumah .
Tanpa di sadari oleh dua orang itu , ternyata ada dua pasang mata yang mengawasi gerak-gerik mereka.
"Aku yakin ini kamarnya,"kata salah satu orang itu dengan berbisik ,
"baik cepat masuk,"jawab temannya dengan berbisik pula.
Setelah mereka merasa yakin bahwa tempat yang mereka tuju adalah kamar patih Danuraka dua orang itu segera memasukinya dengan pedang terhunus.
Setelah melihat tempat tidur ada seseorang berbaring tanpa menunggu lama akhirnya crash,crash dua kali tusukan pedang orang itu mengenai sasarannya ,tapi betapa terkejutnya mereka setelah tahu bahwa ternyata itu adalah sebuah bantal yang di bentuk layaknya tubuh yang sedang berbaring.
"Celaka kita telah di jebak, cepat kabur" kata salah satu orang itu kepada temannya.
"Tunggu, tiba tiba ada seseorang menghentikan mereka, karena panik kedua orang itu langsung menyerangnya.
Baku hantam pun terjadi di kamar patih Danuraka seketika, dengan brutal kedua orang itu menyerang ,tapi tampaknya dua orang itu bukanlah lawan orang tadi tidak lama akhirnya dua orang itu dapat di lumpuhkan.
"Apakah kau berhasil Rangga,"tanya putri Gandari, tiba tiba muncul dengan di iringi Patih Danuraka di belakangnya,
"ya itu mereka,"kata Rangga sambil menunjuk dua orang yang sudah tidak berdaya itu.
Lalu patih Danuraka menghampiri mereka dan membuka penutup wajahnya"katakan siapa kalian dan siapa yang menyuruh kalian"tanya patih Danuraka dengan geram, tapi dua orang itu tetap saja diam tak mau bersuara,
"cepat katakan siapa yang menyuruh kalian"ucap Patih Danuraka dengan pertanyaan yang sama,
namun kedua orang penyusup itu masih tetap sama tak mau bersuara juga
Karena tidak mendapat jawaban semakin marahlah patih Danuraka kepada kedua orang itu dan memukulnya.
"Jika kalian masih tetap bungkam tidak apa apa,aku salut pada pendirian kalian"kata patih Danu raka.
"Rangga bawa mereka keluar dan ikat mereka di pohon"perintah Patih Danuraka, Rangga pun lalu menyeret keluar kedua orang itu dan mengikatnya pada sebuah pohon sesuai perintah Patih Danuraka.
"Aku ingin tahu berapa lama kalian akan diam"kata patih Danu raka,lalu ia mengambil anak panah serta busurnya lalu bersiap membidik mereka.
Rangga dan putri Gandari tidak mengerti apa yang akan di lakukan oleh patih Danuraka pada dua orang itu ,mereka hanya memperhatikan tanpa bertanya.
"Tahukah kalian ,biasanya untuk sasaran yang dekat, aku selalu memanah dengan menutup mata ku, jadi berdoa lah kalian semoga anak panah ku tempat mengenai pohon dan bukan tubuh kalian,"kata patih Danuraka .
Mendengar itu pucat pasih lah mereka dan berkeringat dingin,lalu dengan menutup matanya Patih Danu raka bersiap mengambil ancang-ancang , kemudian wuusss....anak panah melesat dari busurnya lalu bless... tepat mengenai pohon dengan jarak satu jari di antara wajah mereka,
"ternyata bidikan ku tepat mengenai pohon"ucap patih Danu raka sambil melangkah untuk mencabut anak panah itu.
Dengan kaki gemetar dua orang itu menatap patih Danu raka yang akan mencabut anak panah dari batang pohon, mereka tidak menyangka jika akan di jadikan sebagai sasaran panah oleh patih Danu raka.
"Ku rasa doa kalian di kabulkan tuhan kali ini, baik aku coba untuk yang kedua kalinya apakah tuhan masih bermurah hati pada kalian atau tidak,
lalu patih Danu raka pun kembali mengambil ancang-ancang dan siap melepaskan anak panahnya,ketika anak itu siap meluncur tiba tiba,
"ampun Gusti Patih ampun...ampuni saya kata salah satu dari kedua orang itu dengan menangis ketakutan,
"kenapa tidak dari tadi kau minta ampun,"kata patih Danu raka sambil mencengkram kuat lehernya, sekarang cepat katakan siapa kamu dan siapa yang menyuruhmu,"kata patih Danuraka dengan rasa tidak sabar.
Sementara itu di kediamannya Karang Hitam dan Kala Hitam sedang menunggu hasil dari rencana mereka itu.
Tok...tok...tok...terdengar suara orang mengetuk pintu,
"Kala Hitam cepat kau buka pintu !!"perintah Karang hitam,
"baik kakang ,"jawab Kala Hitam,lalu segera membuka pintu ,
"rupanya kau Elang Hitam, cepat masuk,"kata Kala Hitam,
"Ada kabar apa Elang Hitam" tanya Karang Hitam ,
"celaka kakang rencana kita gagal untuk membunuh patih Danuraka gara gara ikut campur pemuda itu,"jawab Elang hitam,
"kurang ajar pemuda itu "maki Karang Hitam dengan amarah yang meluap-luap,
__ADS_1
"selanjutnya bagaimana mana kakang "tanya Kala Hitam,
"kita jalankan rencana cadangan sekarang ayo cepat bergerak,"kata Karang Hitam,
"baik kakang "jawab mereka berdua, segera mereka bertiga keluar lalu melesatkan dengan cepat.
"Cepat katakan siapa kamu"kata patih Danu raka mengulangi pertanyaannya
"Saya murid dari padepokan bukit tengkorak Gusti Patih"jawab orang itu dengan gemetaran
,"lalu siapa yang menyuruh mu untuk membunuh ku,"tanya patih Danu raka,
"saya disuruh oleh Gusti senopati Karang Hitam gusti patih" jawab orang itu,
"kurang ajar kau Karang Hitam,"ucap patih Danu raka lalu mengayunkan pedangnya crash, crash dua orang itu pun roboh.
"Kenapa Gusti patih membunuh mereka,"tanya Rangga merasa tidak senang.
"karena mereka sudah tidak berguna ,"jawab Patih Danu raka singkat.
"Cepat kalian ikut aku ke rumah Karang Hitam,"ajak patih Danu raka dengan menahan marah.
Pembunuhan...pembunuhan tiba tiba terdengar teriakkan dari seorang prajurit.
Patih Danuraka, Rangga dan Gandari pun menghentikan langkah mereka dan menghampiri prajurit itu,
"siapa yang di bunuh prajurit,"tanya patih Danuraka,
"yang mulia Gusti Patih,"jawab prajurit itu.
"Apa..!!! bagai di sambar petir mereka bertiga mendengar itu,"Romo teriak Gandari lalu pergi di ikuti Rangga dan patih Danuraka menuju ke istana.
Di dalam istana ,tampak Karang Hitam ,kala Hitam,dan beberapa pembesar istana sudah di sana.
Tidak berapa lama kemudian sampailah mereka bertiga di dalam istana,
"romo 'teriak Gandari sambil berlari menuju ayahnya dengan di iringi oleh Patih Danuraka.
"apa maksud mu senopati Karang Hitam,"tanya Rangga tidak mengerti dengan perintah Karang Hitam,
"tak perlu kau berpura pura pembunuh,"ucap Karang Hitam,
"jaga ucapan mu Karang Hitam, apakah kau punya bukti Kalau aku yang membunuh yang Mulia,"tanya Rangga mencoba membela diri,
"ketika terjadi pembunuhan itu kau di mana ,"tanya Karang Hitam,"
" semuanya dengarkan baik-baik..!!! ucap Rangga,
"saat terjadi pembunuhan itu aku sedang bersama gusti patih dan putri Gandari,"jawab Rangga.
"Prajurit cepat panggil gusti patih ke sini, perintah Karang Hitam,"baik gusti senopati,"jawab prajurit itu lalu pergi.
"Sedang memainkan sandiwara apa senopati ini,"batin Rangga tidak mengerti.
"Ada apa senopati Karang Hitam,"tanya Patih Danuraka .
"Apa benar gusti patih bersama Pemuda ini waktu yang mulia dibunuh,"tanya Karang Hitam,"benar senopati ,"jawab patih Danuraka,
"kalau begitu Gusti Patih juga terlibat dalam pembunuhan ini,"kata Karang Hitam,
"kurang ajar ,,apa maksud mu Karang hitam
"ku rasa kau lah dalang dari semua ini senopati ,"ucap patih Danuraka dengan mengepalkan tangannya.
"Kurang ajar tangkap mereka ,"ucap senopati Karang Hitam,
"tunggu "teriak putri Gandari tiba tiba,
,"aku curiga dengan mu senopati jangan jangan kau lah yang melakukan semua ini,"kata putri Gandari,
,"haaa...haaa...haaa...jangan ngawur kau putri ,aku menduga jika ini adalah ulah putri dan pemuda itu untuk menguasai kerajaan ini,"kata Karang Hitam.
__ADS_1
"Kalian tunggu apa lagi tangkap mereka,"kata Karang Hitam, kemudian , para prajurit dan senopati pun mengepung mereka bertiga karena terpengaruh oleh ucapan senopati Karang Hitam.
"Jika itu mau kalian baiklah akan ku layani, gusti Patih dan kau putri bersiap untuk kabur dan tunggu lah aku di hutan gede akan ku buka kan jalan untuk kalian,"kata Rangga.
Lalu terjadi pertarungan di dalam istana itu, dengan beradu punggung mereka bertiga menghadapi kepungan para prajurit itu, sriing Rangga mengeluarkan kan pedangnya dan menangkis serangan dari prajurit itu.
Patih Danuraka sibuk menebaskan pedangnya menghalau serangan dari para prajurit yang datang dari sebelah kiri,
sementara itu putri Gandari dengan tendangannya gledeknya telah menyumbang beberapa para prajurit yang menyerangnya di depannya.
"Kurang ajar "kata Karang Hitam,lalu ia masuk ke pertempuran dan langsung ikut menyerang ke arah putri Gandari .
Ting....ting.... pedang putri Gandari beradu dengan pedang Karang hitam,lalu keduanya saling serang, berkali kali sabetan pedang Karang Hitam hampir mengenai tubuh putri Gandari,namun dengan lincah putri Gandari menghindarinya dan beberapa kali menyerang balik.
"Ku rasa kita tidak akan mampu untuk terus menghadapi serangan prajurit prajurit itu,", kata patih Danuraka kepada Rangga,
"kau benar Gusti Patih jika nanti ku beri tanda, kabur lah Gusti Patih bersama putri "kata Rangga sambil menangkis serangan para prajurit.
Rangga melihat ke arah putri Gandari yang sedang sibuk melayani Karang Hitam , kemudian ia mendekatinya,
"putri bantulah Gusti Patih biar aku yang hadapi dia,"kata Rangga,
"baik "ucap putri Gandari lalu melompat pergi menjauh dari Karang Hitam,
lalu Rangga menerjang Karang Hitam dengan memutar pedangnya , Karang Hitam tidak menduga akan mendapatkan serangan dadakan yang begitu cepat ia pun lalu melompat mundur,"bersiaplah gusti Patih,"kata Rangga,
"bagaimana dengan mu nanti,"tanya Patih Danuraka,
"jangan pikir kan saya,yang penting selamatkan diri kalian dulu,"kata Rangga.
Lalu Rangga menyalurkan tenaga dalam pada dua pedangnya , tebasan seribu pedang dengan gerakan yang cepat Rangga menebas para prajurit di depannya tanpa ampun ,sehingga robohnya prajurit itu dengan kepala terpisah dan terbukalah sebuah jalan.
"Sekarang gusti patih !!! teriak Rangga,
patih Danuraka pun langsung memegang tangan putri Gandari dan melesat keluar,
"jangan biarkan mereka lolos cepat kejar,"teriak Karang Hitam,
para prajurit pun berusaha mengejar namun tiba-tiba Rangga sudah berada di depannya.
"serang...!! "teriak Elang Hitam lalu maju di ikuti para prajurit ,
"baiklah maju kalian semua dan saya punya kejutan buat mu Elang Hitam,"ucap Rangga sambil bersiap siap menyerang,
setelah mereka sudah semakin dekat Rangga berlari menyambut kedatangan mereka ,
" jurus tebasan seribu pedang dan pedang membelah bulan hiiaaaat......!!!"teriak Rangga,ia memutar pedangnya dan terciptalah serangkuman angin dahsyat wuuuuus.....wuuuuus.....membuat para prajurit itu terpental dan Rangga langsung bergerak cepat menebas kepala mereka satu persatu.
"Tidak ada ampun bagi kalian"ucap Rangga dengan kemarahannya.
Elang Hitam menancapkan pedangnya ke tanah untuk mempertahankan dirinya supaya tidak terpental , Rangga yang melihat itu tidak mau membuang kesempatan dengan gerakan secepat kilat ia melesat ke arah Elang Hitam, lalu crash ....., roboh lah Elang Hitam dengan kepala terpisah.
"Itu hadiah mu karena berani macam macam dengan Martapura,"kata Rangga.
"Kurang ajar dia menghancurkan para prajurit ku dengan mudah padahal mereka adalah prajurit pilihan dari padepokan bukit tengkorak,"kata Karang Hitam dengan geram.
"Benar benar menguras tenaga jurus ini,"keluh Rangga, kemudian ia melihat sekelilingnya mencari sesuatu, tak lama kemudian ia melihat seekor kuda dan langsung melesat cepat menghampiri dan pergi.
"Jangan biarkan dia kabur "cepat kejar kata Kala Hitam memberi perintah.
Lalu para prajurit itu pun mengejar Rangga,tapi tak berapa lama kemudian para prajurit itu pun balik lagi
,"lapor gusti kita kehilangan jejak,"kata prajurit itu,
"bodoh semua kalian,"kata Kala Hitam dengan marah,lalu pergi .
"Elang Hitam tewas kakang"kata Kala Hitam,
"Apa kamu bilang!!, kurang ajar siapa sebenarnya pemuda itu, ilmunya tinggi sekali,"ucap Karang Hitam penuh kemarahan dan tanda tanya.
Sementara itu di hutan gede Patih Danuraka dan putri Gandari menunggu Rangga dengan perasaan khawatir dan cemas.
__ADS_1