Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Hilangnya Ariani Dewi dan Pandan Wangi


__ADS_3

Uhuuk...uhuk... Sugala batuk-batuk kemudian keluar darah segar dari mulutnya"apa kau kau baik-baik saja Sugala"tanya Sugati sambil memegangi dadanya sendiri,"pukulannya benar-benar luar biasa"ucap Sugala segera menyalurkan hawa murni ke seluruh tubuhnya,"tidak hanya itu gerakannya juga sangat cepat,"ucap Sugati,


"lebih baik kita serang dia bersama sama"ucap Pandan Wangi yang sudah berdiri dengan sempoyongan"kau benar Wangi, Sugala dan kau Sugati bersiaplah kita serang dia bersama-sama"teriak Ariani Dewi,"kau dengar itu Sugala"ucap Sugati setelah mendengar perkataan Ariani,"baiklah ayo kita lakukan,"jawab Sugala, kemudian mereka berempat pun lalu bersiap menggelar jurusnya.


"Majulah kalian semua "ucap si Jubah Hitam , sambil mengepalkan tangannya,"mereka pun maju serentak kearah si Jubah Hitam dan langsung melepaskan pukulannya duuuaaarrr.. duuuaaarrr...asap tebal membumbung tinggi memenuhi tempat berdirinya si Jubah Hitam, lalu dengan gerakan cepat si Jubah Hitam menghindari serangan mereka dan langsung melepaskan pukulan ke arah mereka wuusss.... duaaarrr.. mereka berempat pun berhamburan terlempar cukup jauh beberapa tombak,"rasakan pukulan pelemas tulang ku itu"ucap si Jubah Hitam.


Lalu si Jubah Hitam melesat cepat


menghampiri mereka dan menatapnya dengan tajam satu persatu , kemudian ia melangkah menghampiri Sugati,"cepat kau katakan di mana kita pedang Darah itu,"tanya si Jubah Hitam sambil mencengkram erat kerah baju Sugati,


"berapa kali kau tanya kan itu pada kami , jawabannya akan tetap sama karena kami tidak tahu di mana kitab itu"ucap Sugati dengan suara lemah tidak berdaya, "oh jadi begitu,"ucap si Jubah Hitam dingin,


"Sumpit cepat kau periksa ke dalam gua,"perintah si Jubah Hitam kemudian, "baik tuan"jawab Ki Sumpit lalu masuk ke dalam gua bersama Serigala Merah.


"Nasib kalian akan di tentukan setelah Sumpit keluar dari dalam gua itu"ucap si Jubah Hitam, dengan tersenyum menyeringai.


Sesaat kemudian Ki Sumpit sudah kembali di hadapan si Jubah Hitam,"hanya ini yang kami temukan tuan,"kata Ki Sumpit sambil menunjukkan sebuah peti kosong kepadanya,lalu si jubah hitam kembali mengalihkan pandangan ke Sugati,


"aku tidak segan segan untuk membunuh kalian semua jadi cepat kau katakan di mana kitab itu"desak si Jubah Hitam pada Sugati.


Melihat Sugati dalam cengkeraman si Jubah Hitam itu Pandan Wangi , "Ariani Dewi dan Sugala hanya bisa menatapnya dan tidak bisa berbuat apa-apa ,sebab tubuh mereka tidak bisa di gerakkan akibat pukulan pelemas tulang yang telah di lepaskan si Jubah Hitam .


"Berapa kali ku katakan pada mu,aku benar-benar tidak tahu"ucap Sugati dengan jawaban yang sama.

__ADS_1


"Jika itu pilihan mu baiklah , ucap si Jubah Hitam yang terkesan dingin dan kejam, dengan tersenyum menyeringai lalu ia menempelkan tangannya ke dada Sugati dan duuuaaarrr... Sugati terlempar jauh dengan tubuh gosong dan tak ada yang tahu bagaimana nasibnya, "Sugati...!!!!! teriak Sugala setelah melihat nasib saudaranya yang tragis itu.


"Biadab ",ucap Ariani Dewi sambil menatap kearah si Jubah Hitam, yang berjalan mendekati, "Arian jika aku mati di sini balaskan dendam saudara ku ,"pinta Sugala,"aku janji pada mu jika aku selamat akan aku balaskan dendam itu,"ucap Ariani Dewi.


Dengan rasa marah yang tertahan Sugala menatap si Jubah Hitam yang datang menghampirinya,


"katakan di mana kitab itu ,kalau tidak nasib kalian akan seperti teman kalian itu,"tanya si Jubah Hitam setelah di dekat Sugala, namun Sugala tak menjawab pertanyaan itu,malah ia menatap tajam si Jubah Hitam dengan sorot mata yang memancarkan penuh kebencian.


"Dasar manusia tidak berguna ",ucap si Jubah Hitam dan crash... dengan cepat ia memenggal kepala kepala Sugala dengan pedang besarnya karena tidak mendapatkan jawaban.


"kurang ajar kejam sekali perbuatannya itu", ucap Pandan Wangi dengan marah,sambil mencoba menyalurkan tenaga dalamnya namun tidak bisa,ia mencoba dan mencoba namun tetap tidak bisa juga,"benar-benar sialan,"desah Pandan Wangi putus asa,


"kurasa pengabdian ku pada yang mulia cukup sampai di sini "ucap Ariani Dewi dengan pasrah,


"tuan ku rasa kitab itu memang tidak ada pada mereka tuan,"ucap Ki Sumpit,


si Jubah Hitam terdiam dan membenarkan ucapan Ki Sumpit itu,"lalu di mana kitab itu dan siapa yang telah mendahului mereka"tanya si Jubah Hitam,


"maaf tuan mengenai itu saya tidak tahu"ucap Ki Sumpit, "kalian berdua memang bodoh"ucap si Jubah Hitam dengan kecewa,"aku rasa orang yang membawa kitab itu belum jauh dan kita bisa mencarinya tuan,"ucap Ki Sumpit,


"jika begitu cepatlah kau dan serigala merah pergi untuk mencarinya"ucap si Jubah Hitam,


"lalu bagaimana dengan dua perempuan itu tuan "tanya Ki Sumpit,"soal itu jangan kau pikirkan Sumpit,ucap si Jubah Hitam,"baik tuan,"ucap Ki Sumpit lalu pergi bersama Serigala Merah.

__ADS_1


Lalu si Jubah Hitam pergi menjauhi Pandan Wangi dan Ariani Dewi, mereka berdua pun agak sedikit lega melihat si Jubah Hitam pergi meninggalkannya,namun kelegaan mereka hanya sebatas kuku saja ,karena tiba-tiba si Jubah Hitam mengarahkan tangannya kebelakang dan sebuah sinar meluncur ke arah mereka kemudian duuuaaarrr.... terdengar dentuman keras bersamaan dengan menghilangnya si Jubah Hitam.


"Kanda mendengar itu "ucap Rangga sambil menghentikan jalannya setelah mendengar bunyi ledakan itu,"benar dinda prabu aku rasa di sana ada pertempuran,"ucap Arya Soma.


"Cepat kanda jangan buang-buang waktu "ucap Rangga segera melesat cepat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan tidak lama kemudian sampailah Rangga di tempat asal ledakan itu, kemudian di susul oleh Arya Soma di belakangnya.


"Ternyata kita terlambat kanda,"ucap Rangga kecewa,lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu,"benar dinda prabu seperti dugaan ku ternyata di sini baru saja terjadi sebuah pertempuran"ucap Arya Soma ,lalu melangkah memeriksa tempat itu .


"kira-kira ini tubuh siapa,"ucap Arya Soma setelah melihat tubuh Sugala tanpa kepala itu,"apakah kanda menemukan sesuatu "tanya Rangga,"cuma tubuh tanpa kepala dinda,"jawab Arya Soma,


"itu ada lagi dinda "ucap Arya Soma sambil menunjuk tubuh Sugati yang telah gosong dan terlihat mengenaskan dan tanpa banyak bicara Rangga pun segera mendekatinya.


"Jika melihat dari lukanya orang ini pasti di pukul dengan jarak dekat" ujar Rangga setelah melihat tubuh itu hancur di bagian dadanya,"lalu di mana Ariani Dewi dan Pandan Wangi sekarang"batin Rangga.


"Sebaiknya kita kuburkan mayat-mayat ini kanda"ucap Rangga,"baik dinda prabu"ucap Arya Soma lalu ia Soma segera melepaskan pukulan tapak mautnya duuuaaarrr.... terciptalah sebuah lubang besar dan mereka berdua pun memasukkan mayat -mayat itu ke lubang dan tak berapa lama penguburan itu pun selesai.


"Bagaimana selanjutnya dinda prabu apakah kita terus mencari Ariani Dewi dan Pandan Wangi,atau kembali ke kerajaan,"tanya Arya Soma,


"Begini saja kanda lebih baik kanda pulang lebih dulu ke istana dan biarlah aku yang melanjutkan pencarian terhadap Ariani Dewi dan Pandan Wangi,"ucap Rangga ,


"Apakah dinda yakin"ucap Arya Soma memastikan.


"ya aku khawatir dengan keadaan mereka setelah melihat situasi di sini yang sudah menjadi porak poranda,"ucap Rangga.

__ADS_1


"Cepat pulanglah kanda ,"ucap Rangga kemudian,"baiklah dinda prabu dan berhati-hatilah"ucap Arya Soma lalu melesat pergi.


"Kira-kira perbuatan siapa ini,"ucap Rangga kemudian segera pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2