Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Berlatih di Air terjun bidadari


__ADS_3

Mendengar keterangan dari Demang Sayuti itu , Senopati Gautama merasa akan ada sesuatu yang besar bakal terjadi.


"Sebaiknya harus cepat Ki agar kita tidak kemalaman sampai di sana"ucap Senopati Gautama,


"Baik Gusti menurut ku juga begitu"kata Demang Sayuti ,


Karena di buru waktu mereka pun tidak banyak cakap lagi dan mempercepat perjalanan mereka.


...----------------...


∆Setelah berhasil menghancurkan batu besar yang menutupi mulut gua itu Rangga segera meneruskan langkah kakinya lebih jauh masuk ke dalam gua itu.


Begitu di dalam gua ia tidak menemukan hal apa pun yang istimewa di dalam situ ,ternyata sama seperti gua pada umumnya hanya ruangan kosong .


"Pasti ada sesuatu di dalam gua ini,jika tidak kenapa ada batu besar yang menutupi nya"ucap Rangga.


"Seperti nya gua ini dulunya pernah di tempati oleh seseorang "ucap Rangga sambil memperhatikan ruangan dalam gua itu.


"Tempat ini benar benar tersembunyi , orang pasti tidak akan menyangka kalau di belakang air terjun ini ada sebuah gua , sungguh pintar orang yang membuat gua ini"ucap Rangga memuji.


Pandangan Rangga kemudian tertuju pada salah satu dinding gua yang penuh dengan coretan coretan yang tidak beraturan.


"Seperti nya aku harus melihatnya lebih dekat karena ruangan ini sedikit gelap"gumam Rangga,ia segera mendekati dinding gua itu dan meraba raba nya.


"Mmmmm.... sepertinya ini bukan coretan biasa jika di lihat dari garis anak panah ini yang menunjuk ke bawah lantai gua"ucap Rangga,


"Saya yakin ini adalah sebuah petunjuk ,kira kira petunjuk tentang apa"tanya Rangga.


Ia pun lalu mengikuti garis garis panah yang menuju ke lantai gua itu,


"kira kira apa yang terpendam di bawah sini"ucap Rangga, merasa penasaran.


ia pun segera menggali lantai itu dengan pedangnya karena tidak menemukan alat lain,tak berapa lama kemudian pedangnya membentur sebuah benda keras yang ternyata adalah sebuah peti dari besi.


Dengan hati yang berdebar-debar ia pun lalu membuka peti itu dan alangkah terkejutnya setelah ia tahu bahwa yang ada di dalam peti tersebut adalah dua buah pedang yang tampilannya sangat menarik serta mempesona.


"Kira kira siapa yang menaruh dua pedang ini di tempat ini .. jangan... jangan maksud kakek dalam mimpi itu sesuatu yang istimewa itu adalah dua buah pedang ini"gumam Rangga,


"ya aku yakin pasti dua buah pedang ini yang di maksud kakek itu"ucap Rangga.


Setelah merasa yakin bahwa pedang itu adalah barang istimewa yang di maksud kakek dalam mimpi nya itu ,ia pun lalu mencoba mengambil kedua pedang kembar itu.


Betapa terkejutnya Rangga setelah merasakan betapa berat nya kedua pedang itu, ia merasa seperti mengangkat dua buah batu besar.


"Benar benar sulit di percaya , ternyata aku tidak sanggup mengangkat pedang ini"ucap Rangga,


Karena merasa penasaran ia pun segera mengerahkan seluruh kekuatan nya dan mencoba mengangkat kembali dua pedang itu ,namun hasilnya tetap sama.


"Ini benar-benar aneh kenapa waktu masih di dalam peti terasa ringan"ucap Rangga tidak mengerti, lalu ia mencoba mengangkat peti itu dan ternyata memang bisa di angkat dengan mudah.


"Apa arti dari semua ini kenapa aku tidak sanggup untuk mengangkat pedang ini secara langsung"ucap Rangga.


Karena lelah dan kehabisan tenaga Rangga pun merebahkan badannya dan tanpa sadar ia pun tertidur.


Dalam tidurnya itu Rangga kembali bermimpi bertemu dengan Kakek yang kemarin.


"Selamat cucu ku Kau telah berhasil menemukan barang istimewa yang ku maksud itu,tapi kau tidak akan bisa menguasai kedua pedang kembar itu sebelum kau menguasai jurus dewa pedang membelah bulan"kata kakek itu dan menghilang, seketika itu pula Rangga pun terbangun dari mimpinya.


"kakek itu lagi "gumam Rangga,


"tunggu " bukan kah kakek itu tadi berkata tentang jurus dewa pedang membelah bulan,kenapa aku sampai lupa"ucap Rangga sambil memukul jidat nya sendiri.


Ia pun segera mengambil gulungan itu dari sakunya tapi....ia semakin kesal setelah tahu kalau dirinya hanya mengenakan pakaian dalam saja, dengan perasaan kesal ia pun segera ke luar gua untuk mengambil pakaiannya dan segera kembali lagi masuk kedalam gua .


Rangga kemudian membuka gulungan itu lebar lebar dan memperhatikan baik baik gerakan gambar gambar itu ternyata tidak butuh waktu lama ia dapat mengerti dan memahami setiap gerakan jurus jurus itu.

__ADS_1


Segera saja ia mulai mempelajari jurus yang ada di dalam gulungan itu dengan menirukan satu persatu gerakan-gerakan dalam gambar itu.


Rangga segera mengeluarkan pedangnya mencoba memperagakan jurus itu ,di tahap pertama ia tidak menemukan kesulitan yang berarti karena gerakannya mirip dengan jurus pedang kembar tanpa tanding, begitu pula dengan tahap kedua ketiga dan ke empat berjalan dengan lancar, seiring berjalannya waktu latihan Rangga sudah sampai pada tahap ke lima atau tahap terakhir dalam jurus ini,tapi pada tahap kelima ini, ia benar benar di buat tidak berdaya dengan jurus itu.


Di tahap terakhir inilah tenaga dalam benar-benar di gunakan secara besar-besaran, pernah suatu kali Rangga hampir mati kehabisan nafas karena terlalu besar tenaga yang di keluarkan untuk mempelajari jurus itu .


"Ternyata tenaga dalam ku masih belum cukup,untuk mempelajarinya, walau pun aku sudah minum air terjun itu"ucap Rangga dengan kesal.


Karena merasa kesal Rangga pun memutuskan untuk bersemedi untuk mendapatkan suatu petunjuk,di dalam semedinya itu untuk yang ketiga kalinya Rangga bertemu kembali dengan kakek itu,


"kakek tahu keresahan mu cucu ku,"ucap kakek itu,


"mohon petunjuk mu kakek"ucap Rangga,


"untuk meningkatkan tenaga dalam mu berendam lah selama empat puluh hari empat puluh malam di bawah air terjun itu cucu ku"ucap kakek itu, dan kembali menghilang.


Setelah mendapat petunjuk dari kakek itu ,Rangga pun segera pergi ke air terjun bidadari untuk bersemedi dan waktu yang di butuhkan adalah empat puluh hari empat puluh malam dengan tidak makan dan minum


Awalnya Rangga merasa susah untuk berkonsentrasi karena terkena guyuran air terjun yang deras itu, tapi setelah beberapa kali mencoba lama-kelamaan bisa dan ia pun hanyut dalam keheningan.


Dalam semedinya itu Rangga melihat seseorang memainkan jurus dewa pedang membelah bulan dengan sangat lihai ,sepertinya orang itu pemilik jurus ini yang sengaja memberikan petunjuk padanya lalu setelah itu ia pun kemudian menghilang .


Setelah orang itu hilang lalu ia melihat ibunya yang seolah tersenyum bangga padanya.


"ibu "gumam Rangga.


Waktu berjalan dengan cepat hari hari pun terus ganti tanpa Rangga sadari , ia telah sampai pada hari yang terakhir yaitu hari ke empat puluh.


"Bangunlah cucu ku, semedi mu telah selesai"ucap seorang kakek dalam semedinya itu dengan mengangguk-angguk dan tersenyum padanya.


Rangga pun segera membuka matanya ternyata hari sudah pagi ,ia merasakan tubuhnya lemah tak bertenaga sama sekali setelah tidak makan dan minum selama empat puluh hari.


Karena tidak ada apa pun yang di makan , terpaksa ia minum air terjun itu dan seketika itu juga ia merasa suatu keajaiban karena tubuhnya yang tadi tidak bertenaga kini pulih seperti sedia kala,


"benar-benar ajaib khasiat air terjun ini aku jadi teringat sesuatu tapi.. biar soal itu ku pikir nanti"ucap Rangga tidak. meneruskan kata-katanya.


"Baiklah akan ku coba menggunakan pedang ini untuk menyempurnakan tahap terakhir jurus ini"ucap Rangga .


Ia pun segera mengerahkan tenaga dalam nya dan ternyata kali ini pedang itu dapat di ambilnya dengan mudah tanpa terasa berat sama sekali padahal dia hanya mengerah seperempat dari tenaga dalamnya.


"Akhirnya kau ku takluk kan juga pedang kembar sialan"ucap Rangga dan ia pun segera mencoba memainkan jurus dewa pedang membelah bulan tahap pertama dan kedua.


Rangga menyalurkan tenaga dalamnya ke pedang itu dan mengibaskan ke kiri dan kanan lalu memutar nya , sungguh luar biasa hasilnya gua itu terasa bergetar bagaikan terserang gempa.


"Sungguh luar biasa , hampir saja aku meruntuhkan tempat ini padahal itu baru jurus tahap satu dan dua "ucap Rangga seolah tidak percaya.


Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika tadi dia menggunakan jurus dewa pedang membelah bulan tahap lima sudah dapat di pastikan tempat itu akan hancur.


"Seperti aku harus berlatih di luar agar tempat ini tidak hancur "ucap Rangga memutuskan .


Ia pun segera meluncur keluar menuju ke bawah air terjun.


"Sekarang aku tidak perlu khawatir lagi , akan ku kerah seluruh kekuatan ku , seberapa dahsyat jurus dewa pedang membelah bulan tingkat akhir ini"ucap Rangga.


Rangga memegang pedang nya erat erat dan segera menyalurkan seluruh tenaga secara besar-besaran pada dua pedang nya dan melompat tinggi lalu wuusss....ia mengayunkan pedangnya ke arah kolam air terjun duuuaaarrr.....kolam air terjun itu pun kering seketika karena begitu dahsyat pukulan itu.


Hiaaaat..Haaap .... Rangga pun mendarat dengan sempurna di atas tanah,"benar-benar dahsyat jurus ini, setimpal dengan tenaga yang di keluarkan nya"ucap Rangga sambil memperhatikan dua pedang kembar di tangan nya yang terlihat garang.


"Aku merasakan pedang ini lain tidak seperti pada umumnya"ucap Rangga.


Setelah berhasil menyelesaikan jurus dewa pedang membelah bulan itu kemudian Rangga bergegas pergi dari tempat itu dan tidak lupa ia juga mengambil air terjun itu untuk bekal perjalanannya.


Setelah memastikan tidak ada sesuatu apa pun yang ketinggalan ia pun segera melesat ke arah tempat di mana kudanya dulu di tinggalkan.


Tanpa sepengetahuan Rangga tempat air terjun itu tiba-tiba lenyap dan berubah menjadi hutan biasa seiring kepergiannya.

__ADS_1


Dengan kekuatan yang kini di miliknya Rangga bisa dengan cepat sampai di tempat di mana kudanya berada tapi sayang kuda telah tiada.


"Kemana perginya si hitam , apakah sudah di makan bintang buas"ucap Rangga, dengan mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling hutan,tiba tiba-tiba ia melihat semak semak bergerak.


"Rupanya kau di sana hitam "ucap Rangga segera berlari menuju ke arah semak semak itu,


"ternyata kau memang di sini "ucap Rangga tersenyum senang.


Rangga pun segera menaiki kudanya dan bergegas menuju desa Pasung untuk menemui Patih Kencana Loka yang pernah di tolong nya waktu itu.


...----------------...


Sementara itu di desa Pasung keadaan Patih Kencana Loka sudah tampak sedikit membaik ,namun tak ubahnya seorang bayi yang baru lahir ia tidak bisa apa-apa karena lumpuh yang di deritanya.


Sambil berbaring di atas dipan Patih Kencana Loka akhirnya bicara berterus terang tentang siapa dirinya yang sebenarnya kepada Kiwari, karena menurutnya tidak ada salahnya kalau Kiwari tahu semuanya.


Mendengar penjelasan itu Kiwari sangat terkejut bukan main,ia tidak menduga kalau tamunya selama ini adalah seorang Patih dari kerajaan Prada Jaya.


"Sudah dua kali aku merepotkan mu Kiwari"ucap Patih Kencana Loka dengan di atas pembaringan nya.


"sudah sepantasnya kita tolong menolong Gusti btak perlu di besar besar kan i"ucap Kiwari,


"Kiwari aku benar-benar berhutang budi pada mu "ucap Patih Kencana Loka suatu ketika di pembaringan nya.


"Jangan berkata begitu Gusti Patih hamba merasa bangga bisa membantu Gusti Patih"ucap Kiwari,


"Tapi bagaimana pun juga suatu saat aku pasti akan membalas semua kebaikan mu Kiwari"ucap Patih Kencana Loka,


"Seperti nya Gusti Patih salah anggapan kalau mau membalas kebaikan ku , karena mengobati orang adalah kewajiban ku sebagai tabib,sesungguhnya pemuda yang membawa Gusti Patih ke sinilah orang yang patut Gusti Patih balas kebaikan nya"ucap Kiwari,


"Seorang pemuda ,siapa nama pemuda itu Kiwari"tanya Patih Kencana Loka,


"pemuda itu bernama Rangga,dia lah yang membawa Gusti Patih kemari"jawab Kiwari.


"Lalu di mana pemuda itu Kiwari aku ingin mengucap terima kasih padanya"ucap Patih Kencana Loka,


"maaf Gusti Patih di mana dia hamba tidak tahu , karena waktu itu dia kelihatan buru buru dan dia juga tidak mengatakan akan ke mana"jawab Kiwari.


Patih Kencana Loka merasa sangat kecewa karena tidak sempat bertemu dengan orang yang menyelamatkan hidupnya itu untuk sekedar mengucap terima kasih.


"Tapi Gusti Patih jangan khawatir karena pemuda itu mengatakan akan ke sini lagi untuk menengok Gusti"ucap Kiwari yang sepertinya tahu akan perasaan Patih Kencana Loka yang tampak kecewa itu.


"Apa benar dia mengatakan begitu Kiwari"tanya Patih Kencana Loka memastikan tidak salah dengar,


"begitulah yang hamba dengar darinya Gusti Patih"jawab Kiwari,


"Menurut Kiwari kira kira kapan pemuda itu datang kemari"tanya Patih Kencana Loka ingin tahu,


"mengenai itu hamba tidak bisa memastikan nya Gusti "jawab Kiwari,


"Seperti nya aku memang harus bersabar"ucap Patih Kencana Loka,


"sebaiknya memang begitu Gusti"ujar Kiwari.


"Percaya lah Gusti Patih pemuda itu pasti datang lagi kemari karena hamba yakin dia adalah seorang pendekar yang bisa di percaya"lanjut Kiwari seraya menghibur Patih Kencana Loka.


"Kiwari seandainya pemuda itu tidak datang ke sini lagi ,aku mau minta bantuan mu sekali lagi,itu pun jika kau tidak keberatan"ucap Patih Kencana Loka,


"Gusti Patih tidak usah sungkan katakan saja bantuan apa itu ,jika hamba bisa akan hamba lakukan"ucap Kiwari dengan tulus.


Mendengar jawaban dari Kiwari yang tulus tersebut Patih Kencana merasa terharu campur senang, namun ia juga bimbang karena takut membahayakan nyawanya.


...----------------...


(siapakah pemilik pedang kembar yang di temukan Rangga itu dan bagaimana nasib raja Anggara Dewa , ikuti terus perjalanan pendekar pedang kembar)

__ADS_1


kepada pembaca yang Budiman mohon beri dukungan nya ya dengan like dan vote agar author lebih semangat lagi terimakasih.


__ADS_2