
Dewi Kara begitu gembira melihat Larasati sudah sembuh ia pun langsung memeluk nya.
"Larasati anak ku syukur kau sudah sembuh"ucap Dewi Kara menangis bahagia.
"Larasati berterima kasih lah pada Gusti ratu Dewi Sekar dan Gusti prabu Rangga berkat mereka berdua kamu sekarang sembuh"ucap Dewi Kara.
Mendengar ibunya menyebut nama Rangga Larasati pun tercekat, karena setahu dia Rangga sudah meninggal beberapa tahun lalu.
"Larasati cepat berterima kasih pada Gusti prabu dan Gusti ratu"ucap Arya Soma sambil menunjuk ke pada Rangga dan Dewi Sekar.
Larasati pun lalu berdiri dan menatap tajam kepada Rangga dengan tatapan mata yang penuh dengan kebencian.
",Jadi rupanya ini orang yang telah merebut tahta Martapura dari ayah"batin Larasati.
"Tidak aku tidak akan berterima kasih pada orang yang licik seperti dia yang telah merebut tahta Martapura dari tangan ayah"ucap Larasati.
Semua orang pun terkejut mendengar perkataan Larasati itu, Arya Soma pun langsung naik darah atas kata kata Larasati itu.
"Larasati jaga bicaramu...!!!!"teriak Arya Soma.
"Kenapa kau bisa mengatakan kata kata yang tidak pantas seperti itu pada Gusti prabu dapat dari mana kata kata itu"tanya Arya Soma dengan sangat marah dan juga malu pada Rangga serta orang yang ada di ruangan itu.
Mendengar pertanyaan ayahnya itu Larasati melesat keluar meninggalkan mereka.
"Larasati... tunggu"teriak Arya Soma,namun panggilan ayahnya itu tidak ia gubris .
"Maaf Gusti prabu atas ucapan Larasati tadi "ucap Arya Soma.
"Tidak usah kau pikirkan Arya Soma mungkin dia belum mengerti yang sebenarnya"ucap Rangga.
"Ini benar benar sangat memalukan Gusti prabu saya rasa ada yang mengarang cerita bohong dan menceritakan padanya sehingga ia jadi begitu"ucap Arya Soma.
"Sebaiknya kau kejar dia aku takut dia kenapa kenapa"ucap Rangga.
"baik Gusti prabu saya mohon diri Gusti "ucap Arya Soma segera pergi dari hadapan Rangga untuk mengejar Larasati.
Dengan penuh kemarahan Arya Soma mencari Larasati ke sana kemari ia berniat menghajar anaknya jika masih terus bersikap seperti itu.
"Kenapa Romo tidak membela aku tapi malah memarahi ku ,apa semua cerita paman Aswan itu tidak benar"gumam Larasati.
"Larasati..."teriak Arya Soma tiba tiba ada di belakangnya.
"Romo.."ucap Larasati dengan membalikkan badannya dan melihat ayahnya dengan muka merah penuh dengan kemarahan.
"Romo ingin tahu apa maksud dari perkataan mu tadi pada Gusti prabu ,aku tidak akan segan segan untuk menghukum mu biar pun kau adalah anak ku sendiri"ucap Arya Soma.
"Aku hanya ingin Romo mendapatkan hak Romo yang di rebut secara licik oleh..
"Cukup Larasati ...sekali kau bilang Gusti prabu licik akan ku bungkam mulut mu dengan tangan ku ini "bentak.. Arya Soma memotong pembicaraan Larasati.
"Aku ingin tahu kenapa kau bisa mengatakan kalau Gusti prabu Rangga merebut tahta dari ku,cepat katakan..."desak Arya Soma.
Melihat kemarahan ayahnya ,benar benar memuncak Larasati pun gemetaran dan bersimpuh di hadapan nya.
"Ampun Romo paman Aswan lah yang mengatakan begitu pada ku"ucap Larasati.
"Benar tebakan ku, ternyata ini adalah ulah dia"ucap Arya Soma sambil mengepalkan tangannya.
"Larasati dengarkan Romo, sebenarnya Aswan lah yang dari dulu ingin menginginkan tahta Martapura ini , sudah beberapa kali kakek mu prabu Dungga terlibat percekcokan dengan dia gara gara tahta Martapura ini dan aku minta kau jauhi dia ,karena dia sekarang sudah menjadi musuh Martapura"ucap Arya Soma
"Jadi semua yang di katakan oleh paman Aswan itu tidak benar romo"tanya Larasati.
"Ya dia mengarang cerita bohong untuk meracuni pikiran mu yang belum tahu cerita yang sebenarnya"ucap Arya Soma kemudian Arya Soma pun menceritakan semua kejadian beberapa tahun yang silam itu kepada nya.
Setelah mendengar cerita dari ayahnya itu kini Larasati pun dapat mengerti secara jelas permasalahannya.
"Maafkan aku romo atas tindakan ku tadi itu"ucap Larasati setelah mendengar cerita dari ayahnya itu.
"Kau tidak perlu minta maaf pada ku minta maaf lah pada Gusti Prabu" ucap Arya Soma.
"Apakah Gusti prabu mau memaafkan aku Romo"ucap Larasati.
"Sudah tentu dia akan memaafkan mu ,mari kita ke sana"ucap Arya Soma.
Dyah Ayu Larasati pun menuruti ajakan ayahnya itu untuk menemui Rangga untuk meminta maaf padanya.
Sementara itu di dalam istana Rangga,Dewi Sekar dan Arum terlihat sedang bercengkrama mereka bertiga saling melepaskan rindu setelah bertahun-tahun lamanya berpisah.
Bagi Arum inilah kebahagiaan yang paling besar dalam hidupnya dapat berkumpul kembali dengan ayah dan ibunya.
Melihat ibu dan anak saling melepas kan rindu itu , Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun merasa sangat terharu atas kebahagiaan mereka itu .
"Akhirnya Arum mendapatkan kebahagiaan nya ya Ariani"ucap Pandan Wangi sambil mengusap air mata yang mengalir tanpa terasa di pipinya itu.
"Ya kau benar Wangi , aku merasa bahagia melihat mereka bahagia"ucap Ariani Dewi yang juga menyeka air matanya.
"Ku harap mereka tidak berpisah lagi "ucap Ariani Dewi.
__ADS_1
Pandan Wangi hanya mengangguk mendengar ucapan dari Ariani Dewi itu.
Tidak lama kemudian Arya Soma dan Larasati pun sampai di dalam istana untuk menjelaskan kesalahan paham yang terjadi .
"Maaf Gusti prabu ternyata ini semua ulah dari paman Aswan yang mengarah cerita palsu pada Larasati"ucap Arya Soma.
"Maafkan saya uwak prabu atas perkataan saya tadi"ucap Larasati.
"Tidak apa apa Larasati aku tahu kau hanya terkena hasutan Aswan jadi aku maklumi itu"ucap Rangga sambil tersenyum.
"Gusti putri aku juga mau minta maaf atas sikap ku tadi"ucap Larasati kepada Arum.
"Sudahlah yunda Larasati tidak usah terlalu mempermasalahkan hal itu aku sudah melupakan kejadian itu kok yunda"ucap Arum.
Pandan Wangi dan Ariani Dewi merasa kagum dengan sikap Arum itu, mirip sekali dengan sikap ibunya Dewi Sekar.
"kakang Patih aku ingin sekarang juga kau bawa Wiro Kusumo kehadapan ku "ucap Rangga .
"Baik Gusti prabu "ucap Arya Soma dan bergegas pergi ke depan halaman istana untuk menjemput Wiro Kusumo.
Tidak lama kemudian tibalah Kencana Loka, Lingga dan Sendawa di Martapura.
Melihat halaman depan istana berantakan itu mereka bertiga menghentikan langkahnya dengan hatinya mereka bertanya tanya apa yang telah terjadi dengan Martapura baru baru ini.
"Ada apa ini kenapa banyak prajurit yang tewas"gumam Kencana Loka.
"Sepertinya telah terjadi kekacauan paman"ucap Lingga kepada kencana Loka.
"Itu Gusti prabu Arya Soma mari kita tanya kan pada beliau"ucap Kencana Loka begitu melihat Arya semua menuju ke arahnya.
"Hormat kami Gusti prabu"ucap Kencana Loka dan Lingga.
"Mulai saat ini jangan panggil aku Gusti prabu lagi paman Karena raja Martapura yang sebenarnya sudah kembali"ucap Arya Soma.
"Apa maksud Gusti "tanya Kencana Loka tidak mengerti
"Prabu Rangga sudah kembali "ucap Arya Soma.
Mendengar keterangan Arya Soma itu Kencana Loka dan Lingga tidak bisa berkata , mereka malah saling melemparkan pandangan antara percaya dan tidak .
"Kenapa bengong paman cepat temui beliau di dalam "ucap Arya Soma.
"Baiklah, ayo Lingga kita temui Gusti prabu, kami duluan Gusti Patih"ucap Kencana Loka.
"Silahkan paman"jawab Arya Soma.
Kemudian mereka berdua pun berlalu dan buru buru ke dalam untuk menemui Rangga.
Melihat Wiro Kusumo sedang bersandar di bawah pohon dengan tubuh terluka Arya Soma pun segera memanggilnya.
"Paman kemari lah Gusti prabu memanggil mu"ucap Arya Soma dari jarak lima tombak.
Mendengar Arya Soma menyebut Gusti prabu Wiro Kusumo pun tampaknya bingung dan segera berjalan ke arahnya.
"Cepat paman ikut aku ke dalam karena Gusti Prabu Rangga sudah kembali dia ingin bertemu dengan paman "ucap Arya Soma sambil membalikkan badannya dan berjalan .
"Apa Rangga sudah kembali..."batin Wiro Kusumo langsung tercekat.
"Paman ada apa ayo cepat"ucap Arya Soma begitu melihat Wiro Kusumo belum beranjak.
"Iy...a Gusti Patih "ucap Wiro Kusumo dengan tergagap dan langsung berjalan mengikuti Arya Soma.
Sementara itu di dalam istana Kencana Loka dan Lingga benar benar merasa gembira begitu melihat Rangga masih hidup dan kini berada di depannya.
Bagi mereka inilah ada suatu keajaiban yang datang secara tiba-tiba.
"Kami berharap Gusti prabu tidak meninggalkan kami lagi "ucap Kencana Loka dengan air mata berlinang.
"Tentu paman aku berjanji tidak akan meninggalkan Martapura lagi "ucap Rangga.
"Maaf Gusti bagaimana Gusti bisa selamat dari ledakan besar itu "tanya Lingga.
"Nanti aku ceritakan pada kalian semua bagaimana aku bisa selamat dari ledakan waktu itu tapi sebelum itu aku ingin bertemu dengan Wiro Kusumo dulu"jawab Rangga.
Arya Soma dan Wiro Kusumo pun tiba di hadapan Rangga yang saat itu sedang bercakap-cakap dengan Kencana Loka dan Lingga.
"Apa..jadi benar Rangga masih hidup"ucap Wiro Kusumo begitu melihat Rangga ada di depannya dan ia pun segera buru buru berlutut .
"Hormat saya Gusti prabu"ucap Wiro Kusumo.
"Bangun lah ,paman tidak perlu berlutut begitu"ucap Rangga.
"Hamba senang melihat Gusti prabu sudah kembali"ucap Wiro Kusumo.
"Aku juga senang melihat paman baik baik saja"ucap Rangga.
"Oh ya paman , apakah paman tahu sebab nya saya panggil paman kemari"ucap Rangga.
__ADS_1
"Tidak Gusti prabu"jawab Wiro Kusumo.
"Aku ingin tanya pada paman , apakah hukum yang tepat untuk seorang penghianat"tanya Rangga.
"Hukuman mati Gusti prabu"jawab Wiro Kusumo sigap.
"Paman benar , hukuman mati adalah untuk para penghianat"ucap Rangga.
"Tapi aku tidak ingin melakukan itu pada paman karena aku jasa paman cukup besar untuk Martapura ini , mulai saat ini aku memutuskan untuk mencabut jabatan Senopati yang paman pegang "sambung Rangga.
Semua yang hadir di tempat itu pun terkejut mendengar ucapan Rangga keputusan Rangga yang tiba-tiba itu.
"Maaf Gusti apa kesalahan hamba sehingga Gusti prabu berbuat begitu"ucap Wiro Kusumo.
"Lingga cepat periksa paman Wiro Kusumo "perintah Rangga.
"Baik Gusti prabu"ucap Lingga .
Arya Soma , Kencana Loka dan yang lainnya merasa heran dengan tindakan Rangga itu mereka benar benar tidak mengerti.
"Maaf paman aku hanya menjalankan perintah Gusti prabu "ucap Lingga dan segera memeriksa tubuh Wiro Kusumo dan ia pun menemukan sebuah botol kecil yang terbuat dari keramik.
"Hamba cuma menemukan ini Gusti prabu"ucap Lingga.
"Bawa ke sini Lingga"perintah Rangga.
"Ini Gusti prabu"ucap Lingga dengan menyerahkan botol kecil itu.
"Kalian semua tahu ini apa,ini adalah racun kalajengking cobra"tanya Rangga.
Wajah Wiro Kusumo langsung pucat begitu mendengar Rangga menyebut racun kalajengking cobra itu.
"Racun kalajengking cobra bukan kah itu racun yang pernah di bawa oleh orang orang yang menyerang kami tempo hari paman Kencana Loka"ucap Lingga.
"Ya kau benar Lingga"jawab Kencana Loka.
"Orang orang yang telah menyerang kalian berdua adalah orang suruhan dia"ucap Rangga.
"Apa....!!!!"jadi Wiro Kusumo kah yang berniat membunuh kami berdua tempo hari itu"ucap Kencana Loka.
"Maaf Gusti prabu sebenarnya apakah yang terjadi dengan paman Wiro Kusumo, kenapa tiba-tiba ia bertindak seperti itu"ucap Arya Soma.
"Dengar kakang selama ini aku telah mengawasi gerak-gerik paman Wiro Kusumo secara diam diam dan tanpa sepengetahuan kakang dia telah berbuat cukup jauh untuk menguasai Martapura ini bersama dengan Aswan "ucap Rangga.
"Oh,ternyata begitu pantas saja tadi dia tidak membela ku"ucap Pandan Wangi dalam hati teringat pertarungan dengan dia tadi.
"Kurang ajar jadi kau berniat memberontak pada Martapura paman"ucap Arya Soma dengan marah.
"Sabar kakang kendalikan amarah mu"ucap Rangga dengan menenangkan keadaan.
"Baik Gusti prabu"ucap Arya Soma dengan menatap Wiro Kusumo dengan penuh api kemarahan.
"Mengingat jasa jasa paman pada Martapura sebenarnya saya menyesal mencabut jabatan Senopati yang paman emban apa lagi sampai menghukum mati paman"ucap Rangga.
"Kesalahan saya memang besar Gusti prabu ,jika Gusti prabu ingin menghukum mati hamba , silahkan saya rela untuk menebus segala kesalahan yang telah ku lakukan "ucap Wiro Kusumo dengan pasrah.
"Paman Kencana Loka ku serahkan pada mu hukuman yang pantas untuk dia"ucap Rangga sambil menunjuk Wiro Kusumo.
"Maaf Gusti prabu aku mohon ampunilah Wiro Kusumo karena bagaimanapun dia adalah pahlawan Martapura yang selalu berada di garis depan medan perang manakala Martapura menghadapi peperangan"ucap Kencana Loka.
Wiro Kusumo sangat tersentuh hatinya mendengar perkataan Kencana Loka itu,ia benar benar tidak menyangka jika Kencana Loka akan membelanya.
Rangga terdiam mendengar permohonan Kencana Loka itu dan mengangguk angguk sambil tersenyum.
"Bagaimana menurut mu kakang Arya Soma"tanya Rangga.
"Saya sependapat dengan paman Kencana Loka Gusti prabu"ucap Arya Soma.
"Bagaimana dengan mu Pandan Wangi , Ariani Dewi dan yang lainnya"tanya Rangga.
"Kami semua sependapat dengan mereka berdua Gusti prabu mohon ampunilah Paman Wiro Kusumo"ucap Pandan Wangi dan semua yang hadir di situ.
Wiro Kusumo tak sanggup membendung air matanya, setelah tahu bahwa ternyata orang orang di Martapura sangat mencintai diri nya, dalam lubuk hatinya ia benar benar sangat menyesal telah terhasut oleh ucap Aswan.
"Kau dengar jawaban mereka semua paman mereka begitu sangat menyayangi paman tapi dengan tega paman mengkhianati mereka"ucap Rangga.
"Aku benar-benar sangat menyesal Gusti prabu telah mengkhianati Martapura "ucap Wiro Kusumo
"Penyesalan tidak bisa merubah keadaan apa pun paman jika itu sudah terlanjur terjadi paman "ucap Rangga.
"Baiklah setelah mendengar jawaban kalian semua yang ternyata sangat peduli dengan paman Wiro Kusumo aku akan mengampuninya dan keputusan ku tidak berubah untuk mencabut paman dari jabatan senopati dan paman akan di tempat kan di pasukan prajurit cadangan sebagai hukumannya"ucap Rangga
"Terima kasih Gusti prabu telah mengampuni saya dan saya berjanji bahwa kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi akan ku serahkan jiwa raga hamba kepada Martapura"ucap Wiro Kusumo dengan kelihatan bersungguh-sungguh.
"Baiklah akan aku pegang kata kata mu itu paman ,tapi jika suatu saat kejadian ini terulang kembali seribu maaf dan penyesalan paman tidak bakalan mengubah apa apa "ucap Rangga.
Setelah Rangga mencabut gelar senopati Wiro Kusumo itu lalu datanglah seorang menghadap padanya.
__ADS_1
"Saya menghadap Gusti prabu"ucap seseorang tiba-tiba datang.
Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Arum pun terkejut begitu melihat siapa yang datang itu.