
Pagi itu cuaca tampak cerah, matahari pun bersinar terang ,disertai angin bertiup sepoi-sepoi, burung burung pun tak ketinggalan menyambut pagi,dengan kicauan kicauan mereka.
Di sebuah tempat kediaman ki Demang tampak ramai penuh dengan orang orang,semua warga berkumpul seperti ada sesuatu yang penting ,karena jika ada hal hal yang menyangkut kepentingan warganya pasti Ki Demang mengumpulkan mereka.
Setelah melihat para warganya sudah berkumpul tak lama kemudian Ki Demang pun langsung mengatakan tujuan nya itu kenapa mengumpulkan mereka semua,
"para warga ku sekalian pasti kalian penasaran mengapa hari ini saya kumpulkan kalian disini , harap kalian ketahui bahwa hari ini di desa Kita yang cinta ini telah kedatangan tamu dari kerajaan Martapura yang akan menyampaikan sebuah berita pada kita semua,
baiklah agar aku dan kalian semua tidak tambah penasaran tentang berita apa itu ,saya persilahkan kepada tuan prajurit untuk menyampaikan berita itu "ucap dang Demang.
Tanpa membuang waktu lagi ki Demang mempersilahkan utusan kerajaan itu untuk menyampaikan tujuannya.
Beberapa saat kemudian terdengarlah utusan dari kerajaan Martapura itu.
"wahai para rakyat kerajaan Martapura sekalian ,dengarkan lah pengumuman yang akan saya sampaikan pada kalian semua"ucap prajurit itu kemudian membuka sebuah gulungan yang di bawanya.
"Barang siapa yang mampu mengalahkan pangeran Arya Soma dan dapat mencabut keris pulang geni yang tertancap pada batu di halaman istana maka orang itu akan di angkat menjadi raja kerajaan Martapura untuk menggantikan raja Dungga,
Jadi bagi siapa yang merasa mempunyai kemampuan tinggi boleh ikut ,tanpa pandang bulu baik pria maupun wanita demikian lah yang dapat kami sampaikan"kata prajurit itu mengakhiri perkataannya.
Setelah mendengar pengumuman itu dari prajurit kerajaan para warga desa pun kemudian membubarkan diri.
"Saya rasa akan sulit bagi para peserta untuk memenangkan sayembara itu, karena semua orang tahu bagaimana kesaktian pangeran Arya Soma,di tambah lagi mencabut keris pulang geni yang selama ini belum ada yang bisa mencabut keris itu,Baginda raja saja tidak nisa,apa lagi orang lain "kata seorang warga yang bernama Sakri.
"Huss belum tentu kang ,siapa tahu ada orang yang kesaktiannya melebihi Baginda dan pangeran Arya Soma" kata temannya yang bernama Wiryo.
__ADS_1
"ya juga sih tapi tetap saja sulit Yo ,,bagaimana pun pangeran itu sakti mandraguna "kata Sakri mantap dengan pendiriannya.
"Kalau itu saya juga tahu kang kalau pangeran Arya Soma itu sakti "balas Wiryo.
"Kenapa jadi kita yang repot sendiri lebih baik kita lihat saja sayembara itu nanti"kata Sakri
"Iya..ya.. benar juga ya kang lebih baik kita pulang kang"Ajak Wiryo kemudian.
Akhirnya kedua orang itu pun pulang setelah merasa perdebatannya tidak ada gunanya.
Tibalah hari dimana sayembara itu di laksanakan terlihat hilir mudik orang orang dari berbagai penjuru dusun menuju alun alun Martapura.
Sayembara itu berlaku untuk siapa saja yang merasa mampu untuk mengikutinya,baik dari negara tetangga ,sahabat maupun yang lainnya.
Sayembara ini akan sangat seru karena akan dihadiri banyak pendekar pendekar dari berbagai aliran di seluruh tanah Jawa maupun luar jawa entah putih atau pun hitam.
"Mata kamu taruh di mana dasar pemuda kampung, lain kali kalau jalan mata lihat ke depan bukan keatas ,dasar bodoh"kata wanita itu dengan kasarnya dan terus berjalan tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"Dia yang menabrak kenapa dia yang marah-marah aneh" ucap orang itu yang tak lain adalah Rangga .
"Maaf paman ada apa ramai-ramai dan sepertinya orang orang berjalan dengan terburu buru" tanya Rangga ingin tahu.
"Apakah Raden belum tahu bahwa hari ini ada sayembara "kata si paman itu.
"Sayembara apa paman,apakah paman juga ikut" tanya Rangga.
__ADS_1
"Ah mana mungkin paman ikut paling paling juga cuma melihat lihat saja Raden "kata orang itu.
"Nama saya Rangga paman ,jadi paman tidak usah memanggil saya Raden"kata Rangga.
"Nama paman siapa" tanya Rangga lagi.
"Nama paman Wiryo nak Rangga"kata paman itu juga memperkenalkan namanya.
"Apakah nak Rangga juga berkeinginan mau ikut atau melihat sayembara itu saja "tanya Ki Wiryo.
"Saya pikir melihatnya lebih menyenangkan dari pada mengikutinya paman"ucap Rangga,
"tapi kelihatannya nak Rangga ini seorang pendekar"kata Ki Wiryo.
"Paman bisa saja"ujar Rangga.
"Nanti akan saya jelaskan mengenai sayembara itu,siapa tahu nak Rangga berubah pikiran mau ikutan"kata Ki Wiryo.
"Lebih baik ayo kita cepat ke sana paman"ajak Rangga pada Ki Wiryo.
Karena penasaran Rangga bersama Ki Wiryo pun berangkat menuju ke alun alun itu .
Di sepanjang jalan Ki Wiryo menjelaskan kan semua tentang sayembara itu pada Rangga.
Rangga mendengarkan semua penjelasan Ki Wiryo dengan seksama tapi tetap saja ia tidak tertarik sedikitpun untuk
__ADS_1
mengikutinya.
...****************...