
"Tadi saya dengar Rangga memanggil mu Ariani Dewi"kata kakek Raja Alam membuka pembicaraan.
"benar kek Nama ku Ariani Dewi"jawab Ariani Dewi membenarkan.
"Kalau kakek boleh tahu siapakah guru mu Ariani"kata kakek Raja Alam kemudian.
"Nama guru ku Paron Geni kek,"jawab Ariani Dewi.
"Jadi kamu murid teman ku" kata kakek Raja Alam merasa senang.
"rupanya kakek mengenal guru ku"tanya Ariani Dewi.
"Bukan saja kenal tapi kami bersahabat Ariani "jawab kakek Raja Alam.
"Bagaimana kabar guru mu itu sekarang Ariani"tanya kakek Raja Alam ingin tahu.
"Guru sudah meninggal terbunuh saat beliau bertarung melawan kelabang Ireng kek"jawab Ariani Dewi dengan sedih.
"Apa..!! kelabang Ireng"tanya Kakek Raja Alam dengan terkejut.
"Benar kek bahkan padepokan kami pun di hancurkan nya dan seluruh murid padepokan pun semua tewas dibunuh olehnya"kata Ariani Dewi menjelaskan.
"Saya turut berduka atas meninggal nya guru mu itu Ariani"kata kakek Raja Alam turut sedih.
"ya kek terima kasih"jawab Ariani Dewi.
"Sambil menunggu Rangga selesai berlatih kau bisa membantu kakek di sini atau melakukan apa pun yang agar kau tidak bosan"kata kakek Raja Alam kemudian.
"Bagaimana kalau kakek mengajari aku beberapa jurus"kata Ariani Dewi kemudian.
"Kau tentunya sudah menguasai jurus jurus hebat dari Paron Geni mengapa masih meminta aku mengajari mu Ariani "tanya kakek Raja Alam.
"Aku mohon kek"kata Ariani Dewi sambil berlutut.
"Berdirilah jangan berlutut seperti itu pada ku"kata kakek Raja Alam kemudian.
"Aku mau menurunkan ilmu ku pada mu tapi dengan syarat yang harus kau penuhi"kata Kakek Raja Alam melanjutkan.
"Apa pun syaratnya aku bersedia kek"kata Ariani Dewi dengan sungguh-sungguh,
"Syarat cuma satu yaitu kau harus membantu Rangga manakala ia dalam kesulitan dan juga kau harus setia padanya, bagaimana apa kau sanggup"kata kakek Raja Alam.
"Baik kek saya sanggup karena menurut ku itu bukan soal yang sulit"jawab Ariani Dewi.
__ADS_1
"Saya mau bertanya kek "kata Ariani Dewi .
"Baiklah silahkan"kata kakek Raja Alam.
"Setia menurut kakek setia dalam arti yang bagaimana aku tidak mengerti"tanya Ariani Dewi.
"Apa dia belum tahu bahwa Rangga itu adalah seorang Raja Martapura ,dasar Rangga"kata kakek Raja Alam dalam hati.
"Nanti juga kamu akan mengerti dengan sendirinya Ariani yang kakek maksud dengan setia itu"jawab Kakek Raja Alam.
"baiklah Ariani mulai besok kau bisa mulai latihan"kata kakek Raja Alam memutuskan.
"baik kakek guru"ucap Ariani Dewi tampak senang.
Sejak saat itu Ariani Dewi pun di latih oleh kakek Raja Alam .
Kita tinggal dulu Kakek Raja Alam dan Ariani Dewi dan melihat sampai di mana perjalanan Arya Soma
Sementara itu Arya Soma masih terus melakukan kunjungan nya dari satu padepokan ke padepokan lain.
Kali ini Arya Soma tiba di padepokan Sangga langit sebuah padepokan besar yang telah melahirkan banyak pendekar pendekar tangguh dari didikannya itu.
"Ada keperluan apa ki sanak"tanya penjaga pintu gerbang padepokan itu.
"Mari saya antar ki sanak"kata penjaga pintu gerbang itu.
"Baiklah terima kasih"kata Arya Soma.
Lalu Arya Soma pun mengikuti penjaga pintu gerbang itu masuk ke dalam padepokan itu,
"silahkan ki sanak tunggu di sini biar aku panggil kan guru "kata penjaga pintu gerbang itu lalu ia menemui gurunya.
"saya menghadap guru"ucap penjaga gerbang itu,
"ya apakah ada sesuatu"tanya Ki Darmo warta,
"ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan guru"jawab penjaga pintu gerbang itu.
"baiklah katakan padanya aku akan segera menemui nya"jawab Ki Warta Darmo,
"baik guru akan saya sampaikan"ucap penjaga pintu gerbang itu , kemudian berlalu,
"Siapa kira kira tamu itu"ucap Ki Warta Darmo sambil merapikan bajunya dan segera melangkah keluar.
__ADS_1
Tak menunggu lama kemudian muncul lah Ki Darmo warta dari dalam , setelah melihat dan tahu siapa yang datang Ki Darmo warta pun langsung tergoboh goboh menyambut tamu nya itu.
"Oh Gusti Patih Arya Soma maafkan saya kalau saya telat menyambut kedatangan Gusti Patih"kata Ki Darmo warta.
"Sudahlah lah Ki Darmo warta tak perlu merasa bersalah lagi pula kunjungan ku ke sini juga dadakan"kata Arya Soma .
"Kalau begitu silahkan masuk gusti"kata Ki Darmo warta kemudian.
"Baik Ki Darmo"ucap Arya Soma,ia pun lalu masuk ke dalam bersama dengan Ki Darmo warta.
"nyi cepat buatkan minum ada tamu agung dari Martapura"perintah Ki Darmo warta
"baik Ki tunggu sebentar"ucap istri nya itu.
"maaf Gusti Patih kira kira gerangan apa yang membuat Gusti Patih datang kemari"tanya Ki Darmo warta.
" begini Ki Darmo saya di perintah kan oleh Gusti prabu Rangga untuk mengumpulkan para pendekar pendekar untuk ikut memperkuat Martapura,jadi saya minta kesediaan dari Ki Darmo warta untuk juga ikut menyumbang kan sedikit tenaganya untuk Martapura"kata Arya Soma menjelaskan.
"Kalau itu tidak masalah Gusti Patih justru saya merasa senang dapat ikut membela kerajaan Martapura"kata Ki Darmo warta.
Arya Soma merasa senang mendengar jawaban dari Ki Darmo warta itu,
"Saya ucapkan terimakasih atas kesediaan dan kerelaan Ki Darmo warta itu "kata Arya Soma.
Maaf gusti patih, kenapa gusti tidak menyuruh prajurit saja yang datang ke sini dengan begitu Gusti Patih tidak perlu repot jauh jauh datang sendiri kemari"tanya Ki Darmo warta,
"Awalnya saya berfikiran begitu Ki,tapi setelah saya pikir-pikir lagi , akhirnya saya memutuskan untuk melakukan ini sendiri sambil melihat lihat keadaan rakyat negeri ini"jawab Arya Soma.
"Saya benar-benar bangga pada Gusti Patih yang begitu perhatian pada rakyat"ucap Ki Darmo warta,
"jadi kapan saya akan berangkat ke Martapura Gusti Patih"tanya Ki Darmo warta.
"Mengenai itu nanti akan ada utusan dari Martapura yang menjemput Ki Darmo ke sini jadi tunggu saja"kata Arya Soma.
"Baiklah Gusti Patih"kata Ki Darmo warta.
",Kalau begitu secepatnya saya mau undur diri Ki Darmo karena masih banyak padepokan lain yang harus saya kunjungi"kata Arya Soma .
"Baiklah Gusti Patih jika begitu mari saya antar"kata Ki Darmo warta .
Arya Soma pun permisi dengan di antar Ki Darmo warta sampai ke pintu gerbang.
Setelah kepergian Arya Soma Ki Darmo warta pun mengumpulkan semua muridnya dan menjelaskan siapa tamunya yang tadi datang itu.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Ki Darmo itu para murid pun terkejut mereka tidak menyangka kalau yang datang itu adalah Arya Soma seorang Patih kerajaan Martapura yang terkenal sakti mandraguna.