Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Dewi Sekar Arum


__ADS_3

"Jadi barusan itu adalah cahaya dari keris pulang Geni yang menancap di kepala Kala Murka yang tidak sempat Gusti prabu cabut, lalu keris itu pergi dari sini untuk mencari tuannya , begitu maksud Gusti Patih"ucap Pandan Wangi.


"ya tepatnya begitu Pandan Wangi"ucap Arya Soma.


Setelah melakukan pencarian begitu lama, namun tak juga menemukan tanda-tanda adanya Rangga akhirnya kencana Loka pun menghadap Arya Soma.


"lapor Gusti patih hamba dan para prajurit tidak menemukan adanya Gusti prabu di sekitar tempat ini "ucap kencana Loka.


"Aku minta Paman cari Lagi dengan teliti , bagaimana pun Gusti prabu harus di temukan"ucap Arya Soma dengan tegas.


"Baik Gusti Patih"ucap Kencana Loka segera pergi dari hadapan Arya Soma.


Kencana Loka dan para prajurit pun kembali melanjutkan pencarian.


Mereka mencari sampai keluar hutan jati , bahkan ada yang sampai sungai, pokoknya semua tempat di sekitar hutan itu mereka jelajahi.


Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun masih terlihat mengelilingi tempat itu dengan obor di tangan nya.


Setelah melihat para prajuritnya letih serta lelah dan tidak menemukan adanya Rangga akhirnya Kencana Loka segera menghadap Arya Soma kembali.


"Lapor Gusti Patih kami telah berkali kali menyisir tempat ini, namun Gusti prabu belum bisa di temukan juga, para prajurit juga sudah menjelajahi sampai keluar hutan ini tapi hasilnya tetap nihil Gusti"ucap Kencana Loka.


"Baiklah paman cepat suruh seluruh prajurit untuk kembali ke istana agar mereka beristirahat"ucap Arya Soma.


"baik Gusti Patih"ucap kencana Loka segera berlalu dari hadapan Arya Soma.


"Apa yang terjadi dengan Gusti prabu apakah dia ... menjadi korban dari ledakan itu"gumam Arya Soma.


"Pandan Wangi dan Ariani Dewi cepat kita kembali ke istana kita lanjutkan pencarian besok pagi"ucap Arya Soma.


"Tapi Gusti.."ucap Pandan Wangi dan Ariani Dewi secara bersamaan.


"Aku tahu ke khawatiran kalian ,aku juga merasa kan apa yang kalian rasakan, tapi kita juga harus menjaga kesehatan tubuh kita sendiri,ayo kita kembali kalian berdua butuh istirahat"ucap Arya Soma.


Pandan Wangi merasa tidak tega jika harus meninggalkan hutan jati itu, karena Rangga belum di temukan.


"Baiklah Gusti Patih"ucap Pandan Wangi dengan suara terdengar parau.


"Ariani ayo kita kembali,besok pagi kita ke sini lagi"ucap Pandan Wangi.


"baiklah Pandan Wangi ,mari kita kembali ke istana"ucap Ariani Dewi tampak memancarkan kesedihan.


Pandan wangi dan Ariani Dewi meninggalkan hutan Jati dengan wajah murung dan sedih,rasa kehilangan begitu nampak di wajah kedua gadis yang baru saja menginjak umur sembilan belas tahu itu.Bagi mereka Rangga adalah sosok seorang pemuda yang mereka berdua kagumi serta mereka cintai.Tidak heran jika mereka begitu enggan untuk meningkatkan hutan itu.


Sepanjang perjalanan Arya Soma di penuhi bermacam-macam pertanyaan dalam benak nya.


Tak lama kemudian sampailah mereka bertiga di istana Martapura,di dalam istana itu mereka mendapati orang orang dengan wajah tertunduk sedih .


Melihat suaminya datang bersama Pandan Wangi dan Ariani Dewi .


Dewi Kara ,ratu Gandari , Lingga dan yang lainnya pun segera berdiri dari tempat duduknya untuk menyambut kedatangan Arya Soma.


"Selamat datang Gusti Patih"ucap mereka berdua serempak.


"Selamat datang Kanda Patih"ucap Dewi Sekar.


"Apakah Gusti prabu sudah di temukan kanda"tanya Dewi Kara.


"Belum dinda "ucap Arya Soma, sambil memandangi wajah Dewi kara dan semua orang yang ada disitu.


"Ini ada apa dinda, kenapa semua kelihatan murung dan sedih seperti ini"lanjut Arya Soma.


Dewi Kara pun segera menceritakan apa yang terjadi di istana malam itu, begitu mendengar cerita Dewi Kara Arya Soma, Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun terkejut bukan main.


"Jadi romo sekarang di sini"tanya Arya Soma,


"benar Kanda sekarang dia sedang menjaga jenazah dinda Sekar di kamar nya"ucap Dewi Kara.


Arya Soma pun bergegas menuju ke kamar Dewi Sekar untuk menemui mertuanya itu ,


"Romo prabu "panggil Arya Soma.


Raja Bargola segera membalikkan badannya lalu berdiri menghampiri Arya Soma.


"Bagaimana hasil pencarian anak Prabu, Arya Soma,apakah sudah berhasil di ketemukan"tanya raja Bargola.


"Kami belum menemukannya Romo ,tapi besok kita akan melanjutkan pencarian lagi"jawab Arya Soma.


"Aku turut berduka cita atas kepergian Gusti permaisuri Romo"ucap Arya Soma.


Raja Bargola hanya menggelengkan kepalanya, dengan kepala tertunduk sedih kemudian melangkah menghampiri cucunya.


"Dia laki laki atau perempuan Romo"tanya Arya Soma,


"Dia perempuan nak Patih, cantik seperti ibunya"ucap raja Bargola tampak sedih.


"benar Romo dia cantik seperti Gusti permaisuri"sahut Arya Soma.


"Nasib anak ini tidak jauh beda dengan dewi Sekar anak Patih , ketika Sekar lahir ke dunia ibunya juga pergi meninggalkan nya, begitu pula dengan bayi ini"ucap raja Bargola dengan suara terdengar sumbang.


"benar benar kasihan Romo"ucap Arya Soma merasa terharu.

__ADS_1


"Romo sebaiknya istirahat ,malam sudah semakin larut jaga kesehatan romo"ucap Dewi Kara yang datang tiba-tiba.


"benar apa kata dinda Kara Romo beristirahat lah jaga kesehatan Romo"ucap Arya Soma.


"Kalian berdua istirahat lah dulu aku masih ingin bersama Sekar dan cucu ku ini, silahkan kalian beristirahat"ucap raja Bargola.


Mendengar perkataan raja Bargola itu Arya Soma dan Dewi Kara saling melempar pandang seperti minta pendapat.


"Jika itu keputusan Romo baiklah kami tinggal dulu"ucap Dewi Kara kemudian pergi meninggalkan raja Bargola sendirian


Ketika sampai di Balairung Arya Soma dan Dewi Kara mendapati Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Ratu Gandari tampak masih berkumpul di situ.


"Beristirahat lah, kalian pasti lelah setelah tadi siang melakukan pertempuran"ucap Arya Soma.


"Baik Gusti Patih"ucap Ratu Gandari mewakili yang ada di situ.


Semua orang yang ada di Balairung istana pun membubarkan diri untuk pergi ke kamar masing-masing.


Malam itu di Martapura tampak sepi lengang tidak ramai seperti biasanya,suara jangkrik pun tidak terdengar seperti biasanya,mereka seakan merasakan duka yang kini sedang di alami oleh Martapura.


Di kamarnya Pandan Wangi tampak gelisah belum bisa memejamkan matanya,berkali kali ia bangun dari tempat tidurnya,ia memikirkan keadaan Rangga yang saat ini masih belum ditemukan.


Selain itu meninggalnya Dewi Sekar juga membuat nya sangat sedih, ia benar benar merasa kehilangan atas meninggalnya Dewi Sekar , selain sebagai permaisuri dia juga saudara seperguruan satu satunya.


"Bagaimana perasaan Gusti prabu jika ia tahu Gusti permaisuri sudah meninggal, pasti dia merasa sedih sekali"ucap Pandan Wangi dalam hati.


Pandan Wangi melewatkan malam itu dengan mata terjaga,badan lelah dan letih tak membuat nya bisa memejamkan matanya.


Dari kejauhan terdengar ayam berkokok dan tanpa terasa malam pun sudah mulai berganti pagi, Pandan Wangi yang tidak bisa tidur itu lalu bergegas berganti pakaian.Setelah selesai berganti pakaian ia langsung keluar kamarnya menuju ke kandang kuda.


Di saat sampai di sana ia mendapati Ariani Dewi tengah duduk di atas kudanya dan siap berjalan.


"Ariani mau kemana kau pagi pagi sekali bukan kah hari masih petang"tanya Pandan Wangi.


"Sudahlah Pandan Wangi tidak usah berlagak tidak tahu kamu, aku mau kemana itu urusan ku"ucap Ariani Dewi dengan suara acuh dan segera menggebah kudanya meninggalkan Pandan Wangi.


"tunggu Ariani Dewi"teriak Pandan Wangi, namun Ariani Dewi tidak menghiraukan nya ia terus memacu kudanya hingga lenyap di tikungan.


Pandan Wangi pun bergegas menaiki kudanya dan segera mengejar Pandan Wangi.


Di saat akan melewati gerbang istana Pandan Wangi segera menghentikan kudanya dan berbicara dengan seorang prajurit.


"prajurit jika nanti Gusti Patih tanya tentang aku dan Ariani Dewi katakan bahwa kami berdua sudah berangkat ke hutan jati"ucap Pandan Wangi .


"Baik Gusti "ucap prajurit itu.


Pandan Wangi pun segera memacu kudanya dengan cepat untuk menyusul Ariani Dewi yang sudah jauh di depan.


Tak lama kemudian matahari pun terbit menyinari seluruh negeri Martapura, Senopati kencana Loka segera mengumpulkan seluruh punggawa Martapura dan para prajurit di halaman istana sesuai dengan perintah Arya Soma.


Tidak lama kemudian keluarlah Arya Soma dengan di temani oleh Dewi Kara dari dalam menuju ke halaman istana,di mana pagi itu semua punggawa dan para prajurit berkumpul halaman depan istana.


"Apakah semua sudah berkumpul paman"tanya Arya Soma kepada kencana Loka,


"sudah Gusti hanya Pandan Wangi dan Ariani Dewi yang tidak tampak pagi ini , karena menurut prajurit penjaga pintu gerbang, mereka berdua sudah pergi duluan ke hutan jati Gusti patih"ucap Kencana Loka,


"jika begitu baiklah, sebelum berangkat ke hutan jati ada yang ingin ku sampaikan pada kalian semua"ucap Arya Soma mulai memberikan pengarahan.


"Kalian semua dengarkan ,hari ini adalah hari di mana Gusti permaisuri akan di makamkan,jadi hari ini juga Gusti prabu bisa tidak bisa harus di temukan agar beliau dapat melihat Gusti permaisuri untuk terakhir kalinya"ucap Arya Soma,


"ku tekan kan sekali lagi carilah Gusti prabu sampai ketemukan"lanjut Arya Soma.


"Kami mengerti Gusti "ucap Kencana Loka.


"Paman kencana Loka segera berangkat kan para prajurit ke hutan jati"perintah Arya Soma.


"Baik Gusti Patih"ucap Kencana Loka .


"Ayo kita berangkat"ucap Kencana Loka segera melarikan kudanya.


Sementara itu di hutan jati Pandan Wangi dan Ariani Dewi masih terus mencari keberadaan Rangga sampai ke pinggir pinggir hutan, sudah berulang kali mereka berdua tampak berputar putar mengitari tempat itu,namun belum juga menemukan nya.


"Gusti prabu"teriak Ariani Dewi karena merasa putus asa ,ia pun menyandarkan dirinya yang lelah pada sebuah pohon, lalu mengeluarkan dua pedang kembar pemberian dari Rangga itu.


"Apa maksud dari Gusti prabu memberikan pedang ini hanya untuk kenang-kenangan pada ku sebelum dia pergi jauh"gumam Ariani Dewi.


"Tidak .. tidak .. Gusti prabu tidak boleh mati "ucap Ariani Dewi seakan tidak rela, ia pun terkenang saat saat pertama kali bertemu dengan Rangga hingga sampai akhirnya ia menjadi saudara seperguruan dengannya.


Air mata Ariani pun mengalir deras dari kedua kelopak matanya jika teringat hari itu.


"Gusti prabu "teriak Ariani Dewi duuuaaarrr.... duuuaaarrr.....!!! Ariani Dewi tanpa sadar mengerahkan tenaga dalamnya saking putus asanya.


Pandan Wangi yang berada di ujung hutan sebelah selatan langsung bergerak dengan ilmu ringan tubuhnya setelah mendengar bunyi ledakan itu.


Setelah sampai di situ ia berdiri terpaku melihat Ariani Dewi sedang menangis dengan menggenggam dua buah pedang di tangannya.


"Ariani Dewi apa yang terjadi dengan mu"ucap Pandan Wangi.


Namun Ariani Dewi seolah tidak mendengar pertanyaan dari Pandan Wangi itu.


"Ariani kau baik baik saja"ulang Pandan Wangi ,namun Ariani Dewi masih tetap membisu .

__ADS_1


Melihat Ariani Dewi yang terlihat kacau seperti itu Pandan Wangi pun mencoba mendekati nya.


"Berhenti Pandan Wangi"ucap Ariani Dewi,tapi Pandan Wangi terus melangkah mendekatinya tanpa memperdulikan ucapan Ariani Dewi.


"Ku bilang berhenti Pandan Wangi"teriak Ariani Dewi.


"Tidak Ariani aku tidak akan berhenti sebelum aku tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mu"ucap Pandan Wangi dengan terus melangkah.


"Baiklah terima ini"ucap Ariani Dewi langsung menyerang Pandan Wangi ,hiiiaat...dua buah pedang kembar mengarah kepadanya, melihat serangan Ariani Dewi itu , Pandan Wangi pun langsung bergerak cepat mencabut pedangnya hingga pedang mereka pun beradu traaaang ... traaang ... tubuh mereka berdua sama sama bergetar.


"Cukup Ariani apa yang sebenarnya terjadi dengan mu"teriak Pandan Wangi.


"Apa kau kira Gusti prabu akan senang melihat tindakan mu seperti ini"ucap Pandan Wangi.


Mendengar perkataan Pandan Wangi itu perlahan-lahan Ariani Dewi pun menurunkan pedangnya.


Melihat Ariani Dewi sudah tenang Pandan Wangi pun juga menurunkan pedangnya tapi tidak mengendurkan ke waspada nya.


"Wangi ,aku hanya putus asa karena tidak bisa menemukan Gusti prabu"ucap Ariani Dewi dengan pelan.


Merasa Ariani Dewi sudah bisa mengendalikan dirinya ia pun segera menyimpan kembali pedang naga mas nya.


"Sabarlah Ariani mari kita cari gusti Prabu bersama sama sampai ketemu"ucap Ariani Dewi.


"Tidak Wangi , sepertinya Gusti prabu sudah pergi jauh dari kita"ucap Ariani Dewi.


"Kenapa kau berkata begitu Ariani"tanya Pandan Wangi tidak mengerti.


"Kau lihat pedang ini ,"tanya Ariani Dewi sambil menuju kan pedangnya.


"Ya memangnya kenapa"tanya Pandan Wangi tidak mengerti.


"Sepertinya Gusti prabu mau memberi pesan kepada pada kita semua ,bahwa dia akan pergi selamanya setelah memberikan pedang ini pada ku"ucap Ariani Dewi dengan air bercucuran.


"Tidak Ariani .. Gusti prabu pasti baik baik saja,kau jangan cepat menyimpulkan seperti itu"ucap Pandan Wangi lalu pergi dari hadapan Ariani Dewi dan menuju ke tengah hutan untuk mencari Rangga kembali.


Di tengah hutan yang sudah gundul akibat ledakan itu ,Pandan Wangi sudah tidak bisa menahan lagi air matanya ,ia pun menangis terisak-isak di sana tanpa ada seorang pun yang tahu.


Rupanya ia juga merasakan apa yang Ariani Dewi alami, mereka berdua takut jika Rangga benar benar pergi untuk selamanya.


Ternyata perasaan Pandan Wangi sangat dalam terhadap Rangga seperti yang Ariani Dewi rasakan bahkan mungkin lebih dalam lagi.


Di istana Martapura para prajurit tampak sibuk untuk mempersiapkan upacara pemakaman permaisuri Martapura Dewi Sekar.


Bunga bunga terlihat indah menghiasi sebuah peti di mana di dalam peti itu bersemayam jenazah Dewi Sekar.


Raja Bargola menatap peti mati itu dengan wajah penuh kesedihan berkali kali mengusap pipinya yang di basahi oleh air matanya.


Melihat ayahnya begitu sedih Dewi Kara merasa sangat kasihan, ia pun lalu mendekati dan berusaha untuk menghiburnya.


"Tabahkan hati Romo dan relakan lah kepergian dinda Sekar "ucap Dewi Kara,


"Romo sedih karena Sekar pergi terlalu cepat Kara ,ia juga belum sempat melihat wajah anaknya"ucap Raja Bargola.


Dewi Kara tak kuat menahan air matanya setelah mendengar perkataan ayahnya itu.


Tapi ia tidak mau menuju kan kesedihan nya di depan ayahnya itu,ia berusaha tegar supaya ayahnya tidak semakin larut dalam kesedihan.


Arya Soma yang berada tidak jauh dari mereka berdua pun juga terlihat sedih dengan meninggal nya Dewi Sekar ,apa lagi jika teringat keadaan Rangga yang tidak jelas dengan nasib dan keberadaannya saat ini.


Di saat Arya Soma sedang berdiam diri memikirkan Rangga itu,datang lah Kencana Loka untuk menghadap.


"Lapor Gusti "ucap Kencana Loka.


"Bagaimana paman kencana Loka apakah Gusti prabu berhasil di ketemukan"ucap Arya Soma dengan tidak sabar.


"Maaf Gusti Patih hamba tidak berhasil menemukan Gusti prabu , bahkan hamba dan para prajurit sudah mencarinya di tempat yang berdekatan dengan hutan jati juga tidak menemukan keberadaan nya"jawab Kencana Loka.


Arya Soma sangat kecewa mendengar perkataan kencana Loka itu,ia pun bergegas menemui Raja Bargola untuk memberi tahukan hal itu.


"Romo sekarang juga Gusti permaisuri harus segera di kebumikan, ucap Arya Soma.


"bagaimana dengan anak Prabu,apakah sudah di temukan anak Patih", ucap raja Bargola.


"Belum romo , sepertinya Gusti Prabu tidak sempat menyelamatkan diri sewaktu ledakan itu "ucap Arya Soma.


"Saya sudah mengerahkan banyak prajurit untuk mencarinya ,namun hasilnya tetap saja nihil"terang Arya Soma.


Hati raja Bargola jadi bertambah sedih mendengar perkataan Arya Soma itu,ia tidak menyangka akan kehilangan dua anak sekaligus pada hari itu.


"Jika begitu kenyataannya baiklah, hari ini juga kita kebumikan Dewi Sekar"ucap raja Bargola dengan sedih.


Arya Soma pun segera memerintah para prajurit untuk mengangkat peti jenazah itu dan membawa ke taman yang berada di sebelah istana ,di situlah Dewi Sekar akan di makamkan.


Di Alun alun seluruh rakyat Martapura berkumpul memenuhi tempat itu untuk melihat upacara pemakaman dan sekaligus mengucapkan selamat tinggal kepada permaisuri yang baik hati itu.


Upacara pemakaman Dewi Sekar pun berjalan lancar tanpa ada kendala atau gangguan apa pun sampai selesai.


Setelah upacara pemakaman Dewi Sekar selesai ,hari itu juga raja Bargola langsung berangkat ke Argara dengan dengan membawa cucunya yang telah di beri nama Dewi Sekar Arum, raja Bargola memberikan nama itu sesuai dengan perkataan Rangga beberapa waktu lalu ketika ia masih berada di Argara.


Di dalam rombongan itu terlihat Pandan Wangi yang juga ikut mengiringi perjalanan raja Bargola untuk menjaga keselamatannya.

__ADS_1


Setelah kala Murka dapat di kalahkan oleh Rangga kini keadaan pun tenang kembali , Arya Soma terpaksa mengumumkan kepada seluruh rakyatnya bahwa Rangga gugur dalam pertempuran itu, ia menduga Rangga ikut hancur ketika terjadi ledakan itu sehingga jasadnya tidak bisa di temukan.


Benarkah Rangga sudah hancur dan bagaimana dengan Martapura ,Nantikan kelanjutannya )


__ADS_2