
selamat membaca
saat para kultivator sedang dalam pengaruh ilusi Chyou, Xia'er langsung memberikan isyarat kepada Jiangheeng dan Chyou untuk segera bergegas meninggalkan tempat tersebut.
"ayo kita pergi, sihir ilusi Chyou tidak akan mampu menahan mereka dalam waktu yang lama." ucap Xia'er sambil memacu kudanya.
"kalian berdua teruslah berjalan, aku akan menyiapkan beberapa jebakan untuk menghambat mereka yang mampu keluar dari ilusi Chyou." ucap Xia'er memberikan perintah.
"tapi nona, itu cukup berbahaya jika nona berlama-lama di sini, mereka terlihat cukup kuat nona." jawab Jiangheeng yang merasa khawatir dengan nonanya.
"aku tahu itu, kau tenang saja, aku hanya sebentar saja." jawab Xia'er lagi, dan kembali menyuruh keduanya melanjutkan perjalanan.
"baiklah...., tapi nona harus berhati-hati." ucap Jiangheeng dengan pasrah.
Jiangheeng mengetahui maksud Xia'er yang menyuruh mereka untuk terus berjalan, karena jika mereka terus bersama dengan Xia'er, maka mereka berdua saat ini hanya akan menjadi penghambat dan sumber kelemahan nonanya, karena Jiangheeng belum mendapatkan kekuatannya kembali sedangkan Chyou masih belum menguasai teknik ilusi yang mematikan.
__ADS_1
di sisi lain, Xia'er kini sedang memasang beberapa jebakan seperti beberapa bom kecil yang dia rakit sendiri dengan menggunakan bubuk mesiu yang sama dengan pembuatan kembang api.
tak hanya itu, Xia'er juga sudah menyiapkan beberapa bom asap untuk memudahkannya dalam bergerak untuk menyingkirkan beberapa kultivator.
"aku rasa ini cukup untuk mengurangi beberapa dari mereka." ucap Xia'er sambil berdiri setelah memasang beberapa bom kecil di tempat yang akan mereka lewati.
"jika mereka menginjak beberapa dari bom yang aku pasang, itu cukup membuat beberapa dari mereka terluka, sebaiknya aku menunggu mereka di tempat yang mudah bagiku untuk membidik mereka." ucapnya lagi sambil mencari tempat yang cukup tinggi untuknya.
"ho ho ho ho...., sesuai prediksi, sekitar dua puluh orang mampu melewati ilusi Chyou dengan mudah." ucap Xia'er yang sudah melihat para kultivator yang sudah berlari ke arah tempat mereka lewati tadi.
"teknik ilusi rendahan seperti itu tak akan mampu menghalangi ku, dasar wanita j*lang rendahan." ucap yang lainnya lagi dengan wajah merah karena marah.
"rupanya putra mahkota Wei Changxi juga masih berusaha." ucap Xia'er dari atas pohon.
" satu...dua...tiga..., dan bom bom bom.." bunyi ledakan berulang kali terdengar, sampai-sampai Jiangheeng dan Chyou juga mendengarnya.
__ADS_1
"suara ledakan apa itu...?" tanya Chyou kepada Jiangheeng.
"kita harus kembali dan membantu nona." ucapnya lagi dengan raut wajah khawatir.
"nona memberikan perintah untuk terus berjalan, jangan pernah membantah apa yang nona perintahkan." jawab Jiangheeng dengan wajah datarnya.
"ayo..., kita harus terus berjalan." ucapnya lagi sambil kembali memacu kudanya, Chyou hanya bisa mengikuti kata Jiangheeng saja.
sedangkan Xia'er masih terus mengawasi dari atas pohon.
"mereka cukup hebat, memang pantas berada di tingkat jendral." ucap Xia'er, karena masih tersisa sekitar sepuluh orang yang tak memiliki luka.
"sekarang waktunya bom asap dengan racun pelumpuh, jika aku tak cerdik, maka aku yang akan terbunuh." gumamnya lagi sambil membidik pemicu bom asap dengan panahnya.
dalam sekejap tempat para kultivator di penuhi dengan asap pelumpuh yang sangat tebal, tapi sepertinya tak sesuai dengan dugaan Xia'er, karena kesepuluh kultivator tersebut mampu membuat perisai dengan kemampuan mereka, apalagi pengguna angin, mereka mampu membersihkan bom asap milik Xia'er.
__ADS_1