Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 24


__ADS_3

selamat membaca


Nata mengingat masa-masa saat bersama dengan keluarganya, ibunda dan ayahnya sangat menyayangi mereka berdua, adik lelakinya juga sangat perhatian kepada Nata, walaupun Nata adalah seorang kaka, tapi Rey lebih terlihat sebagai seorang Kaka, mungkin karena Rey adalah seorang lelaki.


"apa mereka baik-baik saja di sana....?" gumam Xia'er sambil menghela nafas panjang.


"mereka baik-baik saja, mereka juga tau jika kau sudah menyebrang ke dunia lain, dan itu mereka syukuri, setidaknya mereka tau jika kau masih hidup di dunia yang lain.


"aku harus mengingatkan mu untuk tidak memakai kekuatan mu yang lain, itu sangat berbahaya, kau juga harus menekan basis kultivasi mu, ingatlah agar tidak terlalu mencolok, apalagi kekuatan telekinesis mu itu, kekuatan itu sangat mengundang banyak bahaya." ucap Bima panjang lebar, ia takut jika Xia'er akan mendapatkan musuh, lebih baik terlihat lemah, agar musuh tak menyadari kekuatan kita.


"baiklah paman, kau terlalu cerewet, apa kau tak bisa keluar dari pikiran ku dan jadi manusia biasa ....?" tanya Xia'er, ia merasa sedikit terganggu.

__ADS_1


"bisa ...., asalkan kau sudah mencapai titik kaisar." jawab Bima.


"itu masalah mudah paman, kau tunggu saja, sebentar lagi kau akan hidup walaupun tak dalam waktu yang lama." balas Xia'er dan keluar dari ruang dimensi miliknya, tapi sebelum keluar di sempat memperhatikan jika dimensi miliknya memiliki perubahan, ada beberapa gunung dan pohon-pohon yang tumbuh, dan itu terlihat sangat indah.


"hmmmmm....ini jauh lebih baik." gumam Xia'er sebelum keluar dari dimensinya, dan itu bertepatan saat Ling'er masuk untuk memanggilnya keluar, karena ayah dan gegenya sudah menunggu.


"nona....., sudah waktunya berangkat." ucap Ling'er saat membuka pintu kamar Xia'er.


terlihat Jendral Yu dan tuan muda Qiangfang sedang menunggu satu-satunya wanita di keluarga mereka, Jendral Yu dan tuan muda sangat menawan, terlihat sangat gagah dan bijaksana, mungkin karena keduanya adalah seorang Jenderal.


"ayah ....., Gege......" sapa Xia'er saat tiba di depan kediaman.

__ADS_1


"wah ....., mei-mei ku terlihat anggun sekali malam ini." ucap Qiangfang saat Xia'er berjalan mendekat ke arah mereka.


"kau benar putra ku, adik mu jauh lebih anggun dan menawan malam ini." sambung Jendral Yu, ia teringat akan istrinya yang sudah meninggal mereka.


"kau sangat mirip dengan ibu sayang." sambung Jendral Yu lagi, wajahnya terlihat sendu, walaupun ia tersenyum tapi senyuman itu mengandung kesedihan dan kerinduan terhadap orang yang paling di cintai nya.


"ayah ....., ibu sudah bahagia di sana, jangan bersedih lagi, nanti ibu juga ikut merasakan kesedihan ayah." ucap Xia'er sambil mengelus lembut lengan ayahnya untuk menenangkan kesedihan akibat kerinduan yang mendalam terhadap ibu mereka.


"kau betul putri ku, aku tidak akan bersedih lagi, ada kalian harta berharga yang di tinggalkan ibumu untuk ku." jawab Jendral Yu, dia sekarang tersenyum bahagia, untuk anak-anak nya yang berharga.


"ayo kita berangkat, mei-mei naiklah kereta mu....!!!" ucap Qiangfang sambil membantu adiknya menaiki kereta kudanya, sedangkan untuk dia dan ayahnya Jendral Yu, mereka menunggangi kuda mereka masing-masing, perjalanan dari kediaman Jendral Yu ke istana memakan waktu lumayan lama, yaitu 1 jam lamanya.

__ADS_1


__ADS_2