Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 121


__ADS_3

selamat membaca


sebelum para kultivator itu sadar, darah segar sudah mengalir dari leher mereka masing-masing, dengan perasaan cemas mereka memegang leher masing-masing yang terasa hangat oleh darah Mereka sendiri.


"k...kau...., si...siapa kau sebenarnya...?" tanya kultivator tersebut dengan mata melotot dan tangan yang sudah di penuhi oleh darah segar.


Xia'er yang tadinya hendak berjalan menuju kudanya terhenti dan berbalik melihat kultivator yang bertanya kepadanya.


"untuk apa aku menjelaskan diriku kepada seseorang yang sebentar lagi akan menjadi mayat, tidak usah memikirkan siapa aku sebenarnya dan mati saja dengan tenang." jawab Xia'er dan kembali melanjutkan langkahnya, menunggangi kudanya dan memacunya kembali dengan cepat.


"kau terlihat tak mempunyai hati." ucap Bima dalam benak Xia'er.


"aku sudah seperti ini sejak dulu." jawab Xia'er dengan cueknya.


setelah menempuh jarak yang cukup jauh, akhirnya Xia'er sampai juga di penginapan yang dulu pernah ia tempati saat pertama kali ke kerajaan Wei.

__ADS_1


"selamat datang kembali nona." ucap penjaga kuda yang dulu sempat Xia'er tolong.


"aku akan menjaga kuda nona dengan baik, aku juga akan memberikan makanan kesukaannya nona." sambungnya lagi.


"terimakasih paman." ucap Xia'er sambil memberikan koin perak kepada penjaga kuda tersebut.


"nona tidak perlu memberikan ku koin, dulu nona sudah memberikan ku banyak koin, keluarga ku juga sudah sehat, dan aku berterimakasih untuk itu." ucap sang penjaga kuda sambil menghalau tangan Xia'er yang hendak memberinya koin.


"tidak apa-apa, terima saja paman, aku bersyukur karena keluarga mu sudah sehat, dan ambilah koin ini untuk membelikan mereka makanan yang enak malam ini." ucap Xia'er lagi dengan lembut.


"apakah kau nona yang sama dengan nona yang membunuh Tampa berkedip di hutan ...?" goda Bima sambil terkekeh pelan.


"apa kau bersenang-senang paman...?, sebaiknya aku mengeluarkan mu dalam jiwa ku sesegera mungkin, paman...., kau mulai cerewet akhir-akhir ini." sambung Xia'er lagi yang berjalan menuju tempat penjaga penginapan.


"nona...., selamat datang kembali..." ucap sang pemilik penginapan dengan ramah.

__ADS_1


"apa adik-adik ku menginap di sini...?" tanya Xia'er, meskipun ia sudah tahu jika Chyou dan Jiangheeng ada di penginapan tersebut.


"betul nona, mereka ada di tempat yang sama dengan yang nona tinggali sebelumnya." jawab pemilik penginapan.


"baiklah...., aku akan ke kamar ku sekarang." ucap Xia'er kepada pemilik penginapan.


"apakah nona membutuhkan sesuatu...?" tanya pemilik penginapan lagi.


"tidak ada, siapkan saja seperti biasa saat esok pagi, aku hanyalah akan beristirahat malam ini." jawab Xia'er dan melangkah ke kamar yang dulu ia tempati.


"sepertinya mereka menyewa tiga kamar." ucap Xia'er yang merasakan aura keduanya di depan kamar yang ia tempati.


Xia'er masuk ke dalam kamarnya, karena merasa lengket akibat keringat selama delapan hari lamanya tak mandi, Xia'er memutuskan untuk memasuki ruang dimensinya untuk berendam di dalam air danau surgawi, tapi saat ia masuk, Xia'er di buat takjub dengan pemandangan ruang dimensi miliknya.


"oh my God...., apa yang terjadi di sini...?" ucapnya Tampa sadar.

__ADS_1


"segel mu telah lepas sepenuhnya, jadi ruang dimensi mu juga membesar dan lebih indah." jawab Bima dengan santai.


__ADS_2