
Selamat Membaca ☺️☺️☺️
Saat ini tuan Wenhua, pangeran Wei dan juga jenderal muda Haucun sedang duduk bersama, mereka akan membicarakan tentang kejadian pada waktu itu dan apa langkah yang akan mereka ambil untuk membalas dendam terhadap ratu Tiang Zhi.
"paman....., sebenarnya apa yang terjadi pada saat itu, apa benar apa yang selama ini aku dengar tentang kakek yang melakukan pemberontakan....???" tanya pangeran Wei dengan wajah seriusnya.
"tuan besar Leng tidak mungkin melakukan pemberontakan...!!!, tuan adalah prajurit sejati yang rela mengorbankan nyawanya demi kemakmuran kerajaan." jawab tuan Wenhua dengan cepat.
"waktu itu tuan di fitnah dengan alasan mempersiapkan pasukan militer berkuda untuk melakukan pemberontakan, padahal itu adalah ulah dari sang selir, dan sekarang ia sudah menjadi ratu karena berhasil dengan rencananya." sambung tuan Wenhua dengan wajah suramnya.
__ADS_1
"apakah ratu mempunyai kekuasaan sebesar itu....???, jika di lihat dari pihak keluarganya, itu memungkinkan, manteri Tiang memegang kekuasaan untuk urusan ke dalam istana dan kerajaan." ucap pangeran Wei.
"awalnya aku berpikir seperti itu, koneksi mantri Tiang tidak bisa di ragukan, tapi setelah beberapa tahun terakhir aku bersembunyi sambil melakukan penyelidikan, aku mengetahui informasi yang cukup mengejutkan." ucap tuan Wenhua dengan wajah merah menahan amarahnya.
"apa itu paman....???, cepat katakan....!!!" perintah pangeran Wei yang terlihat sangat penasaran dengan informasi tersebut.
"aku mengerti jika pangeran tak percaya dengan apa yang aku katakan, tapi itu adalah hasil penyelidikan yang aku lakukan dalam beberapa tahun." ucap tuan Wenhua mencoba menyakinkan pangeran dengan perkataannya.
"mana mungkin ayahanda melakukan itu....???, atas alasan apa ayahanda melakukan nya....???" tanya pangeran Wei masih Dengan wajah tak percayanya.
__ADS_1
"aku tau ayahanda dan ibunda menikah dengan cara politik, tapi ayah selalu memperlakukan kami anak-anak nya dengan baik, pertengkaran pun tak pernah terjadi." sambung pangeran Wei lagi.
"saat itu pangeran masih berusia tujuh tahun, aku yakin pangeran belum bisa memahami tentang apa yang terjadi, ratu Leng adalah ratu yang sangat bijaksana, ia tak pernah mengeluh, apalagi untuk memperlihatkan kepada anak-anaknya jika ia sedang mengalami sakit dan rasa kecewa terhadap yang mulia." jawab tuan Wenhua, karena memang selama ini tuan Wenhua bisa di bilang sahabat ratu Leng.
"saat awal menikah, semua masih berjalan dengan baik, tapi setahun pernikahan, yang mulia mengangkat selir Tiang, kasih sayang yang mulia raja juga tak pernah di berikan lagi kepada ratu Leng, yang mulia hanya berkunjung ke kediaman ratu Leng jika sudah di jadwalkan untuk tidur bersama saja." ucap tuan Wenhua lagi.
"ternyata......, selama ini ibunda menyembuhkan rasa sakitnya, dan aku tidak mengetahui itu....!!!" ucap pangeran Wei, bulir air mata mulai mengalir dari matanya, tangannya menggenggam erat ujung kursi sampai patah di buatnya.
"aku..... bersumpah demi langit dan bumi, akan ku buat mereka semua menanggung rasa sakit yang berkali-kali lipat dari rasa sakit yang Ibunda rasakan, sehingga mereka akan memohon untuk di beri kematian saja." ucap pangeran Wei, sumpahnya itu membuat langit bergemuruh mengeluarkan petir, tanda sumpahnya di terima oleh langit dan bumi.
__ADS_1