
selamat membaca
Xia'er kembali memacu kudanya, ia sudah menunda perjalanannya selama tiga jam, ia harus bergegas mengganti waktunya yang terlambat.
di sisi lain, Jiangheeng dan Chyou juga sedang menikmati makan malamnya sambil menunggu nona mereka. saat ini jam sudah menunjukkan sekitar pukul sepuluh malam, dan seharusnya nona mereka akan sampai saat pukul sebelas malam.
"kau tidurlah..., aku akan menjaga dan menunggu nona kembali." ucap Jiangheeng kepada Chyou.
"aku juga ingin menunggu nona kembali." jawab Chyou yang juga khawatir kepada nonanya.
"gadis kecil harus banyak beristirahat agar bisa tumbuh dengan baik, aku akan membangunkan mu saat nona kembali." balas Jiangheeng lagi.
"siapa yang kau sebut gadis kecil...?." ucap Chyou sambil menatap Jiangheeng dengan mata melotot.
__ADS_1
"cepatlah tidur..., aku tak mau dapat Omelan nona karena tidak menjaga mu dengan baik." ucap Jiangheeng lagi dengan wajah datarnya.
"cisss...., dasar muka es." jawab Chyou sambil berdecak sebal, tapi ia tak bisa membantah, karena Jiangheeng adalah orang pertama di sisi nonanya yang akan menjadi tangan kanannya.
setelah menunggu selama satu jam, Jiangheeng juga mulai merasa khawatir, tapi itu tak bisa di tunjukkan kepada Chyou, ia hanya bisa terus berharap agar nonanya baik-baik saja.
"ini sudah lewat dari waktu yang di perkirakan, aku hanya bisa berharap nona baik-baik saja." ucap Jiangheeng dalam hatinya.
sedangkan Xia'er saat ini masih terus memacu kudanya, ia terlihat sedikit kelelahan, mungkin itu akibat dari luka lamanya dan di campur lagi dengan proses pengobatan putri Lian Hua yang menguras mananya.
"kau terlalu memaksakan diri mu, apa gunanya kau memiliki Li Yuang di sisi mu jika kau tak menggunakannya." ucap Bima dalam benak Xia'er.
"paman..., aku hanya ingin menguji batasan ku, itu saja." jawab Xia'er dengan acuh.
__ADS_1
"terserah pada mu saja, tapi bawahan mu pasti merasa buruk tentang itu, Li Yuang pasti merasa tak di butuhkan." jawab Bima lagi.
"baiklah...., aku akan memikirkan tentang itu nanti, tapi aku hanya belum membutuhkannya saat ini, dunia yang aku incar ada di atas sana paman, jika aku terlalu bergantung pada Li Yuang, aku tak bisa mengukur kemampuan ku, dunia atas mempunyai kekuatan yang jauh lebih tinggi di banding daratan tengah ini." jawab Xia'er
"aku harus lebih kuat lagi untuk bisa melindungi orang-orang ku paman." sambung Xia'er lagi.
"kau terlihat sangat mirip dengan ibunda mu, Rhaiza juga tak pernah mau bergantung pada orang lain, ia akan berusaha sendiri untuk mencapai tempat tertinggi untuk melindungi orang-orangnya." ucap Bima yang mengenang kembali ibunda Xia'er, lebih tepatnya ibunda Reynata.
"akukan putrinya paman, ayah saja tak bisa menang melawan ibunda." jawab Xia'er sambil terkekeh pelan mengingat kejadian saat ayah dan ibundanya bertanding.
tepat pukul tiga subuh, Xia'er sampai di tempat Jiangheeng dan Chyou menunggu, Jiangheeng yang melihat nonanya tiba, ia langsung bergegas memeriksa seluruh tubuh nonanya, takut jika nonanya mendapat luka.
"apa yang kau lakukan Jiangheeng...?" tanya Xia'er yang sedang di kelilingi berulangkali oleh Jiangheeng.
__ADS_1
"maaf nona, aku harus melihat jika nona baik-baik saja dan tidak terdapat luka atau goresan, itu adalah pesan dari Jiji Ling'er." jawab Jiangheeng dengan jujur, sehingga membuat Xia'er terkekeh dengan jawabannya.