Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 192


__ADS_3

selamat membaca


waktu berjalan dengan sangat cepat, saat ini Xia'er sedang duduk di kediamannya sambil memandangi pohon sakura yang bermekaran.


"terlihat sangat indah....." ucap Xia'er dengan senyum di wajahnya.


"saat ini pasti kereta mereka sudah mulai memasuki hutan, itu berarti pertunjukan akan segera di mulai, jadi lebih baik aku bersiap-siap sekarang." ucap Xia'er lagi dan langsung memanggil Xiongling untuk membantunya mengganti pakaiannya.


"Jiji......!!!" panggil Xia'er dengan pelan, karena kebetulan Xiongling tidak berada jauh darinya duduk.


"ia nona....." jawab Xiongling dan segera menghampiri Xia'er.


"Jiji....., bantu aku mengganti pakaian ku, gunakan yang sederhana saja, kita akan pergi menonton sebuah pertunjukan." ucap Xia'er dengan senang.


"baiklah....., tapi nona terlihat sangat bersemangat sekali." jawab Xiongling sambil berjalan menyiapkan pakaian yang akan di kenakan Xia'er.


"ya....., ini pertunjukan yang sangat aku nantikan, semoga saja dia tidak mengecewakan ku nantinya." jawab Xia'er lagi, ia membentangkan tangannya agar Xiongling dengan cepat membantunya memakai pakaiannya.

__ADS_1


"oke ......, ini sudah siap....." ucap Xiongling dan kembali memberikan sebuah cadar kepada Xia'er.



baju yang di kenakan Xia'er


"Jiji......, apa kau yakin telah memberikan ku pakaian yang sederhana....???" tanya Xia'er sambil membolak-balik badannya sendiri di depan cermin.


"nona....., sadarlah....!!!, nona tidak mempunyai baju yang lebih sederhana lagi selain itu." jawab Xiongling sambil menatap Xia'er dengan sangat yakin.


"oh......, benarkah....???" tanya Xia'er lagi dengan wajah yang terlihat sangat tak percaya.


"ayo nona..., apa kita tak meminta izin dulu kepada tuan besar....???" tanya Xiongling sambil berjalan mengikuti Xia'er.


"tentu saja tidak....!!!, kita sudah sedikit terlambat, jika harus ke kediaman ayah, itu memakan waktu yang lama." jawab Xia'er dengan cepat.


"beri tahu saja pelayan jika ayah mencari, bilang kalau kita pergi berbelanja." ucap Xia'er lagi, tidak mungkin dia akan memberitahukan jika dia merencanakan sesuatu lagi, ini bersifat rahasia, ia tak akan melepaskan seseorang yang telah membuat Xia'er mati.

__ADS_1


penyerangan kereta waktu itu sehingga membuat kepala Xia'er terluka dan mengeluarkan banyak darah adalah ulah keluarga Xiang, jadi....., nyawa di bayar dengan nyawa, itu kata orang, tapi bagi Xia'er nyawa harus di bayar dengan sesuatu yang lebih dari kematian.


saat Xia'er dan Xiongling sudah sampai di taman paviliunnya, sudah ada Leng bersaudara, Jiangheeng dan Chyou di sana.


"selamat siang nona.....!!!" ucap mereka bersama sambil memberikan hormat.


"kalian terlihat sedikit bersemangat....!!!" ucap Xia'er.


"sudah lama kita tidak bersenang-senang nona ...!!!, aku jadi sedikit bosan." jawab Chyou dengan nada manjanya.


"baiklah...., mari kita berangkat....!!!, gunakan saja kekuatan kalian, anggap saja ini olahraga." ucap Xia'er, ia tak ingin menggunakan kertas mantra teleportasi jika bukan sesuatu yang mendesak.


"ayo berangkat.....!!!, siapa yang lebih dulu sampai, aku akan memberikan sebuah hadiah." ucap Xia'er, setelah itu semuanya langsung menghilang melejit menyisakan dedaunan yang berterbangan.


"Jiangheeng dengan kekuatan petir bagaikan kilat."


"Chyou dengan kekuatan angin, udara adalah mainannya, begitu juga dengan Xiongling, ia juga mempunyai kekuatan angin.

__ADS_1


"sedangkan kedua Leng bersaudara, menggunakan kekuatan api.


__ADS_2