
selamat membaca
suara burung berkicau dengan nada yang indah, mentari pagi bersinar menyinari embun di rerumputan, wangi khas dedaunan tercium memanjangkan Indra penciuman dan menenangkan hati.
"sungguh pagi hari yang menenangkan..." gumam Xia'er yang sudah sedari pagi buta keluar untuk berjalan-jalan di tengah hutan.
"apa kau menikmati pagi hari mu...?" tanya Bima yang juga ikut keluar dari ruang dimensi Xia'er.
"ya .....paman...., aku harus menikmati pagi yang indah ini sebelum hari ku yang yang damai akan berubah menjadi Sibuk beberapa hari ke depan."
"itu benar...., sejak kau ke dunia ini, kau belum pernah menikmati hari mu dengan baik, aku cukup prihatin untuk mu." ungkap Bima yang mengingat-ingat hari-hari yang di jalani Xia'er selama ini tak ada yang damai.
"pemandangan matahari yang terbit terlihat sangat indah dari bukit ini, andai saja di dunia ini tak ada monster, mungkin hidup orang lain akan terlihat damai juga." gumam Xia'er pelan.
__ADS_1
"monster bukanlah satu-satunya hal yang menjadi musuh manusia, monster sesungguhnya ada pada hati, banyak monster berwujud manusia di kalangan bangsawan, menindas dan memeras rakyat hanya demi mengisi perut mereka yang haus akan materi dan kekuasaan." balas Bima yang juga ikut menikmati pemandangan alam yang tak akan di temui di era modern.
"paman benar, entah di zaman ini dan zaman moderen, yang memiliki uang dan kekuasaan selalu lebih banyak menindas dan menyengsarakan rakyat." ucap Xia'er sambil menghela nafas berat.
"pemandangan di zaman ini sungguh sangat luar biasa, aku menyukainya....!!!" sambung Xia'er lagi.
"ini mengingatkan ku pada kerajaan ibu mu dulu, pemandangannya hampir sama dengan ini." sambung Bima sambil tersenyum kecut.
"paman jangan bersedih, ibunda tidak membenci mu." ucap Xia'er mencoba menenangkan Bima.
"paman...., kau terlalu narsis, ayah ku adalah pria tertampan, asal kau tau itu." balas Xia'er sambil menatap aneh kepada Bima.
"baiklah...., aku mengalah...., sebaiknya kau kembali, mereka pasti sudah mencari mu." ucap Bima mengingatkan Xia'er.
__ADS_1
"sepertinya aku memang harus kembali, perjalanan menuju ibukota cukup jauh, masih ada beberapa desa lagi yang harus kita lewati sebelum sampai ke ibukota." ucap Xia'er dan kembali berjalan menuju tempat penjaga perbatasan.
saat Xia'er sampai, terlihat Chyou dan Yun Shang yang sudah mondar-mandir di depan kediaman Yun Shang tempat Xia'er tidur semalam.
"apa yang kalian lakukan....?" tanya Xia'er sambil berjalan mendekat ke arah mereka.
"nona...., Anda dari mana saja....?, aku sangat khawatir nona tiba-tiba menghilang." ucap Chyou dengan wajah khawatirnya.
"mei-mei...., kau membuat Gege khawatir...!!!, kau dari mana saja...?." tanya Yun Shang dengan wajah yang sama dengan Chyou, wajah khawatir.
"aku hanya berjalan-jalan sebentar di bukit, apa yang kalian khawatir kan...?" jawab Xia'er dengan cepat.
"di hutan masih ada monster, dan kau berjalan-jalan seorang diri, itu terlalu berbahaya untuk mu." jawab Yun Shang dengan cemas.
__ADS_1
"Gege...., aku bisa mengatasi itu, aku bukan mei-mei yang lemah lagi, kau ingat kita pernah bertarung bersama kan...?, kali ini aku jauh lebih kuat dari waktu itu." jawab Xia'er sambil tersenyum dan memegang bahu Yun Shang.