Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 57


__ADS_3

selamat membaca


kali ini Xia'er sedang berada di kamar Leng Meng dan Leng Sumi, ia tak langsung keluar ke pasar setelah mendapat izin dari ayahnya, Xia'er menyempatkan diri terlebih dahulu untuk memeriksa kondisi Leng Sumi, karena sudah seminggu ia tak melihat perkembangannya dan hanya meninggalkan obat saja sebelum Xia'er melakukan pelatihan tertutup.


"bagaimana keadaan mu Sumi'er...?" tanya Xia'er saat sudah berada di dalam kamar Leng bersaudara.


"aku merasa lebih baik nona, semua berkat nona yang mengobati ku." jawab Leng Sumi dengan senyum ceria khas anak-anak.


"dia semakin membaik nona, obat yang nona tinggalkan sangat manjur, Sumi'er sekarang sudah jauh lebih baik, dia bahkan sudah bisa menggerakkan tangannya." sambung Leng Meng dengan sedikit tangis bahagia, ia merasa mendapat harapan baru saat bersama Xia'er.


"syukurlah...., tapi pengobatan nya belom selesai, ini masih memakan waktu, jadi ......, biarkan aku memeriksa nya lagi." ucap Xia'er sambil duduk di samping pembaringan Leng Sumi, dengan perlahan Xia'er memegang pergelangan tangan Leng Sumi untuk memeriksa denyut nadinya.


"kondisi nya sudah jauh lebih baik, aku sudah membuatkan obat pencuci sum-sum tulang dan juga obat pencuci darah, dia harus meminum itu sehari sekali, dengan perlahan racun di tubuh nya akan berkurang, walaupun tak hilang sepenuhnya, tunggu sampai aku mendapatkan salah satu bahan yang akan menghilangkan semua racunnya." ucap Xia'er setelah memeriksa denyut nadi Leng Sumi.

__ADS_1


"rawatlah adik mu dengan baik, aku akan keluar sebentar bersama Ling'er." ucap Xia'er lagi dan keluar meninggalkan pasangan bersaudara itu.


"nona...., keretanya sudah siap." ucap Ling'er saat melihat nonanya keluar dari kamar Leng bersaudara.


"baiklah...., ayo kita berangkat, bagaimana dengan Jendral Yun....?" tanya Xia'er sambil berjalan.


"tuan muda Yun sudah menunggu nona di depan." jawab Ling'er


"oh...jangan lupa memakai cadar nona..." sambung Ling'er lagi sambil menyodorkan sebuah cadar kepada Xia'er.


"apa yang kalian bicarakan sampai berbisik mei-mei...?" tanya Jendral muda Yun.


"oh... Gege...., apa kau sudah lama menunggu...?" tanya balik Xia'er.

__ADS_1


"selama apapun dirimu, tetap akan Gege tunggu, kau adik ku yang berharga." ucap Jendral Yun dengan senyum.


"ayo kita berangkat..." sambung Jendral Yun lagi dan membantu Xia'er naik kedalam keretanya.


"kali ini kau ingin kemana Mei-mei...?" tanya Jendral Yun.


"aku ingin melihat-lihat di pasar budak Gege." jawab Xia'er dengan santai.


"apakah kau kekurangan pelayan...?" tanya Jendral Yun sedikit merasa heran, sedangkan di kediaman Jendral Yu tak kekurangan pelayan sama sekali.


"aku tidak kekurangan pelayan, hanya saja aku ingin melihat-lihat, siapa tau aku menemukan sesuatu yang langka." ucap Xia'er lagi yang tentu saja tidak si pahami oleh Jendral Yun dan juga Ling'er.


"terserah kau saja, Gege hanya akan mengikuti mu." balas Jendral Yun.

__ADS_1


setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai di pasar, turun dari dalam dan mereka berjalan menuju tempat para budak di jual, dengan cepat para pelayan di pasar budak datang menghampiri mereka untuk melayani.


"selamat datang tuan dan nona muda...., silahkan melihat-lihat, jika ada yang tuan dan nona inginkan, bisa langsung memberitahukan kepada saya." ucap sang pelayan di pasar budak.


__ADS_2