Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 127


__ADS_3

selamat membaca.


sudah seminggu sudah sejak Xia'er menyebabkan Meridian dan mengembalikan kekuatan Jiangheeng, bahkan kini kekuatan nya jauh lebih kuat dari sebelumnya.


sebenarnya Meridian seseorang tidak akan bisa di pulihkan kembali oleh tabib atau alkemis manapun, hanya teknik dari sang Dewi kehidupan saja yang mampu melakukannya.


dan untuk kasus pengembalian kekuatan Jiangheeng juga itu tidaklah biasa, pada umumnya orang lain akan memulai tahap kultivasi dari awal lagi untuk mencapai kekuatannya yang sama seperti dulu.


semuanya jadi berbeda di tangan Xia'er yang menjadi penerus dan Dewi kematian dan kehidupan, dia dengan mudah mengambil nyawa dan menghidupkan sesuatu, menghidupkan dalam arti sesuatu yang di ambang kematian atau sekarat.


"mereka terlihat bersemangat dalam belajar, peningkatan Chyou sangat pesat, dalam tahap ilusi kematian ada sepuluh tahap, dan kini dia sudah menguasai setengahnya." gumam Xia'er seorang diri.

__ADS_1


"Jiangheeng juga semakin kuat, postur tubuhnya juga ikut berubah drastis, ia bahkan terlihat seperti anak berusia 15 tahun, tinggi dan berotot, hmmmmmm ......., sangat bagus." ucap Xia'er lagi yang cukup merasa senang dengan perubahan Jiangheeng.


"besok kita akan kembali ke kerajaan Zhu, aku sudah merindukan orang-orang di keluarga itu, walaupun aku bukan anak mereka, tapi mereka sangat menyayangi pemilik tubuh ini." sambung Xia'er lagi.


"aku bosan...., sebaiknya aku berkeliling saja, kedua anak itu lagi sibuk berlatih dan tak pernah keluar kamar." pikir Xia'er dan langsung bergegas keluar kamarnya untuk melihat-lihat sebelum kembali ke kerajaan besok.


"apa yang mulia mau aku temani....?, wajah rupawan ku pasti akan sangat menguntungkan yang mulia....!!!" ucap Redice melalui telepati.


"kau hanya akan membuat ku susah, aku hanya ingin menikmati hari dengan damai." jawab Xia'er, ia sudah bisa membayangkan bagaimana merepotkan nya jika wajah tampan itu terekspos di luar sana.


Xia'er berjalan dan menikmati harinya dengan santai, tapi sebenarnya ia sudah sangat sadar jika ia di ikuti sejak keluar dari penginapan.

__ADS_1


"apa mereka hanya akan membuntuti ku Tampa bertindak...?" gumam Xia'er.


"mereka tak akan bersikap gegabah, apalagi semua kultivator yang di kirim raja sebelumnya tak ada yang kembali, mayatnya pun tak mereka temui." sambung Bima lewat telepati.


"oh....., bagaimana jika aku yang menemuinya langsung ke istananya...?, sepertinya itu akan seru paman..., kebetulan aku lagi bad mood." jawab Xia'er dengan senyum misteriusnya.


"jangan melakukan hal yang aneh-aneh, dan perhatian cara bicara mu, Jagan sampai kau mengeluarkan kata-kata yang tidak di mengerti oleh manusia di daratan ini." jawab Bima lagi.


"okey..." jawab Xia'er dan langsung menggunakan jurus peringan tubuh menuju istana.


"gawat...., kita harus segera melapor kepada yang mulia, jika tidak ...., yang mulia akan dalam bahaya...!!!" ucap sekelompok prajurit yang sedari tadi mengawasi Xia'er.

__ADS_1


"itu sudah tidak sempat, sebaiknya kita harus cepat-cepat menyusulnya sebelum dia sampai di istana." jawab prajurit lainnya.


"itu benar...." jawab yang lainnya setuju untuk langsung mengejar Xia'er.


__ADS_2